Start-Up

Start-Up (스타트업)

Download Indonesian Subtitle

Release info

스타트업-Start-Up-E12-NEXT-NF
스타트업-Start-Up-E12-WEB-DL-NF
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-22
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Semua Karakter Tempat Kejadian Dalam Drama ini Sepenuhnya Fiksi"

Apa kau juga begini kepada kakakku?

Semudah ini kau tentukan dia gagal?

- Kakak? - Apa ini sebenarnya?

Ini bukan kesimpulan mudah.

Ini adalah akuisisi bakat.

"Akuisisi bakat"?

Akui… Apa?

Apa itu?

Kalian tak diakusisi karena nilai perusahaan.

Mereka hanya mau mengambil pengembang.

Setelah teken kontrak,

tim kalian akan langsung dibubarkan.

Dibubarkan?

SEO DAL-MI

NAM DO-SAN

Semua sudah selesai.

Aku akan kirim surat untuk para pemegang saham lain.

Baik.

Selamat datang, kalian sudah menjadi bagian dari 2STO.

Mohon kerja samanya.

AKUISISI BAKAT

AKUISISI HANYA UNTUK MEREKRUT PEGAWAI

BUKAN UNTUK MENGAMBIL ALIH KENDALI PERUSAHAAN

Nenek, tekan ini untuk telepon video.

Waktu San Francisco lebih lambat 16 jam dari Korea. Jadi…

Sudahlah. Terlalu sulit menghitungnya. Tanya kepada Yeong-sil.

Yeong-sil, sekarang pukul berapa di San Francisco?

Sekarang, di San Francisco, AS, pukul 06.08.

Paham?

Sudah beres. Lalu, obatmu.

Obat ini…

Nenek, apa sebaiknya aku tak ke Amerika?

Jangan khawatir. Pergilah.

Ibu akan menjaganya saat kau tak ada.

Aku akan merawat matanya.

Aku menjadi lebih khawatir karena ada Ibu.

Ada apa dengan ibu?

Ibu, ini obatmu, 'kan?

Ini obat darah tinggi, dan ini obat kolesterol.

- Tertukar. - Apa?

Kenapa tulisannya sangat kecil?

- Tak kelihatan sama sekali. - Kenapa tak kelihatan?

Apa ini? Kenapa kecil sekali?

Bukan hanya itu. Obatnya juga mirip, jadi, membingungkan.

Kau benar. Ini pasti membingungkan.

Bagaimana musim dingin di San Francisco?

- Kau harus bawa baju musim dingin, 'kan? - Ya.

Sepertinya ini pas untuk dibawa.

Apa dia juga akan pergi ke San Francisco?

Siapa namanya? Seo Dal-mi?

Itu…

Ya.

Apa dia juga menyukaimu?

Aku tak tahu, dan tak bisa bertanya.

Tapi aku sangat ingin tahu.

Dia pasti sudah beri sinyal, tapi kau tak paham.

Kau tak peka sama sekali.

Tidak, aku sangat peka. Teman-temanku berkata begitu.

Aku ibumu. Aku lebih tahu.

Maafkan aku.

Lantas…

bagaimana aku bisa tahu sinyal itu?

- Ibu akan beri tahu penghitungannya. - Ya.

- Sebentar lagi ulang tahunmu, 'kan? - Ya.

Jika dia ingat ulang tahunmu,

- peluangmu 30 persen. - Tiga puluh persen.

Jika dia ingin bertemu, artinya 50 persen.

Lima puluh…

Tak bisa. Tiap tahun kurayakan ulang tahun dengan Yong-san dan Chul-san.

Jika bertemu mereka, ibu akan menghapusmu dari kartu keluarga.

Maafkan aku.

Jika dia berdandan sangat cantik hari itu,

peluangmu 70 persen.

Tujuh puluh persen?

Tapi dia cantik setiap hari.

Bagaimana aku bisa tahu?

- Dia cantik setiap hari? - Ya, sungguh…

Cantik setiap hari.

Setiap menit dan detik.

Akhirnya hari seperti ini datang juga.

Kau bisa urus sisanya.

Harusnya Ibu bilang dari dahulu. Sekarang aku sedikit paham.

Do-san, kau sudah tidur?

Dari wanita itu?

Ya.

Belum. Masih terlalu awal untuk tidur.

Pada hari kerja, aku tidur pukul 22.30, dan pada akhir pekan…

Cepat hapus.

- Hapus? - Ya.

Lepas jaketmu.

Baik.

Kau pikir dia penasaran dengan jam tidurmu?

Dia ingin kau meneleponnya!

Segera telepon dia.

