Release info

by: Darksmurfsub Indonesia
A Commentary by DSS_Indo
The subtitle is provided to you for free. However, should you want to share our subtitles on your blog / forum or other website, please use the link that we have provided and respect our policy of NO re-upload.

Tags

other
Published on: 2012-09-30
Downloads: 13
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Permisi...

=Dengan hanya adanya satu posisi yang tersedia dalam perekrutan staff Departemen Luar Negeri,=

=dan terpilihnya anak Komisaris Departemen Luar Negeri=

=telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat banyak.=

=Walaupun Departemen Luar Negeri telah mengeluarkan penjelasan,=

=tapi tuduhan bahwa tindakan ini adalah merupakan sebuah perlakuan khusus=

=terhadap kalangan atas menjadi semakin marak dan menyebar.=

=Sistem ujian yang selama ini menganut sistem adil dan merata itu,=

=juga telah dimanfaatkan oleh kalangan atas.=

=Masalah ini telah menimbulkan kemarahan bagi mereka yang ikut serta dalam ujian demi masa depan yang lebih baik.=

=Berapa banyak impian kaum muda biasa yang tidak memiliki koneksi hilang begitu saja.=

Koneksi? Koneksi seperti apa?

Reporter seperti apa ini? =Kejadian ini menunjukkan...=

=kesempatan yang tidak merata dan ketidakdilan di Negara Republik Korea ini.=

=HBS News, Han Jae Hui.=

Gang Ma Ru! Sedang apa kau di situ?

Pasien Gim Myeong Cheol, usia 79 tahun.

Beliau dirawat karena tekanan darah tinggi dan mengalami mati rasa pada lengan dan kaki kirinya.

Menunjukkan adanya indikasi kelumpuhan.

Jadi kami berencana melakukan tes fungsi ginjal dan tes urin.

Tes yang akan dilakukan bukanlah tes yang rumit, jadi tidak usah terlalu khawatir.

Profesor Seok!

Maaf, mengapa Anda tidak mengajukan pertanyaan kepada kami?

Tahukah Anda jika selama ini kami berada di belakang Anda?

Hari ini adalah hari terakhir kami sebagai PK.

Profesor dari departemen lain pasti mengajukan banyak pertanyaan

dan menyuruh mereka menganalisa kasus dari hari pertama.

Kenapa Anda tidak mengajukan pertanyaan sama sekali, Profesor Seok Min Hyeok?

Kau seorang dokter?

Untuk saat ini, belum.

Mengenakan jas dokter sambil membawa catatan medis pasien,

sudah membuatmu merasa bagaikan seorang dokter?

Ketika kau mendengar orang-orang memanggilmu "Dokter", kau merasa bangga sekali, bukan?

Otakmu mungkin dipenuhi dengan pikiran seperti, "cukup hingga di sini saja pertemuan ini",

atau "cepat selesaikan kasus rumit ini".

Seperti begini masih mau aku mengajukan pertanyaan?

Kau ingin ditanyai apa?

Jika pertanyaan kuajukan, kau berani jamin bisa paham?

Walaupun begitu, kami tidak diberi kesempatan sama sekali?

Sudah jelas tahu tidak akan memperoleh jawaban yang memuaskan,

buat apa aku menyia-nyiakan waktuku?

Tapi... meskipun begitu... Profesor Seok...

Aku mau pulang!

Ada apa?

Izinkan aku pulang.

Pasien ini terus-menerus melepas infusnya dan minta pulang.

- Mana catatan medisnya? - Aku mau pulang! Izinkan aku pulang!

Pasien Lee Chang Yong, 11 tahun.

Dia ditemukan pingsan di rumah kemarin malam,

dan menunjukkan tanda-tanda kejang.

Bagaimana hasil diagnosanya?

Tidak ada yang janggal pada hasil pemeriksaan CT scan dan MRI.

Bagaimana dengan keluarganya?

Dia memiliki seorang hyeong dan sedang dalam perjalanan ke sini.

Walinya mengatakan,

anak itu biasanya pendiam dan tertutup, tapi...

Mana ko-as tadi yang bilang aku tidak mengajukan pertanyaan?

Y...ya?

Apa penyebab penyakit pasien ini?

Apa?

Bukankah ini pertanyaan yang kau inginkan?

