The first 200 lines.
Tolong!
"Episode 46"
Dasar kamu...
Cheol Soo, berhenti!
Cheol Soo,
tolong letakkan sekop itu dahulu.
Mungkinkah itu sekop yang sama?
Yang biasa kamu pakai mengejarku?
Ayolah.
Jujur saja.
Oh Maeng Ja menemui pria satu per satu,
tapi itu berakhir berkat aku.
Maksudmu itu sesuatu yang bisa dibanggakan?
Kamu kabur begitu mengetahui
dia mengandung Gwang Tae.
Ingat ucapanmu
saat aku bertanya apa kamu akan membesarkannya setelah bercerai?
Kamu tidak peduli dengannya.
Aku dahulu sombong,
tapi mengesampingkan semuanya
dan membesarkan Gwang Tae seperti anakku sendiri.
Kamu mengejar kami untuk memeras uang
setiap kali butuh uang untuk berjudi.
Berapa kali kamu sudah berjanji
tidak akan pernah mencari Gwang Tae lagi?
Tapi sekarang kamu mengincar menantuku,
padahal tidak pernah berniat sungguh-sungguh mencari Gwang Tae.
Itu hanya untuk memeras uangnya.
Hanya orang berengsek yang memanfaatkan putrinya.
Ini salah!
Hidupku berantakan, jadi, apa yang bisa kulakukan?
Tapi aku yang melahirkannya ke dunia ini.
Dia menikahi keluarga kaya,
jadi, kenapa aku tidak bisa dapat bagian?
Berengsek!
Tunggu...
Kamu berani mengaku sebagai ayahnya setelah masalah yang kamu timbulkan?
Apa pun yang kamu katakan, Gwang Tae adalah putriku.
Kamu tidak punya hubungan darah dengannya.
Tutup mulutmu!
Gwang Tae telah menjadi putriku
sejak dia lahir 29 tahun lalu.
Ayolah.
Kamu tidak tahu aku punya hak orang tua?
Aset Gwang Tae? Ayolah.
Kamu pasti tahu bahwa aku punya hak untuk itu.
Hukum telah berubah, Bedebah.
Mereka mengubah hukum karena sampah sepertimu.
Kamu hanya menganggapnya sebagai uang?
Orang sepertimu seharusnya tidak diperlakukan dengan hormat.
Ini tidak benar.
Habislah kita berdua hari ini!
Tunggu!
Cheol Soo, kumohon.
Matilah!
Ini tidak benar.
- Apa kamu sudah gila? - Aku akan membunuhmu!
Silakan.
Kak Cheol Soo!
- Oh Maeng Ja! - Kak Cheol Soo! Kumohon!
Kak Cheol Soo!
Ini salah.
- Ayah. - Duduklah.
Sudah ayah tegaskan,
jadi, dia tidak akan menunjukkan wajahnya lagi.
Meskipun dia muncul, jangan temui dia.
Jika terjadi sesuatu, hubungi ayah.
Aku khawatir dia akan menemui Gwang Tae jika aku tidak datang.
Tujuannya adalah uang,
jadi, dia tidak akan menemui Gwang Tae.
Tujuannya adalah mengancammu untuk memeras uang darimu.
Aku mengerti, Ayah.
Dia gila!
Dia pasti melakukan hal yang sama kepada Ki Jin seperti kepada Kakak.
Sulit kupercaya.
Dia memberi tahu Ki Jin bahwa Gwang Tae anak angkat.
Dia juga membayar tunjangan anak dan pendidikannya.
Dasar sampah. Seharusnya Kakak merobek mulutnya.
Apa dia tidak takut dengan konsekuensinya?
Maafkan aku, Kak Cheol Soo.
Aku yang salah.
Kakak tidak perlu melalui semua ini
jika aku tidak meminta Kakak mengampuninya.
Aku menyesalinya sesekali,
bertanya-tanya apakah aku menghancurkan hidup Kakak.
Dia keponakanku,
tapi orang asing bagi Kakak.
Lagi pula, itu pilihanku.
Aku tidak bisa memisahkan keluarga ini
dan bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan anak-anak?
Aku tidak tahu itu akan menghantuiku seumur hidup.
Kak Cheol Soo, mari kita beri tahu Gwang Tae yang sebenarnya sekarang.
Dia harus tahu yang sebenarnya.
Dia tidak akan bisa menahannya
jika sadar lahir dari perselingkuhan.
Anak angkat lebih baik.
Bahkan jika dia tahu nanti, seharusnya tidak seperti ini.
Rahasiakan dari Gwang Nam dan Gwang Sik juga.
Apa menurut Kakak dia akan mudah melepaskan Ki Jin?
Dia memeras semua uang yang Kakak dapatkan dengan susah payah.
Kurasa dia datang karena tahu kakak ipar Gwang Tae kaya.
