Season 1

Release info

[Erai-raws] Nippon Sangoku - 11 [1080p AMZN WEBRip HEVC EAC3][MultiSub][38FF447F]
A Commentary by Robandit

Tags

webdl
Published on: 2026-06-15
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 198 lines.

Karya fiksi. Segala kemiripan cuma kebetulan

Dilarang merokok di bawah umur.

Bunuh pengkhianat!

Kesetiaan dan patriotisme!

Hidup Komandan!

Bunuh pengkhianat!

BUNUH PENGKHIANAT KESETIAAN

Tahun 60 Era Yamato. Musim semi.

Setelah Komandan Seii, Ohga Wajima, memulihkan otoritasnya dalam semalam…

KITA SEBUT OPERASI INI

"STRATEGI JENDERAL MUSIM DINGIN"

KASTEL FUKUI REIHOKU

…pasukan Yamato yang dipimpin

oleh Jenderal Perbatasan Mitsuhide Ryumon terpojok di Kastel Fukui Reihoku.

AAAHH

Sementara itu, di Osaka,

seorang pemuda memohon izin bicara dengan Kaisar

untuk melaksanakan misi yang dipercayakan kepadanya oleh Yasuaki Kaku.

TAIRA

Aku Aoteru Misumi, Auditor Korps Jenderal Perbatasan,

memohon izin bicara dengan Yang Mulia Kaisar Yamato.

Aoteru Misumi, 18 tahun.

Tiga tahun berlalu

sejak sang petugas pertanian dari Ehime

lulus Toryumon dan menepati janjinya kepada mendiang istrinya, Saki,

lalu bergabung dengan Korps Jenderal Perbatasan.

Lalu untuk apa kau kemari?

Aku mau meminta

dekrit kekaisaran untuk memerintahkan tarik pasukan.

Apa lagi yang menanti Aoteru?

THE THREE NATIONS OF THE CRIMSON SUN

OSAKA TAHUN 60 - ERA YAMATO - MUSIM SEMI

Apa?

-Menarik mundur? Tidak akan! -Benar!

BERBARINGLAH DI ATAS KAYU BAKAR DAN BUJUKLAH SURGA.

Mundur saat rekan kita terpojok?

Benar. Kirim bala bantuan dan pasukan Seii pasti hancur!

Kau malah mengajukan mundur?

Itu konyol, Auditor Misumi!

Apa? Kenapa mundur?

Jika mengirim pasukan Osaka, bukankah kita bisa menang?

Permisi, bukankah ini konyol, Auditor Misumi?

Kau memohon izin bicara dengan Yang Mulia untuk meminta bala bantuan,

tapi kau tak meminta mengirimkan bala bantuan.

Menipu Yang Mulia dalam petisi adalah kejahatan berat.

Karena waktu kita terbatas, menangani hal seperti ini merepotkan.

Yang Mulia, aku menyarankan dia dihukum mati sekarang juga.

Dihukum… mati?

BERSERU

-Setuju! -Dia harus dieksekusi!

Tolong berikan perintahmu!

KEMENDAGRI - AHLI STRATEGI MAGURO TOYOTA

Semuanya.

Tolong tenang.

Memang benar di luar aula utama

aku menjelaskan kepada penjaga betapa pentingnya bala bantuan

yang diminta Korps Jenderal Perbatasan.

Namun, aku cuma mengatakan datang untuk membahas tentang bala bantuan.

Aku tak pernah bilang datang kemari untuk minta bala bantuan dari Yang Mulia.

Benar. Auditor Misumi benar.

Bawahanku merekam setiap ucapan dalam pembicaraannya dengan penjaga.

Tapi, Auditor Misumi, menarik mundur pasukan itu tak mungkin.

Jika Ryumon ditarik mundur sementara,

lalu berkumpul lagi dan mengalahkan pasukan Seii,

tak ada yang akan keberatan jika dia tetap memegang komando.

Tapi selama itu, Fukui akan jadi apa?

Bagaimana dengan warga di sana?

Bagaimana dengan 30.000 tentara yang terkepung di wilayah Seii?

Butuh berhari-hari sampai Ryumon kembali membawa pasukan.

Kau pikir pasukan Seii akan menunggu dan diam saja?

Jika mereka melancarkan serangan terkoordinasi pada pasukan itu bagaimana?

Putraku ada di antara pasukan yang terkepung itu.

Apa kau pikir

selama otoritas Ryumon dipertahankan…

DOR DOR

…pengorbanan apa pun bisa diterima?

Atau memang ini niatmu?

Istrimu dibunuh atas perintahku.

Kau mau membalasnya dengan membiarkan putraku mati?

Memang benar

jika Jenderal Perbatasan mundur, putramu tak akan selamat, Tuan Taira.

Begitu rupanya.

Sayang sekali.

Itu sangat tak menyenangkan.

DIA AKAN DIHUKUM

Namun,

aku bukan kemari untuk mengajukan menarik mundur.

HM?

EH?

HA?

Tadi kau memohon dekrit kekaisaran untuk menarik mundur pasukan!

Izinkan kukatakan sekali lagi.

Aku bukan kemari untuk meminta Yang Mulia menarik mundur pasukan,

tapi untuk menerima dekrit kekaisaran.

Tujuanku adalah memancing pasukan Seii dengan pura-pura mundur,

lalu menyergap mereka menggunakan sisa-sisa akhir Era Jepang

dan menghabisi mereka dalam sekali serang.

Apa? Apa ini? Apa maksudnya?

Mundur saja bisa membuat musuh curiga itu adalah jebakan.

