Release info

비켜라운명아 It'sMyLife EP107 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-04-04
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

- Kuperingatkan kamu... - Cukup.

Aku ingin meninggalkan Anda juga.

Apa?

Anda memisahkanku dari Si Woo,

memperlakukanku semena-mena,

dan mempermalukanku di depan orang-orang.

Anda melupakan itu juga?

Anda tidak tahu Anda sangat membuatku menderita, bukan?

Aku bisa menelan rasa sakit dan menahan semuanya

karena kupikir Anda melahirkan Si Woo.

Namun,

Anda bukan ibu kandungnya.

Apa katamu?

Jujur, aku berharap bisa melarikan diri seperti Seung Joo.

Aku tidak bisa melakukan itu karena Si Woo.

Karena Anda membesarkannya selama 30 tahun dengan penuh cinta.

Itu sebabnya aku menahan semua ini.

Aku seharusnya

tidak membiarkanmu berada di dekat Si Woo.

Tolong

jangan merendahkanku.

Aku tidak akan

bersabar lagi menghadapi Anda.

Ada apa? Apa terjadi sesuatu?

Aku mengeluarkan semua yang kupendam,

tapi kenapa aku tidak merasa lega?

Kepada siapa?

Kepada ibuku?

Ini terlihat bagus. Sempurna.

Aku akan meminta persetujuan Bu Choi.

Mau kukirimkan itu lewat surel juga?

Boleh.

Pak Jang, traktir aku minum sepulang kerja.

Tidak mau, aku tidak akan pernah minum bersamamu lagi.

Kenapa tidak?

Orang-orang kantor tahu obrolan kita satu hari setelah kita minum.

Bagaimana bisa aku minum bersama orang seperti itu?

Astaga, apa yang kukatakan?

Bu Choi menolak Pak Jang lebih dari sepuluh kali.

Saking sedihnya, dia pernah menyeberangi

jembatan Sungai Han dengan berjalan kaki.

Aku hanya memberitahumu...

Kenapa kamu membocorkannya?

- Kamu memberi tahu orang-orang? - Ya.

Aturan pertama akur dengan semua orang

adalah menyimpan rahasia orang lain.

Aku akan minta persetujuan.

- Baik, sampai nanti. - Sampai jumpa.

- Kamu puas sekarang? - Ya.

Aku terlalu kejam kepada Ibu, ya?

Aku seharusnya menahan diri.

Dia sedang tidak sehat.

Entah kenapa aku melakukan itu kepadanya.

Aku senang kamu melampiaskannya.

Memendamnya akan membuatmu sakit.

Omong-omong, kamu sungguh ingin pergi?

Jujur, itu setengah-setengah.

Setengah-setengah?

Aku ingin pindah agar kita bisa hidup lebih nyaman,

tapi aku merasa kasihan kepada Ibu juga.

Kurasa akan baik bagi Woo Jin

untuk tinggal bersama neneknya juga.

Aku juga berpikir begitu.

Kamu juga berpikir begitu?

Ya.

Aku membenci ibuku karena membuat masalah ini,

tapi pada saat yang sama,

aku tidak bisa meninggalkan perempuan

yang menjadi ibuku selama 30 tahun demi ibu yang tidak pernah kutemui.

Jika ingatan Ibu kembali,

kita akan baik-baik saja.

Benar.

Bagaimana jika kita makan malam bersama ibumu hari ini?

Lain kali saja. Aku harus pergi ke suatu tempat malam ini.

Ke mana?

Bu Choi!

Hai.

Kamu baik-baik saja?

Tidak. Ayo pergi ke rumah sakit.

Pak Jang.

Si Woo...

Dia putraku, bukan?

Apa? Ya. Tentu saja dia putramu.

Si Woo dan Nam Jin

adalah putraku.

Tapi kenapa aku merasa sangat gelisah?

Aku tidak bisa mengingat apa pun.

Tiap kupikirkan mereka,

pikiranku kosong.

Nona Yoo, tolong ambilkan air hangat.

Terima kasih.

Ini panas. Minumlah pelan-pelan.

Hati-hati.

Pak Ahn.

Mengenai rapat dengan merek Italia...

Sepertinya Bu Choi tidak bisa hadir. Bagaimana ini?

Kita sebaiknya mengantarnya ke rumah sakit lebih dahulu.

Baik.

Bu Choi, berdiri pelan-pelan.

Pelan-pelan.

Ayo. Hati-hati.

"Rumah Sakit Hanguk"

Kondisinya memburuk secara signifikan.

Kondisinya memburuk?

Sepertinya dia tidak meminum obat.

