Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 120
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Special Host: Shin Ae-ra. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-01-07
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Halo.

Senang bertemu denganmu.

"Shin Ae Ra dengan senyum indah"

Kenapa aku merasa seperti akan bertemu besanku?

- Ini Nona Shin Ae Ra. - Halo.

- Halo. - Halo.

Astaga, Shin Ae Ra.

- Astaga. - Aku penggemarmu.

Sungguh?

- Kamu di sini. - Terima kasih.

Aku ingin menangis.

- Aku sangat senang bertemu kamu. - Terima kasih.

- Astaga. - Aku penggemar beratmu.

- Lama tidak jumpa, Ae Ra. - Halo.

- Halo. - Halo.

Kamu datang dari jauh.

Kapan kamu datang ke Korea?

- Benar. Sudah beberapa hari. - Begitu rupanya.

Terima kasih sudah datang.

- Halo. - Halo.

Dia luar biasa.

- Jangan diucapkan. - Dia sangat baik.

Dia orang yang sangat baik. Aku sudah lama mengenalnya.

Ok Jin,

cepatlah duduk. Jangan ganggu dia.

- Cepat. - Terima kasih.

- Dia lelah. - Aku...

Aku membawa ini untuk kalian.

Kamu membawa sesuatu yang bagus.

Tidak seberapa. Itu suplemen kesehatan.

- Kubawa dari Amerika. - Sudah kubilang, dia sangat baik.

Ini cokelat.

- Benar. - Kamu bawa dari Amerika?

- Ya. - Ini datang dari jauh.

Terima kasih banyak.

- Aku akan minum ini dan jadi sehat. - Dia terlihat lebih cantik.

Baiklah. Terima kasih.

Terima kasih.

- Kamu cantik. - Benarkah?

- Dia cantik. - Dia cantik.

Kalian semua sangat cantik.

Terima kasih.

- Dia hebat. - Apa Pak Cha In Pyo sehat?

Ya, dia sehat.

Aku sedang flu,

- jadi, maafkan suaraku. - Terdengar sangat serius.

- Maaf. - Tidak, tidak masalah.

Kamu tidak demam?

Aku baik-baik saja. Hanya suaraku yang serak.

Hari ini, kamu sebaiknya diam

dan tersenyum saja.

- Apa itu tidak masalah? - Tenggorokanmu sedang sakit.

Kamu selalu melakukan pekerjaan sukarela.

- Benar. - Keluargamu

terlihat menawan.

- Terima kasih. Sungguh? - Kalian berdua.

- Benar. - Kamu sangat menikmati hidupmu.

Kamu melakukan

apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.

Apa kamu hanya punya satu putra?

Aku melahirkan satu putra

dan mengadopsi dua putri.

Benar.

Kamu punya banyak cinta.

Kamu juga sangat mencintai kedua putrimu.

Aku cinta anak-anak.

- Itu terlihat. - Dia cinta anak-anak.

Benar. Aku ingin banyak anak,

jadi, aku bermimpi punya banyak anak dan mengadopsi mereka.

Tapi setelah melahirkan satu anak,

aku putuskan berhenti dan mulai mengadopsi.

Aku menderita mual pagi yang serius.

Saat itu aku masih menjadi disjoki radio.

Aku sering bertemu Gun Mo.

Aku sampai masuk rumah sakit saat bekerja sebagai disjoki.

Itu sangat serius.

Itu mungkin saja berhenti dengan anak keduamu.

Saat aku melihat putraku,

menurutku DNA kami tidak terlalu bagus

untuk terus melahirkan.

Dia ada di tingkat berbeda.

- Kamu hebat. - Benar.

Jadi, kuputuskan untuk berhenti menyebarkan DNA-ku

- dan... - Sudah tersebar.

Ya, aku putuskan untuk membesarkan DNA baik yang sudah tersebar.

Kamu membesarkan mereka dengan cinta.

Putri-putrimu sangat cantik.

Mereka ceria.

Mereka luar biasa. Mereka sangat menggemaskan.

- Mereka pintar. - Ya.

- Kenapa kamu sangat cinta mereka? - Halo.

- Halo. - Halo.

- Senang bertemu denganmu. - Itu anugerah.

- Astaga. - Ya.

Kamu banyak pakai parfum.

Itu terlalu banyak.

- Aku? - Ya.

Ini dari tubuhku.

Ayolah.

Itu karena dia di sini.

Kamu tidak pernah beraroma seperti ini sebelumnya.

Aku penggemarnya sejak dahulu.

