The first 200 lines.
- Hei, Tommy. - Hei.
Selamat pagi, Pak Jane.
- Semuanya beres. - Hari yg baik.
Hari yg baik juga.
Good morning, semua nya.
Apalah yg "good" tentang ini?
Ini, ada sebuah file.
- Kantor kita sedang diaudit lagi. - Tidak masalah.
Aku minum susu dulu, kemudian aku periksa ini
- "Tidak masalah." ada apa dg dia? - Maksudmu, mengapa dia tdk sinis dan merasa letih seperti mu?
Perhatikan bahasa tubuh yang relax,
Tanda umum adanya rasa puas?
Ya.
Dia terlibat asmara dg seseorang.
- Siapa? - Yah, aku tidak bisa mengatakan.
Yah, dia fokus pada pekerjaannya, itu saja.
Yah, oleh krn itu aku menyangka ada orang yg mencium dia diluar.
- membuat dia merasa malu. - Hmm? Apa? Siapa yang menciumnya?
Eh, aku tdk tahu namanya.
Ah, itu mungkin si kepala batu dari bagian pembukuan.
Orang itu sdh membututi Van Pelt spt Ayam mau kawin.
- Orang nya spt apa? - Lisbon!
- Bagaimana kau mengawasi ayam itu? - Kau tahu sdh siapa yg aku bicarakan.
"Ada bom yang sangat besar di dekat sini"
"Apakah kau cukup pintar untuk menemukannya?"
Ancaman bom lagi.
- Itu sdh ketiga kali di tahun ini. - Tidak pernah di telepon ku, tidak pernah.
Nah, dijamin, mereka tidak biasa melayangkan ke CBI,
- Tapi itulah gunanya latihan. - SMS nya itu berbunyi, "kau cukup pintar untuk menemukannya?"
- Aku rasa ini ditujukan buatku. - Tentu saja kau pikir ini masalah mu.
Santai saja. Ini bisa jadi bohong.
Bisa jadi.
- Dimana penjinak bom? - Mereka sedang kesini.
Kepolisian sedang melakukan pelacakan ke bangunan.
Sejauh ini, mereka belum menemukan apa-apa.
"Apakah kau cukup pintar untuk menemukannya?"
Ya, dengarkan, jika ini memang masalah Jane,
Aku tidak ingin dia hanya ... aku. ..
Hei! Jane!
Jane, berhenti !
Minelli.
- Ya, pak. - Jane!
Biar aku jelaskan apa yang terjadi. Jane mendapat SMS pada handphone nya.
SMS nya tertulis, "sebuah bom yang sangat besar."
Sebuah bom besar hanya dapat diangkut
dgn mobil besar.
Itu tidak ditulis di CBI. Itu ditulis di dekatnya.
Terpecahkan, di tempat parkir. Sederhana.
Tepat. Mereka menantang mu dg sebuah teka-teki mudah.
- Mereka ingin kau menemukan bom nya. - Jika ada bom.
Ini bisa saja bohongan, seperti yang kau katakan.
Ya, Pak. Aku akan kembali sebentar lagi.
Aku sedang berusaha, Pak. Sebentar lagi.
Aku akan kembali dalam sebentar lagi.
Hei! Lisbon!
Ketemu!
Oh, tidak.
Tembak! Tembak dengan pistol mu!
Aku. .. Aku tidak bisa! Tidak ada waktu lagi! Ayo!
Jane, ayolah, ayo kita pergi!
Ayo, lari, Jane! Jane, lari!
Aku serius, ayo!
Jane! Lari, lari!
Aku baik-baik saja. Kau baik-baik saja?
- Aku baik-baik, aku baik-baik saja. - Baiklah.
Aku baik-baik saja. Aku akan membawa mu ... aku perlu ambulans sekarang!
Tidak, tidak perlu ambulans. Hanya ada sesuatu di mataku.
Aah!
Aku tidak bisa melihat.
Aku tidak bisa melihat!
The Mentalist S01E16 Bloodshot Air Date 17 march 2008
Kau orang yang beruntung, Saudara Jane.
