The first 200 lines.
Jadwal UAS Kelas 2
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Jam ke-1
IPS IPA
IPS IPA
IPS IPA
IPS IPA
IPS IPA
Jam ke-2
Sejarah Dunia A Sejarah Dunia A B. Inggris II B. Inggris II Klasik Klasik Menulis Menulis Kimia I Kimia I
Jam ke-3
MTK B MTK B Sejarah Jepang A Biologi I Fisika I Sastra Modern Sastra Modern MTK II MTK II
Harap matikan HP dan simpan dalam tas. Jangan lupa tulis nama di kertas ujian. Kertas ujian yang tidak memiliki nama akan dapat nilai nol. Mungkin akan ada ujian lain di jam kosong. Diharapkan jangan ribut saat ujian.
m 0 0 l 100 0 100 100 0 100
Ujian hari ketiga parah banget...
Aku malah dari hari pertama.
Se-Sela... mat... pagi.
Pagi.
Ah, ada apa? Tumben sekali kau menyapa kami duluan.
Ya... begitulah...
Mau mampir ke suatu tempat dulu pulang nanti?
Iya, ayo!
Kita jarang ngobrol belakangan ini.
Aku mau ke mana saja asal ada makanan yang manis.
Kau itu cuma mau makan saja.
Nggak, kok!
Te-Terima kasih.
Kukira, aku akan pulang sendirian lagi.
Masih saja bicara begitu.
Kau ini bicara apa? Dasar bodoh.
Selamat pagi, Yamato.
Pagi.
Selamat pagi.
Kenapa? Kenapa?
Tidak ada—
Pasti ada!
Mengakulah, Tachibana!
Pasti terjadi sesuatu di antara kalian berdua!
Mau ke karaoke pulang nanti?
Ke sana lagi?
Aku lagi kesal, nih.
Jadi, ayo kita bersenang-senang.
Ayo!
Kau mau nyanyi lagu apa?
Aku mau nyanyi lagu yang baru itu.
Itu susah, lho.
Temanku mau ikut juga.
Kalau kita ngajak banyak orang nanti kasihan Megu.
Nggak apa-apa, kok, kalau banyak yang mau ikut.
Beneran?
Megu keren sekali!
Yesterday, kotoba ga tarinakute
surechigatta to shitemo yamenaide
motto wakaritai
toki ni hitori ni naritakute
toki ni hitori ni naritakute
tabi wo shitemo kokoro wa umaranai
tabi wo shitemo kokoro wa umaranai
tabi wo shitemo kokoro wa umaranai
soshite taisetsu na hito ni kizuku yo
soshite taisetsu na hito ni kizuku yo
itsumo itsumo
itsumo itsumo
itsumo itsumo
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
kimi ga kureta
tatta hitokoto ga dorehodo ureshikatta ka
zutto zutto oboeteru
zutto zutto oboeteru
Kemarin, kata-kata yang tak terucap.
Di saat kita tak saling menatap satu sama lain, kumohon jangan menyerah.
Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu.
Terkadang, aku ingin menyendiri.
Terkadang, aku ingin menyendiri.
Tapi entah kenapa hatiku merasa hampa.
Tapi entah kenapa hatiku merasa hampa.
Tapi entah kenapa hatiku merasa hampa.
Dan aku tersadar kalau kau sangat penting bagiku.
Dan aku tersadar kalau kau sangat penting bagiku.
Selalu, selalu.
Selalu, selalu.
Selalu, selalu.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Kau memberikanku kebahagiaan.
Dengan beberapa kata darimu.
Sesuatu yang selalu kuingat.
Sesuatu yang selalu kuingat.
Mei.
Ayo bilang, "aah."
Oh, jadi kau itu masokis.
Saat mendapatkan sesuatu, kalau kau lihat ke bawah, berarti masokis,
tapi kalau kau lihat ke atas, berarti sadis.
Pasti bohong! Aku ini netral!
Oh iya, aku sudah memesan kamar hotel.
Aku tak dapat kamar yang berdekatan karena penuh, tapi ada bus antar-jemput di sana.
Ah...
Ya.
Kau tidak mau, ya?
Tidak, aku cuma agak gugup...
