The first 182 lines.
Paruh Pertama Hidupku
Episode 12
Ya Qin. - Masuklah.
Maaf membuatmu menjemput Ping'er untukku.
Aku ada wawancara hari ini, dan aku benar-benar tidak boleh melewatkannya. Ibuku juga sibuk, jadi aku hanya bisa memintamu.
Tidak apa-apa. Aku terbiasa menjemput dan mengantarkan Ping'er dulu. Saat ini keadaannya tidak biasa.
Kau bilang kau ada wawancara hari ini? Bagaimana?
Aku resmi diterima. Aku mulai bekerja besok. Aku akan resmi bekerja. Bukan masa percobaan.
Sungguh? Apa yang akan kau lakukan?
Menjual sepatu dan tas tangan. Ketika aku bicara dengan manajernya hari ini, aku bicara sampai telinganya lepas.
Itu bagus! Pantas dirayakan. Ini pertama kalinya melihatmu begitu senang setelah sekian lama.
Dulu, aku hanya tahu mengeluarkan uang untuk makanan dan pakaian. Kupikir perceraian akan jadi akhir dunia bagiku.
Tidka pernah kusangka semua pengeluaranku akan berguna. Dimana Ping'er? Aku akan mengatakannya kita akan pergi.
Uh... Dia di rumah.
Kupikir...
Tidak pernah kubayangkan...
Tidak pernah kau bayangkan aku masih hidup?
Kau mencari pekerjaan?
Apa lagi? Haruskan aku menangis sampai mati di rumah dan mati kelaparan?
Atau haruskah aku bergantung di kakimu setiap kali kau datang melihat Ping'er memohon belas kasihanmu dan memberiku derma?
Zijun. - Chen Junsheng.
Dulu, aku menyaksikan sikap acuh tak acuh dan tak tahu malumu.
Ketika aku terbangun di rumah sakit dan menyadari aku masih hidup, aku tahu bahwa mulai sekarang
kau akan menjadi musuh terbesarku di dunia ini, orang yang akan kugunakan semua tenagaku untuk kubenci dan membalas dendam.
Selain dari itu, aku tidak akan punya kasih sayang ataupun keseganan lagi.
Maafkan aku. - Aku tidak menerima permintaan maafkmu.
Aku pernah memikirkan perasaan dan ketergantungan pada orang lain
akan menjadi hal yang pelan-pelan menghilang.
Tapi, pada kenyataannya, mereka tiba-tiba berkurang menjadi bukan apa-apa dalam satu waktu atau dalam sedetik saja.
Ini seperti gema panjang yang tiba-tiba terputus, meninggalkan kekosongan yang begitu besar.
Perubahan ini terjadi padaku hari ini.
Pertama kalinya melihat Chen Junsheng setelah beberapa hari tidak melihatnya
hampir di detik mataku melihatnya, semua ikatan dengannya terputus.
Dia berubah dari kekasih yang menghancurkan hatiku menjadi orang asing yang acuh tak acuh.
Aku bisa benar-benar merasa bahwa ikatan ini diputuskan dalam hatiku.
Perwalian anakku adalah yang terpenting. Aku tahu aku pihak yang lalai dan ada beberapa kesulitan.
Tapi, tepatnya karena itulah aku mempekerjakanmu.
Jangan khawatir. Kasus ini memang tidak menguntungkanmu.
Tapi, Luo Zijun meminum obat tidur dan berusaha bunuh diri. Selanjutnya, kita hanya perlu membuktikan bahwa dia tidak stabil secara mental
dan tidak memiliki kemampuan untuk mengurus anak sendiri. Ditambah lagi dia kekurangan pemasukan, kesempatan kita menang akan lebih tinggi.
Dia mendapatkan pekerjaan.
Bukankah kau bilang dia tidak akan bersedia dan tidak bisa bekerja?
Iya, aku baru saja mendengar kabarnya sendiri.
Setelah kudengar dia mendapat pekerjaan, kukira aku salah dengar.
Pekerjaan macam apa?
Toko khusus untuk pakaian bermerk.
Dia memang ahli dalam bidang itu.
Tapi, aku tidak merasa dia akan bertahan lama di pekerjaan itu. Setidaknya, dia akan bertahan selama seminggu. Dia pasti tidak bisa menahan kesulitan menjadi rekan penjualan.
Akan ada waktu yang lama. Bukan hanya berat secara fisik, tapi dia juga harus melayani orang lain. Kurasa dia tidak akan bertahan lama.
Kurasa kita tidak bisa membawa hal ini sebagai pertimbangan.
Jika dia keluar setelah beberapa hari, maka itu akan membuktikan bahwa dia tidak bisa bekerja.
Tapi, dia masih akan menyiapkan skenario kasus yang terburuk.
Aku tinggal bersamanya selama bertahun-tahun. Aku mengenalnya dengan baik.
Iya, dia mungkin ingin berubah dan melakukan sesuatu saat ini,
tapi itu membutuhkan waktu, dan ada proses untuk menerima perubahan.
Kurasa itu tidak akan terjadi dalam beberapa hari.
Baiklah. Selanjutynya, keluarganya.
