The first 200 lines.
Aku ingin bertemu denganmu untuk membahas sesuatu.
"Tahun 2009"
Uang?
Ya, ini mengenai uang, Bedebah.
Kamu punya uang ekstra?
"Episode 7"
Aku hanya bergurau, Berandal.
Berhentilah merengek.
Mari minum-minum bersama nanti.
Kamu ini kenapa?
- Gitarku! Sialan! - Hei!
Kemarilah!
Astaga, Nona.
- Hei! - Lepaskan.
Bisakah kamu melepaskanku?
Lepaskan aku!
Dasar jalang!
- Ikuti aku! Dasar jalang! - Astaga.
- Beraninya kamu lari? Kemari! - Hei, tunggu.
Ikut aku!
- Cukup. - Apa?
Siapa kamu?
Aku ayahnya.
- Begitukah? Kamu ayahnya? - Berani-beraninya kamu
menyentuh putriku?
- Astaga. - Dasar bedebah.
Kamu apakan dia?
- Hentikan. - Bagaimana kamu bisa mengenalnya?
Apa maksudmu?
- Lepaskan aku. - Jawab aku!
- Lepaskan aku. - Kamu apakan dia, Berandal?
Apa maksudmu?
- Apa yang kamu lakukan? - Bisakah kamu berhenti?
- Bedebah. - Astaga, kumohon!
Minggir, Berandal. Dasar bedebah!
Pikirmu kamu siapa berbicara tentang putriku seperti itu?
- Kamu baik-baik saja? - Bedebah!
Maaf. Maafkan aku.
Suamiku berubah menjadi orang yang berbeda saat dia mabuk.
Maafkan aku, Pak.
Detektif.
Tolong penjarakan dia.
Penjarakan saja dia.
Dia sudah lama seperti ini. Dia bahkan bukan manusia.
Pak, kamu tidak perlu berdamai dengannya.
Maaf.
Hei, bangun. Bangun!
Jangan hanya berbaring saja di sana.
Bangun!
- Jangan sentuh aku! - Apa kamu sudah gila?
Bangun.
- Sialan! - Bangun...
Bangun!
Siapa itu?
Sedang apa kamu di sini?
Apa kosbasmu tidak memarahimu karena bermain gitar setiap malam?
Kosbasku tuli.
Itu satu-satunya alasan aku tinggal di tempat buruk ini.
Tunggu sebentar. Apa kamu mengatakan "setiap hari"?
Aku tinggal di ujung jalan.
Setiap kali ayahku menggila,
- aku selalu mencari udara segar. - Kabur sajalah dari rumah.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Jika aku pergi, ibuku mungkin akan bunuh diri.
Kenapa ibumu hidup bersama bedebah itu?
Kenapa kamu memaafkan ayahku? Seharusnya kamu meminta uangnya.
Sebenarnya aku menyesalinya.
Aku harus menghadiri sebuah acara besok.
Hei.
Berapa usiamu?
- 18 tahun. - Dengarkan aku, Gadis 18 Tahun.
Biar kuberi tahu karakteristik bedebah pemabuk
yang menyiksa istri dan anak-anak mereka.
Mereka tidak bisa melakukan apa pun pada orang yang lebih kuat.
Jadi, alih-alih hanya memprovokasinya,
kamu harus menghajarnya dan memberinya pelajaran.
Hajar dia sampai setengah mati.
Jangan bicara seolah kamu tahu seperti apa hidupku.
Kamu lihat bekas luka ini di alisku?
Ayahku menghajarku dengan gitar saat aku seusiamu.
Aku hampir kehilangan penglihatanku.
Lalu apa yang kamu lakukan?
Aku menghabisi pria tua itu.
- Sungguh? - Hanya bergurau.
Sebaiknya kamu pulang.
Pak.
Nyanyikanlah satu lagu. Aku akan tinggal dan mendengarkan.
Lupakan saja. Lagi pula gitarku rusak.
Hei, kenapa...
Kenapa kamu menamai bandmu Liver dan Gallbladder?
Maksudku, itu terdengar seperti nama toko daging.
Liver and Gallbladder terdengar sangat aneh.
Banyak orang mengatakan itu.
Liver and Gallbladder.
Artinya aku tidak akan pernah merelakan lever dan kantong empeduku
sekalipun aku mengalami situasi terburuk.
Aku sangat angkuh.
Sudah lama aku merelakan lever dan kantong empeduku.
Apa acaramu besok?
Aku akan bernyanyi di pesta pernikahan.
Astaga, kurasa aku sangat merepotkanmu.
