The first 200 lines.
Sebelumnya di Aftermath...
Ada beberapa penelitianku.
Kautemukan dan pahami itu.
Mungkin bisa membantumu.
Kumau putriku.
Kami singkirkan bocah itu.
Tolong jangan!
- Apa yang kaulakukan? - Devyn, jangan lakukan itu, tolong!
Devyn!
Mobilnya kepanasan. Ga akan jalan.
Kita bahkan belum aman.
Ga, kita sudah bermil-mil jauhnya.
Apa yang harus kita lakukan?
Kukira kita ga punya pilihan.
Maksudku, mobilnya ga akan jalan kecuali sudah dingin.
Kita bisa memakai trukku. Masih ada ruang kosong.
Itu ide bagus.
Akan kususul kalau sudah bisa jalan.
Tapi kami ga akan pergi tanpamu.
Aku ga bisa tinggalkan penelitianku ini.
Kukira peluang terbaik ialah kita bersama melalui ini semua.
- Iya. - Bawa anak-anak.
Kami ga akan pergi tanpamu.
Kau dan Martin pergilah.
Misi tetap berjalan. Kami tunggu.
Dia benar. Misi berjalan.
Kau terhenti.
Aku akan pergi... memeriksa sekitar.
Hei.
Gimana keadaanmu?
Bagus, Dana.
Kautahu, baru saja bunuh kekasihku, tapi trims sudah menanyakan.
Aku sangat bersemangat.
Kau ga membunuhnya, Bree.
Dia bisa kuselamatkan.
Caranya?
Lebih mencintainya.
Bree, tidakkah itu...
terlihat ga nyata?
Serius, Dana?
Ga nyata? Kau mau bahas itu?
Berapa usia pacarmu? Apa, seperti, 32 tahun?
28 tahun.
Kautahu, aku selalu pikirkan itu saat kau memulainya,
mungkin, pria mandiri atau seperti itu, bukan bujangan pengangguran.
Dia bukan pengangguran.
Bree, lihat, kutahu kau terluka.
Tapi jangan salahkan kami.
Iya, kami salah!
Ini salahku, Dana.
Salahkan aku saja.
Devyn mati, dan itu salahku.
Gadis malang. Dia menangis semalaman.
Aku khawatir padanya.
- Aku khawatir padamu. - Kenapa aku?
Apa maksudmu "kenapa aku"?
Kemarin kaubunuh 4 orang.
Kaubunuh 4 orang di Seattle.
- Kautahu itu? - Tentu saja.
- Dana bilang padaku malam itu. - Kenapa kau ga cerita?
Begini, itu rencana bagus. Aku bangga padamu.
Gimana rencana untuk ini?
Gunung berapinya bisa meletus kapan saja.
Kita bisa berjalan 16 km di jalan dan akan terhenti lagi.
Kita hanya butuh waktu.
- OK. - Kita bisa bicara.
Bicara.
Iya, bukan, kumau.
Setelah kita keluar dari sini.
Buset, ibu, ga bisa ketuk pintu?
Aku ga perlu mengetuk. Ini mobilku, bukan?
- Maju ke depan, pak. - Selamat dapat tatapan ibuku.
Sudah kualami bertahun-tahun.
Ga masalah bagiku.
- Kita lihat saja. Siapa namamu? - Martin James Winters.
Gimana kaubisa kenal Booner?
Aku direkrut tentara 6 bulan lalu.
- Kau kenal tentara? - Sudah 6 tahun, nyonya.
- Kau batalion apa? - Itu rahasia.
Benar. Tugas kemana?
- Irak dan Afghanistan. - Ada medali?
Medali Kampanye, Bintang Perunggu, Bintang Keberanian.
- Bintang Keberanian. Di mana? - Kaki kanan, nyonya...
- terus dan terus. - Atas, bawah?
- Atas. - Dia sudah melihat lukanya?
Bu, iya, sudah kulihat lukanya.
Gadis kecil suka luka karena mereka ga tahu apa pun.
Bu, aku bukan gadis kecil lagi.
Apa kau permainkan putriku?
- Ga, nyonya. - Apa kau sukarela ikut
- karena putriku? - Iya, nyonya.
Kenapa?
- Jangan menjawabnya. - Jawablah.
Karena dia cantik, nyonya...
dan pintar dan aku ga berhenti memikirkannya.
Iya, dia pintar. Apa yang kau suka darinya?
Iya, dari ucapannya.
Juga, aku lucu.
