The first 200 lines.
Menurut saksi mata, mobil sport ini melaju melebihi 193 km/jam, hilang kendali.
Ajaib bahwa orang lain tak terluka.
- Dia terlempar? - Ya.
Jalan Parmer KELUAR 800 METER
Pembajak mobil bersenang-senang.
Tak banyak kesenangan.
Tak tampak ada tanda kehidupan, Kapten.
Ya, tetap periksa saja. Kau bisa mengambilnya dari atas situ?
Lebih mudah memakai tangga dari bawah.
Baik. Ayo lakukan.
SALURAN BERITA 4 BERITA LANGSUNG
Hei, Paul, coba cari cara untuk menutupinya.
Pembajak mobil atau bukan, orang tuanya tak perlu melihatnya
di berita sore seperti ini.
Dimengerti, Kapten.
Mateo, pegang kawat pemandu.
Kapten, apa pengawalan sudah siap?
Kami akan siap bersama brankar.
Bagus.
O'Brien.
Dia bermasalah denganmu?
Denganku? Tidak.
Aku yakin dia bahkan tak mengenalku.
Dia… Dia tak suka petugas damkar.
Siapa yang memimpin?
Itu berarti aku.
- Bisa kubantu, Petugas? - Sersan. O'Brien.
Kapten. Strand.
Kau dari 126.
Kau sering diberitakan belakangan ini, Kapten.
Kau beri tahu mereka lokasinya,
atau kau ajak mereka ke mana-mana sekarang?
- Apa ada masalah? - Pindahkan trukmu.
Pindahkan trukku?
Ya, yang besar, merah, mengilap itu. Harus kau pindahkan.
Kami tengah melakukan sesuatu.
Ya. Di tengah jalan.
Kau menutup seluruh jalan arteri dengan kemacetan melebihi 3,2 km.
Coba ambil trukmu dan pindahkan ke tepi,
lalu kau bisa menjadi spesial di sana.
Aku akan memindahkan trukku setelah kami selesai.
Tidak sebelumnya.
Kau melanggar Pasal 546.007B.
Gangguan hambatan di jalan raya.
Waktumu 30 hari untuk membayarnya, atau menghadap pengadilan.
Tanda tangan di sini.
Owen…
Semoga harimu baik.
Hei, Petugas?
Semoga harimu baik juga.
Ayo kembali bekerja.
Ini pasti bagus.
Ini… Hasilnya nanti pasti bagus sekali.
- Selamat pagi, Bree. - Hei, Grace.
Mau secangkir?
Ya, tolong.
Bagaimana akhir pekanmu?
Burukkah jika aku bersyukur ini hari Senin?
Gawat.
Nona Charlie… Gigi pertamanya muncul.
Jadi, sama sekali tidak damai di Lembah Ryder.
Selama delapan jam ke depan, yang harus kau cemaskan
hanyalah masalah orang lain.
Jadi, santai saja.
Dia menatapku dengan tatapan ini.
Itu nyaris membuatku ingin pulang kepada monster cilik ini.
Kataku, "Nyaris."
- Semoga harimu baik, Bree. - Sama-sama, Grace.
Permisi.
- Ya? - Hei.
Jadi, ini sebenarnya tempat dudukku.
Aku baru tahu tempat kita ditentukan.
Ya, kurasa secara teknis memang tidak.
Tapi aku sudah menempati meja ini melebihi enam tahun.
Sungguh? Aku sudah duduk di sini selama sembilan tahun.
Grace, kau sudah bertemu Dave dari sif malam?
Dia akan mengisi sif siang
sampai Alice kembali dari operasi lututnya.
Dave Sheffield, ini Grace Ryder.
Kau Amazing Grace!
Aku sudah dengar kisahmu. Senang akhirnya tahu wajahmu.
Senang bertemu kau, Dave.
Apa? Jadi, sembilan tahun di meja ini?
Lima malam per pekan.
Dengar, aku bisa pindah meja jika kau mau.
Aku tak mau memaksa menempati wilayahmu.
Tidak perlu. Kulihat kau sudah menata bonekamu.
Aku suka wilayahku terasa bertuan.
Baiklah. Kau jelas menghuninya, bukan?
Meja 13 kosong.
Begitu.
Baiklah. Terima kasih, Sara.
- Senang bertemu kau, Dave. - Sama-sama.
Amazing Grace! Hebat sekali, ya?
- Untuk menang! Ayo! - Itu baru bagus!
- Itu sampah keberuntungan. - Mimpi saja kau.
- Hei, Teman-teman. - Apa kabar, Carlos.
Hai, Sayang. Waktumu tepat. Mau giliran berikutnya?
Tidak. Aku sedang bekerja.
Kami juga.
Hei. Ada apa?
- Kurasa kalian belum melihatnya. - Melihat apa?