- Ini bisa saja lebih parah. - Ya, orang2 mengatakan itu terus padaku.
Tapi mengapa aku tidak bisa melihat, dokter?
Yah, ada gegar otak ringan
dengan kehilangan memori jangka pendek,
pusing, sakit kepala,
dan tentu saja kebutaan, singkat.
Ini kemungkinan besar karena bekuan darah yg ada..
dalam pembuluh di sekitar mata, itu berarti terjadi CVI
kepanjangan Cortical Vision Impairment.
Berapa lama penglihatan nya akan terpengaruh?
Yah, sulit untuk dikatakan, sungguh.
Kekuatan penyembuhan tubuh susah diprediksi,
tetapi sekitar 2 sampai 3 hari itu normal nya.
Kita harus menunggu dan lihat, utk dikatakan.
Huh. Kelakar. Bagus.
Semua orang mencintai seorang dokter cerdas di masa-masa sulit.
Kau tahu, aku sudah cukup mendengar. Apakah kalian tdk berpikir untuk
- untuk bicara di luar, kumohon? - Bapak Jane, ini hanya sementara.
Penglihatan mu akan kembali dan kau akan kembali bekerja,
- Tapi itu butuh waktu dan kesabaran. - Nah, waktu aku punya, tapi kesabaran ku sdh hilang bbrp yg lalu.
- Kau masih hidup. hargai lah. - Oh, sdh ku lakukan. Percayalah, sdh aku lakukan.
Sekarang aku permisi kalau boleh, aku akan periksa lagi nanti.
Terima kasih, dokter.
Aduh! aku akan aku lakukan yg lbh keras jika kau tidak berhenti protes
- kpd orang yang mencoba menolong mu. - Kau mencubit ku.
- Bagaimana dia? - Coba tebak. Dia pasien yg jahat.
- Siapa yg sangka ya? - Aku bukan pasien yang jahat. Dia seorang penjenguk yg jahat.
- Apa yang kau dapat? - Korban James Medina, 44th, pialang saham, dari Highland.
Van itu bukan miliknya. Hal itu dilaporkan dicuri kemarin.
Kami menyelidiki sebanyak yg kami bisa ttg Medina.
Pertanyaannya apakah mungkin
- Dia sedang melakukan misi bunuh diri? - Tidak, aku melihat di matanya.
Itu menunjukan betapa dia tdk suka dg situasi yg dia hadapi saat itu.
Siapa pun yang melakukannya ingin aku
menyaksikan James Medina mati mengenaskan.
- Itu hampir saja membunuh mu, juga. - Nah, tujuan nya bukan spt itu.
- Nah, lalu apa? - "kau berikutnya" tertulis di dahi orang itu.
Mengapa?
Aku tidak tahu mengapa.
- Kau akan segera sembuh. - Ya, mungkin.
- Kami akan menemukan siapa yang melakukan ini. - Bagus.
Oh, jangan saling menatap seperti itu.
Seperti apa? Kau tidak bisa melihat.
Aku bisa merasakan. Aku bisa merasakan rasa kasihan kalian.
Oh, kumohon. Bisakah kalian hentikan itu?
Kami akan kembali.
Sampai nanti, bung.
Terima kasih, Rose.
Baik baik lah, kalian berdua.
Aku sayang pd kalian.
Kalian jangan nakal ya kalau bersama tante rose , ya?
Janji ya?
Sampai nanti..
-Bye..mom -Bye
Anak-anak manis.
Terima kasih. Jim sangat sayang pd mereka.
Maafkan aku, Bu Medina,
tapi kami harus menanyakan beberapa pertanyaan tentang suami anda.
Dia tidak kelihatan sibuk, kelihatan khawatir?
Sibuk, ya, tapi tidak kelihatan khawatir.
Suami saya adalah seorang pialang saham,
dan sampai saat ini, itu seperti menjadi seorang penjudi profesional.
- Bagaimana dengan keuangan pribadi Anda? - Aku tdk pernah membolehkan jim memasukkan semua uang kami ke pasar saham.
