The first 200 lines.
- Ini, Kawan. - Terima kasih, Pak.
Semoga malammu menyenangkan.
Hei, Stewart.
Lyndon, apa-apaan kau? Kau mengejutkanku.
- Maaf. - Bagaimana kau bisa masuk?
Apa kau merusaknya?
Entahlah, mungkin.
Jika rusak, aku akan belikan yang baru.
Aku bisa membelikanmu rumah baru jika mau.
Aku tak mau rumah baru.
Aku perlu bicara denganmu.
Kau tak boleh bicara denganku.
Tak ada yang lihat aku ke sini. Mereka tak tahu aku di mana.
Aku beli tiket pesawat ke LA, meninggalkan semua peralatanku...
...lalu menumpang kemari.
Menumpang. Astaga.
Kau takut?
Kau ingin aku pergi?
Aku bukan takut untuk diriku, Lyndon.
Apa yang ingin kau bicarakan?
Aku ingin kau bicara dengan mereka.
Atau dengan Forest dan lancarkan.
"Lancarkan"?
Bawa aku kembali ke Devs.
Kurasa itu tak akan terjadi.
Yang ada di sana itu hasil kerja keras hidupku.
- Lyndon, usiamu baru 19 tahun... - Tidak, aku tak bisa pergi.
Einstein berusia 26 tahun saat dia bicara soal relativitas.
- Kau masih punya sedikit waktu. - Tapi aku harus ada di sana!
Aku orang yang memecahkan masalah.
Dalam prinsip banyak dunia.
Ya, tepat! Dan itu berhasil dengan indah.
Jadi, apa implikasinya?
Dia tak mau banyak dunia. Satu saja.
Tapi tidak ada "hanya satu". Itu intinya.
Jika tak suka, dia harus mengubah...
...hukum alam semesta.
Dia genius teknik.
Hukum itu sekunder baginya.
Dia bukan genius, Stewart.
Dia seorang pengusaha.
Dan dia gila.
Dia obsesif, dia membunuh orang.
Dan dia berusaha membangkitkan putrinya.
Tanya dirimu sendiri.
Kau mau alat sehebat Devs...
...di tangan orang gila?
Apa... Apa yang terjadi?
- Apa yang terjadi? - Lily.
- Di mana aku? - Tak apa-apa. Kau aman.
- Kita di motel. - Apa?
Kita di motel.
Aku tak tahu harus ke mana lagi, jadi, aku membawamu kemari.
- Kau membawaku ke motel? - Dari rumah sakit.
Kau berada di rumah sakit.
Mereka memasukkanmu ke sana.
Polisi, dokter.
Rumah sakit.
Kau datang menjemputku.
Kau mengeluarkanku.
Tata krama.
Ya.
Terima kasih.
Kau teler berat.
Entah mereka memberimu apa, semacam obat keras...
...tapi kau sudah tidur berjam-jam.
Aku membawakanmu pakaian.
Astaga.
Aku merasa mual.
Mulutku...
...terasa seperti logam.
Apa yang terjadi pada tanganmu?
Bukan apa-apa. Aku hanya terluka saat membebaskanmu.
Di mana kita?
Napa.
Tadinya aku mau mengemudi lebih jauh...
...tapi kupikir tak akan ada yang menemukan kita di sini.
Dan aku tak yakin...
...apa polisi akan mencari mobilku...
...atau mau ke mana kita.
Astaga.
Apa yang akan kita lakukan?
Baik, kupikir mungkin sekarang kita ke media.
Pers. Semacam itu.
Kita memberi tahu mereka bahwa pasien sakit jiwa yang kabur...
...memiliki informasi rahasia tentang konspirasi pembunuhan.
Tidak akan ada yang mau dengar, Jamie.
Kalau begitu, kita lari.
Kita tak bisa menggunakan kartu kredit.
Kita tak bisa membeli bensin. Kita tak bisa menggunakan ponsel.
Kau punya uang tunai?
40 dolar.
Kalau begitu, kita tak akan pergi jauh.
Apa kita punya cukup bensin untuk kembali...
