The first 200 lines.
"Episode 16"
Bagaimanapun,
ada yang ingin kutanyakan.
Tentu. Silakan.
Mungkinkah kamu
menyukai Nona Park?
Apa?
Tidak, bukan?
Apa?
Tentu saja tidak.
Benar, bukan?
Konyol sekali aku berasumsi begitu.
Aku melihatmu melirik Nona Park dan itu membuatku penasaran.
Namun, itu tidak masuk akal, bukan?
Memangnya kenapa kami tidak bisa berhubungan?
Apa itu melanggar hukum?
Bisa dibilang begitu.
Pikirkan usiamu dan usianya.
Selain itu,
aku punya tiga anak.
Nona Park juga masih anak-anak.
Masih anak-anak?
Young Guk, maksudku adalah...
Kurasa sudah waktunya
kamu menemukan orang yang cocok untukmu.
Setidaknya demi anak-anak.
Anna,
jangan cemaskan aku.
Benar. Semua akan baik-baik saja.
Kita makan malam apa hari ini?
Aku tahu. Semur cheonggukjang yang disukai Soo Chul
dan makerel panggang.
Tunggu.
Wanita itu. Ibu Dan Dan...
Bukankah dia ibu Dan Dan?
Terima kasih. - Selamat menikmati.
Apa?
Tunggu. Ke mana dia pergi?
Aku yakin itu ibu Dan Dan.
Namun, apa artinya ini?
Kenapa dia di sini padahal terbang ke Amerika?
Apa dia kembali ke Korea?
Namun, aku yakin itu dia.
Sayang! Soo Chul!
Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Tadi, aku melihat ibu Dan Dan.
Apa? Apa yang kamu bicarakan?
Ibu Dan Dan pasti sudah kembali dari Amerika.
Aku melihat wanita ini saat pergi ke pasar untuk membeli makerel.
Aku yakin itu dia.
Bukankah sudah kubilang jangan pernah menyebut namanya lagi?
Kenapa kamu berteriak?
Aku hanya khawatir dia akan mencari Dan Dan.
Mungkinkah Dan Dan berhubungan dengan ibu kandungnya
di belakangmu?
Mungkin begitu.
Jangan konyol. Wanita itu sudah mati.
Hantu tidak bisa menghubungi siapa pun.
Mungkin aku salah.
Pasti begitu.
Ini tempat kerjaku. Kamu tidak boleh di sini.
Pergilah jika kamu hanya akan melantur.
Baiklah.
Aku akan pergi.
Omong-omong,
aku membuat semur cheonggukjang untuk makan malam,
jadi, jangan pulang terlalu larut.
Benar. Maksudku, bahkan jika ibu Dan Dan kembali ke Korea,
dia tidak akan bisa muncul di depan Dan Dan atau Soo Chul.
Soo Chul tidak akan bersikap sopan kepadanya.
Kita tadi sudah bertemu, bukan?
Aku tidak percaya kamu meminta bertemu denganku lagi.
Bagaimana jika ada yang melihat kita?
Pak Lee, apa kamu selalu merindukanku?
Bukankah kamu terlalu percaya diri?
Aku hanya memintamu datang untuk mengatakan sesuatu.
Tentu.
Aku akan membiarkan diriku tertipu dengan itu
dan percaya bahwa memang ada yang ingin kamu katakan.
Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?
Begini...
Anna bertanya langsung kepadaku
apa aku menyukaimu atau tidak.
Bu Kim?
Sebenarnya,
Bu Kim bertanya apa aku punya pacar.
Aku tidak mungkin berbohong kepadanya,
jadi, kubilang aku punya pacar. Namun, aku tidak bilang itu kamu.
Sungguh.
Ini bukan karenamu.
Sepertinya aku telah
tanpa sadar melirikmu.
Kamu seperti itu belakangan ini.
Kamu selalu menatapku.
Jadi, apa yang kamu katakan kepadanya?
Tanpa kusadari, aku memberitahunya
bahwa dia salah.
Kurasa aku tidak cukup percaya diri untuk mengatakan
bahwa aku menjalin hubungan denganmu.
Kenapa?
Karena aku jauh lebih tua darimu.
Serta untuk banyak alasan lainnya.
Aku juga mengkhawatirkan pendapat orang lain
tentang hubungan kita.