Kuberi waktu dua jam. Tidak keberatan, kan?

Itu...

Tidak ada riwayat trauma kepala.

Tidak ada infeksi,

tapi ada tanda-tanda mengalami kejang.

Matilah aku!

Hey! Hey! Hey! Anak sekecil kamu kenapa begitu kuat tenaganya?

Aku sama sekali tidak sakit.

Izinkan aku meninggalkan rumah sakit.

Tenang dulu!

Orang yang sehat, tidak akan pingsan tanpa alasan.

Hyeong-ku tidak punya uang! Izinkanlah aku meninggalkan rumah sakit ini!

Jangan berisik!

Kau pikir cuma kau sendiri saja di ruangan ini?

Itu sebabnya aku bilang, izinkan aku meninggalkan rumah sakit.

Kau toh tidak akan membantuku membayar biaya rumah sakit ini.

Biar aku yang bayar biaya rumah sakitmu, kunyuk!

Hyeong akan membantumu untuk membayar rumah sakit, puas?

Jangan bercanda.

Aigoo... ini anak. Kau sudah biasa dibohongi ya?

Tidak usah berpura-pura!

Jika kelihatan orang lain, mereka akan mengira kau menjadi begini gara-gara dipukul olehku.

Chang Yong.

Kau tidak apa-apa?

Hey, hey, hey! Chang Yong! Kenapa kau?

Perawat! Perawat! Perawat!

Jahat! Kenapa kepalaku kau pukul?

Pasien Lee Chang Yong kemungkinan mengidap aneurisma otak.

Atas dasar apa?

Pasien awalnya mengidap infeksi saluran nafas atas,

Dia mulai mengalami sakit kepala, sejak dia mengalami batuk-batuk yang hebat.

Dikarenakan batuk-batuk yang hebat, terjadilah peningkatan tekanan darah,

sehingga menyebabkan pecah nya aneurisma otak tersebut.

Apakah pasien menunjukan adanya gejala sakit kepala, dan muntah?

Karena tidak ingin menyebabkan Hyeong-nya kuatir,

jadi dia bilang dia tidak apa-apa.

Walau pada kenyatannya, kemarin dia mulai mengalami sakit kepala.

Dari pengamatanku, dia baru saja mengalami thunderclap headache.

Sebagai tambahan, baru saja dia mengalami muntah proyektil.

Maksudmu dia sudah sedemikian sakitnya,

tapi karena dia tidak mau membuat Hyeong-nya kuatir dia tidak bilang apa-apa?

Lagipula, dia itu siswa SD berumur 11 tahun?

Dongsaeng-ku juga seperti itu.

Jika dia tidak sakit sekali,

dia akan berusaha menahannya, supaya aku tidak menjadi kuatir.

Walaupun ini adalah aneurisma otak,

tapi seharusnya mereka tidak mengira kasusnya harus di bawa ke dokter.

Apabila ini adalah kasus aneurisma otak,

bagaimana kau bisa menjelaskan hasil CT scan dan MRI yang tidak menunjukan adanya kejanggalan?

Bagaimana kau menjelaskan hasilnya?

Mungkin saja itu disebabkan karena belum terjadi pendarahan yang banyak.

Sebagai tambahan, emosi anak ini, bisa berubah-ubah dan tidak stabil.

Aku pernah baca disalah satu kasus, dikatakan disana, walau dalam keadaan yang sudah berbahaya,

mereka masih terlihat normal, tapi mereka tidak bisa mengkontrol emosinya.

Bukan kah ini lebih mirip ke kasus keracunan obat?

Chang Yong bukanlah anak nakal yang bisa keracunan obat.

Apakah dikarenakan dari awal Anda tidak memperdulikan pandangan ko-asisten,

dan tidak mau mendengarkan kami sama sekali,

Karena itu Anda mengatakan alasan yang tidak masuk akal ini?

Hei, kunyuk ini!

Ya, ini Seok Min Hyeok.

Hasil pemeriksaan angiogram Lee Chang Yong sudah keluar?

Baru saja hasil pemeriksaan angiogramnya keluar.

Mereka bilang tidak ada tanda-tanda adanya aneurisma otak.

Bila kau tidak percaya, kau bisa cek sendiri.

