The first 200 lines.
Jika dia mati
apa kasusnya akan ditutup?
Ya.
Jika mati, kasusnya berakhir.
Inspektur.
Ya?
Sebenarnya…
Jika…
Jika Seo Young-chul sadar, bisakah kau memberitahuku?
Apa?
Itu pasti sulit.
Ada yang harus kukatakan kepadanya.
Aku mohon.
Sebenarnya…
INSPEKTUR SEOL HYUN-YONG
Halo?
Ini inspektur Seol Hyun-yong.
SEWA MURAH UNTUK PEKERJAAN
Hei, kau mau ke mana?
- Berikan kunci mobilnya. - Kunci mobil?
Kau mau ke mana?
Hei! Kau mau ke mana?
Kim Tae-hee!
Dia baru sadar,
tapi dokter tak tahu apakah dia akan kembali koma lagi.
Wali Seo Young-chul.
Kau hanya perlu menunggu sekitar 10 menit untuk menemuinya.
- Baiklah. - Baiklah.
Astaga. Tae-hee.
Ada apa kau ke sini?
Kenapa kau ada ke sini?
Kakak laki-lakiku dirawat di sini.
Apa kakakmu…
Seo Young-chul?
Ya.
Apa yang membawamu kemari?
Jawablah.
Tae-hee.
Tae-hee. Tunggu.
Jangan pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa.
Kim Jun-ho.
Kau tahu siapa Kim Jun-ho?
Dia adalah anak yang dibunuh kakakmu.
Dia adalah adik laki-lakiku.
Apa maksudmu adikmu?
Apa maksudmu?
Astaga.
Dia mengingatkanku kepada diriku sendiri.
Dia tidak punya orang tua dan teman.
Lama tinggal bersama neneknya.
Kenapa kau ada di sini?
Kakak laki-lakiku dirawat di sini.
Apa kakakmu…
Seo Young-chul?
Ya.
SEWA MURAH UNTUK PEKERJAAN
Hai! Ke mana saja kau?
Kita tak ada pekerjaan hari ini.
Apa yang salah?
Apa terjadi sesuatu?
Kau dan Dong-joo bertengkar?
Astaga. Jawab Paman.
Kim Tae-hee.
Hae-an.
Astaga.
Jadi, maksudmu,
Seo Young-chul adalah kakakmu?
Ya.
Astaga.
Kau sendiri yang bertanya kepadanya
kenapa dia membuang energi untuk hal-hal tak berguna, 'kan?
Semua itu karena kakakmu.
Saat itu terjadi, mendadak begitu saja,
seluruh keluarga kami tercerai-berai dan hancur.
Kau lihat sendiri, 'kan?
Kakakku, kakak iparku, dan keluarganya.
Dua tahun kami tak bertemu!
Aku minta maaf.
Aku sungguh minta maaf.
Aku…
Aku tak bisa berkata apa-apa.
Aku sungguh minta maaf untuk anak itu.
Aku ingin pergi ke pemakamannya
dan memohon pengampunan.
Aku sungguh ingin…
Aku…
Aku tak punya keberanian.
Aku terlalu malu untuk pergi ke sana.
Seharusnya aku tak biarkan dia pergi hari itu.
Maka
semua itu tak akan terjadi kepada anak itu.
Aku yang salah.
Apa?
Pada hari kecelakaan itu,
kau bersama Seo Young-chul?
Ya.
Ceritakanlah.
Ceritakan semuanya dengan mendetail…
tentang kejadiannya sejak awal.
REKRUTMEN POLISI 2020
Kemari lihatlah ini.
Astaga. Jangan menyombong terus. Itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Aku bahagia melihat adikku menjadi seorang polisi.
Orang-orang bersikap kasar karena aku hanya pekerja kasar.
Astaga. Kenapa orang melakukan itu?
Jika orang tahu
bahwa aku menangkap pelaku tabrak lari, semua pasti kaget.
Astaga. Kau melakukan itu?
