Release info

ㅡ As Long as You Love Me ㅡ EP21 Indo
ㅡ As Long as You Love Me ㅡ EP22 Indo
ㅡ As Long as You Love Me ㅡ EP23 Indo
ㅡ As Long as You Love Me ㅡ EP24 Indo
A Commentary by skysoultan
WeTV

Tags

other
Published on: 2020-05-08
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 194 lines.

Sub by WeTV & Synced by skysoultan

♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Anggap rumah sendiri. Duduk dan makanlah.

Baik.

Ketua Zhou, kemeja ini terlihat bagus kau pakai.

Ada apa?

A Yan, tiup lilinnya dan katakan harapanmu,

kita merayakan ulang tahunmu.

Kemeja Ketua Zhou pas dia pakai. Lebih baik dia tetap sehat.

Kue tart memiliki banyak kalori.

Xiaomeng, kau tahu aku tak suka merayakan ulang tahun.

Meniup lilin dan makan kue tart hanya untuk anak-anak. Lupakan.

Ayo kita minum.

Bersulang.

Selamat ulang tahun, Ketua Zhou.

Semoga tendernya sukses. Aku merasa terhormat makan malam denganmu.

Ini hanya makan malam biasa.

Kau senang dengan hadiahku?

Itu hadiah yang indah. Terima kasih.

Sama-sama.

Sebentar.

Xiaomeng, kau datang.

Bagaimana kabarmu, Direktur Lin?

Aku baik-baik saja.

Tampaknya kau tak sehat.

Apa kau sakit?

Aku baik-baik saja. Semalam aku kurang tidur. Masuklah.

Hari ini A Yan ulang tahun. Aku berpikir merayakan dengannya.

Aku tak mengira dia dan Sun...

Dia sibuk sekali.

Dia buru-buru makan dan kembali ke kantor.

Tak sempat makan kue tart.

Aku pikir memberikannya ke Tiankong dan mengunjunginya.

Ini kue tart A Yan.

Ada apa, Direktur Lin?

Tidak ada.

Xiaomeng, kau datang.

Bagaimana kabarmu, Tiankong?

Akhir-akhir ini dia tak sehat, mungkin karena kesepian.

Kondisinya lebih buruk daripada saat di pusat kesejahteraan.

Aku sudah memikirkan cara menghiburnya sedikit,

tapi aku tak ada ide.

Baguslah kau di sini.

Sebenarnya aku datang untuk membahas sesuatu.

Apa?

Menurutku kita harus membuat pameran seni,

memamerkan lukisan Tiankong

dan juga lukisan anak lain di pusat itu

sebagai cara mendorong ketertarikannya menggambar.

Pameran seni untuk Tiankong, itu ide bagus.

Tapi juga tak mudah dilakukan.

Jangan khawatir. Akan kuurus.

Aku yakin pameran seni itu akan sukses.

Pameran seni apa?

Tiankong, kau ingin memamerkan lukisanmu pada semua orang?

Ya, aku ingin seluruh dunia melihat gambarku.

Bagus, aku akan melakukannya dan membuat keinginanmu terkabul.

Ayo, makan kue tart.

- Silakan. - Ayo, makan.

Mari kita makan kue tart!

Kau sudah lama tak makan kue tart?

- Ya. - Tiga, dua, satu.

- Kau senang? - Ya.

Ayo, kita potong.

Ya.

Kita potong berdua?

- Ini. - Bagus.

Potonglah.

A Yan,

selamat ulang tahun.

- Kau mau makan apa? Stroberi? - Ini.

Siap.

- Bagus. - Perhatian, semuanya.

- Ayo. - Tiga, dua, satu. Mulai.

Anak-anak tersayang.

Aku Kakak Tongtong.

Hari ini, Kakak Tongtong akan mendongeng.

Judulnya Merak Yang Sombong.

Pada zaman dahulu,

semua burung menghormati merak sebagai raja segala burung.

Namun, itu membuat merak menjadi sombong.

Dia mulai meremehkan binatang lain.

Bahkan mulai membenci teman-temannya sendiri.

Bulu merak sombong yang terbakar

berubah menjadi hitam.

Semua orang mulai melupakannya.

Kemudian, burung hitam pergi ke hutan.

Dia berteriak dengan suara serak, semua memanggilnya gagak.

Baik, Anak-anak.

Itu akhir acara kita hari ini. Sampai jumpa lagi.

Cut! Selesai.

Terima kasih, semuanya.

Kami sudah merekam beberapa episode. Akhirnya selesai.