Dia tidak akan datang lagi
jika dia manusia yang baik.
Dia bahkan bukan manusia.
Kakak membawa sekop lagi?
Apa lagi yang harus kubawa?
Kak Cheol Soo, aku takut.
Gwang Sik dan Gwang Nam mungkin akan mengalami hal yang sama.
Tidak boleh.
Ayah!
- Kenapa datang selarut ini? - Ayah datang untuk menemuimu.
Masuklah sebentar.
Ibu mertuaku pergi mengunjungi teman.
Tidak perlu.
Gwang Nam, begini...
Ya?
- Ayah butuh uang? - Tidak.
Jika ada yang datang
mau menemuimu, jangan temui dia.
Apa?
Siapa yang akan datang menemuiku?
Jika orang asing mendatangimu untuk mengobrol,
jangan bicara atau menemui orang itu.
Lakukan itu. Apa tadi?
- Tolak orang itu? - Ya. Tolak orang itu.
Jangan jawab telepon dari nomor tidak dikenal.
Tidak akan, karena aku takut dengan penipuan telepon.
Aku pasti masih anak-anak bagi Ayah.
Aku tidak akan mengikuti orang asing atau bicara dengan mereka.
Ayah mengatakan itu bahkan saat aku masih kecil.
Ayah kemari karena khawatir?
Ini dunia yang berbahaya.
Pokoknya, jangan lakukan itu, ya?
Masuklah kembali. Ayah pergi.
Hati-hati di jalan, Ayah.
Baiklah.
- Orang asing? - Ya.
Jika orang asing ingin bicara denganmu,
jangan lakukan itu.
Tolak saja orang itu.
Baiklah. Ayah kemari untuk mengatakan itu?
Ya. Itu hanya terlintas di benak ayah.
Ayah melarangku bicara dengan orang asing
dan langsung pulang saat aku kecil.
Aku terkejut karena Ayah datang larut malam.
Kukira terjadi sesuatu.
Bagaimana dengan Ye Seul?
Dia sangat sibuk.
Itu bagus. Dia harus sukses selagi melakukannya.
Ayah khawatir orang asing akan mendekati kami jika dia terkenal?
Pokoknya, jangan lakukan itu.
Baik, Ayah. Jangan khawatir.
Pak Park,
ada urusan mendesak di rumah.
Akan bagus jika kamu bisa menunda jadwal sore ke pekan depan.
Aku sendiri yang akan mengirim surel kepada Presdir.
Aku tidak ada sidang pekan ini, bukan?
Baik, terima kasih.
Kamu tidak perlu bekerja?
Aku mengatur ulang jadwalku.
Masuk dan beristirahatlah. Aku akan memasak sarapan untukmu.
Setelah aku membuat makanan Berkat.
- Hei, Byun Ho... - Jangan membahas Ibu.
Ibu, aku membawakan sushi.
Aku tidak membutuhkannya.
Kenapa kamu terus mampir? Menyebalkan.
- Bukankah mau memutuskan hubungan? - Aku tidak bilang begitu.
Apa?
Pasti tidak nyaman tinggal di rumah orang lain begitu lama.
Ayo kembali ke rumah Ibu.
Aku tidak punya rumah.
Aku bahkan diusir oleh putraku.
Ini konyol.
Kenapa aku melibatkan diriku dalam kehidupan pasangan suami istri?
Pasangan suami istri? Dia putra Ibu dan aku istrinya.
Dia sangat kesal karena putranya banyak berubah
padahal saat masih kecil, putranya selalu menempel.
Semua orang tahu dia putra yang baik.
Tidak ada gunanya meskipun kamu datang setiap hari.
Putranya yang harus datang.
- Ayah tertarik dengan seseorang? - Ya.
Sepertinya dia cocok dengan Unit 401.
Tapi dia tidak akan pernah bertindak lebih dahulu.
Jadi, akan bagus jika anak-anaknya membantunya.
Dia mengatakannya sendiri?
Tidak, tapi ayah profesional dalam hal hubungan.
Ayah belum pernah melihatnya tersenyum seperti itu.
Sejujurnya, dia tidak pernah tersenyum begitu dengan ibumu.
Ayah yakin kamu tahu.
Sudah saatnya dia hidup dengan nyaman,
tidak perlu mengkhawatirkan pendapat orang lain.
Bantu dia sedikit.
Baiklah.
Cheol Soo, buka mulutmu.
- Apa itu menyegarkan? - Astaga.
Hei, Kak Gwang Nam. Kakak sibuk?
Mari bertemu. Ada yang ingin kubahas.
Rumah Kakak? Baiklah. Aku akan ke sana bersama Gwang Tae.
Ayah punya pacar?
Tidak mungkin.
No comments yet. Be the first to leave one.