The first 200 lines.
Silakan. Selamat data... Romy, pintunya!
Aku sudah sibuk. Donat ini berat.
-Kau tahu kau gila? -Terima kasih.
Kita keluarga. Kita saling membantu.
-Pesta tetangga! -Pasti akan seru.
Aku suka makan kue kering dengan orang tua.
Suatu hari, kau juga akan menjadi 40 tahun
dan aku berharap ada pesta tetangga seperti itu.
-Sungguh? -Tahun lalu DJ Snake kemari.
-Mustahil. -Aku bersumpah.
-DJ Snake? Itu hebat! -Ya! Dia punya apartemen di sini.
-Dia di sini? -Ya.
Dia sibuk.
-Ini untuk mantelnya. -Permisi.
-Bolehkah? -Silakan.
Tentu.
Ya, rekanku cerita soal dirimu kepadaku.
-Aku tak akan datang. -Kuingatkan kalau kau dihukum.
Alexis akan datang.
-Ayah, itu tidak adil. -Salahmu jika kau dihukum.
-Jangan begitu, Ayah. -Dihukum!
-Ayah serius? -Dihukum!
Hanya satu pekan.
Mereka bilang satu pekan. Mereka tak bisa menghukumku. Terserah!
Tn. Verrin dengan...
majalah berburunya.
Pembunuh hewan. Pembunuh.
Juga DJ Snake! Terserah!
HARI JUMAT
Ya, aku akan kirim disertasiku melalui surel.
Apa kabar?
Ya, surat elektronik jika itu keinginanmu.
-Nikmati akhir pekanmu! -Nyaris!
-Ayah! -Apa kabar?
-Dengar. Tebak apa ini. -Lanjutkan.
-Bagaimana menurutmu? -Kau sudah selesai?
Ya.
Pertama, itu bagus. Seperti musik India.
-Tidak. -Hei, Vic.
Hei! Itu Forbidden Games.
Benar, tetapi seperti lagu India!
Aku bisa tampil di pesta tetangga!
Tentu bisa! Semua orang pasti menyukainya.
Bagus!
-Apa kabar, Sayang? -Apa?
-Bagaimana kabarmu? -Ya.
Kau tahu Michelle Christine Ambrosini.
-Pembimbing disertasiku. -Michelle Christine Ambrosini. Ya.
Dia tak bisa menjadi juriku,
jadi, dia meminta rekannya menggantikannya.
Ini sangat mengesalkan.
Bagaimana jika kau sedikit tenang?
-Ya. -Apa seburuk itu? Tidak, bukan?
-Tentu ini buruk! -Tidak.
Berpikir positif. Kemungkinan dia baik. Tn. Ka...
-Kadiake. -Kadiake. Ya, aku lihat.
Apa?
-Apa? Kenapa? -Entahlah. Kau...
Ya, tidak... Bukan.
Namanya persis seperti tetangga kita di bawah. Itu lucu.
Yang selalu marah saat melihat kita?
-Ya, tetapi bukan dia. -Menurutmu...
-Tidak. -Kau yakin?
Tidak. Dia presiden dewan kooperatif. Itu sangat berbeda.
Itu bukan pekerjaannya...
Dia bilang dia dokter. Jadi, juga sangat berbeda.
-Namun... -Berbeda.
Biarpun dia, Catherine Michelle Angiolos...
Michelle Christine Ambrosini
-atau Kadiake, tak masalah. -Ya.
-Kau harus berpikir positif, ya? -Ya.
Beberapa teman pebasketku...
-Kau punya teman pebasket? -Ya.
Mereka bilang sebelum melempar bola,
mereka membayangkan bola itu masuk ke keranjang.
Jadi, bayangkan saja semua akan berjalan lancar.
Aku membayangkannya. Kau bayangkan...
-Hampir masuk. -Hampir. Biar kucoba. Pakai itu.
Akan berhasil. Kita bayangkan bersama.
-Ya! -Apakah masuk?
Ya! Bagus!
-Lokakarya bubur kertas 5 menit lagi. -Aku datang!
HARI SABTU
Kau sedang apa?
Keahlianku! Tuna goreng!
Terlihat amat lezat.
-Kau mau mencoba? -Ya. Terima kasih.
Enak. Aku bilang ini bukan karena aku yang memasak.
-Biar kucoba. -Ini lezat!
Tomat kering, ketumbar,
bawang bombai, dan pesto.
Sangat lezat, tetapi butuh rasa yang kuat.
Ingat, ini untuk pesta tetangga.
Bagaimana sekarang?
Ini sempurna.
Lihat ini!
Victoire, terlalu pagi untuk memainkan musik.
Alexis hanya bisa datang sekarang.
Hai, Clara.
Ini Alexis?
-Aku tak mengerti. -Itu Alexi?
