The first 200 lines.
HEARTBEAT
SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,
SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI
Sepertinya kalian berdua ingin mati.
Kepala Pelayan Joo, kau baik-baik saja?
Hei, berhenti!
Woo-hyeol.
Menjauh darinya!
In-hae.
In-hae.
In-hae, kau baik-baik saja?
In-hae.
Tetaplah bersamaku.
In-hae.
HEARTBEAT EPISODE 13
Woo-hyeol...
Cinta yang membuat jantungmu berdebar?
Apa kau percaya vampir pengisap darah
bisa jatuh cinta?
Kau monster.
Aku tak bisa menyakiti Kepala Pelayan Joo.
Tidak akan pernah.
Apa yang terjadi dengan tempat ini?
Kita baru bersih-bersih, tetapi sudah berantakan.
Kak Woo-hyeol!
Kepala Pelayan Joo!
Ke mana mereka setelah membuat berantakan?
Mereka tidak bertengkar, kan?
Apa maksudmu?
Tidak mungkin.
In-hae.
Kau baik-baik saja?
Kak Do-sik?
Apa yang terjadi?
Kau mengalami gegar otak ringan.
Kau harus istirahat beberapa hari untuk berjaga-jaga.
Terima kasih, Kak.
Di mana Woo-hyeol?
Kau mencarinya bahkan dalam situasi seperti ini?
Kau tak ingat caranya menatapmu tadi?
Apa yang kau...
Kau hampir mati.
Dia mencoba meminum darahmu.
Tidak mungkin.
Dia tidak akan pernah melakukan itu.
- In-hae. - Jika ingin membunuhku,
dia pasti sudah melakukannya.
Percayalah.
Kakak salah.
Tidak.
Aku memberitahumu apa yang kulihat.
Setelah melihatnya,
aku tidak bisa diam saja.
Kak.
Berbahaya berada di sisinya.
Kau harus meninggalkan wastu itu.
Aku akan membantumu.
Aku masih belum mendengar kabar darinya.
Aku khawatir.
SEON WOO-HYEOL
Halo?
Kenapa kau menelepon selarut ini?
Aku
khawatir.
Dia butuh istirahat total, jadi, tolong jangan telepon dia.
Bisakah setidaknya aku diberi tahu dia diopname di mana?
- Siapa tahu... - Kau pasti bercanda.
Tidak setelah aku tahu siapa kau
dan apa yang kau inginkan dari In-hae.
Jangan berpikir untuk mendekatinya.
Enyahlah.
SEON WOO-HYEOL HAPUS
Jadi, bagaimana kalau kita menetapkan tanggal?
Tanggal?
Darah yang penuh cinta.
Kau bilang bisa menjadi manusia asalkan meminumnya.
Kapan waktu yang tepat untukmu?
Kau sungguh akan memberiku darahmu?
Itu sesuatu yang sangat kau inginkan.
Menjadi manusia dan merasakan cinta yang membuat jantungmu berdebar.
Aku ingin membantu.
Antara kau dan Kepala Pelayan Joo,
hanya satu yang bisa hidup.
Untuk menjadi manusia,
kau harus mengisap darahnya sampai kering.
Jika kami tak bisa bersama
dan salah satu dari kami harus mati...
berarti...
harus aku.
Aku harus membunuh siapa?
Aku tahu ini sulit bagimu.
- Namun... - Namun, apa?
Kau menyuruhku mengisap darahnya sampai kering
dan menjadi manusia?
- Apa kau... - Aku ingin menjadi manusia
dan merasakan cinta yang membuat jantungku berdebar.
Namun, aku tidak bisa mengambil nyawa orang lain untuk melakukan itu.
Terutama kalau orang itu
adalah Kepala Pelayan Joo.
Dengar.
Menurutmu berapa lama aku bisa membantumu?
Jangan membuat kesalahan yang tidak bisa diperbaiki lagi.