...ke San Francisco?
Ya.
Maka aku tahu harus ke mana.
Tapi kau tak perlu ikut denganku, Jamie.
- Kau serius? - Ya, aku serius.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Baik, Lily. Ya, tak apa.
Aku di sini saja dan menonton kartun.
Kau akan kirimi aku pesan saat sudah selesai?
Dia di sini. Itu mobilnya.
Kau sungguh akan melakukan ini?
Setidaknya kita bisa menunggu sampai dia bangun.
Itu dia. Dia datang.
Rasanya aku mendengar sesuatu di dalam.
Masuklah.
Mau kuambilkan minum?
Ada jus,...
...bir, susu, dan air.
Air saja.
Baiklah.
Bagaimana denganmu?
Maaf, aku tak tahu namamu.
Jamie.
Kau bekerja untukku?
Tidak.
Aku tak usah.
Lily ingin bicara.
Baiklah.
Biarkan aku melakukannya.
Aku datang untuk bicara dengannya.
Jika kau datang mencari jawaban, bicaralah denganku.
- Mungkin sendirian. - Ya.
Ayo, Jamie. Kita diusir.
Ini malam yang indah, kita akan duduk di luar.
Jangan khawatir. Dia akan baik-baik saja.
Ayo duduk.
Ada apa dengan tanganmu? Kau terluka?
Kau bercanda? Apa itu lelucon?
Tidak, bukan lelucon. Apa maksudmu?
Anjing penyerangmu, Kenton,...
...membobol apartemenku...
...hampir menenggelamkanku di bak mandiku sendiri...
...lalu menekuk jariku ke belakang sampai patah.
Astaga.
Maksudmu kau tak tahu?
Aku tahu dia mengintimidasi salah satu teman Lily.
Aku tak tahu itu kau.
Dan aku tak tahu dia mematahkan tanganmu.
Ya.
Maafkan aku.
Bukannya aku ingin hal-hal seperti ini terjadi...
...atau berniat begitu.
Kau hanya membiarkan itu terjadi.
Kau mengamati dari luar lapangan.
Ya, bisa dibilang begitu.
Aku tak mengerti kenapa aku tak bicara dengan Forest.
Aku tak yakin kau bisa menjawab pertanyaanku.
Aku bisa.
Siapa kau?
- Katie. - Bukan namamu.
Aku bekerja di Amaya.
Aku kepala desainer sistem Devs.
Kau pacar Forest.
"Pacar".
Ya,...
...kurasa aku pacarnya.
Aku tak yakin kata itu cocok untukku,...
...tapi terserah.
Apa ada yang menilai?
Tidur dengan bos?
Dia rapuh. Butuh seseorang.
Aku suka kalau orang itu aku.
Aku tak peduli kau tidur dengan siapa.
- Ada hal lain yang kupikirkan. - Baiklah.
Kau kenal Sergei?
Kekasihmu.
Apa kau mengenalnya?
Kami pernah bertemu. Sesaat.
Apa yang terjadi padanya?
Kau tahu apa yang terjadi padanya.
Aku ingin kau yang memberitahuku.
Pada hari pertamanya di Devs,...
...dia mencoba mencuri beberapa kode sumber proyek itu.
Dia tertangkap saat berusaha pergi.
Jadi, mereka membunuhnya.
"Mereka"?
Mereka. Kami. Aku.
Aku tak berusaha menghindarimu.
Aku ingin tahu siapa yang membunuhnya.
Kenton.
Jika maksudmu orang yang melakukannya.
Bagaimana caranya?
Kau mau tahu bagaimana dia tewas?
Alatnya?
Apa itu penting?
Dia tak terbakar sampai mati.
Ya.
Kalau begitu, itu ditutupi.
Ya.
Dibuat agar terlihat seperti bunuh diri.
Ya.
Tapi kau tahu semua ini, Lily.
Bukan begitu?
Ya.
Kalau begitu, tanyakan apa yang tak kau ketahui.
Apa itu Devs?
No comments yet. Be the first to leave one.