The first 200 lines.
Ayah, ada apa kemari?
- Do Ran. - Ya, Ayah.
Tolong selamatkan
nyawa ibuku.
Tolong bantu dia sekali ini saja.
Ayah.
Ibuku kini sakit keras.
Apa terjadi sesuatu
pada Nenek?
Dia berhenti makan dan mencari Myeong Hee.
Dia bahkan pingsan.
Dia pingsan?
Karena selama ini dia hanya mencari Myeong Hee,
aku bilang kepadanya bahwa Myeong Hee sudah tiada.
Karena aku tidak bisa meminta bantuanmu lagi.
Lalu ibuku memaksa
dia mau mati menyusul Myeong Hee, lalu berhenti makan.
Dia tidak mau makan apa pun.
Dia bahkan tidak mau makan bubur.
Jadi, dengan tidak tahu malu, aku datang meminta bantuanmu.
Aku tidak akan meminta banyak darimu selain pergi ke sana
dan membuatnya makan semangkuk bubur.
Bisakah kamu menyuruhnya makan?
Ayah.
Itu...
Do Ran.
Apa?
Pimpinan Wang.
Ada apa kemari?
Itu...
Aku seharusnya tidak kemari.
Do Ran.
Lupakan ucapanku.
Maaf. Aku harus pergi sekarang.
Lantas, sampai jumpa.
Ayo.
Do Ran, ada apa?
Kenapa Pimpinan Wang kemari?
Nyonya Park harus makan sesuatu.
Ayah.
Aku mencemaskan Nenek.
Bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya?
Aku sebaiknya menemuinya.
Do Ran.
Ayah tahu kamu mencemaskannya.
Dia selama ini sudah baik kepadamu.
Tapi Do Ran,
jika kamu melemah
dan menemui Nyonya Wang,
dia akan lebih menderita.
Dia akan ingin menemuimu lagi.
Dia akan lebih merindukanmu.
Lantas, apa yang harus kulakukan, Ayah?
Dia hanya mencari Myeong Hee.
Dia bahkan tidak makan bubur.
Do Ran.
Apa kamu mungkin
masih menyukai
Direktur Wang?
Apa itu alasannya?
Bukan itu, Ayah.
Bukan itu.
Ini.
Ibu, ini makanan Ibu.
Tolong dimakan. Ibu harus makan.
Agar Ibu punya tenaga untuk menjambakku.
Pergilah, Jalang.
Lihat Ibu.
Ibu bahkan tidak punya tenaga untuk mengumpatiku.
Tolong makan bubur labu ini.
Ini kesukaan Ibu.
Ini amat enak dan manis untuk dimakan.
Pergilah, Jalang.
Kamu amat keji.
Kuharap kamu mati.
Apa kamu berpura-pura?
Saat aku mati,
aku tahu kamu akan senang.
Jadi, aku tidak mau mati.
Aku akan mati karena mau menemui Myeong Hee.
Dasar jalang keji.
Dasar selingkuhan.
Apa yang harus kulakukan dengannya?
Tolong makan!
Nanti Nenek sakit sungguhan.
Tidak, aku tidak mau makan.
Aku...
Apa gunanya makan jika Myeong Hee sudah tiada?
Myeong Hee.
- Myeong Hee... - Astaga!
- Nenek! - Astaga!
- Cepat, panggil dokter. - Nenek!
Cepat panggil dokter.
Astaga! Ibu!
- Ibu! Astaga. - Nenek!
- Ibu! - Nenek!
- Apa yang harus kulakukan? - Nenek.
Ya, ini aku.
Apa katamu?
Ibu pingsan lagi?
Baik, aku ke sana.
- Tolong cepat. - Baik, Pak.
Apa yang terjadi dengannya?
Dia belum sadar.
Apa yang harus kita lakukan? Dia pingsan karena kelelahan.
Ayah...
- Sayang. - Ibu.
- Ibu. - Ayah...
Ibu, ini aku.
Ibu bisa melihatku?
Ayah, aku di mana?
Apa aku masih hidup?
Ibu akan berada dalam masalah besar jika tidak makan.
Ibu harus makan sesuatu.
Bawakan buburnya.
Tolong bangun.
Ini.
Ibu, tolong makanlah.
Ini, Bu.
Ayo makan sesendok.
Aku tidak mau makan.
Sudah kubilang tinggalkan aku agar aku bisa mati.
Ibu, Myeong Hee masih hidup.
Jadi, tolong makan.
Kumohon.
Apa katamu?
Apa katamu tadi?
Myeong Hee masih hidup?
Ya, Bu. Myeong Hee masih hidup.
Jika Ibu makan ini, akan kubiarkan kalian bertemu.
Jadi, tolong makanlah, Bu.
Ayah.
Tolong jangan berbohong seperti itu.
Ayah bahkan mengajakku ke makamnya.
Bagaimana bisa Ayah berbohong bahwa dia masih hidup?
Ayah kira aku bodoh?
Serta
jika Myeong Hee masih hidup,
kenapa dia tidak mau mengunjungiku?
Aku
mau menemui Myeong Hee.
Aku tidak mau ini.
Aku tidak butuh apa-apa. Aku akan menghampiri Myeong Hee.
- Ibu! - Aku mau menemuinya.
- Astaga. - Dokter!
- Panggil dokter. - Cepat!
- Cepat! Ibu! - Ibu!
- Ibu. - Apa yang harus kulakukan?
- Ibu! - Astaga.
Ibu, tolong bangun.
- Ibu! Ambilkan air. - Astaga.
Ibu.
Jin Gook.
Kenapa kamu bilang dia sudah tewas dan membuat kekacauan ini?
Kamu seharusnya bilang dia berkuliah di luar negeri.
Ibu! Ibu kira Ayah mau bilang begitu?
Dia bilang begitu hanya karena Nenek mencari Myeong Hee.
Apa yang harus kita lakukan padanya?
Bagaimana bisa dia bahkan tidak makan sesendok?
Dia tidak akan bertahan lama hanya dengan infus.
Ayah.
Aku akan menemui Do Ran
dan memintanya berkunjung.
Hei, Wang Dae Ryook.
Do Ran tidak ada hubungannya dengan keluarga kita.
Bagaimana bisa kamu menyebut namanya pada situasi ini?
Apa yang akan Ibu lakukan jika Nenek meninggal?
Kalian semua, pergilah.
Aku akan tinggal sendiri.
- Ayah. - Ayah.
Dae Ryook.
Jangan berani-berani menyebut namanya sekali lagi.
Ibu tidak akan membiarkannya.
Paham?
Ayo pergi, Da Ya.
Do Ran.
Tolong selamatkan nyawa ibuku.
Tolong bantu dia sekali ini saja.
Bisakah kamu menyuruhnya
makan?
Halo, Ayah.
Do Ran.
Ibuku kolaps lagi.
Tolong datanglah sekali saja.
Kumohon.
Baik, aku akan pergi.
Aku akan ke sana.
Aku kembali.
Tae Pung, aku harus keluar.
Ayahku juga sedang mengantar.
Baik.
- Ini. - Terima kasih.
Selamat menikmati.
- Terima kasih. - Dengan senang hati.
Kenapa Anda
membunuh ayahku?
Apa dia
berbuat salah kepada Anda?
Tidak.
Ayahmu
No comments yet. Be the first to leave one.