The first 200 lines.
-=Konten drama ini tidak terkait kelompok tertentu, agama tertentu ataupun lainnya.=-
Han Sang Goo.
Ingat yang kukatakan.
Jangan tembak.
Kalau dia mati...
Kalau dia mati...
Kau...
tak bisa menerima kenyataan lalu bunuh diri.
Tolong.
Aku ke labfor bersama Kim Dan
saat seorang mahasiswi hilang.
Di bajunya Baek Ah Hyun terdapat darah korban terakhir?
Iya, darahnya banyak sekali.
Kalau ditilik dari pendarahannya sepertinya belum meninggal.
Tapi kalau tak dibawa ke rumah sakit akan membahayakan nyawanya.
Paling lama bisa bertahan 24 jam.
Selamatkan aku.
Kau mau kuselamatkan?
Makanya, kau menggunakan kekuatan prediksi.
Melihatku dan Han Sang Goo?
Apa aku menembak Han Sang Goo?
Dan Han Sang Goo terlibat penculikan Baek Ah Hyun?
Nampaknya begitu.
Akhir ceritanya bagaimana?
Apa?
Fantasimu akhirnya bagaimana?
Biasanya tokoh protagonis akan mengalahkan tokoh antagonis dan hidup bahagia selamanya.
Aku melihat pria itu.
Kau tak mempercayainya.
Jangan anggap aku anak 6 tahun
yang terkesima oleh putri cantik.
Tapi aku 36 tahun.
Aku tak bisa mempercayai fantasimu.
Aku tak memaksamu mempercayaiku.
Bukan juga mengubah sudut pandangan pria usia 36.
Tapi...
Penculikan putri chaebol ini direncanakan dengan cermat.
Mendekati target penculikan.
Dia hidup kembali.
Ini bukan gayanya Han Sang Goo.
Pernah lihat pembunuh berantai yang berubah style secara mendadak?
Tidak.
Kalau tidak, tulis lagi.
Dan...
Harus kau tulis lebih rapi.
=Episode 3=-
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifa bee ~
Ada apa?
Kau ada masalah?
Tidak.
Tidak apanya?
Appa tahu dari caramu menggerakkan sumpit.
Karena lonceng?
Ada yang mati...
seorang yang kukenal.
Apa kasus penculikan putri chaebol yang di berita itu?
Entah ada kaitannya atau tidak.
Aku tak bisa lepas tangan.
Jadi karena masalah itu.
2 tahun lalu, kulihat keluarga pria ini mati.
Meskipun aku melihatnya,
tapi aku tak bisa menghentikannya.
Sekarang, aku tak bisa melihatnya mati.
Jangan mendahului takdir.
Kau sudah melakukan yang terbaik.
Seorang harabeoji bilang
ini jimat.
Mungkin karena aku memakai gelang lonceng ini,
aku bisa melihat masa depan orang.
Kurasa bisa dikatakan semacam takdir.
Memangnya kau tukang sihir?
Kenapa Appa?
Apa yang membuatmu mencampuri kehidupan orang lain?
Aku berbeda dengan orang lain. Appa bilang begitu.
Aku terlahir jadi polwan.
Yang selalu menguatkanku itu Appa.
Appa takut kau terluka.
Sering jalan di tepi danau, mana mungkin sepatu tak basah?
Mungkin jika tidak hati-hati akan tercebur ke air.
Karena itu, Dan
kali ini dengarkan Appa.
Baiklah.
Ayo makan.
Aku menyampaikan pesan.
Kesepakatan dimulai.
Ah Hyun sembuhkan dulu!
Selama aku bisa melakukannya
apapun bisa kujanjikan.
Untuk persyaratannya
Tunggu sampai urusan putrimu selesai baru dibicarakan lagi.
Kau mau menghentikan nyawaku?
Kemurahan hati lebih efektif dari ancaman terhadap nyawa.
Hoejang-nim yang mengajariku.
Kau sudah pandai bicara rupanya.
Anjing kecil ini
ternyata tumbuh setiap harinya.
Sekarang kau bisa berbohong tanpa mengedipkan mata?
Aku mau bicara sebentar dengan Ah Hyun-ssi.
Anda senang kembali dalam keadaan hidup?
Aku senang Anda tidak mati.
Apa yang terjadi
selama 128 hari Anda menghilang?
Aku harus tahu.
Saat Anda dewasa,
belajarlah mengubah aturan game.
Rebut perhatian dunia.
Diam tak selamanya berhasil.
Katakan.
Aku di pihak Anda.
Hanya aku yang bisa di pihak Anda.
Sudah lama aku tak melihatmu.
Usaha Anda lancar?
Beginilah.
Aih, pakaianmu kenapa?
Adikmu mana?
Bukannya kalian selalu kemari untuk minum dan bertengkar?
Dia sudah menikah?
Anu... hampir.
Tolong... biarkan saja.
Menantuku...
Di liburan kali ini aku tak akan mengajak mertuaku.
Makanya aku mau naik pesawat.
Pernah dengar tempat wisata Cebu?
Mau Cebu atau Seoul
kau harus membantu mengawasi cucumu.
Ih, kau ini.
Bicara soal berbakti, anak bontotku paling berbakti.
Kali ini dia diterima jadi PNS golongan 9.
Hebat.
Akhirnya aku bisa lega.
Ternyata orang biasa hidupnya seperti ini.
Mengambil hal-hal kecil
lalu disimpan seolah sebagai permata.
Jadi...
adik yang seperti permata
kenapa tak kau perlakukan dengan baik semasa dia hidup?
So In.
Kapan datang?
Aku pesan tulang iga, tulang iga.
Kesukaanmu.
Tentu saja soju.
Oh itu...
Kau, cepatlah makan.
Oppa sudah kenyang.
Selalu pura-pura makan.
Aku dulu tak suka jjajang.
Karena 365 hari kau mati-matian diet menurunkan berat badan.
Shit!
Dasar antisosial!
Dasar Mujigae!
Kau anak sekolah?
Umurmu sudah 36 tahun.
Menang bertengkar melawan adikmu kau senang ya?
Selalu merundungku, mengancamku
menganiaya aku.
Memangnya ini film setan?
Terlepas dari apa?
Hei, sebagai kakak
tak ada yang bisa lebih baik dariku.
Kau memang orang baik.
Sampai membiarkanku mati.
Iya.
Pasti ketakutan... sendirian.
Hari itu...
Aku takut.
Kau pasti membenciku. Sangat.
Iya, aku sangat benci Oppa.
Pastinya.
Oppa nangis?
Nangis apaan...
Hei, saat kau mati
tak sekalipun aku menangis.
Gak nangis? Sama sekali gak nangis?
Wah, dasar.
Sedih sekali.
Kau tahu.
Terpuruk dalam kesedihan
No comments yet. Be the first to leave one.