Weekend

Weekend

Download Indonesian Subtitle

Release info

Weekend 2011 Indonesia BluRay
A Commentary by Soearadiri
Fixed! Bukan cuma dari Google translate. Semoga bermanfaat, ditunggu rate and comment-nya 😊

Tags

BluRay
Published on: 2018-02-19
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hiya! Kau selalu saja datang terlambat.

- Maaf. - Oh, senang bertemu denganmu.

Aku juga.

- Ayo masuk. - Kau terlihat cantik.

- Masuklah! - Apa Jamie disana?

Ya, mereka di ruang tengah, mereka semua disana.

- Cathy, ovenmu tidak bekerja. - Jangan khawatirkan itu, itu akan baik-baik saja.

Hei kau?

Halo?

- Bagaimana kabarmu? - Ya, baik.

- Aku bertaruh kau tepat waktu malam ini. - Maaf.

- Heya! - Heya.

Aku mendapat shift malam di tempat kerja.

- Kau disini sekarang. Bir? - Ya, bersulang.

Dan sesuatu untuk membuatmu menikmati suasana.

- Hai, Russ? - Hai, Johnny. Apa kabarmu?

Ini Damien.

Halo, kawan?

- Ini untukmu, Sedap kan dirimu. - Bersulang.

- Ini dia. - Terima kasih, kawan.

Ini dia!

Tidak ada papadum(keripik), Maaf, kita kehabisan.

Kita punya apa?

Ini, Jamie, Jamie, Jamie!

Kau sudah dapat piringnya, Johnny? Tenang.

- Kita tidak punya cukup piring. - Kita tidak punya cukup piring.

- Pergilah. - Tidak apa-apa, sepiring berdua.

- Cath, kau punya piring lagi? - Piring? Apa kurang?

Tidak.

Kau juga butuh satu. Ambil dua.

Kalian bisa makan dari kotaknya, tidak akan apa-apa.

- Aku hanya punya yang kecil. - Aku yang mana saja.

Sebenarnya, kau harus dapat yang Kecil karena kau telat.

Baiklah, ini yang dilakukan pria, Kan, kupikir, beberapa...

Gelas bir, keluarkan, kau Tau, Sambuca, semacamnya...

- Diskotik. - Tepat sekali.

Tidak, kalian tidak Memiliki seorang penari.

- Tidak, Tidak, tidak, kau tidak diundang. - Kalian tidak punya penari!

Kau harus punya penari. Itu tradisi, bukan?

- Itu tradisi. - Tradisi.

Itu bukan tradisi, itu mesum.

Aku tidak akan menjadi penari. Aku tidak melihat dimana baiknya.

Itu tidak mesum. Itu berkelas. Hanya alamiah.

Russ, kau tidak akan Suka penari, kan?

- Entahlah, aku tidak... - Ya, dia tidak masalah dengan penari,

Iya, kan?

Oke? Jadi...

Russ memulainya dengan api kecil, indah Dan nyaman di tengah-tengah lapangan,

dan sebelum kau menyadarinya lima puluh tahun kemudian

dan tambahkan kayu tambahkan kayu,

ada sebaris orang terus menambahkan kayu. kemudian apinya menjadi sangat besar.

Apinya lebih tinggi dari rumah ini.

Dengar, aku tidak bercanda!

- Lalu kemudian kami... kemudian... - Itu benar.

...sebentar, kami dikelilingi polisi,

di sekitar area itu

dengan jutaan kekuatan obor lilin.

Dan sebuah Astra terbakar, sangat terang,

dan kami segera kabur, dan kau malah diam terpaku!

Kau akan datang hari minggu nanti, kan?

Kau bercanda?

Aku tidak yakin bisa menanganinya jika kau tidak disana.

Aku tak sabar, kawan.

Aku membelikan Lois hadiah yang sangat manis.

- Ya? - Ya.

Itu bagus. Tentu saja. Itulah kenapa kami menjadikanmu Ayah baptisnya.

- Senang bertemu denganmu, kawan. - Ya.

Kau menjadi agak tertutup akhir-akhir ini.

- Mmm. - Ada yang mau kau bicarakan?

Er...

Ya, ada mm... ada sebuah promosi di tempat kerja.

- Ah, promosi. - mengharuskanku mengambil beberapa extra shifts.

Ayo, geser, geser, geser, geser, geser!

- Halo? - Halo, kawan?

Berikan padaku.

Bagaimana pendapatmu?

Kau terlihat menawan.

- Kau terlihat menawan! - Tidak, kau tampan.

Aku seperti, er...

- Kavana! - Kavana!

- QC? - Kau selalu menjadi orang bodoh!

Berikan itu. mana, mana?

- Punya matematika? - Ya.

Aku harus pergi, Aku agak letih.

Oh, Ini malam terbaik, kumohon tinggallah.

Jamie, Aku harus kerja besok pagi, dan aku agak mabuk,

- Api aku akan menemuimu hari minggu. - Ya, baiklah, ya.

Itu akan menyenangkan. oke?

- Salam sayang untuk si kecil - Ya, OKE, kawan.

- Baiklah, kawan, sampai jumpa. - Dah, kawan.

