Release info

인간실격-Lost-E14-NEXT-iQIYI
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-10-17
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 164 lines.

[Semua tempat, tokoh, firma, dan peristiwa dalam tayangan ini hanyalah fiksi.]

[Asisten Rumah Penerbitan. Manajer Girin Jin-ah Perusahaan akan menghubungimu soal plagiarisme.]

[Asisten Rumah Penerbitan. Manajer Girin Jin-ah Perusahaan akan menghubungimu soal plagiarisme.]

[Perusahaan akan menghubungimu terkait plagiarisme.]

Maafkan aku.

Astaga.

Kenapa kau berdiri di sana?

Tak apa-apa.

Aku mengutus orang lain untuk janji temu yang lainnya.

Firasatku mengatakan situasi di sini akan makin seru.

Apa sesuatu baru saja terjadi?

Kau tampak murung.

Tidak.

Memangnya terjadi apa?

Baiklah.

[Manajer Ahn Anda menerima sebuah gambar]

Ayolah, angkat teleponnya.

Karena ini, orang-orang

jadi datang ke rumahmu.

[Hati-hati dengan Gang Min-jeong Urus urusanmu sendiri, Lee Gang-jae]

Apa?

Mereka berdua tak menjawab?

Padahal dia minta dibangunkan pagi ini.

Ke mana dia pergi dengan kakinya yang patah?

[Ujian PNS Tingkat 9 2021 Lee Soon-ju]

[Hukum Administratif Bahasa]

[Ruang Ujian Satu Administrasi Umum Tingkat 9]

[Manajer Ahn Haruskah aku naik?]

Buku?

Aku harus mempelajari VIP.

["Catatan Kehidupan" Jeong A-ran]

Kau tak mungkin membelinya.

Aku mendapatkannya dari wanita kenalanku.

Wanita kenalanmu?

Siapa?

[Ayah, kukira saat usiaku lebih dari 40 tahun...]

Kau tak mengenalnya.

Pokoknya wanita kenalanku.

Kukira dia akan mudah karena dia biasa saja.

Ternyata tidak, ya?

Jangan menilai orang dari penampilannya.

[Kelas 3, Park Mi-hye Sampel]

Aku datang untuk menyerahkan surat pengunduran diri

menggantikan Park Mi-hye.

[Surat Pengunduran Diri Park Mi-hye]

Putriku bilang dia tak bisa keluar.

Tinggalkan saja barangnya di sini.

Baiklah.

Dia bilang dia harus membayarmu.

Berapa tarifnya?

Dia sudah membayar uang mukanya.

Mengumpulkan barang-barang, pulsa telepon,

ongkos bus...

80.000 won saja.

- 80.000 won? - Ya.

Bagaimana orang-orang di sana?

Orang apa?

Orang-orang itu.

Orang-orang kantor.

Orang-orang itu?

Mereka hanya pegawai kantor biasa.

Kukira mereka iblis.

Ternyata bukan, ya?

Saat orang berkumpul untuk bekerja

Aku juga sempat menjadi pekerja kantoran.

Mereka tak akan peduli sekalipun kau sakit.

Mereka akan bilang kau tak gigih

dan tak profesional.

Entah bagaimana dunia saat ini.

Tapi kurasa itu lebih menyulitkan bagi orang yang sakit jiwa.

Mereka akan bilang semua orang mengalami stres,

dan itu hanya masalah

sekuat apa mentalmu.

Dia sangat bersemangat

[Tidak ada. Dia menjalani hidup yang hampa.]

[Gang Min-jeong Angkat!]

Baiklah! Aku nomor satu.

- Nomor satu. - Nomor satu.

[Detail: Berpura-pura paham saat penyidikan, Lokasi: Kepolisian Namyangju]

[Galaksi telah tiba. Jadi, aku mengirimkannya kepadamu.]

[aku merasa telah menjadi orang yang lebih baik,]

[Janji untuk bertemu di Seoul lain kali...]

- Kami akan mengurus semua biayanya. - Baiklah.

Tolong jangan beri tahu siapa pun soal yang kau lihat di sini.

Ya. Baiklah.

[apa aku berada dalam fantasi, sampai tak bisa kembali ke kenyataan?]

[Halo, Nona Lee Bu-jeong. Berkat kau, aku pulang dengan selamat.]

Aku tahu.

Aku paham apa yang kau maksud, Reporter Song.

Itulah maksudku.

Dia gila.

Tapi

kami tak ingin merugikan orang lain.

Direktur Lee mengalami keletihan mental, beristirahat selama tiga tahun...

Baiklah.

Dan baru kembali.

Kini kau baik-baik saja.

Sekalipun opera sabun mati sekarang,

ini acara utama dengan rating di atas 30 persen.

Itu terjadi saat berlatih akting.

Perkelahian bisa terjadi saat latihan.

Aku akan berusaha lebih baik.

Ya, method acting.

Kau tahu Jin-seop sangat menyukainya.

Tuliskan artikel bagus untukku.

[karena berkhasiat untuk kesehatan dan menopause wanita.]

Jadi, di mana kau sekarang?

Aku di stasiun taksi di depan kantormu.

Tempat kau menjemputku waktu itu.

Seharusnya kau menelepon dahulu sebelum pergi ke sana.

Agar kau tak membuang waktumu.

Aku agak sensitif belakangan ini.

Aku tak memarahimu.

Aku harus ke mana?

Aku mau berbelanja.

Telepon aku kalau sudah berangkat.

Baiklah.

Tunggu.

Bawa uang yang banyak.

Aku akan berbelanja gila-gilaan.

Kau mengatakan hal yang tidak perlu.

Baik, sampai nanti.

Ibu.

Apa?

Ibu bermimpi?

Tidak.

Ada apa?

Aku harus pergi karena urusan mendesak.

Ibu tahu pakaian yang dahulu sering kupakai?

Ibu masih menyimpannya?

Pakaian? Pakaian apa?

Pakaian yang kukenakan sebelum menikah.

Kemeja putih dan celana katun.

Kau mau ke mana?

Katamu akan pergi setelah makan malam.

Ada urusan pekerjaan.

Pekerjaan?

Sesuatu terjadi di kantor?

Ini bukan masalah besar, Bu.

Ibu punya pakaian bersih?

Ya, ada.

Ibu.

Apa?

Tak perlu terburu-buru.

Kau teman Saja?

Ya.

Saja tak pernah bercerita tentangku?

Dia datang ke kelabku beberapa kali.

Begitu.

Kau pacarnya?

Aku

seorang gadis

dan juga temannya.

Aku tak bisa menjadi teman prianya.

Teman sekolah?

Itu bukan untukku?

Kukira itu untukku. Jadi, aku menunggu.

Mau minum?

Tidak, terima kasih.

Sudah berapa lama kau tinggal di sini?

Aku tak tinggal di sini. Aku hanya bekerja di sini.

Ini kantor kami.

Kantor?

Ya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left