Apa pun yang kau katakan,
tidak akan mengubah pikiranku.
Jangan menemuiku lagi.
Aku yang salah atas semua ini.
Bagaimana aku akan membayar perbuatanku?
Kak Woo-hyeol, sedang apa di sana?
Hei.
Aku tidak bisa tidur.
Ada apa dengan kekacauan kemarin?
Apa terjadi sesuatu?
Kau tidak bertengkar dengan Kepala Pelayan Joo, bukan?
Ada sebuah insiden.
Seorang pria menerobos masuk dan membuat keributan.
Apa yang terjadi pada Kepala Pelayan Joo?
Dia di rumah sakit.
Bukankah seharusnya kau menemaninya?
Kak Do-sik merawatnya dengan baik.
Begitu, ya.
Meski begitu, tetap saja...
- Dong-seop. - Ya?
Menurutmu...
apa yang akan terjadi
seandainya aku terbangun sebagai manusia?
Boleh jujur?
Silakan.
Aku akan senang,
sekaligus sedih.
Kenapa?
Aku senang karena kau bisa merasakan
cinta yang membuat jantungmu berdebar
sesuai keinginanmu.
Namun, jika kau menjadi manusia,
kau tidak abadi lagi.
Artinya saat kau menua...
dan akhirnya meninggalkan kami,
aku tidak akan bisa melihatmu lagi.
Kau harus berterima kasih kepada Kepala Pelayan Joo,
bukan menyalahkannya
karena membangunkanku terlalu awal.
Tentu, kurasa begitu.
Ada apa? Kau menyesal?
Tidak.
Syukurlah.
Jika dia tidak membangunkanku,
aku tidak akan bertemu dengannya.
Dengan begitu, aku tidak akan pernah merasakan
yang kurasakan sekarang.
Kak Woo-hyeol.
Astaga.
Baiklah.
Bukankah terlalu pagi untuk berpelukan?
Baiklah.
- Kak Woo-hyeol. - Astaga.
Kau tak ingat caranya menatapmu tadi?
Kau hampir mati.
Dia mencoba meminum darahmu.
Tidak.
Tidak mungkin.
BANGSAL UMUM B
In-hae.
Kak Do-sik, terima kasih sudah merawatku.
Aku akan pulang.
Apa maksudmu?
Kau pasien yang butuh istirahat.
Aku baik-baik saja.
Sungguh.
Tidak.
Kau tidak terlihat baik-baik saja.
Kau sungguh akan kembali ke sana?
- Kak. - Aku tidak bisa membiarkanmu kembali.
Sudah kubilang, kan? Berbahaya.
Tidak.
Aku tidak berniat meninggalkan rumah itu.
Apa kau
benar-benar jatuh cinta pada vampir?
Monster itu mengincar darahmu untuk menjadi manusia.
Kau ditipu olehnya.
Dia tidak mencintaimu.
Dia memanfaatkanmu untuk menjadi manusia.
Dia harus mengisap darahmu sampai kering untuk menjadi manusia.
Jaga ucapanmu.
Kau tidak mengenalnya.
Kau yang tidak mengenalnya. Gunakan akal sehatmu!
Aku tak memintamu menyukaiku.
Tak harus aku orangnya.
Namun, jangan Seon Woo-hyeol.
Kau akan dalam bahaya.
Maafkan aku, Kak Do-sik.
Aku menjalani hidupku hanya memedulikan diriku sendiri sampai sekarang.
Aku tidak pernah punya kebebasan untuk menyukai seseorang.
Aku mengerti kekhawatiranmu.
Aku tahu kau mengatakan ini karena memikirkanku.
- Namun... - Cukup.
Aku suka bersama Woo-hyeol.
In-hae.
Bukan dia yang membutuhkanku,
tetapi aku yang membutuhkannya.
Aku hidup seolah-olah sudah mati sampai sekarang.
No comments yet. Be the first to leave one.