Bagaimana dengan luka itu?
Aku yakin ini akan sembuh.
Gitarmu rusak.
Oper gitarmu.
Oper perekatnya.
Hei.
Kamu akan kuizinkan mendengar lagu ini karena kamu istimewa.
Ini lagu yang sangat unik. Dengarkan baik-baik.
- Baik. - Awalnya,
intronya seperti lagu rock.
Lalu lagu ini perlahan mulai
bercerita tentang kisah cinta.
"Hari pertama kita kebetulan bertemu"
"Aku ingat hari itu penuh kehangatan"
- Tamat. - Apa?
Aku baru menciptakan sejauh itu.
Astaga, aku sudah siap mendengarkan lagunya.
Astaga, ayolah.
- Aku sangat menyukai lagunya. - Sungguh?
"Aku berdiri di jalan sendirian tanpamu"
"Aku bisa melihat wajah cantikmu"
- "Kamu bagaikan oasis" - "Kamu bagaikan oasis"
- "Di gurun" - "Di gurun"
- "Suara pelanmu" - "Suara pelanmu"
- "Yang membuatku tersenyum" - "Yang membuatku tersenyum"
- "Sejak pertemuan pertama kita" - "Sejak pertemuan pertama kita"
- "Lampu jalan" - "Lampu jalan"
- "Satu-satunya yang menyinariku" - "Satu-satunya yang menyinariku"
"Aku akan tetap bersamamu selamanya"
"Aku akan mendampingimu selamanya"
"Di pelukanmu, selamanya"
Apakah penampilanku bagus?
Bukankah penampilan kita bagus?
Karena kita tidak berlatih,
menurutku kita punya kerja sama yang baik di panggung.
Bagaimana jika kita berduet?
Kita akan menamai diri kita Atrium Kanan Vetrikel Kiri.
Orang tidak bisa bertahan tanpa salah satunya.
Fokuslah belajar.
Pelajaran bukan untukku dalam hidup ini.
Aku lebih suka bermusik.
Kita harus berduet.
Itu terjadi ketika aku berhenti bermimpi.
Itu sebabnya aku tidak bisa melupakannya
karena aku yang memasang perekat itu
sepuluh tahun yang lalu.
Gitar Pak Seo hancur karena aku,
dan seperti itulah aku memasang perekat itu.
Nyanyikanlah satu lagu.
Tidak mungkin.
Di mana
kamu mendapatkan gitar itu?
Di mana kamu mendapatkan gitar itu?
Dari seorang kolektor.
Ada seorang pria tua yang mengoleksi instrumen bekas.
Dia bilang itu milik seorang artis terkenal,
jadi, kupikir aku tidak rugi apa pun.
- Sungguh? - Apa itu milik Seo Dong Cheon?
Aku pikir itu milik Cho Yong Pil.
Aku ditipu.
Aku pikir
ada kemungkinan kamu mengenal Pak Seo.
Bagaimana jika aku kenal?
Aku ingin dia menjadi orang pertama yang tahu
bahwa aku berhasil rekaman.
Apa alasannya?
Karena kupikir dia akan membimbingku
tentang langkah berikutnya yang harus kuambil dalam karierku.
Dialah yang membuatku memimpikan masa depan
untuk kali pertama dalam hidupku.
Orang yang membantuku bermimpi kembali
adalah gadis ini.
Tapi akulah yang mencuri
mimpinya dua kali.
Dan kini aku juga berusaha
mengambil jiwanya.
Apa yang akan kamu lakukan setelah berhenti berakting?
Seorang kenalanku tinggal di pedesaan,
dan kini dia menanam blueberry.
Dia bilang sulit mempekerjakan orang walau menawarkan bayaran ekstra.
Dengar, Tae Kang.
Tidak semua orang bisa menjadi petani.
Tangan.
Kamu hanya lelah belakangan ini.
Istirahatlah dan kamu akan merasa lebih baik saat audisi.
Apa gunanya jika aku tidak akan mendapatkan peran itu?
Aku yakin pada akhirnya peran yang cocok untukmu akan datang.
- Sungguh? - Tentu saja.
Mari makan.
Kamu...
Kamu bukan Mo Tae Kang, bukan?
Kamu bukan Mo Tae Kang.
Kamu benar.
Aku bukan Mo Tae Kang.
Lalu kamu ini siapa?
Iblis.
Kamu menyuruhku berlutut dan memohon, bukan?
Baiklah.
Aku memakai rok, jadi, berlutut bukan pilihan.
No comments yet. Be the first to leave one.