Release info

Where Is the Friend’s House (1987) BluRay 480p & 720p Pahe
A Commentary by RAWZA
Durasi 1:23:26

Tags

BluRay
720p
720
480p
480
Published on: 2019-11-14
Downloads: 189
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Badan Pengembangan Intelektual Anak dan Remaja.

Didedikasikan kepada Sohrab Sepeheri

Apa yang terjadi?

Ada apa ini?

Bukankah kalian janji tidak ribut?

Tidak bisa ditinggal sebentar saja?

Siapa yang bilang duduk?

Sekarang duduk.

Sama seperti waktu Bapak telat kemarin, kalian ribut sekali.

Apa kalian tidak bisa menjaga kelakuan?

Tidak bisakah dipercaya?

Keluarkan PR-nya!

Bapak sudah bilang, kalau Bapak telat ada urusan yang harus Bapak selesaikan.

Seperti bicara pada tembok saja.

Tenang!

Pak, Ali Hemmati belum datang.

Diam! Jangan bicara kalau tidak diminta!

Apaan ini, Nematzadeh?

Berapakali harus Bapak bilang kerjakan di buku PR?

Berapakali, Nematzadeh?

Berapakali lagi harus Bapak bilang?

Sudah berapakali Bapak bilang, Nematzadeh?

Bapak melihat jarimu, tapi katakan agar yang lain mendengar.

- Tiga kali. - Lebih keras!

Tiga kali.

Tiga kali dan kau masih saja melakukannya!

Baik, Bapak terpaksa merobek ini untuk memberimu pelajaran.

Lihat Bapak, Nematzadeh.

Lihat Bapak.

Perhatikan.

Berapakali Bapak bilang untuk menulisnya di buku PR?

Lihat Bapak.

Berapakali?

Sudah berapakali Bapak bilang?

Berapakali?

Tiga kali.

Tiga kali, setelah itu kau masih tetap melakukannya.

Baiklah?

Kenapa kau tidak mematuhinya?

- Boleh aku masuk, pak? - Kenapa terlambat?

Rumah saya jauh. Di Poshteh.

Kau datang dari Poshteh?

Iya, pak.

Duduklah.

Siapa saja yang tinggal di Poshteh,

kalian harus mempertimbangkan...

Tutup pintunya.

kalian harus berangkat 10 menit lebih awal.

dan tidur setengah jam lebih awal,

supaya cukup istirahat.

Sehingga kalian tidak akan terlambat?

Kalian mengerti?

Iya, pak.

Nematzadeh, kamu tahu Bapak sudah bilang 3 kali

Tetapi kau tidak mengerjakannya di buku PR?

Kenapa?

Lihat Bapak.

Kenapa?

Lihat sini.

Kenapa?

Buku saya ketinggalan di rumah sepupu saya.

Apa?

Kemarin saya meninggalkannya di rumah sepupu saya.

Pak, ini bukunya.

Kamu memiliki bukunya?

Apakah kamu berbohong?

Dia sepupu saya.

Apa dia sepupumu? Apa itu benar?

Iya, Pak.

- Dan kemarin dia bersamamu? - Iya, pak.

Baiklah, dengarkan Bapak.

Bapak sudah bilang berkali-kali

Ketika kalian tiba di rumah, kerjakakan PR-mu.

lalu simpan bukumu di dalam tas.

Setelah itu baru boleh bermain atau pergi ke rumah teman.

Tenang!

atau kalau kalian keluar,

letakkan bukumu di dekat celana, dengan begitu kalian tidak akan lupa,

seperti Nematzadeh.

Dan ingatlah, kenapa Bapak menyuruh kalian menulis di buku PR,

karena itu mendidik kedisiplinan.

Kenapa bersembunyi di bawah meja?

Punggung saya sakit, pak.

- Apa? - Punggung saya sakit, pak.

Yah, bersembunyi juga sakitnya tidak akan hilang.

Sangat penting menulis di buku catatan kalian.

Pertama, kalian akan terbiasa disiplin.

Kedua...

kita bisa membandingkan pelajaran hari ini dengan pelajaran bulan lalu.

Ini PR Ahmadpoor.

Ini pelajaran hari ini.

ini pelajaran dua bulan lalu.

Ini juga.

Kalian bisa lihat?

Apa sekarang kalian mengerti kenapa Bapak bersikeras kalian harus punya buku PR?

Kamu juga, Nematzadeh?

Kalau terulang lagi, kamu akan di-skors dari sekolah.

Apa kau terluka?

Kemarilah.

Jangan menangis, jangan menangis, sayang

Salam.

- Selimuti, nanti dia akan kedinginan. - Ya.

