The first 200 lines.
911.
Apa keadaan daruratmu?
Halo?
Hai. Ayahku dia...
- Dia berkeliaran... oh - Apa?
Dia berkeliaran sambil membawa pisau di rumah.
Apa dia mengancam seseorang?
Dia menyakiti ibuku.
Dia berdarah di lantai.
Kau tidak tahu di bagian mana berdarahnya.
Kupikir ibuku sudah meninggal.
Kau di sana? Bagaimana dia menyakitinya?
Dengan pisau!
- Kau suka pepperoni? - Ya.
Oke terkadang aku suka.
Hai kawan-kawan, aku ada janji jam 1:00 dengan Benjamin Newman.
- Oh. - Pribadi.
- Aku perlu berkasnya. - Oh, tentu.
- Smedley. - Ya Pak.
Benjamin di dek observasi...
- tangani. - Baik.
Ini, Dokter Graves.
Terima kasih banyak.
Selamat malam Benjamin.
Masih mengenakan topeng rupanya.
Kau diam saja sepanjang sesi ini.
Diam belum tentu buruk.
Memberimu waktu merenung.
Untuk memahami apa yang kita simpan di dalam.
Jadi kupikir sudah saatnya kita melangkah.
Aku membawa sesuatu.
Silakan.
Gambarlah sesuatu.
Keluarga Benjamin itu, apa keluargamu?
Selalu kembali ke malam itu.
Benjamin. Benjamin.
Benjamin. Benjamin.
Benjamin. Benjamin.
Mungkin kita harus berhenti malam ini.
Permainan apa yang mau kau mainkan?
Benjamin...
Benjamin sialan!
Ah!
Aah!
Aah!
Benjamin.
Sialan! Sialan!
Benjamin...
Tidak ada permainan lagi, Benjamin.
Pojok bawah.
Aaah!
Aaah!
Oh Tuhan!
Oh Benny.
Benny, apa yang kau lakukan?
Lihatlah kekacauan yang kau buat.
Kau melakukannya dengan sangat baik.
Kau manis sekali.
Manis sekali. Benny-ku tersayang.
Tapi lihat...
Aku akan urus ini semua tapi kau harus keluar dari sini, oke?
Ayo.
Kumohon, akan kuambilkan sepasang pakaian.
Aku mau kau menemukan tempat yang aman untuk bersembunyi.
Ayo, ayo, Benny.
Benny, Benny, Benny.
Ssst, ssst, ssst, ssst.
Oke, pakai ini.
Dan temukan tempat yang aman untuk bersembunyi.
Beri aku waktu sehari untuk membereskan ini, Benny.
Hubungi aku di nomor ini besok tengah malam.
Ya.
Oke.
Benny...
Benny, jangan buat masalah lagi kali ini.
Jadilah anak yang baik.
Aku tidak tahu kenapa kau terus menyembunyikan wajah manis itu.
Menakjubkan.
Aku menyayangimu.
Oke. Oke, pergi
Pergi.
Telepon aku.
Telepon aku. Pergi.
Hati-hati.
Kau sedang mendengarkan KSWX7 Seattle.
Selamat pagi Seattle. Berita terkini.
Kematian di depan pintu.
Haruskah Halloween dibatalkan karena ada pembunuh yang mengintai di jalanan?
Ini dan masih banyak lagi di awal jam ini.
Amber?
- Ya. - Apa yang kau lakukan?
Aku membersihkan sedikit.
- Kau butuh bantuan? - Tidak.
Kau yakin?
Aku yakin.
Aku pandai membersihkan.
Aku tahu kau Wyatt.
Bisa kau membersihkan pizza itu?
Ada yang membuat kekacauan di dapur.
Oke, ehm...
Ini ulang tahun Patti. Ada kue di ruang istirahat. Oke.
Oke, aku akan segera ke sana.
Oke. Sampai jumpa.
- Oke. - Oke.
Benny, kau akan jadi penyebab kematianku.
Xan tunggu!
Siapa nama pasien yang kau keluarkan tadi?
Yang satu Crystal Johnson, yang satunya Benjamin Newman.
Kita membebaskan Pasien yang salah.
Benjamin Newman adalah pembunuh berantai gila.
Dia sudah jadi pasien kita selama 17 tahun.
Dia menderita kelainan yang disebut identitas disosiatif.
Dia merasa dirinya masih anak-anak, dan merasa senang saat membunuh.
Dia memotong-motong bagian tubuh orang tuanya
dan memainkannya seperti potongan dalam permainan papan.
Nama Newman ada di formulir yang kau berikan.