Bukan masalah besar.
Di persimpangan Iam,
ada tabrak lari seorang wanita tua.
Dan aku menangkap pelaku saat menjalani pelatihanku.
Wah! Hebat!
Kepala ingin
memberi hadiah untuk itu setelah pelatihanku selesai.
Untuk apa?
Kita harus mengadakan pesta besar!
- Ya? - Ini Akademi Polisi Joong-ang.
Apa ini peserta pelatihan Seo Hae-an?
Ya, benar, ini aku sendiri.
Kau terpilih mewakili kelasmu pada upacara wisuda minggu depan.
Apa?
- Aku? - Harap melapor sehari sebelumnya
untuk geladi resik.
Geladi resik?
Kau minta aku datang lebih awal, 'kan?
Baiklah, tentu.
Ada apa?
Aku…
Aku terpilih menyampaikan pidato perpisahan.
Siswa terbaik di akademi.
Astaga. Kau?
Mereka bilang aku bisa bertugas di stasiun pilihanku jika dapat pidato perpisahan.
Astaga. Aku berhasil!
Pasti sulit bagimu.
Kau yang bekerja keras! Aku sangat bangga kepadamu.
Apa Presiden akan hadir?
Apa kau akan masuk koran?
Aku akan ke sana dan membuat 100 fotomu bersama Presiden.
Tidak, aku akan memotret 1.000. 10.000 foto!
Kita harus menunjukkan kepada Ibu.
Astaga. Ibu pasti suka sekali, 'kan?
Kita harus merayakannya!
Pak!
Bisa pesan masing-masing sebotol soju dan bir?
Dan satu galbi-jjim.
Kau tak bisa minum. Kau harus mengemudi.
Aku bisa membiarkannya. Lagi pula aku harus menginap di tempatmu.
Kita harus minum miras di hari seperti ini.
Pakailah jaket ini. Ayo minum.
Hari ini saja.
Kini hari-hari kita pasti penuh kebaikan.
Penderitaan berakhir!
Mari kita minum.
Itu cocok untukmu.
Pak, tolong bawakan minumannya dulu.
- Bersulang untuk masa depan cerahmu! - Bersulang!
Astaga.
Aku merasa luar biasa.
Melanggar hari ke-87 tak minum miras.
Minum perlahan.
Baiklah.
Aku menahan diri untuk hari seperti ini.
Kuharap kau berhenti minum miras
dan menikah.
Sebenarnya…
Apa kau dan Mi-young
sudah bicarakan tentang pernikahan?
Pernikahan?
Mau ke mana kau?
Ambil miras lagi.
Satu botol saja.
Astaga. Empat botol terlalu banyak.
Mari kita minum.
Ada apa?
Ada masalah apa?
Tak ada yang bisa kutawarkan dalam berkencan atau menikah.
Aku bahkan tak punya ijazah SMA. Hanya punya catatan kriminal.
Ayah kita yang pecandu alkohol meninggal di penjara.
Dan saat ibu kita meninggal, aku membuat kekacauan di rumah.
Apa gunanya menjalin hubungan dengan pria sepertiku?
Sudah terlambat bagiku.
Kau harus fokus pada kesuksesanmu.
Aku akan menjaga diriku dengan baik.
- Kau harus… - Astaga. Itu yang terpenting.
Kau selalu sangat baik dan tak pernah mengeluh.
Kau belajar dengan giat keras dan tidak menghamburkan uang.
Meski saat tinggal di panti asuhan,
kau tak pernah sekali pun mengeluh.
Bagaimana orang seperti ayah kita memiliki keturunan sepertimu?
Mungkin dia ayah tirimu.
Astaga. Aku hanya bercanda.
Ini.
Minumlah.
Saat kami pergi makan, dia minum tujuh botol soju.
Dia benar-benar mabuk.
Aku berusaha keras mengendalikannya.
Young-chul!
Setelah aku membayar dan keluar,
- mobilnya hilang. - Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.