Ahmad, ambilkan popok.

Bergegaslah.

Sayangku, kau kedinginan...

Ahmad, ini basah.

Gantung lagi, ambil yang baru di kamar.

Bergegaslah.

Jangan menagis, sayang.

Ibu akan memberimu makan.

Cepat!

Ahmad, ayo kita main.

Aku mau mengerjakan PR.

Nanti saja.

Ahmad, kau dimana?

Ya, aku datang.

Adikmu kedinginan.

Ambil botolnya, dan minta air panas dengan Nenek di lantai atas.

- Bawa botol adikmu. - Mana botolnya?

Di samping vas bunga.

Cepat.

Bergegaslah.

- Aku butuh air hangat. - Di sana.

Salam.

Kau mau main di luar?

Aku punya PR.

Kau punya PR?

Tiga baris lagi selesai.

Yang ini, ini, dan ini. Tinggal tiga baris lagi selesai.

Aku harus menyelesaikan semuanya.

Kenapa sepatumu tak dilepas?

Kau lihat nenek juga melepaskannya?

Kasih dua gula kubus, Cepatlah.

Kerjakan PR-mu!

Ahmad, kau tak dengar adikmu nangis?

Berikan botolnya.

Ayunkan sebentar.

Ibu, aku tak sengaja membawa buku Mohammad Reza.

Aku harus mengembalikannya.

- Sudah baikan? - Sedikit lebih baik.

Ibu.

Ibu.

Aku tak sengaja membawa buku Mohammad Reza. Aku harus mengembalikannya.

Apa?

Aku tak sengaja membawa buku Mohammad Reza. Aku harus mengembalikannya.

Kerjakan PR-mu. Lalu pergi bermain.

Aku tak mau bermain, Aku mau mengembalikan bukunya.

Kerjakan PR-mu. Lalu pergi bermain.

Lihat kan, nenek juga melepas sepatu sebelum naik ke atas.

- Mau kemana? - Pergi bermain.

Dia harus mengerjakan PR-nya di buku ini.

Baik, asal jangan nakal, ya?

Dia harus mengerjakan PR-nya di buku ini.

Ali sudah selesai mengerjakan PR-nya setelah pulang dari sekolah.

dan kau hanya bisa bikin masalah. Kau tak pernah mau mengerjakan PR.

Aku tidak bicara tentangnya, aku bicara tentang Mohammad Reza.

Semua anak melakukannya kecuali kau.

Pergilah, Ali.

Selesaikan PR-mu, baru boleh bermain.

Ibu, aku membawa buku Mohammad Reza. Aku harus mengembalikannya.

Kerjakan PR-mu.

Ayun adikmu.

Alí, jangan buang-buang waktu. Pergilah!

Dan kau, kerjakan PR-mu!

Aku harus mengembalikan buku ini...

Cukup! Kerjakan PR-mu.

Tapi aku harus pergi...

Kerjakan saja PR-mu.

Kau dengar tidak?

Ambilkan ember dan cuciannya.

Ibu, lihat ini.

Keduanya sama,

tapi ini punya Reza Nematzadeh,

ini punyaku.

- Jadi? - Aku harus memberikannya.

Kembalikan saja besok.

Tapi besok Pak Guru akan mengeluarkannya dari kelas.

Kalau dia dihukum, aku yakin dia memang pantas.

Tapi aku yang membawanya...

Dan kau tidak menyadarinya?

Tidak, karena keduanya terlihat sama.

Tidak apa-apa, besok saja kau kembalikan.

Tidak bu, aku harus mengembalikannya sekarang.

- Memang dimana rumahnya? - Di Poshteh.

Jauhnya! Poshteh?

Kau tak boleh pergi ke sana!

Tapi banyak, kok, anak sekolah yang berangkat dari sana.

Jangan berbohong padaku. Itu tidak mungkin.

Aku bersumpah. Ibu bisa bertanya kalau tak percaya.

Jangan bersumpah, kerjakan PR-mu.

Biarkan aku mengembalikannya!

Sudah kubilang, kerjakan saja PR-mu Lagi pula, kau harus membeli roti.

Ku bilang, Kerjakan.

Tapi aku harus mengembalikannya!.

Kerjakan saja PR-mu.

Bu, kumohon biarkan aku pergi!.

- Kerjakan saja PR-mu. - Tapi pak guru akan...

Kerjakan saja PR-mu!

Jangan kemana-mana dan lakukan pekerjaanmu.

Kalau tidak aku akan memukulmu sangat keras!

More Indonesian subtitles for Where Is the Friend's Home (Khane ye doust kodjast?)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left