Kau harusnya memeriksa nomor ID gelang dengan ID formulir dengan nama.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Haruskah kita mencarinya?
Kita harus menelepon polisi.
Kita bisa dipenjara berat karena ini.
Kita tidak bisa memanggil polisi.
Dan akan sedikit gila jika mencari seorang pembunuh.
Kita harus menghilangkan jejak apa pun yang menunjukkan dia di rumah sakit ini.
Lihat aku.
Kau mau masuk penjara karena ini?
Kita harus menghilangkan semua bukti Benjamin Newman di rumah sakit ini.
Hei! Ayah mau kita turun.
Jadi, apa yang kau kenakan saat Halloween?
Aku tidak terlalu yakin. Yang kutahu, aku mau busur dan anak panahku.
Mungkin pisau atau apa pun.
Tahun ini, aku mau melakukan apa pun yang imut.
Kapan kau pernah jadi imut?
Kau biasanya jadi detektif atau semacamnya.
Atau tahun lalu kau jadi... makhluk yang seperti penyihir.
Benda yang tampak seperti penyihir itu sangat lucu.
Aku dapat banyak pujian untuk pakaian itu.
Wah.
Ini mengerikan.
- Dari mana kau dapat benda ini? - Aku membuatnya tadi malam.
Kau yang membuatnya?
Ya. Dan berhati-hatilah.
Aku tidak mau kau merusaknya.
Jadi apa yang ayah inginkan?
Aku tidak tahu, tapi cepatlah.
Ayo makan dan pergi ke sekolah.
Sejak kapan kau peduli ke sekolah lebih cepat?
Karena aku memutuskan mau minta Laura ikut denganku ke pesta malam ini.
Aku akan mengajaknya sebelum atlet lain.
Baiklah, beri tahu aku jika kau butuh nasihat adik.
- Terima kasih, tapi kurasa aku bisa sendiri. - Ah hah...
Ayo, cepat. Kita turun.
Baiklah, aku masih harus menata rambutku.
Oke, baiklah, ayo turun ke bawah, makan dulu,
kau bisa datang ke sini dan menyelesaikan persiapan.
Oke.
Kupikir ayah punya sesuatu yang serius yang mau dibicarakannya.
Selamat pagi Halloween yang bahagia.
- Hai. - Kalian baik-baik saja?
Tommy, bisa kau ambilkan susunya?
Tommy.
Kenapa kau makan begitu cepat?
Pelan-pelan saja dan nikmati makanannya.
Dia mau ke sekolah tepat waktu agar dia bisa mengajak seorang perempuan.
Benarkah?
Siapa perempuan yang beruntung itu?
Dia perempuan yang duduk di sebelahku di salah satu kelasku.
Dia pikir dia menyukaiku, jadi aku akan mengajaknya keluar.
Baiklah.
Jadi ayah, apa yang mau ayah bicarakan?
Kau membaca berita pagi ini?
Menonton beritanya.
- Hah? - Tidak, tentu saja tidak.
Ada orang yang dibunuh tadi malam, hanya beberapa blok dari sini.
Ada yang menyelinap masuk melalui pintu belakang rumahnya.
Apa? Mereka bilang siapa orang itu?
Tidak, mereka hanya bilang dia pemilik toko perangkat keras tua di luar kota.
Pembunuhnya belum tertangkap.
Istrinya pulang ke rumah dan menemukannya tewas ditikam di kamar mandi mereka.
Mungkin itu istrinya.
Hampir selalu pasangannya.
Kupikir tidak.
Itu agak aneh, mengingat si pembunuh mencuri satu set pisau, dan kostum Halloween orang itu.
Kostum Halloweennya?
Yah, kuharap polisi menangkap pelakunya.
Ya, aku yakin mereka akan menangkap pelakunya,
tapi aku harus menyelesaikan persiapan, jadi sampai jumpa.
Tunggu, ambilah daging asap ini.
- Tidak, Ayah. - Kenapa dia tidak menyukai daging babiku lagi?
- Aku mau. - Aku yang masak, tapi dia tidak mau makan daging lagi.
Dia mencoba adi vegetarian.
Aku tidak mengerti anak-anak zaman sekarang.
- Ada apa dengan kalian, anak-anak? - Kau menjebakku dengannya?
- Aku sedang mencoba... - Aku tidak lagi pakai riasan. Kau lihat aku di luar sana?
- Mungkin kau harus pakai riasan. - Maksudnya apa?
Aku tidak tahu, kalian jadi aneh sekali.
Kau tahu.
Kesenjangan usia.
- Hei, kau sudah siap? - Ya.
Aku siap keluar pintu.
No comments yet. Be the first to leave one.