The first 200 lines.
"It's My Life"
"Episode 7"
Sedang apa Nam Jin di sini?
Pimpinan Ahn di sini.
- Ayo ke atas. - Baik.
Siapa Yang Nam Jin?
Bagaimana aku tahu jika kamu tidak tahu?
Dia di sini.
"Pegawai baru, Yang Nam Jin, Kepala Sekretaris"
Pimpinan Ahn, apa ini?
Ayo, Kepala Sekretaris Yang.
Nam Jin, kamu bekerja dengan baik.
Aku nyaris tidak mengenalimu dengan jas itu.
Aku baik-baik saja.
Aku makan dan tidur dengan teratur.
Jadi, berhentilah mencemaskanku
dan jalanilah hidupmu.
Ada apa ini, Pimpinan Ahn? Aku kepala sekretaris?
Ya.
Kamu kepala sekretaris dan perawatku.
Aku perawat Anda, tapi apa-apaan soal kepala sekretaris ini?
Bagaimana aku harus bekerja?
Itu sepele.
Kamu harus perlu membantuku dan mengatur jadwalku dengan baik.
Biasakan dirimu dengan pekerjaanku. Itu saja tugasmu.
Tidak, aku tidak bisa.
Apa kata orang-orang di kantor sekretaris nanti?
Aku yakin mereka akan menyebutku anak desa bodoh
yang mendapatkan jabatan karena koneksi.
Aku tidak punya sekretaris saat ini.
- Apa? - Aku memecat mereka saat aku sakit.
Tidak ada gunanya mempertahankan kantor sekretaris
bagi pimpinan yang datang bekerja hanya dua atau tiga kali sepekan.
- Tapi tetap saja... - Seorang kepala sekretaris pimpinan
tidak memegang banyak tanggung jawab.
Kamu hanya terus melakukan pekerjaanmu saat ini
karena kamu bekerja dengan baik.
Halo, Pimpinan Ahn.
- Kamu sudah di sini. - Ya.
Anda tampak sehat, Pimpinan Ahn.
Silakan.
Baiklah.
Selamat datang, Kepala Sekretaris Yang Nam Jin.
Pengacara Heo, kenapa Anda bersikap seperti ini juga?
Kamu hanya perlu mempertahankan kinerja baikmu.
Kamu sudah menyiapkan materi untuk pengarahan hari ini, Pengacara Heo?
Ya, sudah. Ini.
- Aku akan pergi ke tim legal. - Baik.
"Pimpinan Ahn Seok Ho"
"Pak Lee"
Ya, Pak Lee.
Nam Jin, dokter bilang ibumu bisa pulang besok.
Benarkah? Syukurlah.
Kamu sudah menemukan rumah untuk sewa jangka pendek?
Aku menemukan beberapa. Akan kukirim tautannya lewat SMS.
Lihatlah bersama ibuku dan pilih salah satunya.
Biaya sewa semua rumahnya hampir sama.
Baik, sampai jumpa.
Aku akan memberimu cuti besok.
Bantu ibumu meninggalkan rumah sakit dan traktir dia makanan enak.
Apakah tidak apa-apa?
Aku bukan bos yang jahat, Kepala Sekretaris Yang.
Baik. Aku akan cuti setengah hari besok pagi, Pimpinan Ahn.
- Aku ingin menyerahkan desainku. - Taruh di sini.
Siapa namamu?
Namaku Jung Jin Ah.
Kamu benar-benar datang.
- Doakan aku. - Semoga berhasil.
Aku akan memasak makan malam, jadi, cepat pulanglah, Yeon Ji.
Aku akan mentraktirmu makan malam untuk merayakan kepindahanku.
Kamu serius? Aku senang sekali.
Jin Ah.
Berhentilah menangis, Dae Sik.
Kamu menangis berhari-hari.
Jangan bersikap seperti ini. Makanlah.
Dae Sik, kamu anak baik, bukan?
Jin Ah. Bawakan Jin Ah kepadaku, Ibu.
Aku tidak bisa hidup tanpa Jin Ah.
Ayah berjanji menjadikan Jin Ah istriku.
Berhentilah menangis, Anak Nakal.
Di mana ayah bisa menemukan Jin Ah?
Ayah, aku tahu Ayah bisa melakukannya.
Ayah berjanji akan melakukan apa pun untukku.
Dengar, Anak Nakal.
Jika Jin Ah menggugat pendaftaran pernikahan tanpa persetujuannya,
kita berdua bisa dipenjara.
Kita seharusnya bersyukur karena orang tuanya mencegahnya.
Bagaimana bisa ayah membawa Jin Ah kemari?
Terserah. Aku tidak mau tahu.
Sial.
Aku akan mencari Jin Ah.
- Astaga. Ke mana? - Astaga.
Kamu bahkan tidak tahu di mana Jin Ah.
Aku akan pergi ke Seoul.
Aku pasti akan menemukan Jin Ah.
- Astaga, Dae Sik. - Dae Sik.
Hei, Dae Sik.