Tidak perlu.

Mungkin aku yang salah diagnosa.

Bila pasien Lee Chang Yong, tidak ada keluhan lain,

izinkan dia keluar dari rumah sakit!

Baik.

Menurut informasi yang di dapatkan, dia adalah pasien yang di izinkan keluar dari rumah sakit hari ini.

Iya.

Ada masalah apa?

Pasien Lee Chang Yong mengalami stupor, yang diakibatkan muntah.

Sekarang masuk ke bagian gawat darurat.

Kami sudah melakukan pemeriksaan tambahan,

dan menemukan adanya aneurisma otak yang robek.

Dari ronsen, tampak ada nya pendarahan.

Gunakan manitol untuk menurunkan tekanan dalam kepala!

- Lalu berikan suntikan anti muntah dan anti konvulsi. - Baik.

Oh ya, mana ko-asisten tadi?

Maaf, maksud Anda siapa?

Itu, ko-asisten yang mendiagnosa kasus ini sebagai aneurisma otak.

Maksud Anda adalah Gang Ma Ru?

Mungkin dia sedang berada di perpustakaan atau sudah pulang.

Tolong bantu aku untuk menghubungi dia.

Kenapa Anda melakukan ini?

Aku ingin memberitahu padanya,

bahwa aku salah, dan diagnosa dia yang benar.

Aku akan memberitahukan padanya, sebagai seorang guru, aku merasa malu.

Nama dia Gang Ma Ru kan?

Dua tahun lagi sekolah kita akan memiliki dokter baru yang luar biasa.

Cho Ko, oppa sudah pulang!

Chocoholic, oppa membeli sebatang coklat.

Sudah pulas?

Gang Cho Ko, kau tidur setelah makan, 'kan?

Cho ko!

Cho Ko!

Cho Ko! Cho Ko! Cho Ko! Cho Ko!

Cho Ko, bangun!

- Cho Ko! - Oppa...

Cho Ko, sadarlah!

Cho Ko, sejak kapan kau seperti begini?

Kau harus memberitahuku jika kau sakit.

Tidak bisa... ayo lekas ke rumah sakit, Cho Ko!

Sini, bersandar sebentar di sini.

Cho Ko, pakai kaus kaki dulu baru kita ke rumah sakit!

Anak bodoh, anak tolol, idiot!

Aku baik-baik saja. Aku benar-benar tidak apa-apa, oppa.

Apanya yang baik?

Suhu badanmu tinggi begitu.

Setelah pulang dari rumah sakit baru kau rasakan amukanku.

Nuna, Cho Ko sedang sakit sekarang.

Nanti baru kutelpon lagi.

=Tolong aku. Tolong aku Ma Ru!=

Ada apa, nuna?

Sepertinya dia sudah mati... Tidak, tidak... Dia sudah mati.

Segeralah kemari tolong aku! Tolonglah aku!

Apa yang terjadi? Bicara apa kau?

Bukankah kau pernah belajar bagaimana cara menolong orang di sekolah?

Bukankah kau pernah mempelajarinya?

Nuna...

=Aku takut. Ma Ru, aku takut sekali.=

Di mana sekarang? Aku segera ke sana.

Kau ada di mana sekarang? Baiklah.

Jangan pergi... aku sedang sakit. Jangan pergi, oppa!

Jae Hui eonni ada masalah. Aku harus segera ke sana.

Aku ke sana dulu sebentar, nanti baru kubawa kau ke rumah sakit.

Kau tunggu sebentar, ya?

Tidak mau! Aku sedang sakit.

Aku benar-benar kesakitan. Jangan pergi, oppa!

Cobalah hitung sampai 500, Cho Ko.

Begitu hitunganmu memasuki 500, oppa pasti sudah kembali. Janji.

Jika oppa ke tempat Jae Hui eonni, aku bisa mati.

Aku akan mati kesakitan.

Aku akan segera kembali. Hitung sampai 500!

Oke?

Sudah mati?

Tidak tahu.

The Innocent Man (Nice Guy / Sesang Eodiedo Eobneun Chakhan Namja / 세상 어디에도 없는 착한남) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Innocent Man (Nice Guy / Sesang Eodiedo Eobneun Chakhan Namja / 세상 어디에도 없는 착한남)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left