Aku bisa tahan dengan pembicaraan orang,
tapi kamu bisa terluka dalam prosesnya.
Itu pasti karena aku tidak pantas mendapatkan orang sepertimu.
Nona Park.
Itu hal yang konyol untuk dikatakan, dan itu tidak benar.
Kalau dipikir-pikir,
aku hanya memikirkan diriku dan situasiku.
Kupikir mengetahui perasaanmu sudah cukup bagiku.
Namun, ada hal lain yang harus kamu cemaskan,
dan kamu berada dalam situasi yang harus memikirkan orang lain.
Aku tidak tahu itu
dan maafkan aku.
Tidak perlu, Nona Park.
Aku yang minta maaf.
Pak Lee,
aku tidak keberatan pelan-pelan.
Aku akan menunggumu.
Kita tidak perlu mengumumkan
hubungan kita kepada siapa pun.
Perasaan kita terhadap satu sama lain lebih penting.
Jadi, sampai kamu bisa percaya diri
memberi tahu orang lain bahwa aku pacarmu,
aku akan menunggu, selama apa pun.
Kamu yakin soal itu?
Aku khawatir aku bisa menyakitimu.
Omong kosong.
Selama kita masih merasakan hal yang sama,
aku tidak keberatan.
Terima kasih, Nona Park.
Pak Lee,
ini artinya kita punya hubungan rahasia di kantor.
Hubungan rahasia di kantor?
Apa lagi? Aku karyawanmu
dan kamu bosku. Astaga.
Keadaan tiba-tiba menjadi lebih menarik.
Sial.
Apa?
Dia sudah mengirimkan pesangonku
agar aku tidak bisa meminta untuk kembali bekerja.
Apa dia ingin aku menerima ini dan pergi?
Astaga. - Sa Ra...
Astaga.
Ibu tahu kamu kesal, tapi ini konyol.
Kacau sekali.
Sa Ra, ibu perlu bicara denganmu.
Bisakah kamu bangun?
Jangan sekarang. Mari bicara nanti.
Ya... Sa Ra.
Hei, apa kamu
sudah mendapatkan pesangonmu dari keluarga Pak Lee?
Dia sudah mengirimkan uangnya?
Kenapa? Kenapa Ibu peduli?
Begini... Masalahnya...
Mi Sook ingin kita pindah
agar keluarga adiknya bisa pindah.
Kita harus mencari tempat tinggal baru.
Seperti yang kamu tahu, deposit di sini hanya 100.000 dolar,
dan itu mustahil untuk dipakai menyewa rumah di tempat lain.
Berapa pesangonmu?
Ibu!
Aku bekerja tanpa istirahat selama ini.
Aku memberi Ibu semua uang yang kuhasilkan.
Namun, Ibu bilang tidak punya uang?
Sungguh, Ibu tidak punya tabungan?
Ibu menghabiskan uang untuk makanan, pakaian,
dan semuanya.
Ibu tidak menggunakannya untuk diri ibu sendiri.
Serta ibu punya sekitar 5.000 dolar di rekening ibu.
Apa? Apa kata Ibu?
Hanya 5.000 dolar?
Ibu, orang tua lain bekerja keras untuk menabung
dan membelikan putri mereka apartemen
saat mereka menikah.
Namun, Ibu bilang tidak punya tabungan 50.000 dolar,
tapi 5.000 dolar saja?
Ibu bangga dengan itu?
Kamu tahu kita juga sudah melunasi utang-utang kita.
Belum lama sejak kita melunasi itu.
Ibu! Aku yang melunasinya, bukan Ibu!
Ibu tidak menghasilkan uang untuk melunasi utang!
Ibu tidak bisa melakukan ini kepadaku.
Aku tidak percaya Ibu melakukan ini kepadaku.
Baiklah. Maaf karena ibu orang tua yang buruk.
Maafkan ibu!
Baiklah! - Habiskan!
Bukankah kalian pasangan yang manis?
Astaga, hentikan.
Kalian harus berkencan.
Baiklah. Bersulang!
Cium aku.
Beri aku satu lagi. Kemarilah.
Kamu manis sekali.
Cium aku.
Hei!
Kalian tidak menyewa tempat ini. Apa hanya kalian yang ada di sini?
Apa hanya kalian yang minum di sini? Sial.
No comments yet. Be the first to leave one.