A Couple of Cuckoos

A Couple of Cuckoos (カッコウの許嫁)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Kakkou no Iinazuke S01E08 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-06-12
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Untuk Nagi. Aku pulang dulu ambil barang.

Setelah itu mau belanja.

Aku terkejut.

Tak kusangka dia bilang begitu padaku.

Kalau kamu dengar,

bisa jadi takdir akan berubah.

Orang yang ingin Erika sampai padanya di media sosial itu...

Siapa?

Tanya atau tidak,

aku harus apa?

Aku datang. Erika ada?

Oh...

Maaf salah rumah!

Eh? Jadi Erika masih belum pulang?

Mungkin.

Mungkin?

Ya udah aku pinjam bajumu dulu.

Hah, kenapa?

Habisnya aku pakai baju yang dia beri.

Percuma kalau dianya tidak ada.

Pulang saja sana.

Kau berantem dengan Erika, kan?

Hah? Tidak kok.

Bohong. Habisnya Kakak aneh.

Sudah kubilang...

Lagian apa urusannya denganmu.

Tentu saja,

karena dia kakakku yang berharga.

Kakak membuatnya kesal, kan?

Berisik. Pulang sana.

Sudahlah mengaku saja!

Aduh, aduh, aduh!

Baiklah, baiklah!

Aku kasih tahu!

Itu saja?

Mohon maaf, Ibu Sachi!

Bilangnya tidak dengan hati.

Tanya atau tidak ya...

Aku tak paham.

Terus kenapa tadi ingin tahu?

Kalau tak mengerti ya tak mengerti.

Bodohnya aku yang kasih tahu Sachi.

- Di Shibuya... - Wah!

TV-nya tidak kurang besar?

Pori-porinya pun kelihatan.

Oh iya, yang di rumah bagaimana?

Oh...

Benar-benar bobrok.

Nampaknya renovasi juga masih perlu waktu.

Kontrakan pun sangat sempit.

Ibu masih berisik seperti biasa,

dengkuran Ayah juga berisik.

Begitu ya.

Kalau Sachi bagaimana?

Eh?

Belajarnya.

Masih belajar walau tanpaku, kan?

B-belajar kok...

Tahun depan ujian, kan.

Lah Kakak sendiri,

kelihatan kerepotan.

Aku juga dengar Erika pindah ke sekolah yang sama.

Ya begitulah. Masalah utamanya di kehidupan sosial sih.

Kalau itu sih apa boleh buat.

Kakak seriusan tak bisa berteman.

Padahal kita saudara, tapi kenapa seberbeda ini ya.

Tapi kita kan bukan saudara.

Entah mengapa, mengobrol denganmu mengingatkanku pada suasana rumah.

Sudah kuputuskan.

Aku akan tanya!

Galau juga apa boleh buat!

Um.

Ajaran Keluarga Umino!

"Harus menghadap orang dengan tekad yang bulat!"

Kalau begitu, mari buatkan dia babi katsu!

Erika bilang gawat kalau dikasih gorengan.

Pertandingan harusnya ada babi katsu, kan.

Eh?

Pertandingan?

Sachi juga mau makan?

Eh?

Aku pulang.

Selamat datang.

Jadi ketemu Erika?

Tadi tidak ada.

Oh. Tapi jangan terlalu mengganggu mereka ya.

Karena sekarang masa penting bagi mereka untuk perlahan saling mengerti.

Sudah tahu.

Benar?

Eh, kau mau apa?

Minggat.

Bentar, Sachi!

Minggat apa?

Mau ke mana?

Sudah jelas, kan.

Ke rumah Kakak dan Erika.

Aku pulang!

Gawat. Aku kebanyakan beli.

Ada Sachi juga rupanya.

Sachi minggat?

Benar.

Dia tiba-tiba berkemas sesampai rumah.

Sachi!

Karena aku?

Apa karena dengkuranku berisik?

Aku tak paham. Kenapa sih?

Ibu tak tahu.

Atau karena lama kalau di toilet?

Pokoknya, bujuk dia supaya pulang besok.

Aku mengerti.

Em...

Perlengkapan mandi dan sikat gigi.

Bantal, piyama dan alat belajar.

Aku tak mau seragamnya kusut, jadi aku pakai!

Yang lain adalah riasan dan boneka Sobasshi.

Kamu bawa banyak ya.

Um.

Aku ingin tinggal di sini.

Serius? Senangnya!

Tidak boleh.

Hari ini boleh karena sudah larut,

tapi besok kau harus pulang.

Tidak mau.

Kenapa?

Lagian kenapa selalu Kakak yang memutuskan?

Apa urusannya sih.

Tentu saja.

Ini rumah yang disiapkan untuk aku dan Amano.

Bukan untukmu!

Kalau begitu Kakak tak berhak memutuskan, kan?

Oi, cepat kembali sana!

Jangan bilang oi!

Sudah, sudah, kalian berdua.

Aku akan tanyakan ke Ayah.

Tenang dulu.

Amano.

Apa? Aku juga berhak memutuskan, bukan.

Iya sih.

Aku suka Erika.

Aku juga.

Sudah, sudah.

Jadi, kenapa kau minggat?

Aku mengerti. Masa durhaka, kan.

Bukan.

Dia durhaka dari lahir loh.

Agar Kakak membantuku belajar.

Rumah sekarang kerepotan, kan.

Kami tak hanya miskin, tapi juga tanpa penghasilan.

Aku ingin masuk sekolah bagus.

S-Sachi rajin!

B-begitu kah?

Kenapa tiba-tiba begitu?

Memang dulu pernah kepikiran begini?

Aku hanya mengulangi perkataan Kakak.

Iya sih.

Baiklah.

Kalau begitu bocah tidurnya di kamarku.

Aku tak mau kamar Kakak!

Iya kan. Enak sama aku, kan.

Iya.

Tidak boleh.

Kau mengingau parah.

Kita tak bisa merepotkan Amano.

Pokoknya, tidak tidak tidak mau!

Kakak juga teriakannya keras dan berisik!

Itu bukan teriakan!

Memang kenapa sih?

Selama ini kita tidur di kamar yang cuma terpisah oleh tirai, kan!

Kau yang lebih aneh!

Bahkan tidak wajar!

Anak minggat tidak usah sok wajar.

Pokoknya hari ini kau tidur di kamarku!

Kalau tidak, tidur di sofa!

Sudah sudah.

Oh iya, Sachi sudah makan siang?

Eh?

Belum sih.

Aku juga.

Nagi, makan hari ini?

Babi katsu.

Lagi?

Mana bisa gorengan melulu.

Ya...

Aku tak mau masakan Kakak.

Kenapa?

Habisnya makananku itu-itu saja.

Karena sudah di sini, aku ingin coba makanan mewah.

Mana bisa egois begitu.

Ya, kan, Amano?

- Bisa dipahami. - Amano?

Sachi, ayo belajar di kamarku.

Iya!

Aku kasih tahu,

hanya aku yang bisa mengajarimu di rumah ini.

Tidak usah. Aku minta tolong Erika ajari.

Kau ini!

Serahkan padaku.

Ibu Guru Erika akan membantu sekuat tenaga!

Manis!

Ganti bajunya cepat!

More Indonesian subtitles for A Couple of Cuckoos

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left