The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Kita lupakan saja
dengan apik, layaknya orang dewasa.
Mohon kerja samamu
dengan apik, layaknya orang dewasa.
Aku pamit mandi.
Dasar gila.
Apa kau lapar?
Mau makan dahulu di dekat…
Ha-kyung belum pulang?
Kemarin dia bilang apa di telepon?
"Aku bersumpah akan mengakhiri perkara dengan Ki-jun, jadi, Ibu jangan khawatir."
Hei, kau ini!
Mestinya kau mengabari jika tak pulang.
Ibu begitu mencemaskanmu!
Kau langsung kemari dari kantor?
Ya.
- Sudah menyarap? - Aku tak lapar.
Bu, makan tak penting sekarang.
Kau tak lihat ekspresinya?
Perkaranya belum berakhir.
Dia pandai soal yang lain,
tetapi entah kenapa selalu bodoh saat mengurus urusannya sendiri.
Tunggu.
- Dia menangis. - Menangis?
- Menyingkir. - Ibu.
Kita biarkan saja.
Dia pasti kesal sudah dikhianati calon suaminya di depan dan belakang.
Siapa suruh?
Ibu sudah menduga sejak dia selalu membela bajingan itu.
Benar. Dalam hati, dia pasti sedang malu berat.
Kenapa harus malu? Si berengsek itu yang salah.
Ibu, mari kita biarkan saja.
Mari beri dia waktu
agar bisa menata pikirannya. Aku mohon.
Sulit dipercaya!
Aku gila.
Debu Asia yang memengaruhi cuaca malam hari telah sirna,
dan cuaca siang ini akan lebih dekat
dengan cuaca awal musim panas ketimbang musim semi.
Suhu Seoul siang hari ini akan naik ke 28 derajat,
lebih tinggi tujuh hingga delapan derajat dari kemarin.
Musim peralihan itu meragukan.
Ragu untuk mengenakan pakaian tebal atau tipis.
HIDANGAN MUSIM PANAS!
- Selamat tinggal. - Selamat jalan.
MI DINGIN PENYEGAR MUSIM PANAS
Begitu pula untuk makan
- Terima kasih. - sesuatu yang panas atau dingin.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Pesan amerikano panas…
Bukan. Maksudku, es amerikano.
- Segelas? - Ya.
Terima kasih.
Maka, adakalanya kita bingung apa perasaan yang sulit dijelaskan ini
adalah kekecewaan akan musim yang sudah lalu
atau berdebar karena musim yang akan datang.
Namun, yang pasti adalah musim panas akan segera tiba.
EPISODE 3 MUSIM PERALIHAN
Aku pergi dahulu. Aku sudah buat sarapan. Makanlah.
Astaga.
Hai. Kau mau pergi ke sekolah?
Aku pamit pergi.
Hubungi ibu sepulang les, ya?
- Ya. - Selamat jalan.
Dia kenapa? Apa sedang sensitif karena ini masih pagi?
Putrimu sudah remaja.
Kenapa berpakaian begitu?
Ini?
Memang kenapa? Aku ayahnya. Apa yang salah?
Benar, kau ayahnya yang tak tinggal bersama setelah 14 tahun.
Sarapan sudah siap.
Makan dahulu sedikit saja.
Aku terlambat.
Mobilmu tak ada di luar. Kau tinggalkan di kantor?
Aku lupa.
Benar. Aku pamit.
Aku bisa gila.
Ya.
Tidak, tidak ada kunci mobil saat kami membersihkan kamar.
Begitu?
Untuk berjaga-jaga, bisa tolong cari sekali lagi?
Ya, mohon bantuanmu.
Ya.
Ya, data bui selama sepekan ini.
ALAT UNTUK MENGAMATI KONDISI CUACA DI LAUT
Ya, sudah masuk. Terima kasih.
- Tampaknya kau terserang flu. - Ya.
Astaga. Mestinya kau berhati-hati.
Kau kedinginan saat tidur?
Tidak.
Malah panas.
Kau tidak pulang?
Bajumu sama seperti kemarin.
Kau tidak pulang?
Ini urusan pribadiku.
Apa ini, Prakirawan Lee?
Ternyata kau punya banyak rahasia?
Bukan begitu.
Sebenarnya aku tinggal di mes Pusdiklat karena belum dapat rumah.
Namun, aku harus keluar akhir bulan ini,
jadi, belum membongkar koper.
Begitu rupanya.
