The first 178 lines.
Pertempuran di Nagoya
ku selalu bermimpi akan hancurnya harapan
zutto yume miteita kowaresou na kibou
setelah bisikan waktu selamatkan lewat kebaikan
toki wo koe kousa shita sorezore no yasashisa
di atas awan nan tinggi, terukir kilau senyumanmu
futto miageru sora ni kimi no egao egaku
dan sejak saat itu, pandangan dunia kita pun jadi berbeda
ano hi kara bokutachi ha chigau sekai wo mita
ketika kenangan kembali terkuak, diriku pun tersadar
omoi ga afureru shinjiau koto ha
betapa mudahnya 'tuk tanam kepercayaan dalam hatimu
tayasui koto da to sono kioku ha shitteru
di kala kutapaki langkah susuri cahaya dan kegelapan
hikari to yami ni kakusareta kono michi wo susundeku
perasaan kita saling beresonansi
futatsu no omoi ga kirameku
'tuk senantiasa lindungimu
kimi wo mamoritai
kurasakan debaranmu dan peluk erat ikatan kita
kokoro ni kanjiru kizuna wo dakishimete
hingga tiba saatnya 'tuk tebas segala kesedihan
tachiagaru toki ha ima kanashimi kirisaite
"dua jiwa pergi menuju kebenaran"
two souls go toward the truth
seraya cari senyuman membentang
sono egao sagashite
keinginan kuat kita pun kan buka jawaban penuh kepastian
kono omoi ga bokura wo tsuyoku shinjitsu he to michibiku
Pedang Keadilan
Pedang Keadilan
Ah, aku puas.
Chess, bukan sandera namanya kalau kau bunuh mereka.
Eh?
Tak boleh?
Oi, jangan seenaknya mati dulu!
Dasar.
Ma-Maaf, Tn. Crowley.
Hem?
Tak masalah, toh masih ada banyak.
Nah, dengar katanya!
Nih, kau juga harus coba.
Belajarlah tahan diri sedikit.
Karena kita adalah bangsawan.
Duh, apa asyiknya kalau segala sesuatu dibawa serius melulu?
Ya, 'kan, Tn. Crowley?
Aku juga berpikiran sebaiknya kau serius sedikit.
Eh?
Tapi kan...
Omong-omong, bagaimana menurut Anda tentang serangan kali ini, Tn. Crowley?
Akhirnya para manusia itu berani menantang kita di Nagoya.
Mereka memang berani.
He, Chess.
Mendekatlah kemari sebentar.
Tentu.
A-Apa maksudnya, Tuan?
Oh, aku hanya ingin adu kekuatan senjata manusia dengan punya kita.
Tentu saja semua senjata jadi kuat kalau Tuan yang pegang.
Bukan itu yang kumaksud.
Lalu, apa itu, Tuan?
Perasaanku saja, sepertinya manusia mendadak bertambah semakin kuat.
Contohnya, senjata pemusnah vampir yang punya kutukan iblis ini.
Ada kemungkinan seseorang bocorkan informasi mengenai kita pada manusia.
Berarti maksud Anda ada pemberontak di antara kita?
Dia pastilah seseorang berpangkat tinggi.
Nah, seperti yang kalian lihat, luka dari senjata ini tak bisa menutup.
Jadi, kalian berdua harus berhati-hati.
Akan segera kusembuhkan.
Kau boleh meminumnya kalau mau.
Ta-Tapi, Tn. Crowley...
Ah, kalau begitu, biar aku saja!
Tadi kau baru saja minum darah manusia itu, 'kan?
Sekarang giliranku.
Ah, curang!
Curang! Licik! Tak adil!
Apa ada sesuatu?
Oh, aku hanya bertanya-tanya siapa dalang di balik peperangan ambisius ini.
Krul Tepes.
Ferid Bathory.
Atau...
Atau?
Mana mungkin manusia yang picu semua ini.
Jadi, sampai kapan kita akan terus di sini?
Sampai tim yang lain bergabung dengan kita.