Baik.

Astaga. Ternyata masih bodoh.

- Halo? Kau belum tidur? - Ya. Ada apa?

Bisa cek surelmu?

Surel?

Tadi aku sedang jelaskan obat Nenek, tapi menjadi bingung karena mirip.

Ya.

Menurutku bagus jika NoonGil bisa membedakan itu.

Maksudmu, kau mau NoonGil bisa dipakai orang biasa juga?

Ya. Jadi, berlawanan dengan tanpa batas.

Kenapa baru terpikir sekarang? Padahal kita bisa besarkan pasar.

Benar, 'kan?

Itu juga beri kita model pendapatan.

Bagaimana? Bisa membuatnya?

Tentu. Pasti bisa.

Kita butuh video obat,

dan basis data berisi nama obat-obatan.

Namun, nama obatnya harus dalam ontologi.

Ontologi?

Ontologi adalah…

bentuk penjelasan tentang obat yang bisa digunakan oleh komputer.

Apa 2STO akan menyukai ide ini?

Tentu.

Jika tidak, kita akan yakinkan mereka.

Sejujurnya, aku sudah tulis rancangan proposal perencanaannya.

Sudah ditulis?

Kau sungguh cekatan.

Aku berterima kasih kepada 2STO

karena buat kita fokus dalam berbisnis tanpa memikirkan uang.

Aku senang sekali.

Kau benar.

Kudengar kita harus punya mobil di Amerika.

Apa kita harus beli begitu sampai?

Buang uang jika kita berdua beli.

Aku saja yang beli. Kita bisa pakai bersama.

Apa kau tak nyaman?

Tidak. Aku justru berterima kasih.

Bagaimana dengan rekening tabungan rumahku?

Apa dihentikan jika ke luar negeri?

Aku sudah menabung enam tahun.

Do-san, kau tidur?

Tidak. Aku tak tidur. Masih segar.

Ingat bola bertanda tangan Park Chan-ho yang kuberikan?

- Ya. - Tahu kenapa kuberikan kepadamu?

Dal-mi.

Kau sudah tidur?

Mimpi yang tertulis di situ…

sangat samar.

Ibu, aku mau ikut mulai hari ini.

Tak perlu. Kau di sini saja, jangan…

Hei.

Ada apa dengan penampilanmu?

Kenapa? Aku sudah berpakaian lengkap.

- Aku berangkat dahulu. - Baik.

Ibu.

"Ibu"? Kau baru saja memanggilku "ibu"?

Bukan sebutan lain?

Ibu, kau memakainya terbalik.

Apa?

Penutup mulutnya.

Pantas saja ibu sulit bernapas.

Menghadaplah kepadaku. Berikan.

Astaga.

- Sulit pakai ini. - Diam.

- Aku berangkat. - Ya.

Anting-anting ini mengganggu.

- Hei, Do-san. - Kebetulan sekali.

Kebetulan?

Di sekitar sini ada tempat les bahasa Inggris bagus.

Aku baru selesai konsultasi dari sana. Kebetulan sekali.

Ada tempat les bahasa Inggris di dekat sini?

Ya, ternyata ada.

Ternyata begitu. Aku baru tahu.

Kau akan les di sana?

Masih belum tahu.

Senin depan ulang tahunmu, 'kan?

Tiga puluh persen.

Apa?

Maksudku, benar ulang tahunku.

- Kau ada rencana? - Tak ada janji.

Ulang tahun tak boleh berlalu begitu saja.

Mau bertemu hari itu?

Baiklah.

Lima puluh persen.

Lima puluh persen.

- Kau ikut? - Ya.

PROMO KHUSUS BELI 1 GRATIS 1 LATTE VANILA DINGIN

- Aku latte vanila dingin. - Aku juga. Itu paling enak.

Dua latte vanila dingin.

Terima kasih.

Ada apa?

Kenapa dua gelas?

Kau hanya sendiri.

Beli satu gratis satu.

- Kopi gratis ini akan kuberi seseorang. - Kalau begitu, untukku saja.

Terima kasih.

- Bukankah kau suka es kopi dingin? - Ya, tapi lebih suka yang gratis.

- Dal-mi, kau mau es kopi dingin? - Ya.

- Satu es kopi dingin. - Baik.

Pak Nam, orang-orang pasti bilang kau tak peka, 'kan?

Astaga. Beberapa waktu lalu ibuku juga bilang begitu.

- Lihat! Aku merinding! - Astaga.

Di sini juga?

Apa aku sakit?

Mereka seperti dua kecoak yang jatuh cinta.

More Indonesian subtitles for Start-Up

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left