The first 162 lines.
Untuk menjadi seorang astronot,
kita harus punya izin mengendarai pesawat jet T-38.
Akhirnya, aku akan mengalami hal yang sama dengan Hibito, dengan melewati hambatan suara.
Tapi, untuk mencapainya,
jalanku masih sangat panjang.
Saat itulah...
Hah? Ada di sini?
Hah? Ada di sini?
Hah?
Halo? Bibi Sharon?
Tunggu!
Ah, maaf! Ponselnya jatuh.
Ah, begitu.
Huh, bikin malu saja.
Dua hari lagi, kita bertemu di Houston.
Ya, sampai nanti, ya.
Ponselku jatuh lagi.
Belakangan ini, yang kupegang jatuh terus.
Aku khawatir, ponselku baik-baik saja, tidak, ya?
Orang yang sangat kaukenal.
Orang itu akan terserang penyakit yang sangat serius.
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
Sekarang kami akan membagikan bahan-bahan untuk persiapan latihan terbang.
#63 Semangat Anak Muda
#63 Semangat Anak Muda
Mulai besok, kalian diberi waktu 3 hari untuk mempelajari apa yang dipelajari murid AU dalam 3 minggu.
Nah, ini.
Ah, jadi begitu.
Aku harus bagikan ini pada yang lainnya, 'kan?
Coba, apa yang kita dapat?
Sepertinya kau bingung, Tn. Nanba.
Hah?
Kotak itu berisi materi untuk satu orang.
Eh?
Benar, aku sudah tahu itu.
Berat sekali.
Di saat inilah biasanya para pemula mulai mabuk karena banyaknya materi.
Aku juga dulu begitu.
Rasanya seperti minum air langsung dari keran.
Enak sekali.
Nanba, apa kau tahu rasanya meminum air dari keran?
Ti-Tidak.
Tapi aku tahu rasanya disemprot pakai pemadam api.
Semua ini dalam tiga hari?
Mulai besok, kalian akan mengikuti tiga kelas, dilanjutkan dengan tes tertulis.
Hasilnya akan menentukan urutan prioritas kalian untuk latihan T-38 nanti.
Itu berarti, mereka yang lambat akan tertinggal.
Sekian.
T-Tes?
Setelah semua yang kulewati, aku harus ikut tes lagi?
Ka-Kalau begitu, aku harus mengikuti nasihat Nitta.
Jadilah yang pertama setiap mereka memberi kami peringkat.
Setelah dua hari presentasi,
kami tertarik dengan teleskop radio yang diusulkan grup Anda.
Wah, hebat! Pencetus teori formasi planet, Dr. Morrison bicara dengan kami.
Ah, saya lupa memperkenalkan diri.
Saya dari Institut Astronomi Universitas Hawaii.
Daniel Morrison.
Saya tahu betul siapa Anda.
Hebat, Anda memang sangat terkenal, ya, Dr. Morrison.
Kau ini, diam saja!
Saya yakin Anda pernah bekerja dalam ilmu asteroid, Dr. Sharon.
Hal itu juga membuat saya tertarik.
Apa Anda tahu asteroid yang namanya sama dengan Anda?
Ya.
Suami sayalah astronom yang menamai asteroid itu.
Wah! Sudah saya duga!
Dulu saya suka melamun sendiri.
Ternyata pikiran kami sama.
Saya namai asteroid yang saya temukan dengan nama istri saya.
Sinora.
Manisnya.
Banyak sarjana yang percaya kalau mengamati area luar angkasa yang terbatas untuk mencari asteroid
sama saja buang-buang waktu.
Tapi setelah kehilangan istri dua tahun lalu, saya tak sabar ingin melihat wujud asli asteroid ini.
Aku juga sama.
Memang ini keinginan pribadi, tapi tolong dirahasiakan, ya.
Memang benar, egois juga kalau tujuannya untuk itu.
Tapi itu sangat luar biasa.
Saya baru tahu.
Kenapa Anda beri tahu dia hal yang disembunyikan dari saya?
Kau ini, diam saja!
Luar biasa sekali, ya, Dr. Morrison sampai mendukung kita.
Ya.
Usulan Anda untuk membangun teleskop radio di bulan
menghadapi banyak penolakan.
Tapi saya rasa bisa saja.
Kami akan memberikan bantuan yang kami bisa.
Saat segelintir orang saling berbagi impian yang sama,
maka impian itu akan tercapai.
Maaf.
Boleh minta air?
Oke.
Silakan.
Terima kasih.
Ah. Aduh, aduh, sayang sekali.
Aduh.
Apa Anda baik-bak saja, Nyonya?
Maaf.
Bu Doktor, ada apa?
Hanya tumpah.
Tanganku jadi lemah begini.
Pasti mabuk udara.
Empat anak muda.
Aku senang sekali.
Bibi Sharon!
Selamat datang di Houston.
Hibito!
Sudah lama sekali.
Ya.
Akhirnya kita bertemu lagi!
Ya.
Awas, awas.
Sejak kembali ke bumi, bagaimana keadaanmu, Hibito?
Aku merasa agak pusing.
Kerjaanku tidur terus.
Begitu. Sepertinya sama dengan mabuk udara yang Bibi alami.
Tubuh Bibi rasanya lemas.
Mabuk udara.
Malam nanti, kita akan bertemu Mu.
Dia sedang belajar di Ellington untuk menjadi pilot.
Jadi begitu.
Sepertinya Bibi datang saat dia sedang sibuk.
Dr. Sharon, apa Anda keberatan kalau kami pergi ke teater IMAX di sana?
Tidak, silakan.
Harusnya kau mati kalau dipukul pakai light saber!
Cepat!
Duluan saja, Bibi yang pesankan.
Kalian cari meja saja.
No comments yet. Be the first to leave one.