Release info

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E30-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi
Untuk ep 27, terjadi kesalahan ... Jika sudah bagus/diperbaiki akan saya up ok

Tags

other
Published on: 2022-07-19
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mungkin itu ibumu.

Bukan.

Halo?

Ya, Dokter.

Ibuku?

Apakah serius?

Sayang.

Sayang!

Kenapa kau tidak memberitahuku?

Apa ibumu terluka?

Ya, dia jatuh dari ranjangnya.

Bagaimana bisa? / - Entahlah.

Dia mungkin patah tulang,

jadi, mereka membawanya

ke rumah sakit universitas untuk melakukan tes.

Aku...

Biar kuantar.

Jangan mengemudi dalam kondisi seperti ini.

Astaga. Aku...

Tunggu. Aku harus bagaimana?

Sayang.

Mereka sudah selesai dengan tes ibumu.

Dia akan segera kembali.

Itu dia.

Tolong hati-hati.

Hati-hati.

Ibu.

Astaga. Aku baik-baik saja.

Maafkan aku.

Kenapa Ibu meminta maaf?

Ibu pasti takut.

Aku ceroboh.

Ibu, aku akan bicara dengan dokter Ibu.

Tidurlah jika bisa.

Tentu.

Ayo kita temui dokternya. / - Baiklah.

Ini fraktur pinggul.

Fraktur pinggul?

Maksudmu tulangnya patah.

Apa operasi bisa menyembuhkannya?

Kurasa operasi bukan cara yang tepat.

Aku ragu dia bisa pulih

dari itu.

Ada batas usia yang harus dipertimbangkan,

dan fungsi kognitifnya jauh di bawah rata-rata.

Ginjalnya juga melemah.

Operasi tampak berisiko baginya.

Semua operasi berisiko.

Dia masih bisa pulih sepenuhnya

jika menjalaninya, bukan?

Tulangnya tidak akan retak lagi,

tapi proses pemulihannya bisa berdampak buruk.

Selain itu, komplikasinya

bisa membuatnya berada dalam situasi yang buruk.

Jika dia keluargaku,

aku tidak akan nyaman merekomendasikan operasi.

Apa ada cara lain

selain operasi?

Untuk saat ini,

kita bisa memberinya pereda nyeri dan nutrisi

agar dia merasa nyaman.

Lalu kita akan mencari cara.

Baik. Tolong jaga dia baik-baik.

Kami akan mengabarimu keputusan kami

mengenai operasinya.

Benar. / - Terima kasih.

Apa pendapatmu tentang operasi?

Kurasa dia tidak perlu melakukannya.

Tapi tanpa operasi, dia akan terbaring sakit.

Tulangnya tidak akan sembuh sendiri secara alami.

Tapi operasinya sendiri berbahaya.

Bagaimana jika ada masalah setelah itu?

Astaga.

Aku tidak tahu di mana semuanya.

Kapan pembantu datang?

Nenek. / - Ya?

Kenapa sendirian di rumah?

Ibu dan ayahmu ditelepon bahwa nenekmu jatuh,

jadi,

mereka di rumah sakit.

Apa dia terluka parah?

Entahlah. Mereka belum menelepon.

Kau turun untuk makan?

Tidak. Aku sudah makan. Aku akan berangkat kerja.

Kau harus makan.

Aku tidak tahu di mana tempatnya.

Kau harus makan dengan Mirae.

Halo?

Kau sedang tidur?

Ya. Bagaimana denganmu, Sayang?

Kau memanggilku "sayang" dengan sangat alami.

Aku tidak memikirkannya, itu terucap begitu saja.

Kenapa aku melakukan itu?

Entahlah. Kenapa kau melakukannya?

Di mana kau?

Aku di firma hukum.

Staminamu banyak. Kau juga mengemudi.

Kau harus melatih staminamu.

Mau berolahraga denganku?

Aku tidak suka berolahraga.

Kau tidak perlu melakukannya.

