The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Anda tahu kenapa Pak Choi sakit?
Semua ini salah Anda.
Karma berlaku. Karena dosa-dosa Anda,
Pak Choi sakit sekarang.
Memukul seseorang
juga dosa.
- Tolong pergilah. - Lepaskan aku.
Aku akan pergi sendiri.
Saat penyelidikan ulang dimulai, polisi akan memanggil Anda.
Apa yang Pak Choi pikirkan jika dia tahu soal ini?
Si Woo akan memercayaiku.
Dia tahu aku tidak terlibat dalam peristiwa itu.
Itu aneh.
Kenapa aku mendengar
keraguan di suara Anda?
Nona Yoo.
Jangan biarkan siapa pun di timnya masuk ke kantorku lagi.
Baiklah, Bu.
Serta beri tahu Pak Bang
untuk ke ruanganku sekarang
Baik.
"Rumah Sakit Hanguk"
Semua ini salahku.
Aku salah memilih pewarna kain.
Itu sebabnya ini terjadi.
Aku sungguh meminta maaf.
Minta maaf saja tidaklah cukup.
Bagaimana dengan anakku?
Kamu tidak melihat betapa parah kulitnya?
Cairan keluar dari kulit anakku saat dia menggaruk area itu.
Apa tindakanmu jika ini menjadi bekas luka?
Putriku muntah dan mengalami diare sepanjang malam.
Dia sama sekali tidak bisa tidur.
Maafkan kami. Kami sungguh minta maaf.
Siapa kamu?
Aku manajer tim di Hyunkang yang membuat pakaian itu.
Namaku Ahn Nam Jin.
Begitu. Kamu manajer tim itu?
Bagus. Aku senang kamu datang.
Kamu mengiklankan bahwa itu terbuat dari kain kacang kedelai
dengan tambahan kitosan.
- Kamu tega kepada anak-anak? - Tolong tenanglah.
Semua ini salahku.
Aku akan menerima hukumannya dan masuk penjara jika perlu.
Jadi, tenanglah dan marahlah kepadaku.
Ibu, aku takut.
- Ibu... - Tolong tenanglah.
Anak-anak ketakutan.
Bagaimana kalau kita duduk dan membicarakannya?
Penyembuhan anak-anak adalah yang utama.
Tolong lepaskan dia.
Tidak apa-apa. Jangan menangis.
Orang bilang, kita harus beristirahat saat gagal.
Kita seharusnya tetap di rumah hari ini.
Aku harus ke sini.
Kita mungkin menerima telepon soal pembatalan perintah penutupan.
Aku hanya sedih karena kamu berkecil hati.
- Masuk dan duduklah. - Halo.
- Halo. - Halo.
Anda bisa kembali mengoperasikan pabrik besok.
Apa? Kamu serius?
Bagaimana dengan alternatif untuk pewarnanya? Kamu memeriksanya?
Ya, aku mengetahui sebuah pabrik di Korea baru-baru ini meluncurkan
pewarna kain dengan seng oksida.
Harganya memang mahal, tapi itu antibiotik,
menawarkan perlindungan UV dan bahkan mengusir kelembapan.
Kami akan mengurus biaya perawatan rumah sakit anak-anak.
Jika menimbulkan jaringan parut,
kami juga akan mengurus biaya perawatannya.
Kamu melukai anak-anak kami secara fisik dan mental.
Kamu pikir membayar perawatan mereka akan menyelesaikan ini?
Sadarlah.
Orang seperti kalian yang tidak memiliki hati nurani
seharusnya tidak mengelola bisnis!
Kami juga korban dalam masalah ini.
Kebenarannya akan segera terungkap.
Kami berusaha sangat keras dalam membuat pakaian itu.
Ini tidak akan terjadi jika kami tidak memilih pewarna itu.
Aku akan menginap di rumah sakit mulai besok
sampai anak-anak dipulangkan.
Aku akan membacakan buku cerita untuk mereka.
Saat kalian sibuk,
aku akan menjaga mereka.
Kami tidak membutuhkan hal semacam itu, jadi, pergilah.
Tunggu.
Kami akan pergi setelah meminta maaf kepada anak-anak.
Tolong izinkan kami melakukan itu.
Maafkan aku.
Ini salahku.
Aku sungguh minta maaf telah membuatmu menderita.
Aku menyuruhmu secepatnya ke luar negeri. Kenapa belum pergi?
Pak Heo bilang telah mengajukan pelaranganku meninggalkan Korea.
Bagaimana aku meninggalkan Korea?
Aku seperti tikus di dalam kandang.
Jangan bicara seolah-olah tidak apa-apa.
Kamu bisa menyelundup
atau mendapatkan paspor dengan nama orang lain.