Lalu, bergabungnya kapan?
Seharusnya mereka di sini pada jam 1420.
Lalu, jam berapa sekarang?
1413.
Letkol Ichinose sudah kembali?
Masih belum.
Begitu.
Berjagalah sampai 1420.
Baik.
Shinoa.
Tim lain bawa lima belas orang dalam misi mereka, 'kan?
Ya.
Sepertinya, sisanya tewas.
Aihara.
Apa misimu berhasil?
Kalau gagal, mustahil kami di sini.
Sepertinya, tim kalian utuh-utuh saja, ya?
Siapa dulu ketuanya?
Berisik.
Benar, 'kan, Ketua Shinoa Hiiragi?
E-Eh?
Kok malah jadi aku?
Tapi, kami bersyukur masih bisa lihat kalian.
Biar kami yang awasi wilayah ini, jadi beristirahatlah.
Si Anak Baru, ya?
Ya.
Kalau tak salah namanya...
Kau tak ingat?
Padahal kau sendiri yang ceramahiku soal mengingat nama musuh!
Bercanda.
Namanya Yuichiro Hyakuya.
Oh.
Kalau begitu, akan kami terima tawaranmu dan beristirahat sejenak, Hyakuya.
Pengawasannya kuserahkan padamu.
Ya, serahkan saja pada kami!
Ternyata dalam misi, teman-teman kita memang ada yang berguguran.
Benar.
Akan ada rekan yang gugur, tapi begitulah medan perang.
Aku benar-benar tahu semua itu.
Karena itu, hargailah hari ini dan saling lindungi satu sama lain.
Kenapa kalian malah bermalas- malasan di siang terik begini?
Misi kalian berjalan sukses, 'kan?
Tentu saja.
Bagaimana denganmu?
Terlalu mudah.
Mudah, apanya?
Narumi.
Ya?
Bagaimana kinerja para pemula ini?
Apa mereka jadi penghambat?
Ya, kerja mereka lebih baik dari yang kuduga.
Ah, bukan. Kerja mereka luar biasa, dan sama sekali tak terlihat seperti pemula.
Ya, 'kan?
Akhirnya kau mengakui, 'kan?
Jangan besar kepala!
Aduh!
Aihara, kau kehilangan delapan orang?
Ya, Pak.
A-Aku minta maaf, Letkol.
Memang begitulah misi kita.
Aku yang bertanggung jawab atas nyawa teman-teman kita.
Tidak, semua ini adalah...
Cukup.
Aku senang kau bisa kembali ke sini.
Narumi, di mana para pasukan lain?
Mereka masih belum terlihat.
Begitu.
Kalau begitu, kita akan pergi tanpa mereka untuk segera laksanakan misi berikutnya.
Misi berikutnya?
Seluruh sembilan tim yang ditugaskan tangani tiga bangsawan di balai kota sudah dikalahkan.
Dua puluh tiga prajurit sudah jadi tawanan mereka.
Mana mungkin.
Misi-misi kita berikutnya masih butuhkan sekali banyak orang.
Kita akan kalahkan para bangsawan itu dan selamatkan rekan kita.
Letkol, izinkan aku ikut.
Aku ingin berguna bagi-
Tidak.
Aku tak butuh seseorang yang menangis di medan pertempuran.
Bercanda.
Setelah penyelamatan ini selesai, kita akan bertemu di bandara.
Aku ingin kau tetap di sini, dan beri tahu tim yang akan datang kemari.
Kuserahkan padamu.
Ba-Baik!
Ayo berangkat, Bocah-bocah!
Baik!
Ada waktu?
Apa?
Kau mau bilang kalau itu perangkap, dan sebaiknya aku jangan pergi?
Bukan, karena kita memang tak punya pilihan lain.
Kalau kita kehilangan pasukan, kita takkan bisa selesaikan tugas ini.
Lalu, kau mau protes apa?
Siapa juga yang mau protes?
Rekan-rekan kita sudah banyak yang tewas.
Kau tak suka hal semacam ini, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.