The first 200 lines.
BEHIND YOUR TOUCH
Dasar mesum!
Dasar wanita mesum. Rupanya melakukan kejahatan berulang kali.
Apa pinggangmu baik-baik saja?
Berhati-hatilah.
Aku juga bisa melihat memori manusia?
Aduh, pinggangku.
Apa itu?
Apa yang kulihat?
Sayang,
besok jemput Ok-hui lagi, ya?
Apa yang kau lakukan di sini?
Hei, tunggu.
- Ada apa denganmu? - Kenapa tidak terlihat apa-apa?
Sebenarnya aku kenapa? Kenapa aku tidak melihat apa-apa?
Tidak. Tunggu.
Tunggu sebentar.
Kau sudah gila, ya?
Sepertinya aku benar-benar sudah gila.
Bagaimana ini?
Ada apa?
Aku terlibat dengan bedebah gila.
Aku tidak akan lama di sini.
Ini hanya sewa bulanan.
Wanita itu…
Astaga, lihat tingkahnya…
Bukan apa-apa.
Ada seorang bedebah mesum di sini.
Bagaimana cuaca di Mujin?
Sama dengan di Seoul. Macet di mana-mana dan berpolusi udara.
Semua tempat yang ditinggali manusia sama.
Omong-omong, kenapa kau begitu?
Investigasi narkoba kita setahun menjadi sia-sia karenamu.
Kita kehilangan Baek yang sudah ditangkap, semua bukti juga dihancurkan.
Begitu kau didemosi dan dipindahkan,
bajingan itu bertindak seolah-olah dunia miliknya.
Tunggu saja.
Aku akan kembali ke Seoul dan membereskan semua yang kukacaukan.
Bagaimana caramu kembali?
Makanya aku menelepon untuk meminta bantuanmu.
Di sini benar-benar tidak ada kasus.
Astaga, kau membuatku terdesak.
Lempar satu kasus besar untukku.
- Ada satu kasus. - Ya.
Kau ingat Ted Chang penjual narkoba?
- Chang-sik? - Dia terakhir menuju ke sana.
Rute pasokannya pasti di sana, 'kan?
Di sini?
Ini sangat rahasia. Tamatlah aku kalau terungkap.
Baiklah. Hei, terima kasih.
Mari bicara lagi nanti.
Mari lakukan ini!
Chang-sik, Ted Chang, dasar berengsek.
JENIS YANG KELIHATAN
BURUNG, IKAN, MAMALIA (O) MESIN LOTRE (X)
OK-HUI, PENCOPET (X) BEDEBAH GILA (O)
Mungkin aku bisa melihat memori bedebah gila itu karena dia hewan?
Benar juga. Dia bukan manusia.
Setidaknya aku ingin bisa menembakkan jaring.
KLINIK HEWAN BONG
Aku datang karena mendengar dari pemilik Deokgu
bahwa klinik ini sangat baik dalam memeriksa anjing.
Jjonggu tidak memakan makanannya.
Biasanya dia langsung mengiler hanya dengan mencium baunya,
tapi kini, dia tak mau makan lagi.
Dia sudah tidak makan selama sepekan.
Apa yang harus kulakukan?
Begitukah? Biar kuperiksa.
Jjonggu, biarkan aku memeriksamu.
Bagus.
Kau mau ubi? Makanlah.
Rupanya kau di sini.
Hei, ayo makan. Ini daging.
Hai, Jjonggu.
- Ia datang lagi. - Benar.
Di rumahmu ada lubang anjing, bukan?
Apa?
Di rumahku tidak ada lubang anjing.
Coba cari saja.
Jika kau menutup lubang itu, Jjonggu akan kembali makan.
Ini…
Biayanya 13.000 won.
Klinik ini pasti menghasilkan banyak uang.
Dokter kami sangat berkompeten, bukan?
Tentu.
Tidak memberi obat atau suntikan, hanya menyuruhku menutup lubang anjing,
tapi kau memintaku membayar 13.000 won?
Astaga. Semoga kau kaya raya.
Ayo pergi, Jjonggu.
Jjonggu, ayo makan.
Ke mana ia pergi?
Jjonggu.
Kenapa datang dari sana?
Jjonggu.
Astaga.
Bagaimana dia mengetahuinya?
KLINIK HEWAN BONG
Aku akan membagikan nomornya.
- Ya. - Ya.
Anjingku harus jalan-jalan, tapi tidak mau dipakaikan tali.
Apa sebabnya?
Begitukah? Biar kuperiksa.
Kemarilah, anjing pintar.