Jangan lakukan apa pun yang tidak kau suka.

Aku suka kau berkata begitu.

Kau bisa menolak permintaan yang akan kuajukan.

Ayahku ingin bertemu denganmu. Kau bersedia?

Aku mau.

Aku harus, karena dia ingin bertemu denganku.

Kalau begitu, akan kuberi tahu dia.

Baiklah. Beri tahu aku di mana dan kapan.

Baiklah.

Mirae. / - Ya?

Kau baru bangun?

Aku pulang terlambat.

Bisakah kau membuatkan Nenek sarapan?

Kenapa? / - Ibu dan Ayah

pergi ke rumah sakit karena Nenek Miyoung terluka.

Apa?

Aku pergi.

Baiklah.

Setidaknya, dia mengukus nasi.

Nenek!

Apa yang terjadi kepada Nenek Miyoung?

Kau harus menelepon dan bertanya. Entahlah.

Mirae, kau mau makan?

Nenek, aku akan menyiapkan sarapan untuk Nenek.

Sayang, bukankah kau harus makan sesuatu?

Nanti saja.

Aku akan membeli makanan untuk kita.

Ini salahku.

Jika aku tidak meneleponnya,

dia tidak akan menjawab teleponku.

Maka dia tidak akan jatuh dari ranjang.

Astaga, kenapa kau bilang begitu?

Itu benar.

Ini baru permulaan.

Jangan menyiksa dirimu seperti ini.

Kau harus tetap kuat.

Aku terus merasa itu salahku.

Ini Mirae.

Hei, Mirae.

Kenapa Ayah menjawab telepon Ibu?

Ibumu tidak bisa menjawab telepon sekarang.

Kenapa?

Dia agak lelah.

Ada apa?

Aku ingin ke rumah sakit. Beri tahu lokasinya.

Pak Choi. / - Ya?

Ayahku akan datang dengan klien saat makan siang.

Bisa pesankan makan siang untuk kami?

Apa yang kau inginkan?

Bu Sim, kau di sini.

Hai. / - Apa rapatmu lancar?

Ya. Pak Lee.

Ada apa?

Mereka ingin menaikkan biaya sewa sepuluh persen.

Mereka menyukai kita dan bilang citra gedung naik

karena kita.

Haruskah kita pindah?

Tidak.

Aku akan bernegosiasi dan meminta diturunkan.

Sudah kuduga.

Ayahku akan datang nanti.

Untuk menemuiku?

Kehadiranmu belum sebesar itu.

Lalu ada urusan apa?

Ayahku dan aku mensponsori anak-anak.

Aku hanya menyumbangkan bakatku.

Lalu?

Ayahku tahu kau dan kakakku berpacaran.

Menyapa atau tidak, itu terserah padamu. Mengerti?

Hei.

Astaga.

Kau tidak bisa pergi begitu saja.

Apa maksudmu? / - Beri aku nasihat.

Aku harus menyapa atau tidak?

Periksa jadwalmu dahulu.

Jika kau ada rapat, tidak perlu memilih

karena kau tidak akan bisa menemuinya.

Astaga. Aku berada di persimpangan lagi.

Aku harus menyapa atau tidak?

Benar juga. Jadwalku.

Maksudku berusahalah lebih keras.

Ya?

Dokter Lee. Lee Jonggu datang untuk janji temunya.

Benar juga.

Tunggu. Bu Lee.

Apa yang Seongsu lakukan untukmu

saat dia memintamu menikahinya?

Kau akan melamar Bu Sim?

Tidak, bukan begitu.

Jika mau melamar,

kau harus menjadikannya berkesan.

Saat menikah,

pada akhirnya kau akan menghadapi rintangan.

Tidak, kau akan terus menghadapi rintangan.

Tapi satu-satunya hal yang membantumu

mengatasi rintangan itu

adalah kenangan saat dia bersikap baik kepadamu.

Ya?

Pak Lee.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left