The first 200 lines.
=EngSub by DramaFever= =Diterjemahkan oleh : nuneLymee=
[Produksi karya ini didukung oleh Korean Creative Content Agency.]
Habaek.
Habaek.
Habaek.
Nak Bin adalah manusia yang ditawari sebagai pengorbanan.
Pengorbanan manusia. Sesuatu yang dilakukan manusia yang bodoh.
Habaek, yang jatuh cinta dengan pengorbanan
mungkin lebih bodoh dari pada manusia.
Raja Negeri Langit melanggar hierarki Alam para Dewa
dan punya impian sia-sia untuk membangun sebuah hirarki baru.
Dia kira itu memungkinkan jika dia mencuri kekuatan Habaek.
Habaek...
Raja Negeri Langit membisikkan kehidupan yang kekal ke telinganya
dan wanita bodoh itu akhirnya berjanji untuk mengkhianatinya.
Setelah itu, wanita yang membodohi Habaek dan jatuh di bawah kutukan raja Negeri Langit
apakah ia akhirnya mendapatkan kehidupan kekal yang sangat dia inginkan?
Matahari akan segera terbenam.
Nak Bin.
Habaek!
Habaek.
Suh Wang Mo...
mengatakan bahwa dia akan membunuhmu.
Dia bilang...
dia akan mematahkan kutukan itu, dengan darahmu sendiri.
Kau akan mendapatkan kehidupan kekal yang kau inginkan, bersama dengan kematian.
Kau tidak akan bisa mencapai nirwana apapun...
atau kau tak akan bisa di reinkarnasi
Selamatkan aku!
Tolong, selamatkan aku, Habaek!
Tolong!
Aku tidak akan pernah...
memaafkanmu.
Aku datang ke sini hanya untuk memberitahumu itu.
Habaek, maafkan aku! Maafkan aku, Habaek!
Tolong, Habaek! Aku tidak tahu!
Aku tidak tahu itu adalah kutukan!
Aku melakukannya karena aku mencintaimu!
Aku ingin tinggal bersamamu selamanya!
Aku mencintaimu, Habaek! Aku mencintaimu!
Tolong! Aku mencintaimu!
Habaek!
Habaek.
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Habaek!
Habaek! Selamatkan aku!
Habaek! Selamatkan aku!
Habaek! Selamatkan aku!
Tapi kemarahan Suh Wang Mo tidak dapat dipatahkan hanya dengan kisah menyedihkan gadis itu.
Ibu dari Negeri Air
ingin kakaknya dan anaknya untuk menebus dosanya juga.
Jika Yang Mulia mengampuni kami... Jika Yang Mulia mengampuni kami...
Kakak laki-lakinya menebus kesalahannya agar hidupnya terselamatkan
dan kakaknya yang bodoh itu
menjanjikan bahwa semua keturunannya akan menjadi budak.
Konyol sekali.
Lalu, apa hubungannya denganku?
Jika nenek moyangku dari 1.000 tahun yang lalu mengkhianati negara,
mencuri sesuatu, atau bahkan membunuh seseorang
apa hubungannya denganku?
Kau ingin aku merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan bertahun-tahun yang lalu?
Bagaimana, ya?
Rasa bersalah adalah sesuatu yang kau rasakan setelah kau melakukan sesuatu yang sangat buruk.
Tapi cerita itu tidak membuatku merasa bersalah sama sekali.
Kudengar, kau bodoh.
Tapi kau benar-benar tak mengerti apa yang ingin aku tekankan, ya?
Apapun yang Moo Ra katakan padamu...
Kenapa kau menatapku dengan wajah yang menakutkan begitu?
Ayo kita makan. Sudah waktunya makan malam.
Kenapa waktunya bisa tepat sekali? Ini bukan pertama kalinya.
Ah, sudah berantakan semua.
Apa yang harus aku lakukan?
Haruskah kita makan mie instan?
Apa yang...
Moo Ra katakan?
Dia tidak mengatakan apa-apa.
Dia hanya sedikit cerita soal kehidupan cintamu dulu.
Padahal itu tidak terlalu menarik.
Duduklah.
- Nak Bin... - Ya, Nak Bin.
Kudengar, nama wanita itu Nak Bin.
Lihat? Kau bohong.
Wanita yang kau cintai setara dengan kehidupanmu mengkhianatimu
dan dihukum karena mencintaimu.
Kakaknya membuat janji tak masuk akal seperti itu kepada para dewa
dan manusia itu adalah nenek moyangku.
Tapi, dia hidup 1.200 tahun yang lalu, tidak 120 tahun yang lalu.
Jadi untuk menghubungkannya denganku, bukankah itu sangat keterlaluan?
Aku bingung dengan semua ini.
Apa yang sebenarnya ingin kau katakan?
Kembalilah...
ke tempatmu yang seharusnya.
Kembalilah ke sana.
Tolong tinggalkan rumah ini secepat mungkin.
Aku yang akan memutuskan kapan aku akan pergi.
Kudengar, kau tidak melakukan apapun saat itu.
Lakukan apapun sebisamu untuk meyakinkannya.
