The Mentalist

The Mentalist

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Mentalist S02E02 The Scarlet Letter NF WEB-DL WEBRip
A Commentary by LinKy

Tags

webdl
netflix_synced
Published on: 2026-08-20
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ada keributan apa?

Kau tidur di dalam mobil saat pengarahan Lisbon, 'kan?

- Nyenyak sekali. - Nama korban Kristin Marley.

Dia bekerja di gedung DPR negara bagian untuk seorang senator wanita.

Hilang tiga hari yang lalu.

Menurut rumor, dia selingkuh dengan suami si senator.

- Aku yakin, dia lompat bunuh diri. - Kuharap tidak.

Jika dia lompat, pekerjaan kita selesai.

Suami si senator mengusirnya, Kristin mau si pria menyesal.

Kristin datang ke sini, dan lompat sampai remuk.

Jangan bicara begitu.

Baik, tidak remuk, tapi hancur.

Tak ada yang lebih buruk dari bunuh diri.

Hidup manusia adalah suci.

Saat seseorang bunuh diri, itu tragedi.

Polisi Sacramento menyerahkan kasusnya pada kita.

Ayo bicara pada koroner.

Haruskah aku rekap kasusnya, Tukang tidur?

Kristin Marley, ajudan senator wanita...

Dikabarkan berhubungan dengan suami senator.

Sangat bagus.

Aku melatih diri untuk mendengar dan menerima informasi saat tidur.

- Ada yang memberitahumu? - Ya, benar.

Saat ini, tak mungkin menentukan apa yang terjadi pada korban...

Agen Lisbon, aku tidak bisa membantumu.

Bisakah kau ceritakan sudah berapa lama dia meninggal?

Aku mungkin tak bisa, mengingat bukti yang ada.

Menurutmu ini pembunuhan atau bunuh diri?

- Tak bisa mengatakan. - Apa tebakanmu?

Aku tak biasa menebak.

Tolong jangan menyentuh mayat.

Kalian, detektif selalu ingin jawaban instan.

Yang kulakukan adalah sains. Sains akan mengungkapkan kebenaran.

Dia akan diteliti secara metodis akurat, dan perlahan-lahan.

Sebelum dia membuat keputusan.

Aku penasaran apakah sains bisa singkirkan tongkat dari bokongnya.

- Aku dengar itu. - Kau benar. Kami ingin fakta.

Untungnya, kita memilikinya.

- Benarkah? - Banyak sekali.

Kau konsultan yang berpura-pura membaca pikiran, 'kan?

Tidak, aku tak pura-pura baca pikiran.

Aku memang membaca pikiran.

Bukankah kita semua bisa? Lihat Lisbon.

Kau bisa lihat apa yang dia pikirkan.

Jangan bercanda.

Dan aku bisa melihat apa yang kau pikirkan sekarang.

Aku berpikir, kau orang bodoh yang sombong.

Dan aku bertanya-tanya pelatihan patologi forensik apa yang kau punya.

Tepat sebelum itu, kau bertanya-tanya apakah pilih Lisbon atau Van Pelt...

Sebagai selir dalam kerjaan fantasimu yang terkadang ingin kau kunjungi.

Aku tak memikirkannya.

Dan kau benar. Aku tak tahu apa-apa soal patologi forensik.

Tapi, agen Van Pelt mungkin bisa menawarkan teorinya.

- Atau mungkin tidak. - Lihat kaki itu.

Aku lihat.

Dan pertanyaan apa yang muncul?

- Ke mana sepatu lainnya? - Tepat.

Itu tak ada di atas jembatan. Itu mungkin di mobilnya.

Bahkan jika begitu, kenapa dia berjalan ke tengah jembatan...

Dengan pakai satu sepatu. Kenapa dia melakukannya?

- Tepat! - Tak perlu menggurui.

Dia pasti diangkat.

Dia tidak bunuh diri. Dia dibunuh lalu dijatuhkan.

Atau dilempar saat masih hidup. Lebih baik dari bunuh diri.

Itu...

Adalah teori.

Senang bertemu denganmu, Dok. Kau bodoh, tapi bermaksud baik.

Aku akan berada di van.

Maafkan aku, Pak.

Cho, beri tahu Polisi Sacramento ini pembunuhan.

Rigsby, Van Pelt, lihat apa yang didapatkan dinas kepolisian...

Dalam penyelidikan mereka.

Baik.

Gedung DPR Negara Bagian Sacramento, California

Kristin magang di sini sekitar sembilan bulan.

Dia datang pada awal sesi terakhir, langsung dari perguruan tinggi.

Aku menyukainya. Dia manis, muda, dalam cara yang baik.

- Untuk siapa dia bekerja? - Senator Melinda Batson.

Dia orang yang potensial dari Central Valley.

Tolong, letakkan itu.

Ada efek rumor Kristin berselingkuh dengan suami Batson?

Elliot Batson. Dia kepala staf Melinda.

Kami dengar rumornya. Semua orang menyangkalnya.

- Tak ada bukti terjadi sesuatu. - Media tampaknya berpikir ada.

Kau ingin membuatku memulai pada apa yang mereka percaya?

Terus terang, andai kau bekerja di sini selama diriku...

Kau dengar banyak cerita tentang perilaku liar.

- Kebanyakan dari itu tidak benar. - Kecuali satu yang benar.

Maaf.

Halo?

Halo?

Aku telah mengeluarkan pernyataan dan tak mengambil pertanyaan.

Kami bukan pers. Kami CBI.

Agen Teresa Lisbon, Patrick Jane.

Benar. Maaf. Kau dipanggil. Melinda Batson.

