The first 200 lines.
COFFEE PRINCE
Subs VIU
Aku akan mengirim idiot seperti dirimu secepatnya.
Jadi kalian berdua bekerja sama dan berusaha sebaik mungkin.
Aku Go Eun Chan dan aku berusia 24 tahun.
Sepertinya kau membutuhkan uang, jadi aku ingin memberimu pekerjaan.
Tapi aku tak bisa mempercayaimu. Jadi aku menginginkan informasimu.
Baik. Tapi aku ingin kau membayarku di muka.
Satu juta won per pekerjaan. Setengahnya, 300,000, 200,000.
Aku akan memberikan modal.
Kembalikan tiga kali lipat dari yang kuberikan padamu dalam tiga bulan.
Aku putus dengan DK.
Aku ingin bersamamu lagi.
Kau pemilik Kelana, kan?
Aku orang yang mengantarkan susu ke tempatmu.
Ini tempat kerjamu mulai sekarang.
Kenapa tak bicara serius tentang bisnis dengan guru barumu?
Wow, seperti baru kemarin saat kau masih memakai popok.
Bagaimana Joon Pil...
maksudku, kabar ayahmu?
Sudah lama aku tak bertemu dia.
Jadi, kapan kau ingin mulai?
Kita harus membersihkan jaring laba-laba dari tempat ini...
dan menangkap tikus.
Kau ingin mulai hari ini? -Tempat ini kotor.
Kau mau?
Ya.
Kurasa, setiap keluarga memiliki kambing hitamnya.
Kau setidaknya harus mengucapkan selamat tinggal sebelum kau pergi.
Kau benar-benar tak mempunyai sopan santun, ya?
Halo. -Toko membutuhkan beberapa perbaikan, kan?
Apa kau mempermainkanku, nenek?
Kau semakin parah saja.
Ini bukan kafe, ini kandang babi.
Kau tak mau melakukannya?
Kalau begitu, jangan lakukan.
Tapi, aku mengambil rumah dan mobilmu.
Mobilku!
Tunggu.
Aku bahkan tak bisa mengucapkan selamat tinggal pada anak-anak.
Aku yakin kepala sekolah benar-benar menyulitkan.
Itu masalahmu.
Tak peduli berapa sulitnya dia, itu tak bisa diterima.
Jika dia manusia, dia seharusnya tak memperlakukanmu seperti ini.
Nah, bukankah kau lebih menyukainya dari pada aku?
Apa yang kukatakan, hah?
Bukankah aku memberitahumu jangan menyukai Tn. Hong?
Tapi kau tak mendengarkan kata-kataku.
Kau dekat dengan Tn. Hong dan kepala sekolah.
Tapi kau memperlakukanku, yang jatuh cinta dengan ibumu,
seperti orang asing.
Tn. Ku. -Kak.
Ibu. -Apa yang kau lakukan?
Apa kau tahu bagaimana sakitnya Eun Chan sekarang?
Tapi kau bahkan tak menghiburnya.
Apa?
Siapa suka siapa? -Kak.
Yah, bukan itu.
Maksudku adalah, pasti akan ada hari yang terang dan hujan.
Tapi setelah badai akan ada sinar matahari.
Aku tahu bahwa dia terluka oleh kepala sekolah yang tak berguna.
Kebaikan akan datang setelah keburukan,
Kau pasti akan mengalami hal buruk sesekali dalam hidup...
dan yang penting adalah bagaimana kau mengatasinya.
Astaga, tutup mulut!
Oke. Mulutku ditutup.
Keinginanmu adalah perintahku, Kak.
Kau sangat marah, bukan?
Bahkan aku juga merasa sedih akan hal ini.
Tapi dia bukan orang yang buruk.
Dia pasti putus asa hingga bertindak demikian.
Kurasa kita harus memahaminya.
Apalagi yang bisa kita lakukan? Mari kita lupakan saja ini.
Oke?
Kau sungguh baik hati, ibu.
Aku akan pergi mengambil boneka.
Oke.
Siapa itu?
Kami dari agen real estate.
Ayo masuk.
Apa yang kau inginkan?
Tempatmu dijual, kan? Kami di sini untuk melihatnya.
Dijual?
Tempat ini milik Ny. Bang Nam Jeong, kan?
Kami baru saja menerima telpon bahwa...
dia ingin menjual tempat ini secepat mungkin dan dengan harga yang murah.
Bang Nam Jeong?
Aku mengerti kenapa Han Keol begitu marah.
Tapi aku lebih kesal padamu.
Apa yang kau katakan? - Ini keterlaluan, ibu.
Apa yang keterlaluan?
Anakmu yang keterlaluan.
Dia hampir 30. Tapi dia tak memiliki pekerjaan yang layak dalam hidupnya...
dan dia belajar setengah-setengah dan hidupnya tak serius.
Bagaimana bisa kau membesarkan dia seperti ini?
Astaga, nenek.
Katakan saja, jika kau marah padaku.
Kenapa kau menghukum ibu?
Apa itu karena kencan buta?
