The first 200 lines.
(Pittsfield, Virginia Pukul 23.49)
Max.
Max, kau di situ?
Kau terlambat, Nak.
- Kau tersesat? - Maaf.
Aku harus menunggu sampai ibuku pergi.
Ini sudah lewat jam tidurnya, Max.
- Dia tak sanggup melakukan ini. - Tak sanggup melakukan apa?
Di sini bukan hanya ada pohon saja.
Sebelum kau boleh tahu ada apa lagi,...
...aku harus yakin kau takkan cerita kepada siapa pun soal tempat ini.
Aku takkan bercerita. Aku bersumpah.
Itu adalah sumpah, Tony.
Jangan bersumpah jika kau akan mengingkarinya.
Aku takkan mengingkarinya. Takkan pernah.
Apa pun yang terjadi?
Walaupun ada yang mati malam ini?
(Surat Izin Mengemudi Virginia)
Anthony Reed.
Ada surat tilang yang belum dibayar, Anthony?
Tentu saja tidak.
Aku harus periksa dulu. Taruh tanganmu di atas kendaraan.
Dengar, aku hanya jalan-jalan saja.
Sambil melewati semua tanda "Dilarang Masuk Tanpa Izin" itu?
Kau berdiri saja di situ sebentar.
Ayolah. Aku tak melakukan apa pun.
Andaikan aku mendapat lima sen...
...tiap kali harus menyeret anak-anak seperti kalian keluar dari hutan ini.
Pasti jumlahnya sudah banyak.
Deputi Foster ke Pusat.
"Pusat ke Deputi Foster. Kau bisa ulang permintaannya?"
Pak?
"Pusat ke Foster. Aku tak dengar transmisi terakhirmu."
Pak Polisi?
"Pusat ke Foster. Kau dengar?"
"Deputi Foster, ini Pusat. Kau dengar?"
"Deputi Foster, apa posisimu?"
S-705 RUSH
(Rumah Sakit Memorial St. Jude's Pittsfield, Virginia)
- Akhirnya kau tiba. Macet? - Penuh tapi tetap jalan.
Intinya aku punya banyak waktu untuk membaca laporan polisi...
...yang kau kirim lewat faks.
Laporannya disediakan oleh pihak berwenang setempat,...
...walaupun tak bisa menggambarkan seluruh kisahnya.
Deputi Sherif dibantai saat melakukan patroli rutin.
Insiden tragis, tapi aku tak melihat adanya misteri, Mulder.
Deputi itu dipukuli sampai mati oleh penyerang tak kasatmata.
Ya, tapi itu menurut pria muda yang dituduh atas pembunuhannya.
Pemuda bernama Tony Reed. Kurasa dia salah dituduh.
Dia siswa berprestasi yang baru pindah dari Philadelphia beberapa bulan lalu.
Dia tak pernah terlibat masalah seumur hidupnya.
Mulder, kuharap kau punya argumen lain selain nilai SAT,...
...untuk menunjukkan bahwa Tony Reed tak melakukan kejahatan ini.
Mungkin saja. Coba lihat mayatnya.
Sisa tubuh Deputi Ronald Foster.
Seperti yang kau lihat, ini tak tercermin dalam laporan itu.
Astaga. Kelihatannya dia dipukuli dengan godam.
Lampu senter polisi.
Satu kali pukulan.
Kerusakan pada tulang wajah dan tempurung...
...memang konsisten dengan trauma fisik akibat serangan.
Tampaknya tenaga Tony memang sangat kuat.
Lihat belakang kepalanya.
- Kacamatanya. - Menembus ke belakang tengkorak.
Babe Ruth pun tak bisa memukul sekeras ini,...
...apalagi siswa SMA kelas 10.
Mungkin dia berada di bawah pengaruh PCP atau sejenis stimulan.
Tidak, tes toksikologinya hasilnya negatif.
Walaupun begitu, stres dan rasa takut bisa memicu respons adrenalin...
