The first 200 lines.
Sunggi.
Sunggi?
Kau tidur?
12 jam sebelumnya.
Oh sayang!
Kau tidak perlu begini!
Terima kasih.
Bukan untukku...
Kalau-kalau dia hilang. Akan terlihat menggemaskan.
Orang akan mengira kau banci...
Tapi kita memang butuh.
Pilihan bagus.
Kopral Cho!
Ya, Nyonya.
Sayang...
Lihat apa yang Ayah belikan untukmu.
Siapa anak anjing yang lucu? Hm?
Sekarang kau harus mengikuti Ibu dengan bunyi bel ini, oke?
Oke, sayang?
Aku jadi ingat saat bunyi belnya untukku, Nyonya.
Sangat lucu.
Ah, sayang!
Terima kasih sayang! - Cantik?
Bisakah kau memakaikannya?
Kau suka?
Cantik?
Iya, cantik.
Terima kasih, sayang!
Cepat! Berlindung!
Subtitle by CJ Entertainment Translated by KanditaCL
Apa kau tahu siapa?
Pelaku tabrak lari itu?
[Nama: Park Ganil Jenis kelamin: Pria Tahun lahir: 1968]
[Tempat lahir: Yun Byun, China Hubungan: Supir]
Dan suamimu?
Kalian berpisah selama itu?
Dia meninggal dalam kecelakaan mobil.
Apa ada korban lain selain orang tua Sunggi?
Apa maksudmu?
Di laporan korban, ada pria lain dari Yun Byun.
Katanya dia supir... Apa kau tahu?
Iya.
Rasanya aku ingat membaca dia meninggal bersama orang tua Sunggi. Benar.
Karena dia dari China, keluarganya tidak bisa dihubungi,
jadi polisi mengambil mayatnya.
Tapi bagaimana bisa kau tahu?
Dia pasti merencanakan ini semua...
Si bibi...
Semuanya untuk punya akses ke kita. - Apa?
Dan mungkin... Sunggi juga?
Subtitle by CJ Entertainment Translated by KanditaCL
Hei, aku tidak mengenalimu.
Aku juga.
Sekarang,
Waktunya aku kembali ke Yun Byun. Setelah aku menyelesaikan akhirnya.
Kau akan pulang?
Aku merindukan anak-anakku...
Saat aku membalas kematian suamiku yang tidak bersalah.
Akhirnya aku bisa pulang.
Membalas kematian suamimu... apa?
Kau terlalu muda untuk ingat.
Orang yang mengemudikan mobil orang tuamu,
adalah suamiku.
Dia pergi untuk menafkahi keluarga tapi tidak pernah kembali.
Karena kecelakaan itu, dia mati sebagai mayat tidak dikenal tanpa dimakamkan dengan benar.
Tanpa orang yang berkabung untuknya. Dia pergi sebagai jiwa yang kesepian.
Pasti sangat berat.
Itu kenapa aku datang ke Korea.
Dengan bantuanmu.
Aku mau menyelesaikan yang kumulai.
Mata dibalas dengan mata.
Sekarang, tolong berikan kartu memorinya padaku.
Subtitle by CJ Entertainment Translated by KanditaCL
Apa semuanya
direncanakan?
Orang yang mencari Sunggi. Orang yang menunjukkan foto kriminal pada Sunggi.
Orang yang menemukan kotak itu...
semuanya kau?
Sepertinya kau kaget.
Dan lagi,
kau tidak tahu apa-apa.
Aku juga tidak tahu.
Kalau pembunuh suamiku hidup dalam kesenangan.
Ini salahku karena menghadapi kasusnya dengan salah.
Tidak bisa dimaafkan...
Aku masih menyesalinya.
Menyesal?
Kau membunuh seseorang.
Mengakuinya sebagai kecelakaan, dan sekarang kau menyesal?
Gampang sekali.
Apa aku harus mencoba metode yang sama?
Kalau aku membunuh seseorang,
apa kau akan terluka sepertiku?
Apa yang kau inginkan?
Memutar kembali waktu?
Kalau aku bisa, sudah kulakukan.
Menurutmu kenapa aku meninggalkan anakku dan datang jauh-jauh kemari?
Apa kau mau uang?