Jika kita bisa membuktikan keluarganya tidak punya kemampuan untuk membantunya membesarkan anak dengan normal, maka kita akan memiliki kesempatan menang yang lebih tinggi.
Aku akan bicara dengan objektif soal keluarganya.
Jika mereka datang ke persidangan, mereka mungkin akan membuat kekacauan sebelum mereka datang ke pengadilan.
Apa masih ada orang semacam itu di zaman seperti ini?
Iya.
Bayi ini menggemaskan sekali. - Berapa usianya?
14 bulan.
Begitukah? Menyenangkan sekali. Oh iya, Ibumu tidak membantumu merawat anakmu?
Ibuku sudah cukup membesarkanku dan kakakku sendiri. Kenapa dia mau membantuku membesarkan anakku?
Dengar, itu hanya tuntutan. Ketika dia jadi nenek dan melihat betapa menggemaskannya cucunya, dia pasti akan mau membesarkannya.
Ibuku tidak akan, bahkan begitupun, aku tidak akan memintanya.
Untuk beberapa alasan, ketika keluarga kita bersama-sama, kami selalu bertengkar sebelum lima kalimat dikatakan.
Pernahkah kau melihat seorang ibu mengikuti anaknya dan memarahinya sepanjang hari?
Tidak, kan? Itu normal di keluarga kami.
Setiap keluarga memiliki kesulitan mereka sendiri.
Apa suamimu sibuk? Dia tidak membantumu merawat anakmu?
Kuharap dia sibuk.
Jika dia sibuk, dia akan mengumpulkan banyak uang untuk menyokong kami. - Benar, benar. Terdengar seperti kau mengalami saat yang sulit.
Kudengar kau menyebutkan kakakmu. Bisakah dia membantumu merawat anakmu?
Kakakku lumayan berguna, tapi sekarang dia sedang dalam situasi yang sulit.
Dia sulit dikatakan lebih baik dariku.
Untuk beberapa alasan, keluarga kami memiliki kehidupan yang sulit. Tidak ada yang mudah.
Begitulah hidup. Jika kau tidak memikirkannya, itu akan berjalan dengan halus.
Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Lihatlah betapa menggemaskannya bayinya. Menyenangkan sekali.
Kau tahu sulit menemeukan pekerjaan sekarang. Uang ini...
Kalian berdua tampaknya bergaul dengan baik.
Halo. - Halo, halo. Siapa kau?
Margaku Wu. Aku tinggal di sekitar sini.
Aku keluar untuk berjalan-jalan dan melihat betapa menggemaskannya cucumu, jadi aku mengobrol dengan putrimu.
Kau tinggal di sekitar sini juga? Kenapa aku belum pernah melihatmu sebelumnya?
Di bangunan mana kau tinggal?
Aku... aku datang untuk memeriksa apartemenku. Ada yang harus kulakukan. Aku pergi sekarang.
Tunggu, tunggu. Tunggu sebentar.
Kutanya kau. Kau baru mengatakan kau tinggal di sekitar sini.
Sekarang kau mengatakan kau datang untuk memeriksa apartemen. Yang mana tepatnya?
Aku melihat betapa menggemaskannya cucumu, jadi aku bicara dengannya.
Kau tidak boleh pergi! Kau tidak boleh pergi! Ada yang harus kutanyakan padamu.
Katakan yang sebenarnya. Kenapa kau bertanya pada putriku soal ini dan itu? Apa tujuanmu?
Tidak ada. Kami hanya mengobrol. - Tidak, tidak.
Kutanya kau lagi. Bagaimana kau tahu dia adalah putriku, dan ini adalah cucuku?
Aku menebaknya. - Kau tidak mungkin hanya menebaknya. Katakan yang sebenarnya.
Tidak, kami hanya mengobrol. Tidak ada apa-apa sama sekali. - Apa kau akan memberitahunya atau tidak? Jika tidak, aku akan memanggil yang lainnya.
Tidak, jangan. Jangan.
Seseorang datang! Ada penipu! Bantu tangkap penipu ini!
Kalian semua tinggal di apartmen ini, kan?
Iya, iya. - Lihat apa kalian mengenal orang ini.
Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya. - Aku belum pernah melihatnya.
Lihat? Dia bilang dia tinggal di apartemen ini. Dia memancing putriku dan bertanya soal ini itu.
Jika kau tidak di sini untuk menipu uang, maka kau pasti di sini untuk mencuri bayinya.
Tidak, tidak. - Telepon polisi. Jangan biarkan dia kabur jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya.
Benar, jangan biarkan dia pergi! Biarkan polisi memeriksa identitasnya, dan kita akan tahu siapa dia.
Lihat betapa liciknya dia, dia pasti bukan orang baik.
Apa kau akan mengatakan yang sebenarnya atau tidak?
Jika tidak, aku sungguh akan menelepon polisi.
Benar, telepon polisi. - Katakan yang sebenarnya.
Tunggu, lepaskan dulu. Aku punya tanda pengenal. - Tidak bisa. Mana tanda pengenalnya? Keluarkan.
Lepaskan, jadi aku bisa mengeluarkannya. - Aku akan menghalangi jalannya.