...yang dikenal bisa menghasilkan tenaga seperti manusia super.
Agen Mulder? Berapa lama kau akan berada di sini?
Sherif Harden, ini rekanku, Agen Scully.
Berapa lama kau akan berada di sini? Aku ingin Ron dibiarkan sendiri.
Aku tak tahu ada hal apa lagi yang perlu dilihat.
Kita sudah menangkap anak yang melakukannya.
Sherif, kami tak bermaksud meragukan. Kami hanya berharap bisa membantu.
Aku tak butuh bantuanmu.
Aku sudah dapat senjata pembunuhannya dengan sidik jari yang berdarah.
Setelah lab kriminal mencocokkannya dengan milik Tony Reed,...
...kasus ini langsung ditutup.
Kita sudah selesai. Benar, bukan?
Sherif Harden, kau keberatan jika aku bicara dengan Tony Reed?
Itu takkan mengganggu kasusmu.
Jika dia memang melakukannya, kau pasti ingin tahu alasannya.
Apa?
Tony, ini pasti hari keberuntunganmu, jika menyangkut pengunjung.
- Ini Agen Scully dari FBI... - Aku tak mau bicara lagi. Paham?
Itu mungkin akan memperburuk keadaan.
Padahal kelihatannya keadaanmu sudah buruk.
Dalam pernyataanmu, kau bilang Deputi Foster menghentikanmu.
Tapi kau tak bilang kenapa.
Ayolah, kau berjalan-jalan, bukan?
Di kota kecil seperti ini, tak banyak yang bisa kau lakukan.
Aku tahu. Aku juga tumbuh besar di kota membosankan.
Tak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menyetir dan parkir.
Itu sudah berapa lama?
Dengar, kau pikir aku tak tahu apa yang kau sedang lakukan?
Kau mungkin polisi ke-10 yang datang kemari...
...serta berusaha memahami agar aku mengaku.
Jika kau tak melakukannya, kau harus memperjelasnya.
Semua hal yang kutahu ada di dalam pernyataanku.
Baiklah. Tapi tolong ladeni kami karena kami bodoh dan tua.
Berapa lama jeda waktu antara kau mendengar teriakan itu...
...sampai kau menemukan Deputi Foster?
Tony, kau takkan mendapatkan persidangan yang lebih adil dari ini.
Mungkin 10... Atau 15 detik.
Baik. Tapi kau tak melihat siapa pun di dekat mobil patroli itu?
Kau tak mendengar apa pun?
Kau akan tetap mempertahankan pernyataanmu?
Bahwa kau satu-satunya orang di situ? Apa itu benar?
Aku hanya mau kembali ke selku.
Usia 16 tahun dan hidupnya akan berakhir,...
...jika dia tak berkata sejujurnya.
Jika kau sungguh merasa dia bersalah, Scully,...
...coba kau bertanya kepada diri sendiri.
Kenapa dia tak mengarang cerita yang lebih masuk akal?
Kenapa dia tak bilang ada truk penuh orang udik...
...yang mengeroyok Deputi itu lalu kabur?
Aku bukan bilang dia bersalah, Mulder.
Aku justru merasa Tony Reed tak melakukan pembunuhan ini.
Tapi kurasa dia melihat pelakunya, dan dia mungkin melindunginya.
Aku tak yakin ada orang yang bisa dilihat.
- Kurasa ada kekuatan lain di sini. - Kekuatan macam apa?
Entahlah. Mungkin semacam entitas teritorial atau spiritual.
"Poltergeist" sudah lama diasosiasikan dengan tindakan kekerasan seperti ini.
Mereka biasanya bermanifestasi di sekitar orang muda.
Sepertinya mereka tertarik pada kegalauan masa remaja.
Mulder...
Daripada mengejar roh,...
...apa setidaknya kita bisa mulai dengan teman-teman Tony?
Kumohon. Demi aku?
