The first 200 lines.
Agen Rupert Flemming!
Bagaimana keadaan di sana?
Jangan! Ya Tuhan! Jangan!
Kumohon!/ Rupert?
Tolong jangan! Jangan!/ Rupert?
Rupert?
Rupert? Rupert?
Maaf, Agen Flemming tidak bisa menjawab telepon sekarang.
Siapa ini? Apa yang terjadi?
Rupert?!
Siapa ini?/ Dia sedang sibuk sekarat,
Agen Ryan.
Tapi aku punya pesan untukmu.
Berhenti mengejarku, atau ada agen lagi
yang mengikuti temanmu Rupert
ke alam baka.
Tidak!
Panggil Miguel Vega, Interpol.
Avery, selamat sudah mendapat jabatan.
Kudengar kau dipromosikan.
Barcelona, kenapa?
Rupert?
Aku segera terbang.
Bor berkekuatan penghancur.
21 inci, 1.500 RPM.
Memotong apa saja.
Metal, beton,
daging, dan tulang.
Penyiksaan yang mengerikan, eksekusi dengan kekerasan.
Ini Python.
Ya, kukira namanya peretas itu tetap di belakang komputer.
Python berbeda, dia satu dari yang paling berbahaya
dari diler narkoba cyber yang pernah kita hadapi.
Dia tidak punya masalah masuk ke dunia nyata
untuk membunuh siapa pun yang menghalangi.
Tapi agen Interpol? Itu agak berisiko, `kan?
Rupert pasti tersandung sesuatu
yang membuat Python benar-benar tidak ingin keluar.
Sesuatu yang cukup untuk membunuh agen agar terlindungi.
Miguel, apa yang Rupert lakukan di sini?
Dia sedang menemui informan.
Aku tidak tahu itu soal Python.
Rupert bersumpah dia akan menjadi agen yang meringkusnya.
Kau benar-benar bicara dengan Python?
Kau dengar suara si bangsat itu di telepon?
Ya.
Saat teleponku berdering, kukira itu Rupert.
Berhenti mengejarku!
Aku belum bilang pada istrinya, Diana.
Aku...
tidak tahu harus bilang apa.
Hubungi dia, Miguel.
Lebih baik dia tahu dari kau.
Bukan dari berita
atau orang asing dari Biro.
Ya.
Setahun lalu, Rupert menyelamatkan nyawaku.
Dan aku malu tidak bisa melakukan hal yang sama padanya.
Tidak ada yang bisa kau lakukan.
Aku akan menghubunginya.
Nomor serinya ditutup.
Itu caranya Python.
Menghilangkan nomor seri dari senjata yang dia pakai.
Dan meninggalkannya di TKP.
Begitulah dia selalu kabur.
Jadi jika dia pernah begini, kau pasti punya senjata yang lain, `kan?
Ya, enam.
Masing-masing dari pembunuhan Python yang sebelumnya.
Semua di lemari barang bukti FBI.
Semua nomor serinya ditutup.
Ya, aku mau melihat semua itu.
Bisa diurus?
Rupert Flemming sedang menemui seseorang,
jadi aku minta Interpol
mengirip gambar dari laptopnya.
Aku sudah masuk dua kali
coba mencari komunikasi
dengan informan anonim New York.
Tidak ketemu apa-apa.
Sama seperti ponselnya Rupert,
tidak ada tanda perusakan.
Jika Python tidak meretas perangkat Rupert,
bagaimana dia tahu dirinya berada di New York?
Kemampuan Python memang legendaris.
Apa mungkin dia meretas Interpol?
Itulah yang aku kira.
Jadi aku memindai
jaringan Interpol.
Mereka mencari jejak
kerentanan yang diketahui, tidak ketemu apa-apa,
dan mereka menganalisa semua perangkat pegawai,
dan masih tidak menemukan perusakan apa pun.
Aku tidak tahu bagaimana Python tahu pertemuan Rupert.
Tahu entah bagaimana.
Kita cari tahu, mungkin kita bis apakai itu untuk melacaknya.
Apa yang akan DB katakan?
Tidak tahu, bercerita tentang
bakteri mengerikan yang dia temukan mungkin.
Tapi dia juga memberi tahu kita, jika kita tidak bisa
menemukan petunjuk dari barang buktinya,
kita harus harus mencari apa yang hilang.