Ayo, makan.

Qiao Zhen, sebenarnya aku ke sini untuk minta tolong.

Apa?

Aku ingin mengadakan pameran seni untuk anak-anak.

Aku ingin minta saranmu.

Itu takkan mudah.

Kenapa punya ide ini?

Kau masih ingat anak bernama Tiankong?

Ya.

Dia selalu bermasalah dengan matanya.

Tapi belakangan ini, sudah memburuk.

Tak lama lagi, dia akan kehilangan kemampuannya

membedakan warna dasar.

Dokter menyarankan dia harus mengoperasi korneanya.

Tapi Tiankong keras kepala.

Dia takut ke rumah sakit dan menolak perawatan apa pun,

jadi, kondisinya memburuk.

Tiankong suka menggambar,

jadi, aku ingin membuat pameran kecil untuknya.

Aku punya ide untuk temanya, "Warna Langit".

Pameran seni tak hanya mendorong Tiankong,

juga akan menghibur anak lain

dan meningkatkan kesadaran soal anak dengan gangguan penglihatan.

Menurutmu akan berhasil?

Menurutku itu ide bagus. Aku akan sepenuhnya mendukungmu.

Tunggu sebentar.

Aku akan konsultasi dengan atasanku di saluran ini.

Terima kasih banyak. Kau selalu sangat membantu.

Tak perlu bilang begitu.

- Tunggu aku. - Tentu.

Xiaomeng.

Sedang apa di sini?

Zitong.

Ada yang perlu kudiskusikan dengan Qiao Zhen.

Ya.

Aku melihatmu rekaman. Itu bagus.

Aku tahu kau lebih baik dariku.

Xiaomeng.

Aku sering bilang ke direktur

bahwa aku ingin kau kembali, tapi...

Terima kasih, Zitong.

Tapi aku tak ingin lagi menjadi sorotan.

Kau melakukannya dengan baik.

Sekarang, aku bisa mengunjungi kalian kapan saja.

Itu membuatku senang.

- Xiaomeng. - Bagaimana?

Setelah mendengar pameran itu, Atasanku akan mendukung.

Mereka bisa membantu organisasi dan promosi.

Tapi kau harus mencari tempat sendiri.

Tempat?

Baiklah, aku bisa.

Aku akan mencari sekarang.

Xiaomeng, kau mau pameran?

Ya, jika ada waktu, mampirlah.

Bukankah kau bilang tak suka menjadi sorotan?

Bagaimana jika melakukan ini menyebabkan gosip?

Aku...

Ini untuk amal. Itu bagus.

Dia tak melakukannya untuk dirinya, jadi, jangan berkata tidak-tidak.

Zitong, jangan salah mengerti.

Aku ingin melakukan untuk anak-anak.

Pameran ini tak ada hubungannya denganku.

Benarkah?

Yang kudengar mengingatkanku pada masa lalu.

Bagaimana jika lainnya berpikir sama?

Hanya orang jahat punya ide itu.

Dengan hati yang baik, Xiaomeng tak takut.

Baiklah, Qiao Zhen.

Mari mulai mempersiapkan.

Tempat akan menjadi tantangan terberat.

Kau yakin bisa menanganinya?

Tak apa-apa.

Aku akan berusaha sebaik mungkin.

Sampai jumpa.

Halo. Ini menu kami. Silakan pilih.

Terima kasih.

Tahu tidak, Xiaomeng?

Hari ini, Ketua Zhou memberiku banyak pekerjaan.

Tapi aku segera datang saat kau menelepon

karena ini pertama kali kau mengajakku.

Sebenarnya, aku ingin meminta tolong kepadamu.

Tentu. Aku akan mencoba yang terbaik untuk membantumu.

Kami butuh gedung pameran.

Tak perlu yang besar.

Hanya butuh beberapa hari.

Kenapa butuh gedung pameran?

Kau tahu Tiankong, anak di pusat kesejahteraan?

Ya. Dia penggemar kecilmu.

Belakangan ini dia sakit dan butuh operasi.

Namun, dia memiliki masalah,

jadi, aku ingin mengadakan pameran untuk menghiburnya.

Sekarang, kita hanya butuh tempat.

Aku minta tolong padamu.

Kenapa aku?

Bagaimana dengan A Yan?

Bukankah dia lebih mampu?

Ini urusanku.

Begitu rupanya.

Apa imbalanku jika bisa membantu?

Kau memang pengusaha.

Akan bagus jika kau bisa membantu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left