The first 200 lines.
BERDASARKAN SERIAL ORISINAL DOCTOR FOSTER
Semuanya sempurna.
PENGHARGAAN DOKTER TERHORMAT JI SEON-U
CARA MENULIS NASKAH PEMAHAMAN SASTRA
SUTRADARA TERBAIK FESTIVAL FILM INDEPENDEN SEOUL
GOSAN
Aku diliputi kesempurnaan.
Bagaimana perjalananmu?
Aku merindukanmu.
Aku sangat terlambat.
Kemari.
Astaga! Aku harus mengantar Jun-yeong sekolah.
Lekas bangun! Akan kubuatkan kopi.
Kubeli karena tak suka bibir kering saat naik pesawat.
Bukan berarti harus wangi ceri.
Aku tidak bisa bahasa Mandarin.
Aku mandi dahulu.
Ayah, aku disuruh les matematika.
Kau sudah les Bahasa Inggris dan piano.
Kau memang ada waktu?
Aku pun kesal.
Bisakah Ayah membujuk Ibu?
Kau harus menguasai matematika sebelum masuk SMP.
Jika tidak, kau akan kesulitan nanti.
Dengarkanlah ibumu.
Ayah.
Memang dia harus mengikuti orang lain?
Apa salahnya putraku tak pandai matematika?
Kreativitasnya tinggi seperti ayahnya.
Benar.
Kreativitasnya memang tinggi,
tapi tanpa dasar yang kuat,
bagaimana caranya memperlihatkan kreativitas itu?
Dunia ini memang masih bergantung pada status pendidikan.
Menyebalkan.
Astaga.
Berhenti minta bantuan ayahmu.
Pikirkan saja cara mendapatkan nilai matematika yang bagus.
Jun-yeong.
Maaf.
Aku pergi.
Kemari.
Aku tampak tua, ya?
Tidak. Hasil suntingannya bagus.
Benar.
Semakin tua, kau semakin cantik.
Kau bisa saja! Astaga.
Sebentar.
Pakai ini.
Nanti malam hujan. Cuaca pasti dingin.
Lantas kau?
Istriku tak boleh terserang flu. Tak masalah aku sakit.
Menjijikkan.
Seon-u, persiapan pesta ulang tahun suamimu lancar?
Aku tidak jadi buat spanduk karena Tae-oh tidak suka.
Hanya pakai sedikit hiasan bunga.
Untuk alkohol, kusiapkan wine dan ale buatan sendiri.
Siapa saja yang kau undang?
Tamu-tamu yang diundang di pesta ulang tahun Je-hyuk,
ditambah Kepala Asosiasi, anggota dewan, Pak Cha,
dan para karyawan Tae-oh.
Bagus. Kau sempurna lakukan semuanya.
Bagaimana keadaan di Pulau Jeju? Cuacanya bagus?
Kau sempat bermesraan bersama Je-hyuk?
Ya, menyenangkan.
Seperti kembali ke masa pengantin baru lagi.
KHUSUS KARYAWAN
Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
POLISI
JI SEON-U WAKIL DIREKTUR
GONG JI-CHEOL DIREKTUR UTAMA
- Selamat pagi. - Pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Hei. - Hei.
Kenapa di depan ada mobil polisi?
Ada masalah.
"Masalah"?
Katanya, dokter Ma mabuk dan mencekik seseorang.
Sulit dipercaya.
Dokter Ma melakukannya?
- Selamat pagi, Bu. - Selamat pagi.
Dokter Ji! Akhirnya kau tiba.
Masalah eksternal adalah wewenang Direktur Muda.
Boleh kudengar inti masalahnya terlebih dahulu?
Pasien yang pingsan di bar semalam
saat ini tak sadarkan diri.
Menurut para saksi, Pak Ma Gang-seok ikut naik ambulans
dan mencekiknya.
Begitu…
Apa dokter Ma memberi pertolongan pertama?
Menurutnya begitu,
tapi keluarga pasien curiga dia memperburuk keadaan
karena bertindak saat mabuk
dan berniat mempermasalahkannya.
Mereka juga akan menuntut rumah sakit bila terbukti mempekerjakan orang
yang memiliki masalah psikologis.
Itu tidak masuk akal.
Kenapa rumah sakit harus menanggung urusan pribadi?
Bisa kulihat rekam pertolongan pertama dari paramedis?
Silakan.