Kekosongan.
Interpol mengirim data melalui kabel fiber optik.
Coba lihat keluaran dayanya.
Tunggu, Raven, coba lihat itu.
Apa yang kau lihat tiga hari lalu?
Aku lihat sedikit penurunan
di keluaran cahaya jaringan optik.
Tepat.
Itulah yang hilang.
Cahaya? Itu yang hilang?
Ya.
Kabel fiber optik berada di bawah samudera
dari Eropa ke Amerika.
Mereka membawa data dari jarak jauh dalam kecepatan cahaya.
Jumlah yang sama dari cahaya yang berangkat dari satu ujung
selalu sampai ke ujung yang lainnya.
Kecuali tiga hari yang lalu.
Pythong pasti menaruh penyadap
di kabel fiber optik Interpol,
menghubungkan kantor Amerika ke markas Eropa
dan mulai mencuri data.
Ini penyadapan fiber.
Flash Boys, Wall Street.
Saluran langsung, pertukaran lebih cepat.
Krumitz, kau bahkan tidak lengkap kalimatnya.
Coba ini.
Ini sodamu?
Ya.
Kalau aku lubangi...
Baik, nanti bocor,
jadi aku dapat sedikit./ Tepat sekali.
Sama halnya dengan kabel fiber optik.
Python menyadapnya, membuat lubang.
Jadi hanya sekian dari data cahaya yang dibawa
berhasil sampai tujuan dari Eropa ke Amerika.
Jadi peretasannya tidak disadari
oleh Interpol selama 72 jam.
Kurasa aku bisa mencari di mana fiber optik yang bocor
jika aku mengukur perjalanan waktu informasinya sebelum menurun.
Itu menuntun kita ke penyadapnya Python.
Jalan.
Raven bilang penyadapnya di sini.
Memang.
Koordinat GPS-nya menandapat penyadap itu
tepat di tengah ruangan ini.
Aman.
Aman!
Aku semakin dekat.
Aku berdiri tepat di atasnya.
Papan lantainya sudah dipotong.
Teman-teman, di sini!
Aman!
Aku dapat lubang, dengan kabel fiber optik yang terbuka
dan laptop. Kita temukan penyadap fiber Python.
Nelson, ini komputernya.
Baiklah, aku mulai analisa forensi di komputer Python.
Ini semua yang dikirim
melalui kabel fiber optik Interpol.
Maksudmu, semua yang dicuri Python dengan penyadap fibernya.
Benci untuk kuakui,
tapi aku jadi iri.
Aku juga. Laptol yang kutemukan di lubang
menjalankan software penyerap yang mengisolasi surel Rupert.
Dan kodenya rumit sekali untuk ditulis.
Jadi begitulah cara Python tahu tentang pertemuan Rupert.
Python jago.
Kawan-kawan, Python adalah pembunuh psiko.
Jadi kita bisa berhenti memuja black hat itu?
Baiklah, sedang kutulis software pendekripsinya.
Aku baru menemukan surel dari Rupert
kepada informannya, yang mengarah pada "Darko."
Avery, Miguel?
Kalian harus lihat ini.
"Aku punya sesuatu yang kau mau.
"Sesuatu yang Python tidak ingin kau miliki.
Mari bertemu."
Baiklah, dapat dua surel lagi,
mengatur pertemuan, waktu dan lokasi.
Ini cara Python menemui Rupert.
Tapi apa yang terjadi pada Darko?
Apa dia muncul di pertemuan itu?
"Tidak bisa bertemu hari ini. Terlalu berisiko.
Maaf."
Tunggu, ini surel yang dikirim
sepuluh menit setelah waktu pertemuan yang ditentukan.
Baiklah, entah bagaimana,
Darko sadar kalau Python mengikutinya.
Kalau Darko tidak jadi bertemu,
mungkin dia masih hidup.
Itu bagus untuk kita.
Dia punya sesuatu yang membuat Python takut.
Ya, tapi apa?
Ini.
Aku baru mengenkripsi surel yang lain.
Dia tahu nama asli Python?
Keanoniman adalah segalanya di Deep Web.
Darko ini memegang kunci identifikasi dan sangkar dari ular ini.
Kita harus temukan Darko sebelum Python membunuhnya
dan bergerak bebas kembali ke Deep Web.
No comments yet. Be the first to leave one.