The first 100 lines.
BERDASARKAN MANGA KARYA MAKOTO YUKIMURA
Ukirlah…
Ukirlah di tubuhmu.
Ukirlah di atas tanah.
Ukirlah di atas laut.
Ukirlah pada musuhmu
Ukirlah pada rampasanmu.
Ukirlah…
Ukirlah…
Ukir kehangatanmu padaku.
Einar!
Untuk apa itu?
Kau juga.
Jika tebang pohonnya, itu akan hancurkan rumah kita.
- Kau mau jadi penebang? - Tidak.
Aku latihan bertempur! Lihat kekuatanku!
Tubuhmu mungkin tegap,
tetapi bukan berarti bisa bertarung. Sekarang siapkan makanan!
Aku kelaparan!
Tetap saja, jangan lempar pisau padaku.
Pilih barang lain seperti piring atau sendok.
Kalau piring tak apa?
Karena itu beruang melakukannya.
- Makan sebelum musim dingin. - Begitu.
- Terima kasih. - Jadi, kenapa kau?
Tiba-tiba mulai berlatih?
Apa lagi, selain untuk lindungi tempat ini.
Semua pernah menjadi abu.
Tetapi akhirnya kita pulih.
Tak ada yang mau mengalaminya lagi.
Bahkan ayah…
Susu Guttorm lezat!
Benar, 'kan? Pria itu tahu
cara mengurus puting.
Kenapa jari-jari itu? Menyeramkan!
Aku sedang bicara!
- Aduh! - Jangan dipikirkan.
Jangan terlibat dengan prajurit.
Apa kau tak frustrasi selalu berada dalam kesulitan?
Ayah mati untuk melindungi kita, tahu.
Itu benar. Karena itu kau hidup.
Kau membangun kembali desa
dan makan makanan lezat bersama dua wanita cantik.
Kita belum kalah.
Dengar, begitu masuk hutan, berlarilah menyelamatkan diri.
Ikuti sungai…
Róta…
Ibu…
Jangan pikirkan apa pun. Berlarilah lurus.
Kakak dan ibumu bersamamu.
Ibu!
Siap? Aku angkat Ibu.
Ibu!
Einar, lari.
- Tinggalkan Ibu. - Jangan bodoh!
Lupakan itu! Cobalah berdiri!
Ibu?
Ibu!
Ibu!
Gadis bodoh…
Hei, masih ada orang di sebelah sana.
Aku juga lihat wanita. Kami datang!
Berdirilah, Einar.
Bawa Róta… Cepat!
Ibu…
Mungkin Ibu wanita tua sekarat…
tetapi Ibu bisa.
Keluarlah hidup-hidup…
Selama masih hidup…
kau bisa memulai lagi…
Einar…
Róta…
Kenapa mereka tidak kabur?
Hei, dia cukup manis.
Ibumu mati, 'kan?
- Róta! - Lepaskan!
- Einar! - Róta!
Lepaskan dia!
Einar!
Takkan kumaafkan kau! Beraninya!
- Einar! - Menyedihkan sekali.
Beraninya kau…
Hei! Apa yang kau lakukan?
Dia menusukku dengan sesuatu!
Sia-sia.
Baiklah. Ayo jual anak ini dan minum dengan uangnya.
- Kau bodoh sekali! - Maaf.
Ayo, Uang Minum.
POHON CEMARA BERDIRI DI TANAH TANDUS MATI TANPA KULIT ATAU DAUN UNTUK BERNAUNG
BEGITU JUGA MANUSIA YANG TAK DICINTAI SIAPA PUN
UNTUK APA DIA BERTAHAN HIDUP? KUTIPAN DARI HÁVAMÁL
Bagaimana dia?
Ini tidak bagus.
Sial.
Tak ada pilihan. Bantu aku angkat dia.
Siap…
Hei!
Hei! Apa yang kau lakukan?
Kau tak perlu melemparnya!
Bagus, tidak radang.
No comments yet. Be the first to leave one.