Keluarkan.
Ini. Ini tanda pengenalku.
Identitas macam apa ini?
Izin pengacara? Kau pengacara?
Dia tidak seperti itu.
Iya.
Dengar, Junjun. Kau tidka tahu betapa berbahayanya itu.
Wanita itu mendorong Ziqun pada jebakan kata demi kata.
Ziqun seperti orang bodoh, buta dengan apa yang terjadi. Dia seolah memberitahu wanita itu semua penderitaannya.
Jika aku tidak menghentikanmu, kau akan membongkar semua rahasia keluarga kita.
Itu tidak seserius seperti yang kau ceritakan. Aku tidak membicarakan soal apa yang terjadi di keluarga.
Aku hanya memberitahunya betapa sulitnya membesarkan anak. Aku tidak memberitahunya hal lainnya.
Tidak sulit bicara padanya? Apa kau berharap dia akan membersakan anak ini untukmu? Tidakkah kau lelah bicara sebanyak itu?
Kau mengobrol dengan siapa saja. Apa kau Nyonya Xianglin? (Wanita paling malang yang diperankan dalam opera China
Jika seseorang menemukan sesuatu untuk menangguhkan kakakmu, maka sepenuhnya itu salahmu.
Apa kau mengerti? Junjun, apa aku benar? Kau...
Junjun...
Junjun!
Bagaimana bisa kau masih tidur?
Chen Junsheng yang tak tahu malu itu sedang merencanakanmu!
Dia meminta seseorang untuk meyamar pada kita.
Kau harus memikirkan sebuah cara, ya?
Aku sudah tahu. Besok, Masih ada setengah hari...
setelang berlatih setengah hari, aku sudah menyelesaikannya.
Besok sore, pengacara Li akan bertemu dengan seluruh keluarga kita.
Semuanya pasti datang termasuk Bai Guang.
Tang JIng sudah bilang bahwa tugas ku yang paling penting sekarang adalah mendapatkan pekerjaan ini.
Aku harus membuat diriku nampak seperti seseorang yang bisa menanggung kesulitan.
Dapat mengambil kemunduran sementara, pekerja keras, berani,
dan seorang ibu yang menyayangi putranya seperti hidupnya dihadapan hakim.
Oh...aku sudah mengerti.
Dengan latihan saja, kau sudah selelah ini.
Saat kau sungguh sudah bekerja, bisakah kau sunguh-sungguh menanggungnya?
Aku merasa bahwa dia tidak akan dapat mendapatkan pekerjaan ini.
Chen Junsheng pasti memikirkan hal yang sama juga.
Dia menunggu menertawakanmu.
Saat aku memikirkan itu, aku akan memberitahu diriku tak pedul betapa sulit atau melelahkannya ini, aku harus menanggungnya sampai akhir.
Atau yang lain, aku sungguh pantas menjadi diceraikan dan dibuang seperti sampah.
Mengenai hal pekerjaan ini,
Aku merasa hanya melakukannya untuk di tunjukkan adalah cukup.
Setelah kita selesai dengan kasus ini, kau sudah bisa berhenti.
Benar? Lihat kau. kau menjual tas
dan sepatu dan mendapatkan penampilan penjualan terbaik untuk bulan ini,
Berapa yang kau kumpulkan?
Aku rasa mencarikan pria baik
dan menikahi dirimu adalah masalah yang paling penting, kan?
Pacarnya Tang Jing... apa namanya lagi...He Han!
Tapi seorang pria seperti He Han, kita tidak akan benar-benar dapat menjalin hubungan kekerabatan dengannya.
Hanya mencari seseorang denga kualitas yang sama--
Ibu, sudah cukup! Bisakah kita menyelesaikan masalah yang pertama?
Saat kau melahirkanku, kau tidak memberikanku otak yang pintar.
Aku tidak dapat melakukan banyak hal di waktu yang sama.
Pria bagiku sangat jauh seperti planet lain.
Di antara hal-hal yang tertunda di otakku, sudah ada di posisi tunggu ke-800.
Kau benar-benar sangat picik, memperhatikan hal-hal sepele dan mengabaikan yang lebih penting.
Jika kau punya pria seperti He Han di pihakmu, apakah kau perlu berjuang seperti ini?
Apakah kau perlu bekerja sekeras ini?
Dia bisa pergi ke pengadilan dan berkata bahwa dia bisa memberikan untukmu dan anak.
Itu benar? Apa arti Chen Junsheng? Dia sama sekali tidak dapat dibandingkan.
jadi kau masih pergi latihan.
Kau masih perlu berlutut dan melepaskan sepatu orang. - Ibu...
Kau tidak perlu melakukan semua ini lagi. Kau... - Sudah tak apa-apa.
Jangan bicara lagi.
Dia hanya sedang diserang tidak teratur dari penyakit yang melamunnya.
Dia sudah bercerai, dan dia masih bisa menemukan pria seperti He Han?
Maka tidakkah banyak perceraian akan bersukacita dan merayakannya?
Ini... tidak mungkin.
Jangan pernah memikirkannya, kan?
No comments yet. Be the first to leave one.