-Apa...? -Alexis.
Alexis, ya.
Hai, Alexis.
Dia sangat mahir. Dia mengajariku banyak hal. Dengar.
Itu bagus. Aku akan...
Aku akan bersiap-siap. Sampai jumpa di pesta tetangga.
Entah pukul berapa akan datang.
Baik, itu bagus. Dah!
Aku tak bisa!
Kau harus jepit dua senar seperti itu.
Namun, tekan di sini dengan jari ini.
Lihat? Lebih pelan.
Pelajaran ini gratis, bukan?
Pada hari pesta tetangga, aku harus bersihkan bekas tangan.
Aku sangat muak.
Aku akan potret noda ini. Kita lihat siapa yang akan tertawa.
Sudah. Selesai.
Aku muak dengan...
Jangan malu. Kau manis memakai piama itu.
Terima kasih. Aku seperti anak delapan tahun.
Alexis bisa menjadi milikmu.
-Aku tak suka pemain gitar. -Sungguh?
-Halo, Ny. Lieby. -Halo.
Aku memulai taman ini pada awal tahun ini.
Apa kabar?
Itu terlihat lezat!
Semoga kau menyukainya.
Tn. Kadiake, maaf. Aku tahu ini reuni yang bahagia.
Namun, ada masalah.
Setiap akhir pekan, aku harus bersihkan bekas tangan di pintu.
Sebagai presiden dewan kooperatif, kau harus berbuat sesuatu.
Aku yakin seseorang mencuri majalah Hunting Gazette -ku.
Sudah dua bulan aku tidak menerima majalahku.
Beberapa orang di gedung ini gila.
Terima kasih telah memberitahuku.
Akan kulaporkan dan kita akan temukan pelakunya.
Aku juga terganggu karena tetangga yang berisik.
Aku sudah kirim surel untuk mengabarimu.
Maksudmu surat elektronik?
Ya, bisa dibilang begitu.
Aneh, beberapa surat elektronik hilang.
Tempo hari, rekan kerjaku,
seorang peneliti bersumpah sudah kirim, tetapi tidak ada.
Akan kulakukan hari Senin, tetapi...
-Tak bisa sebelumnya? -Pasti hari Senin.
-Hai. -Sungguh?
Kau sangat gila.
-Bisa bicara berdua? -Ya.
-Hanya berdua. Maaf. -Tak apa-apa.
Apa kabar?
-Mereka akan menikah! -Selamat!
Selamat!
-Ini darurat. -Baik.
Kadiake bukan dokter. Dia doktor.
Itu sama saja.
Tidak. Dia doktor psikoanalisis.
Kadiake tetangga kita adalah Kadiake juri disertasiku.
-Kau yakin? -Ya.
-Itu kebetulan yang aneh. -Ya.
-Ayah? -Ya?
Aku harus bermain lagu rok psikedelik atau lagu klasik?
Vic, tunggu. Nanti ke situ. Aku dan Emma bicara.
-Dia agak menyebalkan, bukan? -Agak?
Ya.
-Dia sangat menyebalkan! -Tidak!
Dia komplain karena aku tertawa terlalu nyaring.
-Sungguh? -Tidak, aku bercanda.
Dia taruh pesan di kotak surat,
"Ya, kau tertawa. Bagus, tetapi kurangi itu."
Satu setengah tahun lalu. Belum ada lagi.
Namun, aku harus perkenalkan diri.
-Jika tidak, akan aneh. -Silakan.
Kita membakar dua pertiga habitat alami kita.
Halo.
Halo.
Hanya tersisa satu, kau harus bergegas. Ini lezat.
Jika menjadi kau, aku akan...
Halo, Tn. Kadiake. Kau tak akan percaya, tetapi aku Emmanuelle Lemay.
Kita membahas disertasiku di telepon.
Jadi, kau mahasiswa S2 yang butuh juri?
Ya, benar.
Lucu sekali. Aku tak menyangka ada kolegaku di gedung ini.
Pacarku tahu ada doktor di sini,
tetapi dia kira kau mengobati orang sakit.
Bisa dikatakan, aku mengobati jiwa.
Ya, benar.
Aku membaca disertasimu pagi ini,
dan awalnya terlihat menjanjikan.
Semoga kau senang membaca sisanya.
-Jangan bocorkan. -Tidak.
Pendekatanmu mengingatkanku kepada Cécilia Knuth.
Aku baca semua bukunya. Dia memodernisasi psikologi anak.
Ya. Aku dan Cécilia belajar bersama. Dia teman lamaku.
Aku bisa mengenalkan kalian.
-Sungguh? Mustahil! -Ya.
-Sungguh? -Bernapas.
Maaf, tetapi...
Itu ide bagus. Terima kasih.
Aku senang kau suka.
No comments yet. Be the first to leave one.