Cepat kemari. Aku harus merantaimu.
Kubilang, kemari! Sial.
Kemari!
Apa ia anjing telantar?
Ya, aku mengadopsinya.
Sepertinya pemilik sebelumnya menyiksa anjing malang ini dengan tali.
Anjingmu memiliki trauma, jadi, pakaikan rompi, jangan tali.
Usahamu sangat penting.
Mohon bersabar meski memakan banyak waktu.
Permisi sebentar.
Mari kita lihat.
Kemarilah, Baekgu. Tumbuhlah dengan baik, ya?
Ini.
Jangan cemaskan ia.
Siapa itu?
Baekgu, bagaimana kau bisa kemari dari tempat yang jauh?
Astaga.
Ada apa dengannya?
Ia merasa dikhianati.
Ia tidak pernah datang setiap kali dipanggil.
Kurasa ada masalah dengan pendengarannya.
Apa kau tahu bahwa anjing bisa meremehkan manusia?
Apa?
Tampaknya dia berpikir bahwa levelmu di bawahnya.
Kucingku terus mendesis di sudut-sudut rumahku.
Kita berhasil. Bagaimana kau bisa melakukan ini?
Jadwal kita penuh sampai siang ini.
Apa surga memberiku imbalan karena aku menjalani hidup yang baik?
Sepertinya begitu.
Namun, keberuntungan kita tidak hanya sehari saja, 'kan?
Jangan khawatir.
Aku akan membawa semua uang yang ada di Mujin.
KERANJANG
Ok-hui!
Pengobatanku benar-benar berhasil.
Aku tidak ingin melewati kesempatan ini, jadi, aku butuh bantuanmu.
Tolong kumpulkan orang untukku.
Secara gratis?
Kau perlu apa?
Setuju.
Bagus, rupanya kalian masih menjalani hidup dengan baik.
- Ya, Kak! - Ya, Kak!
Yeong-hui.
Kudengar kau mengubah identitasmu dan menjalani pernikahan yang baik.
Benar, Kak.
Mi-yeong? Apa kau operasi hidung?
- Kelihatan natural. - Terima kasih, Kak.
Eun-hye, kudengar kau membuka salon dengan tunjangan yang kau dapatkan.
- Benar, Kak. - Rupanya kau masih pandai menggoda pria.
Astaga, mengagetkan saja.
- Kau siapa? - Aku kakak kandung Da-eun.
- Di mana Da-eun? - Dia di rumah sakit untuk melahirkan,
tapi saat melihat pesanmu, dia ingin menunda melahirkan
dan menyuruhku kemari.
Padahal dia sudah kontraksi, jadi, aku kemari menggantikannya.
Di mana suaminya?
Katanya sedang perjalanan dinas jangka panjang,
tapi aku curiga mereka berpisah.
Pergilah dan bilang Da-eun untuk tidak khawatir.
Ya, tapi apa yang harus kulakukan dengan karcis parkir ini?
Aku memarkir mobilku di menara parkir.
Parkirnya gratis untuk 30 menit, kini sudah sepuluh menit lebih.
Sepertinya aku harus mendapat stempel atau sejenisnya.
Aku tak bisa membantu itu.
Baiklah, kalau begitu.
Angkat tangan saat menjawab pertanyaanku. Siapa yang punya anjing atau kucing?
Ok-hui, kau memang pintar.
Bu Jung, panggilkan pasien berikutnya.
Silakan masuk.
Selamat datang.
Dokter?
Ya. Maaf.
Dokter, pasiennya bukan aku.
Anak kucing ini.
Astaga. Ya, benar.
Ada masalah apa dengannya?
Sepertinya dia ditelantarkan. Aku ingin tahu kondisi kesehatannya.
Bisa tolong letakkan kucingnya di atas meja pemeriksaan?
Jangan khawatir. Kucing pintar.
Aku periksa, ya?
Astaga. Kenapa kau bermain di sini?
Indahnya.
Ya?
Kucingnya sangat indah.
Untungnya tidak ada masalah serius.
Ia pasti belum divaksinasi.
Berhubung masih kecil,
ia harus menerima suntikan vaksin umum dan vaksin rabies.
Vaksin pertama diberikan saat berumur delapan hingga dua belas pekan.
Lalu, tiga vaksin berikutnya diberikan dalam interval tiga pekan.
Tidak apa-apa?
Atau dia bisa divaksinasi di daerah tempat tinggalmu.
Aku tinggal di sekitar sini.
Begitukah?
Di mana?
Aku bekerja di toserba dekat sini.
Toserba, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.