Wanita yang kau cintai...
saat dia meninggal seperti itu...
Kudengar, kau tidak melakukan apapun.
Kudengar, kau bodoh.
Tapi kau benar-benar tak mengerti apa yang ingin aku tekankan, ya?
Aku tidak menyuruhmu untuk merasa bersalah.
Aku menyuruhmu untuk melepaskan Habaek.
Kau harus melepaskannya.
Aku tahu kau mampu melakukan itu.
Aku hampir gila karena amarah, tapi...
tapi aku mengakui itu...
kalau bajingan itu benar-benar mencintaimu.
Kau mengerti apa yang aku katakan?
Toh, dia juga akan kembali ke alamnya.
Dia merasa bimbang!
Habaek bukan hanya miliknya sendiri.
Dia akan segera menjadi Negeri Air
dan seluruh Negeri Air akan segera menjadi Habaek.
Seperti yang kau katakan, dia harus segera kembali.
Kau tahu apa ironisnya soal ini?
Jika Habaek bukan raja...
dia bukanlah apa-apa.
Jadi...
Habaek pasti akan pergi, terlepas dari segala kembimbangan yang ada dihatinya.
Bukankah itu sudah cukup?
Lepaskan dia sebelum dia terliputi oleh semua ini.
Selagi dia masih bisa mengatasi semuanya.
Lepaskan dia.
Aku tidak ingin melihatnya menghukum dan menghancurkan dirinya sendiri seperti yang dia lakukan saat Nak Bin meninggal.
Kumohon.
Jangan menjerat dia...
seperti Nak Bin.
Aku berharap aku bisa menangis.
Aku berharap aku bisa mabuk...
seperti yang kau katakan.
Hal kecil kecil yang manusia lakukan...
Aku berharap aku mampu melakukan semua hal itu.
Aku sangat marah.
Aku sangat marah, sampai rasanya mau gila.
Aku kesana dan mengatakan kepadanya bahwa dia mencintainya.
Kau tidak perlu sampai melakukan itu.
Kenapa ini jadi satu-satunya cara agar dia bisa kembali ke Alam Dewa?
Kau telah menyelesaikan apa yang perlu kau lakukan.
Kau tidak perlu merasa kesal dan marah.
Aku akan memelukmu sekarang.
Aku akan menghajar si keparat Habaek setengah mati...
jika kau mengizinkannya.
Jangan berani-beraninya kau begitu.
Tentu saja, tentu saja.
Nam Soo Ri.
Bangun, Nam Soo Ri.
- Kau darimana saja kemarin? - Hanya di sana-sini.
Apa kau kecewa karena aku bekerja paruh waktu untuk memberi hadiah pada budakku?
Apa?
Tidak...
Ya, sangat!
Aku minta maaf.
Aku tahu, kau bekerja di tempat sewa perahu bebek pada siang hari
dan bekerja sebagai pengantar ayam di malam hari, digigit nyamuk
semua demi aku, untuk memberiku makanan dan pakaian.
Aku menggunakan tubuhku yang sempurna hanya untuk mandi setiap hari
dan yang aku lakukan hanya menerima buku, makanan, dan air buah pohon yang kau bawa.
Tentu saja aku tahu itu.
Tidak, Baginda!
Aku telah melakukan dosa berat, Dewa Habaek!
Kau tidak mengharapkan aku untuk berkata begitu, kan?
Tidak.
Bagus, kalau kau sadar. Sekarang turun ke budak itu.
Dan katakan padanya kita ingin sarapan.
Apa?
Baik.
Terima kasih untuk makanannya.
Berikan aku ponselmu.
Kau yang urus ini untuk kami.
Kudengar, semua itu harus "dibatalkan", atau semacamnya.
Dan koran.
Jaga pakaian dan bukuku juga.
Apa yang Baginda maksud?
Oh, dan telpon pemilik tempat penyewaan perahu tempat Nam Soo Ri bekerja.
Pastikan kau pulang lebih awal setiap malam.
Kudengar, ada sesuatu yang bisa membuat lampu pintu depanmu
menyala sendiri saat hari mulai gelap.
Ubah lampumu ke tipe itu.
Jangan hanya makan mi instan.
Buatlah makanan yang benar untukmu sendiri, meskipun kau tak berbakat membuatnya.
Dan jangan membersihkan rumah satu abad sekali.
Kau harus sering bersih-bersih.
Tentu saja sulit.
Kudengar, kau bisa mengirimkan sesuatu yang disebut petisi sipil
jika lampu jalan padam.
Jangan berjalan di sekitar tempat gelap, meskipun merepotkan.
Dan kirimkan laporannya.
Kau suka sekali melaporkan hal-hal seperti itu.
- Anu... - Nam Soo Ri.
Ya?
Beri kami privasi sebentar.
Baik.
Kau ingat saat aku bilang, kau terlihat jelas setiap kali berbohong?
Tapi belakangan ini aku tidak bisa melihat itu.
Aku menyadari bahwa kau ingin aku pergi dengan setulus hati.
Karena aku adalah Dewamu.
No comments yet. Be the first to leave one.