Seorang kapten damkar lokal menjadi viral hari ini
saat dia melakukan hal yang hanya bisa dimimpikan orang lain.
- Dia merobek surat tilang… - Wah! Aku suka itu!
Kapten mengalahkannya.
Teman-teman, ini tidak lucu.
Ini sangat lucu.
Tidak. Teman-teman, tidak lucu.
Lebih buruk saat di New York, tapi ini hal yang sama lagi.
Apa maksudmu?
Maksudnya Damkar versus Polisi.
Banyak polisi tak menyukai kita.
Ini benar-benar persaingan.
Ini hanya… Mereka iri.
Aku tak yakin itu kata yang tepat.
Itu kata yang tepat. Seperti itu juga di Chicago.
Tak ada yang senang saat polisi tiba, tapi bersorak saat kami tiba.
Dengar, aku tahu betapa kerasnya kalian bekerja,
tapi bagi banyak polisi, kalian tampak agak… malas.
- Maaf, kami malas? - Malas?
Yang benar saja.
Baiklah… Teman-teman.
Bagi orang luar,
sepertinya kalian melewatkan banyak waktu untuk tidur, memasak,
bermain, mungkin meluncur menuruni tiang sesekali.
Itu konyol.
Aku tersinggung. Kami tak punya tiang.
- Tapi kita harus punya. - Hei…
Tapi kata Kapten, dia mempertimbangkan beli perosotan.
- Perosotan? Mustahil! - Kapten terhebat. Itu hebat.
- Itu hebat. - Aku hanya bicara.
- Seharusnya perosotan air. - Kapten membuat orang jengkel.
O'Brien akan mengincar kalian. Jadi pokoknya…
berhati-hatilah.
- Orang yang menakutkan. - Marjan, ini surat tilangmu.
- Surat tilangmu. Kau ditilang. - Kau ditilang!
Entah bagaimana denganmu, tapi aku lapar.
Kau lapar? Aku sedang di tengah puasa berselang.
Aku hanya boleh makan cuka sider apel.
Kau tahu rahasia agar sukses berpuasa?
Tidak. Apa?
Makanlah sedikit.
Aku yakin aku menyimpan salad kentang di kulkas.
Teman-teman, kalian lihat…
Ini milikmu?
Tak apa.
Aku sangat menyesal.
Ini tak bernama, maka kukira ini milik bersama,
karena begitulah cara kami di sif malam.
- Jangan khawatir. Tak apa. - Tidak.
Tidak… Ini.
Aku hanya makan dua suap.
Tiga suap.
Dave, tak apa. Makanlah sisanya.
Aku akan sangat sungkan andai ini tak selezat ini.
Tapi kuakui, kau koki mungil.
Suamiku yang membuatnya, sebenarnya.
Serta agar diketahui, tidak mungil.
Kita tidak malas. Aku ingin melihat polisi biasa
membawa tali penyelamat menaiki tangga 35 tingkat.
Teman, mana mungkin? Celana mereka penuh donat.
Hei. Cukup. Hanya…
Dengar, jangan makin memanaskan masalah persaingan ini, ya?
Mereka pun penanggap pertama seperti kita.
Pada akhirnya, kita satu tim.
Ya, tapi tidak berarti mereka bukan bayi yang cengeng
saat tak mendapatkan keinginannya.
- Hei! - Apa?
Itu truk kita?
- Apa-apaan? - Kau sedang apa?
Kau parkir di jalur damkar.
Itu truk damkar.
Di mana kebakarannya?
Peraturan transportasi 545.302.
Operator tak boleh berhenti, berdiri, atau memarkir kendaraan dalam 10 meter
dari pintu masuk publik, jalan masuk, atau zona aman.
Begitu dendanya dibayar,
silakan ambil kendaraanmu dari tempat penyitaan.
Semoga hari kalian baik.
Naik Uber?
Sungguh,
jika mereka menggores truk ini…
Ayah, ingat pelajaran pengelolaan amarah.
- Napas dalam menenangkan. - Ayah tidak marah.
Benarkah? Karena urat leher Ayah menonjol.
Tidak, Ayah prihatin. Prihatin bahwa APD punya polisi bodoh
yang sok menjadi Tuhan dan menyita kendaraan darurat.
Ya, Owen benar.
Bagaimana jika ada panggilan? Seseorang bisa terluka.
- Atau lebih buruk. - Betul.
Dia harus dibuat rendah hati.
- Benar. - Ayo, Bung.
- Teman-teman, jangan semangati dia. - Keparat!
Apa? Ada apa?
Lihat, truk kita digores. Lihat.
Kau bercanda?
Baik, kau lihat ini?
Ini perang.
911, apa situasi daruratmu?
No comments yet. Be the first to leave one.