The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 11"
Anda sudah pulang?
Ya.
Siapa pria ini?
Itu Pak Kang, sopir kita.
Aku tidak bertanya kepadamu.
Astaga.
Ibu, dia Pak Kang.
Kurasa aku mengingatnya.
Pak Kang.
Tolong jaga Myong Hee.
Baik, Nyonya.
Ayo pergi, Myong Hee.
Karena ini rumah ayahku,
ini rumahku juga.
Kamu tidak perlu takut dengannya.
Sungguh wanita keji. Ayo.
Pastikan kamu mengunci gerbang.
Baik, Pak.
Apa yang baru saja kulihat.
Dia mirip dengan Do Ran.
Benar juga. Itu pasti Do Ran.
Tapi apa yang Do Ran lakukan di sini?
Myong Hee. Jangan khawatir. Aku di sini.
Apa?
Ada apa?
Ada yang tidak beres?
Bukan apa-apa, hanya...
Anda ke mana saja, Nyonya Park?
Aku amat mengkhawatirkan Anda.
Aku?
Tunggu.
Kamu gadis dari kali terakhir...
Nenek baik-baik saja?
Ibu.
Ibu kini mengenaliku?
Kamu di sini, Pak Kang.
Kamu harus menyiapkan mobil.
- Sekarang? - Ya.
Kamu harus mengantarkan gadis
yang baru saja tiba dengan Nyonya Park.
Gadis itu?
Aku?
Ya.
Kamu baik-baik saja?
Ya.
Astaga. Saat itu gadis itu dalam perjalanan
menuju wawancara akhir Bom and Food,
tapi dia tidak mendapatkan pekerjaan itu
karena Nyonya Park.
Tapi Pimpinan mengetahuinya
dan memberikannya pekerjaan.
- Sungguh? - Ya.
Pak Kang, antarkan Sekretaris Kim ke rumahnya.
Baik, Pak.
Tidak perlu, Pak.
Aku akan naik bus pulang.
Ini sudah terlalu larut untuk naik bus.
Kamu mungkin lelah karena ibuku.
Maaf sudah merepotkan.
Tidak sama sekali. Aku tidak apa-apa.
Kuharap Nyonya Park segera sembuh.
Ya. Terima kasih. Ayo.
Tidak perlu mengantarkanku.
Aku tidak masalah naik bus.
Kamu harus mendengarkan ucapan bosmu.
Baik.
- Masuklah, Do Ran. - Baik, Pak.
Sampai jumpa besok, Pak.
- Ya, sampai jumpa. - Ya.
Terima kasih.
- Antarkan dia dengan selamat. - Baik, Pak.
- Kamu sudah pulang? - Ya.
Apa kita kedatangan tamu?
Sekretaris Kim. Kim Do Ran tadi kemari.
Kim Do Ran? Kenapa?
Nenek pergi ke rumahnya sendirian lagi.
Dia bingung.
Lagi?
Ya.
Apa itu?
Cokelat untuk Nenek.
Cokelat bagus untuk demensia.
Nenek
pasti tinggal di suatu tempat di masa lalu.
Ayah harap itu tidak makin parah.
Ayah harap dia tidak melupakan kita.
Permisi.
Maaf sudah merepotkan Anda.
Tidak perlu sungkan.
Tidak apa-apa.
Sebentar lagi ada stasiun kereta bawah tanah.
Tolong turunkan aku di sana.
Aku bisa naik itu sampai rumah.
Tidak perlu.
Aku akan mengantarkanmu sampai rumah.
Itu perintah Pimpinan.
Aku tidak enak karena membuat Anda melakukan ini malam-malam.
Jangan begitu.
Ini sudah pekerjaanku.
Santai saja.
Baik.
Omong-omong,
mungkin karena mobil Pimpinan,
ini tampak amat bagus.
Aku belum pernah naik mobil seperti ini.
Begitu rupanya.
Sangat nyaman juga.
Tapi Anda tahu, mobilnya memang bagus,
tapi menurutku, Anda sopir andal.
Terima kasih.
Terima kasih juga.
Aku tidak percaya aku mengantarkan Do Ran.
Ini bukan mimpi, bukan?
Aku bersyukur
putriku aman.
Aku amat bersyukur.
Terima kasih untuk hari ini.
Aku pulang dengan mudah berkat Anda.
Hati-hati dalam perjalanan pulang.
Masuklah lebih dahulu.
Tidak, aku akan mengantarkan Anda.
Aku harus
melihatmu masuk dengan aman
untuk melaporkannya kepada Pimpinan.
Begitu rupanya. Baiklah.
Begini...
Makanlah ini dalam perjalanan pulang.
Aku hanya punya dua.
Terima kasih.
Hanya itu yang bisa kuberikan,
tapi paling enak makan permen
saat sedang mengantuk.
Baik.
Sampai jumpa.
Astaga. Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Bawalah Do Ran-ku
ke panti asuhan,
kumohon.
Maaf.
Maaf.
Kenapa tiba-tiba dia menangis keras?
Mungkin dia tahu akan berpisah dengan ayahnya.
Dia mengirim ibunya pergi dan kini ayahnya juga.
Berpisah seumur hidup adalah hal terburuk yang mungkin terjadi.
Apa yang harus kulakukan dengan bayi malang ini?
Astaga.
Kita harus pergi sekarang.
Do Ran.
Do Ran.
Do Ran.
Do Ran.
Maaf.
Ayah minta maaf.
Maaf.
Jadi, aku pulang lebih awal dan baru selesai berbenah.
Luar biasa.
Kamu pasti diberkati karena perbuatan baikmu.
Maksudku, siapa yang mau membawa wanita tua gila
ke rumah mereka dan mengurusnya?
Omong-omong,
sopir Pimpinan mengantarkanmu pulang.
Kamu sudah sukses.
Hei.
Apa semua sopir Pimpinan sekeren itu?
Atau itu karena dia sopir Pimpinan?
- Dia amat lemah lembut. - Sungguh?
Aku mau naik mobil itu juga.
Ada pelanggan.
Baik, nanti kutelepon lagi.
Misterius sekali.
Bagaimana bisa pemain wanita itu
ternyata putranya Pimpinan
padahal Pimpinan lemah lembut dan berbudi baik.
Sejak hari aku dipukul dengan tong sampah,
aku pening sesekali.
Aku tidak tahu ada apa. Haruskah aku diperiksa?
Apa dia pening karena tong sampah itu?
Tidak mungkin.
Bagaimana bisa?
Do Ran paling suka susu pisang.
Saat berusia lima tahun, dia minum itu kali pertama
dan bertepuk tangan, bilang itu enak.
Bahkan sekarang, dia tidak masalah dengan apa pun
asalkan aku membelikannya sekotak susu pisang.
Aku mau membelikannya sesuatu yang lebih mahal,
tapi dia putri yang hebat.
Dong Chul.
Aku amat mengkhawatirkan Do Ran,
tapi untungnya, dia baik-baik saja.
Dia juga mendapatkan pekerjaan.
Tapi Dong Chul,
Do Ran terlalu dekat denganku.
Wanita licik.
- Pergi! - Astaga.
Dia menggigitku! Sakit!
Kenapa dia melakukan ini kepadaku?
Memangnya aku salah apa? Yang benar saja.
No comments yet. Be the first to leave one.