Lalu untuk sesi konselingnya... Dia membatalkan semuanya.

Aku tidak tahu soal itu.

Jika kita membiarkannya, dia akan makin sering terkena serangan panik,

dan tiap serangan akan bertahan lama.

Untuk kasus amnesia disosiatif yang disebabkan trauma fisik,

pasien memilih melupakan kejadian untuk melepaskan rasa sakit

yang lebih buruk daripada kematian.

Dengan kata lain, mereka yakin hanya bisa bertahan dengan begitu.

Tapi dalam kasus Bu Choi, berbagai penyebab stres

telah membuatnya gusar sehingga mengacaukan ingatannya

termasuk ingatan sebelum kejadian itu.

Apa yang bisa kulakukan untuk membantunya pulih?

Yang penting adalah dia melalui ini sendiri.

Dia tidak boleh menghindarinya hanya karena ini menyakitinya.

Dia harus terus menghadapinya.

Aku sudah menebus obat-obatannya.

Apa kata dokter?

Dia tidak bisa menghadiri rapat hari ini, bukan?

Ya, dia sebaiknya tidak menghadiri rapat.

Aku harus hadir. Itu rapat penting.

Kamu tidak bisa hadir dalam kondisi seperti ini.

Aku akan mengantarmu pulang, ya?

Kesehatanmu lebih penting.

Ya, Bu Choi.

Aku akan menunda rapatnya.

Jangan.

Jika kita menunda rapatnya, proyek itu akan dibatalkan.

Jika dia mendapat serangan panik lagi

saat rapat, apa yang harus kita lakukan?

Saat Pimpinan Ahn menunjukkan gejala Alzheimer-nya,

kamu memimpin pengarahan mewakilinya.

Kamu tidak ingat?

Kamu menakjubkan hari itu.

Ayo kembali ke kantor lebih dahulu.

Pak Ahn, apa yang akan kamu lakukan padahal dia tidak sehat?

Kita harus terus menghadapinya.

Kalian habis dari suatu tempat?

- Kenapa dia? - Dia sedang tidak sehat.

Bagaimana kamu bisa mengenal putraku, Nam Jin?

Kalian sudah bertemu?

Apa yang terjadi? Dia tidak bisa ingat lagi?

Pak Ahn, rapatnya akan segera dimulai.

Ada apa dengan Bu Choi?

Dia bersikap aneh lagi?

Benar. Kurasa...

Kamu sudah gila?

Kamu pikir aku mempekerjakanmu untuk menyebarkan hal seperti itu?

Dia tidak bersikap aneh sama sekali.

Sepertinya Nam Jin mengantarnya ke rumah sakit karena dia sakit.

Kenapa kamu membentakku, padahal aku tidak berbuat apa-apa?

Aku hanya bertanya karena penasaran.

Kembali bekerja saja.

Astaga. Masalahku sudah banyak.

- Kenapa... - Pergi!

- Beraninya kamu... - Apa katamu?

Masuk. Selamat datang.

Kudengar kamu mengantar Bu Choi ke rumah sakit.

Ya. Dia sedang beristirahat bersama Pak Jang di ruangannya.

Bagaimana keadaan Bu Choi?

Sepertinya kondisinya memburuk.

Aku khawatir.

Orang-orang dari perusahaan Italia sudah tiba.

Sudah terlambat untuk membatalkan rapat.

Lakukan rapat sesuai rencana.

Bu Choi akan menghadirinya juga.

Sungguh?

Kamu punya rencana?

Kita harus terus menghadapinya.

Sungguh menyenangkan bertemu denganmu lagi.

Lama tidak berjumpa.

Aku Pak Ahn. Senang bertemu denganmu.

Senang bertemu denganmu.

Halo. Aku Ahn Nam Jin. Penanggung jawab proyek ini.

Aku tidak sabar bekerja denganmu.

"Ramyeon Seung Joo cintaku"

Apa-apaan itu?

Jika kamu ingin berterima kasih, beri aku hadiah.

- Di sini. - Hentikan.

Aku terlalu lelah untuk pulang.

Bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini?

Tidak boleh. Astaga. Ada apa denganmu?

Ayah, ini aku.

Ya, Seung Joo.

Aku akan mulai bekerja di perusahaan Ayah besok.

Baiklah. Keputusanmu tepat.

Ayah akan mencarikan posisi di pabrik untukmu.

Baik. Sampai nanti.

- Seung Joo akan bekerja di sini? - Ya.

Yeon Sil, minta staf menyiapkan meja untuknya

di tempat yang terkena sinar matahari.

Baik. Tapi kenapa pabrik?

Dia putri CEO dan akan mewarisi Minhan.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left