Ini suamiku Elliott.

Hai.

Hari yang berat di sekitar sini.

- Apakah ini meja Kristin? - Ya.

Silakan masuk.

Jane.

- Mau bergabung dengan kami? - Aku akan segera ke sana.

Apakah ada yang tak biasa dengan perilaku Kristin...

Pada hari dia menghilang?

Tidak, dia ceria. Selesai bekerja, pergi pukul 18.00, kurasa.

- Setelah pukul 18.00. - Setelah pukul 18.00.

Apa dia mengatakan ke mana di akan pergi?

- Tidak. - Tidak.

Dia memiliki masalah dengan keluarganya.

Itu ibu tirinya, 'kan?

Orang tua kandungnya meninggal.

Entah kenapa, ibu tirinya menelepon beberapa kali hari itu.

Apa Kristin memberitahumu tentang apa itu?

Tidak.

Tidak. Aku terkejut. Kupikir mereka orang asing.

Apa hubunganmu dengan Kristin, Tn. Batson?

Tolong. Kami tahu ini mengarah ke mana.

- Melinda, aku... - Tidak.

Mari jelaskan omong kosong ini di tempat terbuka.

Kau ingin tahu apakah dia dan Elliott tidur bersama?

- Kau pernah? - Tak pernah. Itu rumor. Itu saja.

Rumor biasanya terjadi karena suatu alasan.

Aku akan beri alasannya, politik.

Kau ingin menjatuhkan seorang politikus wanita?

Kacaukan pernikahannya.

Kau berada di mana pada malam Kristin tewas?

Di sini. Aku sedang rapat lewat telepon...

Dengan delegasi perdagangan dari Taiwan.

Kami berdiskusi sampai pukul 23.00 lebih.

Aku bersamanya sepanjang waktu.

Pernikahan kami berusia 3 tahun pada Oktober tahun ini.

Selain dari berita hari ini, hidup kami amat bahagia.

Itu sulit dipercaya.

Apa maksudnya?

Tak ada yang terjadi di antara kalian saat ini.

Permisi? Apa?

Maafkan aku. Maksudku secara seksual, tidak bergairah, 'kan?

Kurasa kita selesai di sini.

Kukira politikus bermuka tebal.

Kau menuduh mereka berbohong soal kehidupan seks mereka...

Dan kau terkejut mereka marah?

Kau percaya mereka hidup bahagia?

- Agen Minelli, Pak. - Agen Lisbon.

Aku mengundangnya. Walter Crew, ayah Melinda Batson.

- Kalian agen Jane dan Lisbon? - Ya, benar.

- Hai. - Hai.

Maaf untuk melacak kalian seperti ini.

Aku meminta Virgil kemari untuk memperkenalkanku...

Pada tim yang menangani kasus Marley yang malang.

Walter teman CBI sejak lama.

Dia anggota DPR yang sangat berpengaruh selama 20 tahun.

26 tahun, siapa yang menghitung?

Bagaimanapun, aku berita lama sekarang.

Satu-satunya hal yang aku lobi adalah waktu bermain golf.

Kenapa tertarik dengan kasus Marley?

Tertarik? Aku menyukainya. Bertemu dengannya di kantor Melinda.

Dia orang yang baik, datang dari latar belakang yang sulit...

Dia tak membiarkan itu menghentikannya.

Aku tahu sangat sulit untuk mendapat jawaban langsung...

Dari orang-orang di gedung itu.

Jika kalian punya masalah, beri tahu aku.

- Aku masih bisa berdebat. - Kami akan baik-baik saja.

Kabari saja.

- Virgil. - Walter.

- Hati-hati. - Baik.

Aku benci berjalan, Lisbon. Aku tahu itu sehat. Aku tak peduli.

Letakkan aku di kursi, aku pria yang bahagia.

Tapi ketika Walter Crew memintaku...

Untuk berjalan dengannya ke gedung DPR...

Aku katakan, "Tentu, Walter." Kau mengerti maksudku?

- Aku mengerti. - Hati-hati melangkah.

Aku ingin laporan harian. Bagaimana wawancara Batson?

- Itu sangat menarik. - Apa yang dia lakukan?

Tak ada yang tak bisa diperbaiki.

Markas Besar CBI Sacramento, California

Teresa, senang kau mampir.

Aku tahu, aku terlambat. Maaf.

"Terlambat" kata yang menarik dalam konteks ini.

Kau seharusnya berada di sini 42 menit yang lalu.

Aku tahu. Intinya, aku di sini sekarang.

Kita harus bicara, mari bicara.

Aku punya jadwal pasien lain 8 menit lagi.

Aku bisa bicara cepat.

Ini ketiga kalinya kau terlambat.

Apa yang bisa kukatakan? Banyak orang dibunuh.

Boleh aku ambil kopi?

Apa kau tahu kenapa konseling wajib bagi agen CBI...

Yang terlibat dalam penembakan?

Karena tak ada yang datang jika itu sukarela?

Dan itulah yang menjadikannya tetap diwajibkan...

Sampai aku menandatangani dan mengajukan formulir ini.

Sampai jumpa pekan depan.

Ini tak diperlukan. Aku baik-baik saja.

Aku tidak trauma.

Orang yang menodongkan pisau dan bermaksud membunuhmu.

- Untungnya, Jane menembaknya duluan. - Itu tidak masalah.

Kau berangkat dari berpikir kau akan dibunuh...

Kemudian melihat seorang pria mati.

Dua pengalaman paling memilukan yang bisa kita alami.

Dan kau melaluinya dalam beberapa detik.

More Indonesian subtitles for The Mentalist

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left