- Sungguh? - Ya.

Suatu saat,

wawancara In Pyo mendapat banyak perhatian.

Dia mengekspresikan cintanya

4sampai 5 kali sehari.

- Sungguh? - Ya.

Apa dia masih melakukan itu?

Dia sering mengatakan cinta padaku.

Bukan hanya In Pyo, tapi seluruh keluargaku melakukannya.

Tapi putraku yang paling sering mengatakannya.

Seberapa sering dia mengatakannya dalam sehari?

Sepertinya lusinan kali.

Pada siapa? Kepadamu?

Ibu, Ayah,

- dan adik-adiknya. - Kepada adik-adiknya juga.

Keluargamu penuh cinta.

- Kamu membesarkannya dengan baik. - Tapi...

Tapi terkadang kami mengatakannya terlalu banyak,

jadi, aku merasa ada yang aneh.

Mungkin aku harus berhenti.

Karena makin kamu dengar bahwa kamu dicintai,

kamu jadi makin senang,

tapi jantung tidak berdebar kecuali jika mendengarnya sesekali.

Tapi mereka katakan cinta seperti membuka dan tutup pintu.

"Aku cinta kamu", saat menjawab dan menutup telepon.

Putramu kelas berapa?

Usianya 21 tahun.

- 21 tahun? - Ya.

Karena dia sering berlatih di rumah,

jika dia melihat wanita di luar, dia akan bilang, "Aku cinta kamu."

"Aku cinta kamu."

Saat anak-anak masuk SMP,

mereka berhenti bilang "Aku mencintaimu" pada ibu mereka.

- Benar. - Itu langka.

Suamiku bilang,

di antara semua komentar cinta yang dia dengar,

dia paling sering mendengarnya dari putranya.

Itu sangat bagus.

Dia juga sering menelepon.

Dia tinggal di asrama universitas selama hari kerja.

- Dia menelepon 3-4 kali sehari. - Astaga.

Dia menanyakan keadaanku.

Dia menanyakan bagaimana hariku.

Dia terdengar seperti pembawa acara di radio.

"Putranya seperti pembawa acara di radio"

Dia sering melakukan itu.

Dia tumbuh sebagai pria baik.

Para putra biasanya kasar.

- Ya. - Seperti itulah mereka.

In Pyo sering meneleponku

dan dia juga sangat sering menelepon ibunya.

- Ayah dan putra sama saja. - Ya.

Bahkan di Amerika pun, dia menelepon setidaknya 2 sampai 3 kali sehari.

Itu tidak mudah.

- Dia putra yang baik. - Ya.

Putraku mempelajarinya dengan alami.

- Dia mencontoh ayahnya. - Ya.

Para ibu.

Apa yang sering suami kalian katakan pada kalian dalam sehari?

- Dia mulai lagi. - "Lagi"?

- Maksudku... - Kami hanya bertanya

apa kamu sudah makan.

- Itu artinya cinta. - Ya.

- Tapi dengan kata berbeda. - Jika kamu sudah makan?

Jika aku di rumah,

aku mendengarnya tiga kali.

Daripada memintamu memasak,

- dia bertanya apa kamu sudah makan. - Ya.

Jika dia memintaku memasak pada usia ini,

- aku akan membencinya. - Siapa yang akan memasak?

Apa kalian mengatakan saling mencintai setiap hari?

- Kami melakukannya belum lama ini. - Itu normal.

"Belum lama ini."

Bahkan saat aku sedang pergi.

Apa suamimu mengekspresikan cintanya kepadamu?

Apa dia sering melakukannya?

Dia terlalu pemalu untuk mengatakannya.

- Dia pemalu. - Dia tidak mengekspresikannya.

Lalu apa yang sering dia katakan?

"Apa yang sering dia katakan?"

"Berhenti meneleponku."

"Berhenti meneleponku".

- Karena dia sangat menggemaskan. - Begitu rupanya.

Selain itu, kamu punya masalah

pada kakimu.

Ya, setelah operasi tumitku,

aku terus menelepon suamiku

karena aku tidak bisa bergerak.

Suatu hari, dia bilang padaku dia menghitungnya.

Dia menghitung untuk melihat seberapa sering aku memanggilnya,

dan aku meneleponnya 36 kali.

"36 panggilan cinta"

Pekan lalu, kamu akhirnya hadir di sini.

Apa yang suamimu katakan tentang itu?

Apa dia bilang kamu cantik atau sebagainya?

Ya.

Bahwa kamu terlihat cantik?

Ya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left