- Pagi. - Halo?

- Bagaimana perasaanmu? - Masih agak mabuk.

Mau berikan kopinya?

Terima kasih!

Ooh! Sial.

Tak apa, jangan khawatir.

Jam berapa kau berangkat kerja?

Er, jam 10.

- masih banyak waktu, berarti. - Mmm.

Kembalilah ke ranjang.

Kau membuang waktu, semalam

- Maaf. - Tidak perlu minta maaf.

Apa aku menyebalkan?

Aku harus menyelamatkanmu dari si Hobbit.

Jangan begitu. Dia baik.

sedikit labil.

Senyumnya juga manis.

Itukah yang kau cari, senyum yang manis?

Tidak.

Hanya orang pendek.

Apa?

- Apa mulutku bau? - Tidak, Justru sebaliknya.

- Apa kau menggosok gigimu? - Tidak.

- Aku bisa mencium pasta gigi. - Jadi?

Sekarang kau melanggar aturan tak tertulis, karena sekarang kau berbau mint

Sedangkan aku berbau kontol dan pantat!

Jadi, kau suka barnya?

Kau suka barnya?

Tidak terlalu, tidak!

Aku membencinya.

Baiklah, kau siap?

Untuk apa?

Kau tidak bisa menghindar sekarang, kau sudah janji,

- dan aku sudah mempersiapkan jiwa ragaku. - Aku kira kau bercanda.

Tentu saja tidak. Kau pikir aku akan tidur denganmu jika tidak karena itu?

- Aku tidak akan melakukannya. - Oh, ya, Kau akan melakukannya!

Hal apa yang kau ingin aku ucapkan?

Er, apa saja yang kau suka.

Bicara saja soal tadi malam, kau tau, apa yang terjadi,

Apa yang kau mau untuk terjadi. terserah kau, sungguh.

- Kenapa? - Lakukan saja.

- Ini untuk sebuah proyek seni? - Ya.

Dan kau hanya akan berbaring dan merekamku.

Tepat sekali.

Dan orang-orang akan mendengarkan ini.

Jika kau bagus, ya.

Oh, ayolah. Erm...

Aku... entahlah. Aku tidak terlalu mengingat apa pun.

Mulai saja dari awal saat kau pertama melihatku.

- Entahlah, Aku hanya melihatmu. - Oh, ayolah, berhenti membuang waktu. Bicaralah.

Baiklah.

OKE. Erm...

Aku melihatmu di bar.

dan kukira kau...

aku pikir kau berada di luar perkumpulanku atau semacamnya.

- Aku sangat suka T-shirtmu. - Memang dimana perkumpulanmu?

Entahlah. Erm...

Divisi tiga?

Aku pikir kau tidak meyakininya untuk sesaat.

Kemudian kau, erm...

mengikutiku ke toilet dan mencoba melihatku kencing.

Kau pergi.

- Dan kemudian aku pergi. - kenapa?

Ada seseorang yang aku mau, tapi aku menemuinya

dia sedang bersama orang lain, jadi...

Jadi aku pilihan keduamu?

Kenapa itu penting?

Ini pembicaraan yang bodoh.

Kau dengar itu?

- Bencong? - Tidak.

Oh, lihat!

- Bencong! - Glen...

kalian pikir kalian sedang apa?

- Glen. Tolong tutup saja jendelanya. - Jangan ganggu dia!

- Persetan kau! - Apa katamu?

- Persetan kau! - Sumpah, jika kau tidak berhenti,

Aku akan turun kesana dan Memperkosa pantatmu, kau dengar?

- Ooh, dingin sekali diluar. - Maaf, apa... apa itu tadi?

Hanya lucu-lucuan.

Mereka akan melemparkan bata ke jendelaku.

Kau tinggal 14 lantai jauhnya.

"Aku akan memperkosa pantatmu"?

Sialan.

Siapa yang bilang begitu? Siapa...

Dan, erm... Ya, kita kembali. kesini, kan, sudah jelas.

Dan, er, Aku menawarimu minuman, kurasa,

meskipun aku tidak terlalu ingat.

Erm...

Kemudian kau menciumku di lorong, di lorongku.

- Dan aku menggerayangimu. - Kau melakukannya?

Dan kau menggerayangiku.

Dan aku senang karena kau punya penis yang besar

dan itu berdenyut di celana panjangmu,

yang mana itu mengejutkan karena kau sangat mabuk.

Lalu kemudian kita ke kamar.

Bisakah kau ingat apa yang kau mau terjadi?

Mmm, Tidak.

Bagaimana dengan saat aku melepas atasanmu?

Tidak.

Aku mau menjilat ketiakmu.

Aku punya ketertarikan pada ketiak.

- Ayo, tunjukkan. - Tidak.

- Biarkan aku melihatnya. - Tidak.

Ayolah.

- Tidak! - Kenapa tidak?

- Karena itu aneh sekali. - Itu tidak aneh.

- Ya, itu aneh, benar-benar aneh. - Biarkan aku melihatnya.

Tidak.

Kau Patetik(terlalu perasa).

Jalang sombong, bukalah.

More Indonesian subtitles for Weekend

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left