Artinya itu, kan?
Kau benar. Aku sedikit keterlaluan.
Aku akan lebih tulus tentang hal itu, oke?
Kau telah melewatkan kesempatanmu yang satu itu.
Kau akan dibiarkan sendiri jika kau tak bekerja di kafe?
Baiklah, berikan aku pekerjaan di perusahaan.
Posisi eksekutif akan cocok untukku.
Apa kau pikir Dongin Foods taman bermain?
Perusahaan takkan mempekerjakan pemalas sepertimu.
Astaga, jangan begitu jahat, nenek.
Berikan aku tiga kali dari apa yang kuinvestasikan dalam waktu tiga bulan.
Jika kau berhasil, aku akan memberikan...
bagian dari warisanmu sebelum aku mati.
Ibu, apa yang kau katakan? -Dengan uang sebanyak itu,
kau bisa santai menjalani sisa hidupmu tanpa masalah.
Kau takkan mati, nenek.
Kau masih sekuat seperti orang muda.
Dasar kau! -Lihat apa yang kukatakan?
Kau penuh energi.
Jadi, apa keputusanmu, idiot?
Aku tak tahu. Aku tak ingin menjalankan bisnis.
Aku paling cocok bermain dan senang-senang.
Aku tak tahu...
Robek saja perutku karena aku takkan melakukannya.
Benarkah? Lalu kau bisa mulai dengan merenovasi dulu.
Aku akan memberimu 800,000 won per bulan.
Astaga! Nenek, tak bisa kau tinggalkan aku sendiri?
Kenapa kau mengkhawatirkannya? Biarkan dia terus menjadi pemalas.
Teruslah hidup seperti itu,
dan suatu hari nanti kau akan menyesali hidupmu.
Dan jika tidak, kau bahkan lebih tak berguna dari dugaanku.
Apa kau tak terlambat?
Kau lebih baik bergegas karena masih jauh perjalananmu.
Ibu, aku berangkat.
Kau harus mengenali kemampuanmu dulu, kau anak nakal.
Jika kau tidak, tak ada orang lain yang akan mengenalinya.
Kau membuatku bekerja hari ini.
Kau menyuruhku mencuci piring, membersihkan gudang.
Kau pikir aku siapa, pesuruhmu?
Tak bisakah kau bicara yang lain saat kita bersama?
Kau meyuruhku bekerja, jadi takkan ada keheningan, kan?
Aku menyuruhmu sebab aku butuh bantuan.
Kau berkeringat. Haruskah aku menyalakan AC?
Tidak. Aku baik-baik saja.
Oh, ya. Kau tak suka AC.
Baiklah, selesai.
Kerja yang baik.
Kemarilah. -Kenapa?
Kemari saja, ya?
Kau mau menyuruhku apa lagi?
Aku lelah memakai sepatu baru.
Ada lubang di sini.
Wow, ini sangat lembut dan membal.
Lompat...
Ini sepetak rumput liar.
Oke, aku harus pergi.
Mari kita pergi...
Aku mencium sesuatu yang aneh.
Betapa busuknya! Bantu aku...
Aku akan lari...
Aku lolos. Tempat apa ini?
Ini semua berminyak.
Aku menyerah.
Tempat ini benar-benar lembut.
Monsternya sudah sampai.
Halo, ini aku. Kau di mana?
Aku pulang.
Bisakah aku datang sekarang?
Aku takkan datang jika kau sedang sibuk.
Tidak. Aku takkan bekerja hari ini. Kau bisa datang.
Baiklah, aku akan datang sekarang.
Kau di sini.
Dimana Yu Juk? -Dia sedang mencuci piring. Ayo masuk.
Bagaimana kau tahu bahwa aku sedang ingin minum anggur?
Kupikir kau bahkan tak suka minum.
Kalian berdua tampak lebih saling memahami.
Sudah berapa lama sejak kita bertiga bersama-sama seperti ini?
Sekitar tiga tahun?
Sejak Han Yu Juk meninggalkanmu untuk pria lain tiga tahun lalu.
Kau masih saja menyebalkan.
Mari kita minum.
Kalian berdua terlihat serasi.
Apa kalian sudah rujuk dengan dramatis?
Apa itu dramatis?
Sedikit.
Aku harus pergi. Kurasa aku tamu tak diundang.
Maaf telah mengganggu, Han Seong.
Hei, apa yang kau katakan?
Jangan pergi.
Apa yang salah?
Kenapa kau memintaku untuk datang?
Jika aku tahu kau bersama Han Seong, aku takkan datang.
Kukira kau tak peduli, kan?
Aku satu-satunya orang yang pernah peduli.
Darimana kau datang?
Dari rumah orang tuaku.
Apa kau melihat ayahmu?
Apa itu buruk? Kau tak bisa menyelesaikan masalahmu dengan ayahmu?
Ini sudah berlangsung terlalu lama.
Terlalu lama?
Aku tak memberitahumu tentang masalahku dengan ayahku,
No comments yet. Be the first to leave one.