Aku lebih lucu.
Pastinya dia lebih lucu.
Ada 1000 cara untuk mati, kalian tahu itu.
Jika ayah ga bisa buat mobil ini berjalan dan gunungnya meletus,
kita semua bisa mati di sini.
Oleh sebab itu...
berbuat baik dengan sesama.
- Yup. - Iya, nyonya.
Tolong.
Bagus.
Iya.
Tapi melihat wajahmu, kucoba menebak
bahwa kau baru saja bicara dengan Dana?
Kau tahu tentang dia?
Iya, sejak dari Alamo.
Dan kau ga bilang padaku?
Kukira itu sudah jelas terlihat.
Dia pria yang baik.
Pria baik. Iya, OK, dia pria baik...
Dia baik bagi Dana. Kusuka itu.
- Kita harus bicara lagi. - Kita ga perlu.
- Itu belum selesai... - Apa?
Beberapa dari kita hidup melewati ini.
Kecuali kita semua selamat, maka semuanya sia-sia.
Peraturan pertama bertahan hidup ialah jangan mati,
mencelakai yang lain hingga mati.
Ada beberapa kematian yang berbeda.
Benarkah? Sebutkan 2.
Gimana jika kita selamat, tapi harga yang harus dibayar
ialah mati dengan iman?
Itu semua resiko yang kita ambil saat membunuh mereka.
Josh, kubuat kita lalui semua. Itu yang kulakukan.
Itu tugasku. Itu bukan mistik.
Hal-hal keimanan itu, aku ga mengerti.
Kita harus pergi!
Ga apa-apa.
Mesinnya masih dingin. Semuanya baik.
- Gunungnya keluarkan uap panas. - Itu bukan masalah.
Kalau belum gempa, kita semua aman.
Sayang...
Kuhanya ga mau berkendara dengan Dana.
Seperti, mereka harusnya gembira dengan semua ini.
Hanya saja, sepertinya...
terlalu berlebihan.
Iya, kutahu.
Siapa itu?
Itu anakku.
- Dia manis. - Itu menyenangkan.
Dia mati setahun lalu, sebelum semua kejadian ini.
- Jane, maafkan aku. - Kami ga tahu.
Maafkan aku.
Dia harusnya semakin baik,
jadi aku mengambil tugas.
Dan dia ga membaik.
Dan aku ga sempat ucapkan perpisahan.
Di mana ayahnya?
Di mana semuanya bukan siapa-siapa?
Maafkan aku. Jane, maafkan aku.
Begini, kubilang padamu
sebab kau kehilangan seseorang kemarin,
dan jika aku adalah kau, akan kuhadapi.
Dan itu ga pernah terwujud.
Sejak kapan kau peduli tentang Moon Dog?
Kita hidup atau mati tergantung arah letusan gunung apinya.
Dan dia mungkin tahu.
"Pemberat kertas hari ini"
"dan langsung kubilang pada mereka"
"Kubilang pada mereka semua keduanya yang kurang dan lebih",
"itulah monster dari timur",
"di mana perahu dari Ra ditarik keluar setiap pagi",
"oh, gadisku dan gadis mudaku",
"112 km dari kematian dalam 3 arah",
"10 sampai 20 ke barat".
"Jadi mari mengingat bahwa Greely berbohong".
"Pergilah ke barat, anak muda",
"sebab kau ke timur, dan kau akan mati".
- Sial. - Apa?
- Kita menuju ke timur. - Memutarlah. Menuju ke barat.
Ga bisa. Kita ga bisa balik arah.
Kita akan kembali menuju ke Gunung Berapi.
- OK, utara atau selatan. - Ga ada jalan lain lagi.
"Ingatkan kami bahwa hidup seperti 1 ciuman manis"
"lalu matikan kebahagiaan".
"Tekanan selanjutnya menuju"
"ke semua kubah-kromium asing di jalan"
"mencari tempat menaruh topi mereka malam ini".
"Semoga berhasil, para petualang".
Kau benar. Ga ada jalan di utara atau selatan.
Coba kulihat.
Ayah, awas!
- Apaan itu? - Astaga.
Kaulihat itu?
Kemana dia pergi?
Tunggu, Matt. OK.
OK.
Ada tempat buat seorang lagi?
Kenapa kau ga mundur dulu?
Kau siapa?
Aku baru sampai.
Siapa namamu?
Biarawan.
Mana sepatumu?
No comments yet. Be the first to leave one.