Kamu seharusnya memikirkan suatu cara.
Tidak. Aku tidak akan meninggalkan Korea.
Apa maksudmu?
Apakah karena kamu menginginkan uang lebih?
Jika kamu meninggalkan Korea, aku akan memberimu uang lebih.
Aku bisa mendapatkan banyak uang dengan menjual bangunan di Gangnam.
Dia cemas.
Kamu pikir aku, Bang Cheol Sang, akan pergi dengan 300.000 dolar?
Jika Nam Jin mewarisi Hyunkang,
aku akan menjadi ayah tiri seorang pimpinan.
Aku mencoba memikirkan
mana yang akan lebih menguntungkanku.
Berhentilah membuatku khawatir dan segera pergilah.
Akan kukirim uangnya pada hari kepergianmu.
Jika kamu bersikeras, aku akan memikirkan cara lain.
Bu Choi meminta kamu mencariku?
Ya.
Tolong beri tahu dia, kamu tidak tahu di mana aku.
Pak Choi sakit.
Apa maksudmu dia sakit?
Apa masalahnya?
Seberapa parah kondisinya?
Aku tidak tahu detailnya.
Aku hanya tahu dia sakit keras.
Dan dia sangat merindukanmu.
Kamu mau aku mengatakan apa kepada Bu Choi?
Tolong beri tahu dia, aku tidak mau menemui Pak Choi.
Baiklah. Aku akan memberitahunya.
Sayang. Astaga.
Wajahmu terlihat sangat kurus.
Bagaimana perasaanmu?
Halo. Anda kemari.
Aku membuatkan naengi-guk untukmu.
Kudengar kimchi lokio dan lokio liar
baik untuk kesehatan levermu.
Ini teh daun maple bergaris.
Minumlah kapan pun kamu haus.
Terima kasih.
Aku merindukan masakan Anda, Bu Yang.
- Ibu. - Nam Jin.
Katamu, kamu sedang sibuk. Kenapa kamu kemari?
Korban anak-anak itu dirawat di rumah sakit ini.
Aku ingin menemui Si Woo selagi di sini.
Korban anak-anak? Apa maksudmu?
Produk kami mengalami masalah karena seseorang yang kamu kenal.
Benar.
Tidak pantas membicarakan itu di depan pasien.
Nam Jin, ada yang harus kutanyakan kepadamu.
Tentu. Kami permisi.
Jika kamu ingin makan sesuatu, beri tahu aku, ya?
- Semoga kamu cepat sembuh. - Terima kasih.
Terima kasih sudah datang.
Selamat menikmati.
Kenapa kamu ingin bertemu denganku?
Ini mengenai Pak Choi.
- Apakah dia sakit? - Ya.
Bagaimana kamu tahu?
Apakah kondisinya parah?
Kudengar dia mengalami sirosis lever akut.
Aku menjenguknya bersama anggota timku kemarin.
Wajahnya tampak kuning.
Dia tampak sangat sakit.
Itu sebabnya dia mencari Jin Ah.
Siapa? Kamu membicarakan Bu Choi?
Apa maksudmu produk kalian mengalami masalah
karena orang yang kukenal?
Ada masalah dengan pewarna yang direkomendasikan kepada kami.
Kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu.
Fokus saja pada kesehatanmu.
Nam Jin.
Kamu sungguh tidak tahu di mana Jin Ah?
Ya. Dia tidak meneleponku sejak terakhir kami bertemu.
Aku kalah kontes.
Aku juga kehilangan kesempatan menjadi penerus Hyunkang.
Kurasa dia membenciku karena tidak punya apa-apa selain penyakit
dan itu sebabnya dia bersembunyi.
Kamu tahu Jin Ah bukan orang seperti itu.
Aku tahu.
Tapi aku terus merasa takut.
Bagaimana jika Jin Ah melihatku seperti ini
dan mengatakan dia tidak mencintaiku lagi?
Bagaimana jika dia mengatakan tidak mau melihatku lagi?
Aku yakin dia tidak akan mengatakan itu.
Saat Jin Ah hanya mendengar namamu,
matanya berkaca-kaca.
Aku bisa merasakan cintanya tulus
kepadamu.
Jadi, berilah dia waktu.
Dia akan kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Aku sungguh berharap itu akan terjadi.
Masuklah.
Selamat datang. Duduklah.
Kamu sudah memikirkan perkataanku?
Astaga. Kamu terus menyuruh aku memikirkan apa?
Astaga. Yang benar saja.
Kamu tidak akan bisa meninggalkan Korea.
Saat penyelidikan dimulai,
kamu tidak akan bisa menghindari penangkapanmu.
Dengar, sejak kecil,
aku tidak pernah memikirkan apa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.