The first 200 lines.
Sebelumnya di Criminal Minds: Evolution...
Halo, aku David Rossi dari FBI.
Boleh bertanya sedikit?
Siapa itu di rumah kita?
Apa yang kau lakukan?
Kita dalam masalah.
Kita harus pergi. Ya?
Baik.
Elias Voit. V-O-I-T.
Aku butuh semua informasinya.
Kerjanya kriptografi canggih.
Makanya dia selalu di depan kita.
Dia tahu kita mendekat. Dia akan mencoba lolos lagi.
Jatuhkan!
Tyler.
Di sini kau dan aku berakhir.
Semoga beruntung.
AKAN ADA PETUNJUK BERIKUTNYA. INI ATURAN DASARNYA.
LEPASKAN AKU, DIA KEMBALI. JIKA TIDAK?
- Dia tayang. - Kami lihat.
Dave.
Tolong!
28 FEBRUARI 2020
Krystall.
Terima kasih.
Untuk cintamu.
Untuk kesabaranmu.
Aku janji, ini terakhir kali
kita merayakan hari jadi kita
di kantorku.
Entahlah.
Sepertinya
mulutmu menulis cek
yang tak bisa kau cairkan.
Kepala Unit Rossi.
Siapa yang bilang?
- Apa penting? - Tidak, dengar,
Prentiss menerima promosi menjadi Kepala Bagian.
Dia mau JJ
menjadi penggantinya,
tetapi JJ memutuskan mau memimpin
Kantor Lapangan New Orleans.
Jadi, posisi ini jatuh ke pangkuanku.
Kau tahu artinya? Uang?
Bukan, ini biola termungil dunia dan bermain hanya untukmu.
Baiklah, dengar.
- Jujur, aku tidak... - David,
sudah tak terhitung berapa kali kau mengancam pensiun.
Lalu,
kulihat sendiri apa yang kau lakukan.
Aku menjadi sadar,
betapa sedikit orang di dunia
yang tahu caranya.
Cara menghentikan monster.
Maaf, seharusnya aku bilang.
Namun, kini tak penting,
aku akan bilang hal yang sama.
Takdir terbaik pertamamu adalah memimpin BAU.
Aku tahu menikahi siapa.
Aku tak mau kau merasa
harus pura-pura menjadi orang lain bagiku.
Jika mau berjanji sesuatu,
berjanjilah itu.
Aku janji.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
KADAR OKSIGEN 82,7 PERSEN
KANTOR LAPANGAN SEATTLE
Buronan kita Elias Jasper Voit.
Dia bersenjata dan sangat berbahaya.
Kini dia dalam pelarian bersama keluarganya.
Istrinya, Sydney. Kedua putri mereka, Harlow dan Holly.
Berdasarkan profil kita,
mereka tak mengancam.
Namun, kemampuan Voit memanipulasi
bisa membahayakan kalian.
Meskipun begitu,
kita harus menangkap Voit hidup-hidup
karena dia sedang menyandera Kepala Unit BAU David Rossi
di lokasi yang tak diketahui.
Semoga beruntung, hati-hati.
Penelope berupaya
menemukan alamat IP untuk tautan dari Voit.
Sial!
Bajingan kriptografi elite ini yang terburuk.
Kini aku tak yakin
aku melacak tautan asli
atau dia membajak pelacakanku.
Voit akan menduga kita mencoba itu.
Apa yang tak akan dia duga?
Aku tahu di sana gelap
dan kita hanya melihat sekilas,
tetapi ada yang mencolok soal peti kemas ini?
- Tidak juga. Aku fokus pada Rossi. - Aku juga.
Tak diragukan
bahwa Voit akan terus memberi kilasan Rossi di sana.
Penelope,
apa mungkin merekamnya?
Ya, pasti.
Kepala Bagian Prentiss,
aku tak akan bernegosiasi dengan pembunuh berantai.
Selain aku mau melihatnya dalam Daftar DPO FBI,
aku juga mau foto istrinya
dan anak-anaknya di media nasional segera.
Bu Jaksa Agung, dengan hormat,
tindakan itu akan menyebabkan
korban sampingan terbanyak.
Jika tahu tak ada harapan, Voit akan membunuh keluarganya
dan juga David Rossi.
Dia harus dibuat percaya
kita bersedia bernegosiasi.
Negosiasi apa, tepatnya?
Yang masih penting bagi Voit
adalah keluarganya.
Jadi, ada peluang
dia akan mau melepaskan mereka.
Menukar kebebasan mereka?
Tidak bisa.
Aku paham.
Masalahnya, kita tak akan memenuhinya.
Negosiasi akan memberi BAU waktu yang dibutuhkan
untuk menemukan dan menyelamatkan David Rossi.
Aku punya usul.
Untuk saat ini,
mari kita batasi
jangkauan informasi buletin untuk penegak hukum lokal
dan patroli perbatasan.
Saat Voit menghubungi lagi,
setidaknya memberi ruang gerak bagi BAU.
Baiklah.
Baiklah.
Terima kasih, Bu.
Nn. Wilson, tinggallah.
BURNEY, CALIFORNIA
Aku mau ambil ransel.
Ya.
SMA FLOYD FIELD PORTAL MURID
SINYAL BURUK COBA LAGI NANTI
Ayo.
Holly?
Serius?
Apa kataku soal ponsel?
- Ayah, ini penting... - Holly.
Kau harus menurutiku.
Makalah harus diserahkan, jika terlambat...
Itu tak penting.
Akan kujelaskan kepada gurumu saat waktunya tepat.
- Ayah! - Hanya ponsel.
Kubelikan yang baru, sekarang
bantu aku menjaga keluarga ini.
Paham?
Ada apa?
Rumit.
Namun, jika cerdas, kita melaluinya.
Masuklah, bantu ibu dan adikmu beres-beres.
He, tautannya aktif.
Aku tahu yang kau lakukan, Lee.
Aku jadi alat penawar,
tetapi tak akan...
Halo, tolong bicara dengan Wakil Direktur
Douglas Bailey.
- Aku Emily Prentiss, Kepala Bagian... - Tidak.
Aku bicara dengan Wakil Direktur dalam lima menit,
atau kau bisa memintanya
membuat konferensi pers untuk menjelaskan
alasan membiarkan agennya mati padahal bisa diselamatkan.
"Manusia tak bisa memiliki apa pun selama dia takut kematian.
Namun, bagi yang tak takut, semua dimilikinya."
Leo Tolstoy.
Tak masuk akal. Kenapa aku?
Kenapa bukan direkturnya?
Voit memilihmu karena kau menjadi
wajah penyelidikan Sicarius.
- Kau gagal. - Aku tak gagal.
Kau tak menjelaskan bahwa Benjamin Reeves bukan Sicarius.
Kini Voit mau memanfaatkan itu.
Menjelaskan Reeves bukan Sicarius...
Aku hanya bilang kebenarannya.
Voit ahli profil.
Dia mempelajarimu.
Jika membuatmu lebih tenang,
tak ada untungnya memanipulasiku.
Aku tak punya wewenang.
Voit tahu itu.
Jadi, pasti ada segi lain.
Dengan nyawa Rossi taruhannya.
Kau siap?
Dia membuka tautan komunikasi.
Tinggal menghidupkan suaranya.
Jika kau tak bisa, katakan.
Ini Wakil Direktur Bailey.
He, Doug.
Siap bersepakat?
Aku langsung saja.
Saat ini,
buletin pencarian orang disebarkan kepada polisi dan patroli perbatasan.
Benar.
Cabut.
Namun, hanya 24 jam.
Sesudahnya kau tak akan mendengar dari aku atau keluargaku lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.