Kurasa ada satu orang khusus yang ingin kuajak bicara.
Ayo selesaikan, Semuanya. Tinggal dua menit lagi.
Setengah nilaimu sudah lenyap, Max. Kau melewatkan ujian tengah semester.
Tapi aku bisa mengikuti ujiannya sekarang.
- Hanya dalam waktu satu menit? - Aku sudah belajar.
Aku tak peduli siapa ayahmu.
Jika kau gagal lulus ujianku, itu takkan bisa diubah.
Kalau begitu, lebih baik aku mendapatkan nilai baik, bukan?
Duduklah, Anak Muda.
Mudah sekali.
Memang mudah, jika diisi dengan sembarang.
Silakan periksa.
Mungkin aku lebih pintar dari yang semua orang kira.
Chastity Raines? Aku Agen Scully. Ini Agen Mulder.
- Kami dari FBI. - Ya, aku ingat kalian.
Chastity, apa yang kau bicarakan dengan Tony pagi ini?
Dia tak membunuh polisi itu.
- Bagaimana kau bisa begitu yakin? - Tony tak akan sanggup membunuhnya.
Apakah kau sanggup?
Apa kau ada di situ saat itu terjadi?
Dengar, aku harus pergi.
Kau sadar Tony bisa masuk penjara selama sisa hidupnya karena ini?
Chastity, jika kau tahu sesuatu, kini saatnya untuk mengatakannya.
Kecuali mereka punya surat perintah, kau tak perlu katakan apa pun.
Hebat. Kau pasti pengacaranya.
Ayo pergi.
Kau ikut campur dalam investigasi kami.
Aku penasaran apa pendapat ayahmu, si Sherif, soal ini.
Bagaimana kau bisa tahu siapa ayahku?
Nama belakang kalian sama.
Kau pintar. Kita sudah selesai bicara. Ayo, Sayang.
Kau pasti seperti primadona saat masih muda.
- Primadona? - Saat masih muda.
Ini Scully.
Kenapa senjata pembunuhannya?
Kami menaruh lampu senternya di sini, dan kini menghilang.
Lenyap begitu saja.
Berapa banyak orang punya akses ke ruangan ini?
Hanya aku dan 12 anak buahku.
Apa isi rekaman kameranya?
Tak ada orang sembarang yang masuk kemari.
Tak ada juga yang mendekati lemari ini.
Sebelumnya ini sudah ada di sini?
Aku tak tahu.
Apa kami bisa melihat rekaman kamera CCTV itu?
Kau bisa lihat lampu senternya diamankan dengan benar.
Kami bukan menjalani operasi yang sembarang di sini.
Tak ada yang berkata itu, Sherif.
Ini saat polisi negara bagian datang untuk membawanya ke lab kriminal.
Aku pergi untuk mengambilnya.
Kami membuka lemarinya, tapi sudah tak ada.
Aku mungkin tak memberi sambutan yang hangat kepada kalian.
- Tapi jika kalian punya ide... - Boleh kucoba?
- Aku sudah melihatnya 12 kali. - Mungkin ada kerusakan pada VCR?
Kurasa tak mungkin. Lagi pula, tak ada jeda dalam kode waktunya.
Senjata pembunuhan itu satu-satunya bukti kuat yang kami punya.
Tanpa itu, kami tak punya perlawanan.
Kau tahu apa yang harus kulakukan sekarang?
Aku harus menelepon janda Ron Foster...
...lalu berkata kepadanya aku harus melepaskan pembunuhnya.
Scully, coba lihat ini.
- Apa yang harus kulihat? - Ini dia.
Kini terlihat. Lalu satu gambar kemudian,...
...tak terlihat lagi.
Bagaimana menurutmu, Scully? Coba lihat lagi.
Kini dia ada.
Sekarang tak ada.
(Kediaman Reed Pukul 20.52)
Kau sudah siap berkata sejujurnya kepadaku?
No comments yet. Be the first to leave one.