The first 200 lines.
Garis finis tinggal 4.100 meter!
Jika aku bisa menahannya, kamilah yang menang!
Baiklah, kadang itu juga terjadi.
Tapi ....
Aku hanya perlu kemenangan, selain itu aku tidak tertarik!
Maju!
Maju ke depan!
Baiklah.
Akan kutunjukkan, wujudku yang sesungguhnya.
Karena kau akan jatuh di sini.
Setelah ini ada turunan belokan ke kanan!
Ini tidak bagus!
Di turunan ini, aku yang akan ...
Aku yang akan ...
... mengendalikannya!
Don't turn back osorezu mae e mae e
Jangan berbalik. Maju, majulah tanpa gentar.
yosomi shiteru hima wa nai
Kita tak punya waktu menoleh.
no way kienai itami mo daite
Mustahil
mendekap
perih yang tak bisa lenyap,
hosoi ito wo tsunage
karena justru itu yang hubungkan kita.
One chance nogasazu seme no attitude
Satu peluang dari sikap agresif yang teguh.
sono ryoute de kirisake kyoufushin
Belahlah takut itu dengan kedua tanganmu.
kantan ni wa yuzurenai revenge
Dendam yang tak mudah tergoyahkan,
tozasareteta michi wo hirake
itulah yang membuka jalan yang terkunci.
kasanatteku koukai mo itsuka mirai ni kaete ikeru
Penyesalan yang menumpuk itulah
yang jadi bekal masa depan.
machigatte hiroiatsumeta garakuta wo migake
Kesalahan yang terkumpul itupun
yang buat sampah sepertiku berubah.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
mada torimodoseru glory
Karena ada kemenangan yang harus kuambil.
nagashita namida no nigasa nomikonde
Meski harus kutelan pahitnya linang air mata.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
boroboro ni nattatte
Meski harus babak-belur, nanti.
tsunage sono ishi wo
Tekad kita yang terhubung ini,
asufaruto no aji wasurenai ze
juga rasa aspal ini
tak kulupakan.
wasurenai ze
Tak kulupakan!
Nomor 91
Nomor 91
Barisan depan sudah muncul!
Sohoku dan Kyoto Fushimi!
Sohoku di depan! Kyoto Fushimi di belakang!
Woah! Berjajar, mereka sejajar!
Cepat sekali!
Hebat sekali mereka tidak jatuh!
Hebat! Itu gila sekali!
Apa kau pikir aku akan membiarkanmu di depan terus?
Hancurlah!
Nomor 91 serius tuh!
Dia sampai memaksa mencondongkan badannya dari dalam seperti itu!
Wuah!
Hebat!
Dengan kecepatan seperti itu?
Tidak akan kuserahkan, Midousuji!
3.400 meter!
Tinggal 3.300 meter!
Lalu finis!
Sampai saat itu ...
Aku akan memimpin barisan depan!
Akan kukayuh sampai batas!
Babi ....
Tempat parkir kelima Jalur Fuji Azami.
Garis finis, ya.
Saat ini peserta sudah melewati titik empat kilometer.
Mereka mau datang.
Aku tidak sabar.
Aku jadi agak kedinginan.
Ini 2000 meter di atas permukaan laut.
Selanjutnya aku.
Lap. Parkir 5
Bus Penonton
Musim panas Gunung Fuji memang begini, ya?
Sebelah sini.
Jika tidak cepat, nanti terlewat.
Populer sekali!
Namanya juga hebat.
Jadi ini yang namanya power pocket.
Power spot ....
Oh!
Hebat sekali Gunung Fuji, pemandangan yang menawan.
Beruntung, ya bisa datang.
Shinohara, Kakegawa!
Oh, aku terpisah, ya.
Padahal aku sudah memperpanjang harinya agar kita bisa bersenang-senang ...
... pergi ke Gunung Fuji.
Ini apa, ya?
Lap. Parkir
Garis Fuji Azami
Lap. Parkir 5
Garis Finish
Aku menemukan bus yang pergi sampai ke puncak ...
