The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Episode 5"
Untuk apa aku peduli padahal ada Dong Chul?
Dia punya ayah. Untuk apa aku peduli?
Do Ran.
Kenapa kamu menangis?
Hal menyedihkan apa yang terjadi kepadamu?
Kakak.
Kakak dari mana? Aku mencari Kakak.
Kakak bahkan meninggalkan ponsel.
Kakak tahu betapa cemasnya aku?
Kamu cemas?
Ya.
Itu pangsit kesukaan Ibu.
Kakak, ayo masuk.
Ibu akan baik-baik saja sekarang.
Ibu.
Do Ran, bawa semuanya
dan tinggalkan rumah ini sekarang juga.
Ibu.
Kak Do Ran membelikan pangsit kesukaan Ibu.
Bukankah sikap Ibu terlalu jahat?
Ibu tidak begitu jahat.
Dia musuh yang membuat ayahmu tewas.
Dia musuh kita seumur hidup.
Kenapa itu salah Kak Do Ran?
Ayah tidak tewas karena Kak Do Ran.
Itu kecelakaan.
Kenapa Ibu terus bicara melantur?
Mi Ran, kamu juga harus pergi!
Ibu tidak butuh siapa pun! Pergi!
Keluar sekarang juga!
Ibu, semuanya salahku.
Aku salah karena bersiap masuk ke sekolah hukum
tanpa memikirkan situasi kita.
Aku tidak memikirkannya.
Aku akan bekerja dan menghasilkan uang.
Aku akan menghasilkan banyak uang dan menjadi putri yang baik.
- Jangan panggil aku ibu! - Ibu!
Aku bukan ibumu!
Kamu bukan putriku!
Jadi, tinggalkan rumah ini.
- Keluar sekarang juga! - Ibu!
Ayah bilang aku putrinya!
Ibu juga mendengarnya.
Kenapa Ibu terus mengatakan aku bukan putri Ibu?
Begitukah?
Kamu mau kutunjukkan buktinya?
Baiklah, akan kutunjukkan.
Akan kutunjukkan dengan jelas.
Ini.
Ini hasil tes darah kamu dan suamiku.
Lihat. Lihat baik-baik.
"Tes DNA Ayah dan Anak"
"Kim Dong Chul, Kim Do Ran"
"Tidak berhubungan darah"
Ibu.
Ibu.
Lantas aku siapa?
Aku putri siapa?
Orang tuamu sudah lama tewas.
Mana kutahu?
Aku tidak melahirkan putri sepertimu.
Kamu tidak ada hubungannya dengan Dong Chul.
Jadi, kamu hanya orang asing
yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kami.
Aku sama sekali tidak mau melihatmu.
Jadi, keluar dari rumah ini.
Aku muak denganmu!
Keluar! Keluar sekarang juga!
Ibu, tolong hentikan.
Aku akan pergi.
Aku akan pergi. Puas?
Sulit bagiku hidup ditindas oleh Ibu.
Tapi aku menahannya demi Ayah.
Aku selalu memikirkan alasan Ibu memperlakukanku seperti itu.
Jika berusaha lebih keras
dan menjadi putri yang baik,
kukira Ibu akan menyayangiku.
Tapi
kini aku tahu
alasanku terus ditindas oleh Ibu.
Ya.
Jika kamu sudah tahu,
keluar dari rumah ini!
Terima kasih
sudah membesarkanku selama ini
meski aku bukan putri kandung Ibu.
Selamat tinggal.
Kakak.
Kakak.
Dong Chul, dasar jahat.
Kamu membawa gelandangan itu kepadaku,
tapi malah seperti ini pada akhirnya?
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Kakak!
Kakak.
Jangan pergi seperti ini.
Katakan kepada Ibu
kakak tidak akan muncul lagi di hadapannya,
jadi, dia tidak perlu khawatir.
Kakak bersungguh-sungguh?
Kakak juga tidak akan menemuiku?
Mi Ran.
