The first 200 lines.
Bukankah sudah kubilang
jangan bicara dengannya
selama kau tinggal di sini?
Saat bertatapan dengan Nut tadi,
- jantungku berdebar-debar. - Apa?
SEBELUMNYA
Kau seperti dia, Pangeran Kecil.
Kau sungguh peduli padaku.
Setelah kau tahu aku bukan kerabat Neung,
kau tidak akan mengusirku, bukan?
Jika aku mau,
aku akan meninggalkanmu di kuil hari itu.
Aku beruang, bukan anjing.
Dengar. Dia hanya anak-anak.
Kalian belum pernah dengar pepatah jangan bekerja dengan anak-anak?
Jika kau tak memercayaiku…
kau bisa mencoba berkencan denganku.
Semuanya, lihat.
Boneka Beruang makin bersikap seperti manusia.
Bagaimana?
Sepertinya banyak yang kau pikirkan,
seolah ada yang ingin kau katakan
tetapi tidak mau mengatakannya.
Dulu kau mengatakan semua pikiranmu saat masih jadi boneka beruang.
Kurasa makin lama aku bersama manusia,
makin aku tahu ada beberapa hal yang tidak boleh dikatakan,
karena bisa menyakiti seseorang.
Namun, beberapa hal, aku tidak mengerti,
jadi, aku tak tahu harus berkata apa.
Jika menjadi manusia sangat sulit, kembalilah menjadi boneka beruang.
Kembalilah kepada kami.
Aku berusaha.
Aku hampir tahu siapa yang menyerahkanku kepada Nut,
tetapi aku tetap salah.
Mungkin Nut mendapatkanmu setelah bermain dart di pekan raya kuil?
Tidak!
Dia bilang orang yang penting memberiku kepadanya.
Aku pasti lebih penting daripada hadiah di pekan raya.
Tenanglah, Tofu.
Lihat, dia marah seperti manusia sungguhan sekarang.
- Dia agak mirip dengan Nut. - Dia agak mirip dengan Nut.
Hei!
Kenapa kau di sini?
Aku membawakan pakaianmu.
Selanjutnya aku harus apa?
Kau harus menyetrikanya.
- Setrika? - Ya.
Jangan bilang kau tak tahu caranya.
Dengar.
Ini linen,
jadi, butuh panas tinggi.
Setel panas tinggi untuk linen.
Mulailah menyetrika.
Pelan-pelan, lihat?
Setrika seluruhnya.
Seperti itu.
Kau coba sisi ini.
Perlahan.
Ya.
Jangan menyetrika kancingnya.
Ini.
Kau harus
dengan lembut menekan setrika di antara kancing seperti ini.
Perlahan.
Paham?
Ya.
Cobalah.
Ini.
Tofu.
Begini.
Seperti ini, perlahan.
Pegang kainnya dengan satu tangan.
Ya.
Nut, kau terluka?
Tidak,
ini hanya panas.
Apa itu panas?
Sentuh cuping telinga.
Apa lebih baik?
Sedikit.
Sentuh cuping telinga.
Untuk apa?
Lakukan saja.
Tidak mau.
- Seperti ini. - Tidak mau.
Seperti ini.
Tidak apa-apa, sudah tidak panas.
Kenapa aku kepanasan?
Ini suara jantungku atau jantungmu?
Keluar. Kau tidak bisa.
Biar aku saja. Pergilah.
Cepat.
Beruang,
kenapa kau panas dan berkeringat?
Kau demam?
Aku tadi menyetrika.
Mungkin itu membuatku demam.
Apa menyetrika bisa menyebabkan demam?
Benar, bukan?
Katakan bagaimana perasaanmu.
Entahlah.
Tubuhku terasa panas.
Aku merasa gugup.
Jantungku juga berdebar-debar.
Kau tidak terdengar seperti demam.
Dia tak bisa memahamimu.
Hei, Tofu,
kau yakin yang kau lakukan hanya menyetrika?
Benar.
Namun, saat aku menyetrika,
Nut bilang dia kepanasan,
jadi, aku memegang cuping telinganya.
- Memegang cuping telinga? - Memegang cuping telinga?
Apa kau memegang yang lain?
Tidak.
Benarkah? Kau yakin?
Kau melakukan itu, lalu kepanasan?
Memang orang lajang tahu apa?
Nak, beri tahu mereka.
Kurasa kau suka Nut, Tofu.
Karena itulah jantungmu berdebar-debar
dan kau merasa gugup saat berada di dekatnya.
Itu perasaanmu saat benar-benar menyukai seseorang.
Saat berada di dekatnya
dan bertatapan dengannya,
jantungmu mulai berdebar-debar.
Namun, aku hanya boneka beruang.
Bagaimana aku bisa menyukai pemilikku?
Ingat, Beruang.
Kau sudah bukan boneka beruang.
Namun, aku harus kembali menjadi boneka beruang.
Entah kapan aku akan kembali menjadi boneka beruang,
tetapi aku sudah memutuskan
sebelum hari itu tiba,
aku akan memanfaatkan waktuku dengan Nut.
Nut, kau terluka?
Tidak,
ini hanya panas.
Sentuh cuping telinga.
Untuk apa?
Lakukan saja.
- Seperti ini. - Tidak mau.
Seperti ini.
Kenapa aku kepanasan?
Ini suara jantungku atau jantungmu?
Aku berangkat, Ibu.
Nut.
Ini kali pertamaku membuatnya.
Mungkin tidak terlalu enak.
Omong-omong, bagaimana kemejamu?
Di mana Ibu?
Nut.
Maaf, ibu ketiduran.
Makan siangmu?
Aku sudah membuatkannya.
Aku berangkat kerja, Ibu.
Ibu kembali tidur saja.
Sampai jumpa.
Aku bahkan tak bisa bangun untuk membuat makan siang Nut.
Bagaimana aku bisa melakukan hal lain untuknya?
Jangan khawatir, Bu Na.
Siapa pun bisa bangun kesiangan.
Selama kau tetap sehat, Nut akan bahagia.
Minumlah jus apel.
Ayah Song bilang ini bagus untuk jantung.
Aku ingin kau mencobanya.
Terima kasih.
Kau baik sekali, Pangeran Kecil.
Maaf, Bu Na.
Aku membuatmu bangun kesiangan.
Namun, jika aku tak melakukan ini…
Nut tidak akan bahagia.
Ayo.
Kau membuat apa?
Jus apel.
Terima kasih.
CINTA PERTAMA
Ini kali pertamaku membuatnya.
Mungkin tidak terlalu enak.
Mau mencobanya?
Menjijikkan.
Cobalah. Aku berusaha keras membuatnya.
Ini.
Bagaimana?
Lezat, bukan?
Hei,
enak juga.
Amerikano dingin tanpa gula,
tetapi dengan seluruh hatiku, sebagai ganti makan siangmu.
Kenapa makananmu tampak tidak enak hari ini?
Daging babinya gosong.
Kalau begitu, tak ada makanan untukku hari ini.
Biar kubuang.
Tidak.
Aku bisa memakannya.
Gen.
Selera Nut sangat aneh.
Dia memberikan makanan yang lezat kepada orang lain,
tetapi daging babi gosong dia makan.
Apa istimewanya daging babi itu?
No comments yet. Be the first to leave one.