Tapi dengan adanya dekrit kekaisaran,

pasukan Seii akan percaya itu asli.

Lalu pasukan tersembunyi bersama pasukan yang pura-pura kalah,

akan mengepung dan menyerang mereka dari tiga sisi.

Strategi pura-pura mundur Shimazu yang terkenal.

Operasi ini akan dilakukan

di Ota, Echizen, tempat Kepala Juru Tulis Kinta Moriyama diasingkan.

Ota adalah basin yang dikelilingi pegunungan

dan sejak kekacauan pada akhir Era Jepang, itu telah menjadi kota hantu,

tempat ideal untuk menyergap musuh.

Namun, memindahkan pasukan dari Reihoku bisa membuat ini diketahui pasukan Seii.

Jadi, tentara yang mengantar Kepala Juru Tulis Moriyama ikut menyergap.

Tapi dengan jumlah cuma sekitar 200 orang,

bagaimana kita bisa mengepung pasukan musuh sebesar itu?

Jawabannya…

terletak pada pengepungan menggunakan sisa akhir Era Jepang. Mobil rongsokan.

"Mebel rongsokan"? Apa itu?

Pertama, begitu dekrit kekaisaran tiba…

UOOO

…Pasukan Jenderal Perbatasan Ryumon akan pura-pura mundur,

memancing pasukan Seii yang mengejar sampai ke Ota.

KASTEL FUKUI REIHOKU OTA

Lalu unit penyergapan Kepala Juru Tulis Moriyama akan bersiap

mengitari rute pasukan Seii dari belakang dengan mobil rongsokan.

YAMATO

Begitu pasukan Seii memasuki Ota,

pasukan Jenderal Ryumon akan berbalik dan membalas menyerang.

Lalu unit penyergapan akan menjatuhkan mobil rongsokan dari atas tebing,

menimpa pasukan Seii di bawah.

Jika kita memutus jalur kabur,

seperti ucapanku sebelumnya,

kita bisa menghabisi pasukan Seii sekali serang.

ZING

Baik.

Itu rencana yang hebat.

Mereka patut dipuji,

Korps Jenderal Perbatasan sudah menyiapkan dasarnya dengan baik.

Tapi menyergap pasukan Seii saja terlalu lembut.

Yang penting adalah membuat mereka paham bahwa Yamato tak bisa ditaklukkan.

Karena itu, tidakkah kau pikir

lebih baik mengerahkan bala bantuan dan menghancurkan mereka semua?

Tidak.

Karena jika kita mengirim bala bantuan,

kemungkinan besar Buo di Timur akan ikut berperang.

Bu… Buo?

Seperti yang kalian tahu,

banyak petugas penting dalam Korps Jenderal Perbatasan

sedang bertahan dari pasukan Seii,

jadi Aichi, perbatasan kita dengan Buo, tak dijaga ketat.

YAMATO - BUO

Dengan kata lain, Buo sangat mungkin memanfaatkan ini untuk memulai perang.

Satu hal lagi.

Banyak dari mereka yang mendirikan Buo,

termasuk kaisar pertamanya, Momokuni Hojo,

dan ahli strategi militer pertamanya, Juro Musashikami, sudah tua.

Sangat mungkin mereka menganggap ini peluang terakhir menghancurkan negeri ini.

Jika kita mengirim bala bantuan,

yang tak terjaga bukan cuma Aichi, tapi juga Osaka.

Kita bisa menghadapi musuh dari Seii dan Buo,

menjadikan ini perang tiga negara.

Apa? Bukankah itu gawat? Sangat gawat?

-Perang tiga negara? -Itu baru menarik!

Coba saja!

Cukup!

Kalian di tempat aman, jauh dari perbatasan, tak paham bahayanya.

Kalian pikir perang itu permainan atau cuma cerita dalam manga?

Jika ini menjadi perang tiga negara, kemungkinan besar akan panjang.

Jika begitu, selain biaya yang akan meroket,

lahan kita akan porak-poranda, pertanian kita terhenti.

Saat rakyat tak bisa bertani lagi,

kelaparan akan melanda, konflik pecah di mana-mana,

dan banyak nyawa akan hilang.

Kalian pikir nyawa manusia itu apa?

ZING

ZING

Yang Mulia, jika berkenan.

Eh… Apa?

Inti dari perang

bukan meraih kemenangan cuma dengan kekuatan langsung,

tapi mengubah niat musuh.

Apa? Apa itu?

Memaksa negeri musuh menyerah melalui jumlah pasukan

adalah bentuk perang yang terburuk.

Seperti ajaran Sun Tzu,

"Dalam perang, jaga negeri tetap utuh, bukan menghancurkannya.

Menguasai pasukan musuh lebih baik daripada menghancurkannya.

Menaklukkan musuh tanpa bertempur adalah kemampuan tingkat tinggi."

Maksudmu menang tanpa bertempur?

Tiga tahun lalu, Buo memanfaatkan celah

saat Menteri Taira berkeliling negeri mewakili Yang Mulia.

Mereka menembus pertahanan perbatasan kita dan menginvasi Nagashino.

YAMATO - BUO

Jika Buo ikut berperang

dan Seii merencanakan operasi besar untuk menangani bala bantuan kita,

kita bisa kehilangan banyak pasukan.

Jika ini jebakan, kita bisa kehilangan banyak pasukan!

Bala bantuan atau sergapan.

Dalam gambaran besar, mana yang menguntungkan negeri kita?

Mana yang tak mengorbankan banyak nyawa?

NIPPON SANGOKU: The Three Nations of the Crimson Sun subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left