Hiduplah dengan baik bersama Ibu.
Selamat tinggal.
Kakak.
Kakak tidak memikirkan Ayah?
Dia akan sangat sedih
jika melihat ini dari surga.
Ayah.
Aku putri siapa?
Aku siapa?
Do Ran.
Kenapa bertanya kamu putri siapa?
Kamu putri ayah.
Ayah.
Kenapa Ayah meninggalkanku sendiri?
Kenapa?
Jadi, kamu beremigrasi ke Kanada, tempat putramu berada?
Ya.
Aku harus merelakanmu pergi karena kamu akan menemui putramu.
Terima kasih untuk kerja kerasmu selama lebih dari sepuluh tahun.
Dengan senang hati. Terima kasih atas segalanya selama ini.
Ini. Gunakan untuk biaya transportasi.
Tidak, terima kasih.
Pimpinan sudah memberiku cukup.
Itu dari ibuku,
- jadi, terimalah. - Terima kasih.
Pak Lee, kuharap kamu hidup bahagia di sana.
Nyonya Park.
Jaga kesehatan Anda.
Selama ini kita berhubungan baik dengan Pak Lee.
Sopir yang baru harus sering mengunjungi rumah kita
dan mengurus urusan di rumah.
Ibu pun tidak akan mempekerjakan siapa pun.
Mungkin kita bisa menemukan orang yang cocok.
Bagaimana jika kita mempekerjakan Pak Choi?
Jangan dia.
Dia terlalu ceriwis.
Ada yang mau Ibu sampaikan?
Ibu meminta Bapa Kim mencarikan sopir baru
karena dia akan tinggal di rumah kita.
Baguslah Ibu sudah memintanya.
Bapa Kim juga memperkenalkan kita kepada Pak Kim.
Kamu tidak masalah, bukan?
Aku juga tidak bisa berpendapat.
Saat kamu dan Ibu sudah memutuskan,
aku hanya perlu menurutinya.
Ibu akan membiarkanmu bersiap berangkat kerja.
Baik, Ibu.
Ada apa denganmu?
Memangnya aku kenapa?
Dasiku belum rapi, kamu mau ke mana?
Kamu tidak punya tangan?
Urus dirimu sendiri mulai sekarang.
Aku bisa diomeli ibumu jika melakukan itu.
Dia bersikap baik untuk beberapa saat,
lalu kini merajuk lagi.
Apa ini?
Bagaimana ini bisa...
Tidak mungkin.
Ke mana gelambir lemak di perutnya?
Dia meratakannya dengan uang?
Selamat sudah menjadi manusia.
Mereka orang yang sama? Tidak mungkin.
Benar? Ini bukan foto-foto Anda, benar?
Mungkin seseorang merekayasa wajah Anda
dengan tubuh orang lain untuk merisak Anda.
Tidak boleh ada yang tahu soal ini.
Di mana diska lepasku?
Di mana?
Pak?
Jangan bilang foto-foto ini memang foto Anda.
Benar juga. Bukan setelan yang ini.
Minta mereka menghapus fotonya sekarang juga.
Jadi, ini sungguhan?
Kamu yakin tidak ada?
Ingat baik-baik. Itu sebuah diska lepas kecil.
Tidak ada.
Aku sudah memeriksa berkali-kali
sebelum mengirimkannya ke penatu.
Jadi, kamu tidak melihat diska lepas itu
bahkan saat membersihkan kamarku?
Baiklah.
Benar juga, bukan di dalam saku.
Di mana diska lepasnya?
Aku menghilangkannya di mana?
Kamu baik-baik saja?
Maafkan aku.
Aku baik-baik saja, tidak tertabrak. Maafkan aku.
- Tunggu. - Maafkan aku.
Kamu pasti merasa bersalah karena ucapanku benar.
Benar. Wanita itu.
Ada padanya.
Aku yakin dia bekerja di sini.
Dia setinggi ini.
Rambutnya diikat seperti ini.
No comments yet. Be the first to leave one.