Aku baru ingat. Pak Shin, kau tak punya kamar kosong?
Sekitar tahun lalu kau beli apartemen, 'kan?
Begitu?
Rumah itu milik bank, bukan aku.
Aku tak minta gratis. Nanti kubayar sewa bulanan.
Aku bukan tipe orang yang cocok tinggal bersama orang lain.
Apa Nona Jin memang biasa terlambat?
KEPALA TIM 2 DIVISI UTAMA JIN HA-KYUNG
Aneh.
Dia tak pernah terlambat sekali pun.
Kau di mana sekarang? Rapat segera dimulai.
Lalu lintas macet.
Aku rasa lebih baik Pak Um yang memulai rapat.
Kurasa Nona Jin agak terlambat.
Dia memintamu untuk memulai rapat.
Selamat pagi, Semua!
- Selamat datang. - Ya.
PERHENTIAN BUS KMA
- Belum mulai? - Nona Jin belum datang.
Dia belum datang?
Soo-jin, apa sudah bilang?
Nona Jin di mana?
Sekarang dia bahkan tak membaca pesanku.
Kenapa tak minta Pak Um memulai?
Aku sudah memberi tahu dua kali…
tetapi dia bersikeras.
Pak Um, tolong mulai rapatnya.
Pak Um.
Maafkan aku. Aku…
Kemarin aku lupa…
Baiklah. Lekas mulai.
Maafkan aku.
Maaf.
Tidak dimulai?
Baik.
Kita mulai rapat pagi tanggal 10 Mei.
Stasiun Pusat…
Maaf.
Silakan kemukakan kondisi nyata saat ini.
Laut barat memberlakukan peringatan dini gelombang tinggi
akibat kuatnya tekanan angin di selatan.
Saat ini…
Terima kasih.
Dari video satelit, tampak awan berputar searah jarum jam
berpusat di Provinsi Gyeongsang Utara.
- Di saat ini biasanya kondisi daratan… - Bukan yang itu.
Mohon bereskan masalah peringatan dini yang diberlakukan dua hari lalu.
Apa?
Situasi di sini heboh akibat peringatan dini gelombang tinggi.
Cepat copot larangan melaut! Apa-apaan ini?
Saat pemilu lalu, kalian bilang
akan menyejahterakan nelayan! Ini yang disebut menyejahterakan?
Musim menangkap rajungan hanya dua pekan.
Kalian sudah melarang kami melaut dua hari ini.
Lantas kami harus bagaimana?
Lupakan. Apa kalian tak kenal polisi pantai?
Setidaknya gunakan kekuatan militer. Aku mohon!
Aku mohon!
Tidak!
KEPALA POLISI PANTAI YOO WON-CHEOL
Aku paham kondisi nelayan,
tetapi mereka tetap dilarang melaut
sebelum peringatan BMKG dicabut.
Kapal angkatan laut yang bisa meluncur ada sembilan.
Penjaga dan polisi pantai, jika ditotal ada 32 orang,
tetapi bayangkan bila ada kecelakaan akibat ombak besar.
Tidak akan ada solusinya!
Sudah kubilang tidak boleh!
BMKG GWANGJU
Bukankah harus ada tindakan?
Kondisi laut daerah itu…
Melihat frekuensi gelombang di laut barat
yang turun sampai angka 11,4 detik saat ini,
model numerik daerah itu…
Jadi…
Mari kita bantu.
Kirimkan ringkasan datanya.
Maaf.
Mohon maaf sebesar-besarnya karena aku belum menganalisis kondisinya.
Pak Um, bisa tolong gantikan aku?
Ketinggian gelombang masih labil.
Dilihat dari tarikan angin yang jauh saat ini, kurasa ombak
tidak akan segera meredam.
Begitu?
Astaga.
Hampir lupa. Bagaimana pendapat prakirawan peringatan dini?
Tinggi ombak mungkin sama, tetapi melihat frekuensinya
yang menurun dari 14,5 ke 11,4 detik,
angin akan melambat
dan ombak besar akan meredam sedikit demi sedikit.
Berarti pendapatmu berbeda dengan Pak Um?
Benar, Pak.
Apa?
Pak Kepala menelepon. Kurasa ini soal peringatan di Taean.
Kurasa kepala pemerintah lokal pun menekan Pak Kepala.
- Astaga. - Situasinya rumit.
Nona Jin, apa keputusanmu?
No comments yet. Be the first to leave one.