... lalu aku naik itu, tapi ....
"Pemberhentian bus untuk penonton Interhigh."
Apa mungkin Ibu Onoda naik bus itu?
Mungkin lebih baik aku memeriksanya lagi.
Bus untuk kembali ...
Loh, gadis itu, gadis tadi yang duduk sebelah tadi di bus.
Kamu masih sekolah?
Eh?
Iya, masih SMA.
SMA Hakone yang ada di Kanagawa.
Jadi kamu begitu menyukainya, ya?
Eh?
Gunung Fuji.
Eh?!
Dek siswi.
Terima kasih untuk yang tadi.
Tidak apa. Cuma permen saja.
Kamu suka? Pasti sudah baikan.
Ya.
Omong-omong, bus untuk turun yang mana?
Eh?
Eng, kalau turun ... ehm ... kalau tidak salah setelah finis ...
... dan setelah perayaan penghargaan selesai.
Tapi menurut jam sekitar 16:00—
Gol? Sepak bola?
Eh?!
Jadi sepak bola dimainkan di sini juga toh.
Menurutku tidak.
P-Pembalap sepeda sedang balapan menuju kemari.
Eng, teman sekelasku, dari SMA Hakone, Mana ...
Perserta yang namanya Sangaku Manami ....
Sebenarnya tidak ada hubungannya.
Aku cuma berpikir bagaimana kalau melihatnya bersepeda hari ini.
Dan karena aku kebetulan ingin ke Gunung Fuji, jadi ....
Jadi kamu menyukainya, ya.
Eh?
Gunung Fuji.
Eh? Gunung Fuji?
Jarang sekali, padahal masih muda.
Hari ini mereka berangkat dari Danau Motosu.
Mereka mengitari Rute Nasional 139 searah jarum jam pagi ini.
Melewati Danau Kawaguchi dan Danau Yamanaka.
Dan balapan menaiki Gunung Fuji ini.
Dengan sepeda.
Dengan sepeda?
Tunggu dulu, kamu bilang apa?
Mana mungkin sepeda bisa naik sampai sini.
Memangnya ada berapa kilometer?
Dengan mobil saja sudah sulit.
Ya. Tulisannya juga begitu.
Menurutku juga hebat.
Eh? Balapan?
Apa itu?
Sepertinya ini disebut Cycle Road Race.
Cycle ....
Recycle?
Ya!
Mereka maju cepat sekali, lo.
Anginnya sampai berhembus.
Kemarin aku menontonnya agar bisa memberikan onigiri, tapi ...
... dia cepat sekali.
Sampai tak bisa kuberikan.
K-Kalau Anda lihat pasti mengerti.
Sebentar lagi peserta akan segera tiba.
Jadi kamu suka, ya.
Eh? Gunung Fuji?
Bukan, anak yang namanya Sangaku Manami itu.
Wa—?!
Kami cuma teman kecil!
Dia selalu saja tertidur, duh ....
Bibi lumayan hebat jadi pendengar setia curhatan, lo.
"Meski aku bantu dia belajar, tapi dia selalu memikirkan bersepeda."
"Aku jadi bingung, perasaanku jadi tidak tersampaikan, kan. Duh."
Begitu, kan?
Hebat.
M-Mereka bersepeda dengan seperti ramping seperti itu.
Bannya juga ramping, kan?
Kamu mau mengalihkan pembicaraan, ya.
Bibi juga punya putra seumuran denganmu.
Dia juga naik sepeda.
Eh?
Bibi juga tidak begitu mengerti, tapi dia naik sepeda ibu-ibu.
Dulu dia sering ke Akiba naik sepeda.
Jadi bibi sangat khawatir.
Jadi bibi meminta tukang sepeda untuk membuat sepedanya tidak bisa pergi jauh.
Wah.
Dia sulit akrab dengan temannya.
Saat ini sepertinya dia sedang berkumpul dengan klubnya.
Mungkin klub kartun.
Dia anak yang ceria.
No comments yet. Be the first to leave one.