Aku juga.
Saat membayangkan bisa berduaan denganmu, aku jadi gugup.
Terima kasih buat makanannya.
Takumura, kau hebat sekali.
Dengan Kurosawa, 'kan? Hebat sekali.
Terima kasih.
Ya, benar. Di tempat pemotretanku waktu itu...
Hoi, Kitagawa Megumi!
Hoi, hoi, hoi!
Kau itu sudah berbuat jahat pada Mei, 'kan?
Aku belum melakukannya, kok.
Hah?
Justru kaulah yang jahat.
Kau harusnya tidak menembak pacar temanmu sendiri.
Bukannya itu bisa menghancurkan persahabatan kalian?
Kalau karena itu saja hancur, berarti persahabatan kami ini memang rapuh.
Terus berbohong itu tidak baik.
Itu bukan persahabatan namanya.
Kau mengaku bersalah?
Mungkin.
Kau sendiri bagaimana?
Apanya?
Tentu saja tentang Yamato.
Entahlah.
Kau menyukainya, 'kan?
Hah?
Sepertinya kau lebih asyik memperhatikan orang lain ketimbang Yamato.
Mungkin saja kau itu tidak benar-benar menyukainya.
Kau tidak terima kalau dia menyukai orang lain selain dirimu.
Kau tidak senang kalau tidak menjadi pusat perhatian.
Sebenarnya, kau itu tidak suka pada siapa pun.
Jangan sok tahu!
Aku berusaha keras membuat mereka senang,
dan menghargai mereka.
Apa salahnya kalau aku melindungi diriku sendiri?
Karena itulah aku benci orang yang mencoba menjatuhkan orang lain.
Mengecewakan.
Menurutku, akan lebih bagus kalau kau curahkan seluruh perhatianmu buat perkerjaan.
Kalau itu aku juga tahu,
tapi kalau aku tidak berusaha lebih keras daripada orang lain,
mereka takkan mengakuiku.
Bagusnya yang mana, ya?
Yang ini?
Ah, atau yang ini?
Aduh, ayo kasih saran!
Ya, baiklah.
Mungkin sebaiknya kita kasih mereka kondom.
Aiko!
Hei, kalian lagi ngobrol soal apa?
Megu!
Menurutmu, apa yang bagus buat Mei dan Yamato?
Mereka akan menghabiskan malam bersama.
Jadi kami mau ngasih mereka hadiah.
Ngomong-ngomong,
nanti akan ada peragaan busana baru, Tokyo Collection. Kalian mau ikut?
Aku boleh mengajak dua orang lagi.
Bahkan setelah itu ada pesta juga.
Di sana banyak makanan, lho.
Itu berarti kita akan pergi tanpa Mei, ya?
Ah, sebenarnya aku nggak terlalu tertarik ke sana.
Asami, kau pergi saja sama Tachibana.
Eh? Tidak boleh.
Kalau kau nggak ikut, aku juga.
Tidak apa-apa.
Tidak boleh! Aku mau kita semua pergi bersama.
Ya, aku juga maunya begitu, tapi...
Menyebalkan...
Kenapa bukan kalian berdua saja yang ikut?
Memangnya kenapa?
Berhentilah berlagak seperti teman yang baik.
Kenapa kalian mau bertukar tempat dengan orang lain?
Kalian bisa bertemu selebriti secara gratis.
Aku bahkan bisa mengajak kalian ke ruang ganti mereka.
Aku tidak mau jalan bersama Tachibana Mei.
Tapi kenapa mereka selalu saja mengoceh tentang Mei?!
Kalau mau, kalian bahkan bisa ngobrol dengan mereka.
Aku... aku ini mengajak kalian, tahu!
Kami bukan hewan peliharaanmu.
Kami bukan anjing yang akan mengibaskan ekor untukmu.
Hah?
Aku tidak bilang begitu.
Ocehan sok berkuasamu yang bilang begitu.
Kenapa kau gigih sekali?
Memangnya apa yang kautakuti?
Payah.
Raksasa.
Kau baris di belakang karena paling jelek, tahu!
Ruang Bimbingan Konseling
Ruang Bimbingan Konseling
No comments yet. Be the first to leave one.