Apakah dia pernah menyebutkan klien tertentu yang sedang tidak bahagia?
Apakah Anda tahu berapa banyak klien
yg telah kehilangan uang mereka dalam enam bulan terakhir ini?
Banyak orang marah, dan mereka menyalahkan broker mereka.
Jim menerima surat, telepon, e-mail yg menunjukan rasa kebencian.
Ada ancaman? Apakah dia pernah menyebutkan nama2 tertentu?
Ada seorang mantan rekan kerja, Terry Andrews.
Dia datang ke rumah beberapa kali. Dia sering mengancam.
Terima kasih.
Terence Carter Andrews, 46 tahun,
bekerja selama dua tahun di Lynch-Halstead
dalam program Pialang Saham Pemula.
Catatan pajak menunjukkan bahwa dia juga bekerja sebagai Penjaga Keamanan
untuk beberapa perusahaan keamanan
Yang menangani keamanan Gedung2 Pemerintahan.
- Dia pernah bekerja di gedung pemerintahan? - Dia bekerja di sini?
Itulah yang tertera. Dia juga punya catatan kriminal.
- Kekerasan thd pasangan nya dan 2 kali mengemudi saat mabuk - Ini dia?
Di mana dia bekerja sekarang?
Manager Pengawasan Pengunjung di suatu tempat bernama Hype.
Anda, nona kecil galak, tdk bisa masuk
Tidak butuh penari tambahan. Dia juga, terlalu Jantan.
Menyingkir lah, anak kecil.
Apakah kau Terence Andrews?
Kalian mau apa?
Orang-orang memanggil mu Terry atau Terence?
Mereka memanggil ku Bapak Andrews.
James Medina terbunuh hari ini. Kenal?
Ya.
Aku mau traktir yg melakukan sebotol brandy Perancis.
- Benci sekali pd nya, ya? - Ya. Ya, memang begitu.
Apa kalian pikir aku terlibat?
- Ya, memang itu yg terpikir. - Bagaimana kalau kau ke kantor saja, utk menjawab bbrp pertanyaan?
Tidak, aku rasa tdk begitu. Kau tahu mengapa? Karena aku tidak melakukannya.
- Ayolah, bung. Ayo kita kesana. - Jangan sentuh aku!
- Sekarang kau mau ikutan, juga? - Tidak, terima kasih.
Oh!
Nah, semua nya jangan mendekat. Beri dia udara segar. Senang2 nya selesai.
Apakah kau baik-baik saja, Bapak Andrews?
Hei, bukan kah kau seharusnya berada di rumah sakit?
- Tidak. - Ya, kau hrs disana.
Tidak, mereka sdh bosan pd ku. Jangan bilang aku menyalahkan mereka.
Petugas Powell begitu baik hati utk mengantar ku kesini.
Aku rasa aku hrs berterima kasih.
- Baik2 lah, Bapak Jane. - Ya.
- Teruskan. Bicara dengan pacar mu. aku tdk keberatan. - Sstt.
- Mengapa kau merasa malu? - Aku tidak. Aku ...
- Ada apa ini... - Oh, perintah dokter.
Dia mengatakan yg terbaik adalah kembali bekerja.
Dia tidak bilang itu. Dia bilang kau menghina semua orang di sana
- Dan itu benar2 pengacau. - Nah. Lalu apa?
Kau tdk boleh lakukan itu.
Nah, apa yang seharusnya aku lakukan,
Duduk2 saja dan mendengarkan televisi?
- Selain itu, makanan nya parah amat. - Kau harus istirahat.
- Aku harus bekerja. - Kau buta.
Tidak masalah, jujur. Indra ku yang lain semakin sensitif.
Itu sangat sensitif. Aku seperti Dare Devil.
Sekarang permisi dulu ...
- Baiklah. - Baiklah.
Ah. Semakin sensitif.
Di mana kau kemarin pagi?
Giliran jaga ku berakhir pukul 3:30.
Aku kembali ke tempat ku, menonton TV sebentar,
Lalu aku tidur.
No comments yet. Be the first to leave one.