Pak Kang, kamu di rumah?
Siapa itu?
Duduklah.
Beraninya kamu datang ke sini?
Begini...
Kurasa sebaiknya kukembalikan kontrak pasar swalayan ini.
Kamu pikir mengembalikan ini akan menyelesaikan segalanya?
Bagaimana dengan utangmu?
Saat ayahnya Jin Ah sembuh,
kami akan bekerja keras
untuk melunasi uangmu.
Bagaimana mungkin dua orang tua membayarku 100.000 dolar?
Dengarlah, Bu.
Ini bukan sekadar utangmu.
Kamu tahu betapa besar usahaku menjadikan Jin Ah menantuku.
Kubeli obat herbal, daging sapi, dan ginseng merah untuk suamimu.
Astaga. Aku menghabiskan banyak uang untuk hadiahnya saja.
Terus terang, apa lagi alasanku sangat baik kepadamu?
Kulakukan semua itu untuk menikahkan putraku dengan Jin Ah.
Kamu tahu bagaimana Dae Sik saat ini?
Dia memintaku mencari Jin Ah sambil menangis tanpa makan apa pun.
Astaga. Dia menjadi sangat kurus.
Aku sungguh minta maaf, Pak Kang.
Aku tidak mau permohonan maafmu.
Cari saja Jin Ah dan bawa dia kepada kami.
Dia mengganti nomor ponselnya dan menyembunyikan dirinya.
Di mana aku bisa menemukan dia?
Maka aku tidak punya pilihan lain.
Akan kutuntut kamu dan keluargamu atas penipuan.
- Penipuan? - Kamu menjual lahan yang dijamin.
Jika itu bukan penipuan, maka apa lagi sebutannya?
- Pak Kang. - Aku tidak mau mendengarnya.
Jika kamu tidak segera membawa Jin Ah kepada kami,
aku akan memenjarakan kamu dan suamimu. Ingat itu.
Pak Kang.
Sudah selesai.
Aku lupa. Itu hari ini.
- Ayah. - Ya, Seung Joo.
Ayah tidak lupa sekarang hari peringatan kematian Ibu, bukan?
Hari peringatan kematiannya?
Tentu saja, ayah tidak lupa.
Bagaimana mungkin ayah melupakannya?
Akan kusiapkan upacara peringatan kematiannya, jadi, cepat pulanglah.
Ayah bisa pulang hari ini, bukan?
Makanlah buahnya, Man Seok.
Ayah bersama wanita itu sekarang?
Apa maksudmu?
Ayah, bukan main.
Ayah membohongiku, putri Ayah, bahwa Ayah sedang berdinas,
tapi Ayah bersama wanita itu selama ini?
Tidak. Bukan begitu.
- Kamu sedang apa, Man Seok? - Seung Joo.
Seung Joo.
Itu tadi Seung Joo?
Kenapa? Apa yang dia katakan?
Dia tahu kamu bersamaku?
Terserah.
Ketahuan bersamamu bukanlah masalah besar
karena kita akan segera menikah.
Itu benar, tapi tetap saja.
Aku tidak mau ini menyakiti perasaan Seung Joo.
Astaga. Itu konyol.
Dia bukan anak kecil.
Dia akan segera berusia 30 tahun.
Meski 30 atau 40 tahun, tidak mudah
menerima seseorang sebagai ibu tiri.
Itu sebabnya aku khawatir.
Karena dia begitu membenciku,
aku tidak yakin bisa tinggal serumah bersamanya.
Jangan khawatir.
Seung Joo akan menikahi Direktur Choi dari Grup Hyunkang.
Setelah dia menikah, kamu tidak perlu tinggal bersamanya.
Direktur Choi yang kita temui waktu itu?
- Dia tampak luar biasa. - Bukan hanya luar biasa.
Dia pewaris Grup Hyunkang.
Seung Joo beruntung bisa menikah dengannya.
Sebaiknya kita melakukan apa sore ini?
Kudengar kita bisa naik sepeda rel di dekat sini.
Mau mencobanya, Man Seok?
Begini... Masalahnya...
Kita sebaiknya pergi sekarang.
Kenapa?
Seung Joo menyuruhmu pulang sekarang?
Astaga, tidak. Dia tidak mengatakan itu.
Sebenarnya,
ini hari peringatan kematian ibunya Seung Joo.
Peringatan kematian ibunya?
Astaga. Maka kamu harus cepat pulang.
Ayo pergi sekarang.
Semoga kamu tidak marah.
Apa yang membuatku marah? Aku memahamimu.
Haruskah aku membantu menyiapkan upacara peringatan kematiannya?
Apa? Kamu bersedia?
Permisi. Apa yang kubutuhkan untuk membuat sup daging...
Gunakan sandung lemur.
Apa?
Ini akan cukup.
- Terima kasih. - Sama-sama
Tunggu.
Apa yang harus kubeli untuk membuat sanjeok?
Gunakan yang ini.
Terima kasih banyak.
Biar kulihat.
No comments yet. Be the first to leave one.