Orang yang membunuh orang tua Sunggi, dan membawa anak polos seperti tidak terjadi apapun,
adalah suamimu.
Dan orang yang mengetahui semuanya, adalah kau.
Lalu,
apa yang harus kami lakukan?
Kami membalas mata dengan mata.
Pembalasan atas
suamiku dan orang tua Sunggi.
Aku meminta konferensi pers pada Presiden Park.
Bersiaplah.
Konferensi pers apa? Kita mau bicara apa?
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Kita tidak bisa duduk diam saja.
Dia membalaskan dendam.
Kau bertemu dengannya, dia akan membunuh kita kalau harus.
Benar.
Kita tidak bisa menghentikannya. - Apa kau menyerah?
Paling tidak melawannya!
Kita harus meminta maaf pada publik.
Dulu kau pembaca berita, kan?
Kalau kau meminta maaf dengan tulus, kita bisa mengubur ini.
Kalau skandal aku homoseksual, kita bisa mendebatkan apa cinta itu dosa.
Tapi kecelakaan ini benar-benar berbeda.
Sayang.
Apa kau bisa mempertanggungjawabkannya?
Lebih baik mengaku daripada dituduh.
Apa kau masih,
penuh kebencian?
Subtitle by CJ Entertainment Translated by KanditaCL
Kau membuat lubang di tanah.
Banyak kesulitan?
Ya.
Tapi,
ini tidak ada apa-apanya dibanding orang tuaku.
Kalau begitu kau harus membantu mereka, apa yang kau lakukan di sini?
Aku tidak tahu harus bagaimana.
Aku selalu membuat masalah,
dan orang tuaku yang membereskannya.
Tapi sekarang perannya bertukar dan aku bingung.
Dan solusimu berjalan tidak ada tujuan?
Aku mau membawa mereka,
ke tempat mereka tidak dikenali.
Tapi,
Aku mungkin memilih jalan yang salah. Aku takut.
Lalu kenapa kalau semuanya baru untukmu. Kau selalu bisa kembali lagi.
Apa yang menakutkan?
Dan kau tidak sendirian.
Begitukah?
Kau sudah dewasa sekarang? Tidak seru.
Airhead Gong Min Gyu. ... Gong Mingyu.
Kalau lelaki sepertiku menjadi dewasa, akan keren, kan?
Membantu orang tuaku.
Bahkan Ji Sunggi yang kesepian.
Begitu kan..
Bayangkan.
Dengan filter itu, dia terlihat sangat cantik, kan?
Hei, bolehkah kau begini?
Apa orang tuamu baik-baik saja? - Tidak.
Tidak ada harapan.
Yah,
Ini kejadian yang membuat trauma. Aneh kalau mereka baik-baik saja.
Yoo Nanhee dan aku jadi satu sekarang.
Walaupun aku jauh,
hatiku akan bersama Yoo Nanhee.
Jadi datang ke sini kalau merindukanku.
Kenapa? Kau sekarat?
Yang benar saja. Aku punya banyak alasan untuk hidup.
Kalau begitu aku akan mengunjungimu, kenapa ke sini...
Hei, kau akan ke Amerika?
Yah, aku harus pergi, kan? Walaupun bukan ke Amerika.
Hanya kau?
Tidak.
Semuanya.
Lalu... Ji Sunggi?
Aku juga tidak tahu.
Precious!
Precious?
Kopral Cho.
Kenapa kau begitu?
Nyonya.
Sepertinya precious... menghilang.
Apa?
Sayang!
Pintunya terbuka!
Apa kabar?
Oh... baik
Bagaimana kabarmu?
Seperti yang terlihat.
Kau banyak berubah.
Orang terus mengenaliku.
Kenapa kau kembali?
Apa kau di sini untuk menyatakan perang melawan kami?
Sayang.
Sebaiknya kau memikirkan dirimu sendiri.
Kau tidak tahu situasinya?
Bagaimana kita tahu dia tidak mempermainkan kita?
Jadi kau tahu semuanya. - Iya.
Kau dan Bibi, apa yang kalian rencanakan?
Jangan langsung menyimpulkan. Kau terlalu emosional.
Keluar. Keluar dari rumahku.
Sejak kau datang, semuanya jadi buruk!
Orang yang membawaku kan Kakak.
No comments yet. Be the first to leave one.