The first 159 lines.
Selamat malam. Teteh namanya siapa?
Aku Riri.
Teh, perkenalkan, ini Mbak Asih.
Mbak Asih siapa?
Riri pulang dahulu, Mbak.
Kalian menyebutnya "kuntilanak".
-Aku mengenalnya sebagai... -
Mbak Asih.
- -
-Wah. Sudah dipasang. -
Masih bulan depan cucu Ibu lahirnya, 'kan?
Ya, Bu.
Aa sudah tidak sabar.
Supaya cepat keluar katanya.
Ada-ada saja Aa.
Ita!
Nah!
Dari siapa ini, Aa?
Dari teman kantorku.
Bagaimana?
Kelihatannya kereta ini lebih tua dari Ibu, ya?
Ibu bisa saja.
Ya, sementara yang ada dahulu, ya?
-Sesudah aku gajian, kita beli yang baru. -Ya.
Bu!
Aduh, Ibu.
Jangan dikerjakan sendiri atuh.
Bilang kepadaku, biar aku yang pompa airnya.
Ya?
Sudah.
Ayo, Bu.
Bu.
Mandinya tidak bawa handuk?
Terima kasih.
Ita.
Aduh, jangan angkat yang berat dahulu.
-Bilang kepadaku, ya? -Ya.
Ya Allah, Ibu lupa meneruskan angkat jemuran tadi.
-Tidak apa-apa, Bu. -Mari.
Ita, nanti malam aku meronda dahulu, ya?
Kurang enak rasanya. Sudah dua kali aku menolak.
Bawa payung, Aa.
Ya, ini cuacanya aneh.
Gerah, tetapi di luar hujan.
Seperti ini dibilangnya hujan orang mati.
Ibu, tiap hari juga ada orang mati.
-Tiap hari ada yang lahir juga. -
Ini.
Terima kasih.
- -
Aa?
Aa?
Ibu?
Bu?
Ibu?
- - Bagus.
Tarik napas. Sedikit lagi, ya?
- - Tarik napas.
Tahan. Tarik napas.
Tarik napas lagi.
Tarik napas sekarang.
Kuat lagi, Ta. Sedikit lagi.
-Ayo, Ta. Kamu bisa. -
Sedikit lagi. Allah, beri dia kekuatan.
Sudah kelihatan. Terus, Ta.
Terus.
Sedikit lagi!
-Ita, aku berangkat dahulu, ya? -
Amelia, dah.
- Assalamualaikum. -Wa'alaikumussalam.
- Bu, pamit. -Hati-hati, ya?
Ibu bawa Amelia keluar, ya?
Biar kena sinar matahari pagi. Sehat.
-Oh, Sayang. -Terima kasih, Ibu.
Jangan terlalu lama.
Sayang.
Bu?
Ibu?
Bu?
Ibu?
Bu?
Bu?
Sudah siang. Amelia kenapa masih di luar?
Mataharinya sudah terlalu panas untuk Amelia, Bu.
Perasaan tadi sudah Ibu bawa ke sini.
Ibu pasti lupa.
Ita?
Ita?
Ya, Bu?
Ada apa?
Tadi Ibu mendengar senandung. Bukan Ita?
Ibu sudah minum obat?
-Sudah atau belum, ya? -Kenapa tidak yakin, Bu?
Ayo, Ita lihat buku catatannya.
Terima kasih, Bu, jadi merepotkan.
Tidak repot.
Putri saya sudah terlalu besar untuk main boneka.
Bu, apa tidak bahaya Amelia lahir sebulan lebih awal?
Jangan khawatir.
Menurut penafsiran ayat, masa mengandung
sampai menyapih itu 30 bulan.
Jadi, yang penting kamu harus menyusui Amelia sampai dua tahun penuh.
Oh, ya,
sebaiknya jangan taruh ranjang bayi di dekat jendela.
Kenapa, Bu?
Soalnya arwah bisa mengintip.
Sebelum 40 hari, masih rawan.
Jangan dibawa pergi ke luar rumah lama-lama.
Apalagi sewaktu magrib.
Kemarin itu waktu saya bantu kelahiran di kampung sebelah,
ada kabar ada perempuan mati bunuh diri.
Seram, ya?
Apa lagi, jasadnya tak tahu ada di mana.
Dengar-dengar sebelum bunuh diri,
dia bunuh bayinya sendiri.
Bu, tidak usah dilanjutkan ceritanya.
Yang penting, jangan pernah lupa taruh gunting di bawah bantal
supaya setan tidak berani dekat-dekat.
Kau pernah dengar, 'kan? Suara ketukan tiang listrik di malam hari?
Itu tandanya orang pintar sedang lewat.
Tidak ada yang tahu siapa namanya, tidak ada yang tahu berapa umurnya.
Tidak ada yang tahu dari mana asalnya.
Orang-orang kampung sebelah memanggilnya "Abah".
Abah?
Katanya si Abah pasti tahu ke mana perginya perempuan yang bunuh diri itu.
Nah, kalau tiang listrik diketuk satu kali lebih dari angka jam saat itu,
berarti lagi ada sesuatu.
Saya jadi merinding.
Aduh.
Anak cantik, apa kabar hari ini?
Bagaimana Amelia, Bu?
Alhamdulillah, dia sangat anteng seharian.
Pintar, ya? Anak sayang.
Ibu, masuk!
Sudah magrib, Amelia masih di luar rumah.
Ini juga Ibu sudah mau masuk.
Pamali anak bayi di luar rumah saat magrib.
Ta...
lain kali, jangan lagi kau teriak ke Ibu seperti tadi.
Ya, maaf, Aa.
Tadi aku mencemaskan Amelia.
- -
Sayang.
Ta.
Kenapa kau taruh gunting di situ?
Kata Ibu Sekar, jika ada gunting, makhluk halus tak berani mendekat.
Kau berpikir yang tidak-tidak saja.
Bukan berpikir yang tidak-tidak, tetapi perasaanku hari ini tidak enak.
Aa sudah mengubur ari-ari Amelia?
Belum. Tadi pagi aku tidak sempat.
Yang begitu jangan ditunda.
Bahaya.
-Kubur sekarang, ya? -
Ta, Amelia badannya panas.
Cuma sedikit hangat.
Nanti kalau ini ditaruh di keningnya pasti hilang.
Kau kubur ari-arinya sekarang, ya?
Aku makin mencemaskan Amelia.
Belum dikubur, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.