Pasien diberi intubasi endotrakeal karena jantung tak berdenyut,
meski resusitasi jantung paru sudah dilakukan.
Kau melakukan penekanan krikoid karena intubasi?
Penekanan apa?
Teknik untuk membuka jalur udara sebelum intubasi
yang bernama penekanan krikoid.
Mungkin tampak seperti mencekik di mata orang awam.
Begitu rupanya.
Itu pasti benar. Penekanan krikoid.
Mohon selidiki situasi detail kepada paramedis sekali lagi,
dan jika masih ada masalah, silakan kirim surat panggilan resmi.
Bila bersikeras ingin menuntut dokter
yang bersusah payah beri pertolongan pertama
kepada pasien henti jantung mendadak,
kami pun takkan tinggal diam.
Baiklah. Semua kembali bekerja!
Jam praktik sudah dimulai.
- Ayo kita pergi. - Ayo.
- Kenapa diam saja? - Ayo.
Rumah sakit ini memang tidak bisa beroperasi tanpaku.
Dokter Ma.
Astaga. Berapa banyak kau minum?
Kau bau alkohol.
Hari ini, pulanglah.
Direktur Gong keterlaluan. Apa jadinya kalau tak ada kau?
Yang benar saja. Direktur macam apa dia?
Kasus dokter Ma memang harus dicari solusinya.
Aku cemas dia terlibat masalah yang lebih besar.
Wajahmu tampak bersinar.
Berarti suamimu sudah pulang.
Bagaimana kau tahu?
Dilihat dari lancarnya produksi oksitosin,
berarti hubungan seks kalian masih membara.
Dokter Seol!
Maklumilah. Aku tak seperti itu.
Aku merasa akan menggila.
Aku ingin tidur, tapi…
Apa kau mendengarkanku?
Sejak kapan kau mulai sulit tidur?
Sekitar tiga bulan lalu.
Setahuku wanita muda zaman sekarang
banyak makan obat anorektik.
Aku tidak tertarik untuk diet.
Aku hanya butuh obat tidur.
Kalau begitu, kusarankan mengunjungi dokter neuropsikiatri.
Aku juga tahu soal itu.
Aku kemari karena tidak ingin meninggalkan rekam medis di sana.
Aku sudah mencari tahu bahwa aku bisa dapat obatnya
dengan resep dokter di sini.
Memang dapat diatasi,
tapi aku punya aturan untuk tak asal memberi obat penenang.
Terlebih lagi kepada pasien yang tak ingin meninggalkan rekam medis.
Itu menyalahi hati nurani seorang dokter.
PAMERAN SOLO HYO-JUNG
Kau harus datang, Dok.
Terima kasih atas undanganmu,
tapi entah apa aku senggang.
Aku mulai melukis karena Dokter bilang menopause harus diatasi
dengan rasa percaya diri, dan menyarankan agar aku mencari
kegiatan untuk menumpahkan renjanaku.
Karena itu, Dokter harus datang.
Model rambutmu…
berubah, ya?
Tak ada obat awet muda yang lebih baik daripada cinta lelaki, bukan?
Kurasa aku tak salah mengubah gaya rambutku,
karena aku begitu dicintai belakangan ini.
Kau sudah jauh lebih baik.
Kurasa kau bisa berhenti berobat.
Baiklah.
Kalau begitu,
kutunggu kau di pameran.
Semoga harimu indah.
- Hei! - Tunggu.
Ya. Bagaimana sekolahmu hari ini?
- Lihat ini. - Apa itu?
Ibu!
Jun-yeong.
Bu, berkemah kali ini ternyata tidur di luar, bukan dalam ruangan.
Di tenda!
Ayah sungguh bisa ikut kali ini?
Yakin?
Tentu. Ayah sudah mengosongkan jadwalnya.
Tahun lalu pun Ayah bilang bisa, tapi mendadak batal karena ada masalah.
Bagaimana jika itu terulang lagi?
Astaga, Ayah tak bisa dipercaya.
Apa pun yang terjadi, dia pasti ikut kali ini.
Jangan khawatir.
Bu Ji.
Apa kabar?
Selamat sore.
Kau tak ingat aku?
Aku Jang Mi-yeon, pernah jadi asisten sutradara Lee.
Ya.
Benar.
Kita bertemu saat pembukaan kantor, ya?
Benar, aku ingat.
Seingatku rambutmu pendek dahulu.
Ini… rambut sambungan.
No comments yet. Be the first to leave one.