The first 200 lines.
HEARTBEAT
SELURUH TOKOH, NAMA, ORGANISASI, GRUP, PERISTIWA,
SERTA LATAR BERSIFAT FIKTIF, DAN ATURAN KESELAMATAN HEWAN DITAATI
Woo-hyeol,
kau baik-baik saja?
Kau di sini semalaman?
Tidak ada yang bisa kulakukan
selain berada di sisimu.
Aku tahu harus bagaimana saat manusia sakit,
tetapi aku tidak tahu harus bagaimana saat kau sakit.
Aku menjadi takut
sesuatu mungkin terjadi kepadamu.
Aku takut
tidak bisa bertemu denganmu lagi...
seperti ibu dan ayahku.
Aku ingin kau
tetap di sisiku
dan tidak pernah pergi ke mana pun.
Kurasa aku akan sedih
jika kau tidak ada di dunia ini.
Aku tahu hanya ada satu orang
di hatimu.
Meski begitu,
aku rasa
aku harus memberitahumu
karena aku belum pernah merasa seperti ini.
Kurasa...
aku menyukaimu, Woo-hyeol.
Rasanya jantungku hampir berdetak.
Jangan khawatir.
Aku tidak akan ke mana-mana
dan tetap di sisimu
untuk waktu yang lama.
HEARTBEAT EPISODE 12
Kenapa jantungku berdebar kencang?
Aku bisa mati jika terus begini.
Aneh sekali.
Kenapa aku melakukan itu?
Kenapa aku tidak bisa berhenti tersenyum?
Kudengar kau mencari setengah vampir.
Jadi, maksudnya kau adalah vampir
dan bisa membantuku menemukan
setengah vampir?
Pantas saja bisnismu sukses.
Menurutku aneh...
ada vampir yang mau membantu manusia.
Manusia atau vampir. Apa bedanya?
Aku hanya menghargai uang.
Namun, kenapa kau mencari setengah vampir?
Apa itu penting?
Kau hanya menghargai uang.
Kau pria idamanku.
Aku menantikan kerja sama kita.
Apa terjadi sesuatu semalam?
Apa?
Tidak.
Sama sekali tidak terjadi apa-apa.
Aku mendengarmu mondar-mandir sampai larut malam.
Aku tidak melakukan itu.
Baiklah.
Kau tidak biasanya memakai riasan di pagi hari.
Apa?
Tidak, aku tidak memakai riasan.
Siapa yang kau coba bohongi?
Kau pakai.
Jangan konyol. Aku tidak memakai riasan.
Kau dianggap memakai riasan lengkap selama memakai lipstik dan perona pipi.
Kenapa kau menyangkalnya?
Aku mau joging agar lebih santai.
- Baiklah. - Tentu.
Hati-hati di jalan.
Apa tidurmu nyenyak?
Kau pasti lelah karena menjagaku semalaman.
Ya, aku tidur nyenyak untuk kali pertama setelah sekian lama.
Kau terlihat cantik.
Bagaimana perasaanmu?
Berkatmu, aku seperti hidup kembali.
Keadaan bisa saja memburuk semalam jika bukan karena teman-temanmu.
Telepon mereka nanti. Mereka pasti khawatir.
Baiklah.
Selain itu,
aku lupa bertanya semalam dengan semua yang terjadi.
Namun, apa yang terjadi dengan Bu Na?
Itu...
Aku tidak menginterogasimu.
Aku hanya tidak mau salah paham.
Maafkan aku.
Memang terjadi sesuatu.
Boleh aku tahu apa itu?
Gulungan yang hilang...
ada pada Bu Na.
Apa?
Ini tidak lebih...
dari sekadar gambar.
Orang yang kutunggu...
adalah orang yang mengajariku rasanya dicintai
dan membuatku memimpikan cinta yang membuat jantungku berdebar,
bukan seseorang yang hanya mirip Hae-sun.
Wanita ini...
adalah aku.
Bagaimana mungkin?
Entah bagaimana gulungan itu bisa ada di tangannya,
tetapi aku tahu satu yang pasti.
Bu Na yang kulihat kemarin
tak seperti Hae-sun yang kukenal.
Aku merasa tersesat.
Sama seperti saat aku bangun setelah 100 tahun.
Aku tidak tahu harus ke mana.
Namun, saat itulah kau menemukanku.
Woo-hyeol!
Saat kau memanggilku,
rasanya seperti diselamatkan
dari kegelapan.
Aku sangat gembira dan lega melihatmu.
Mengetahui bahwa seseorang menungguku,
dan fakta
bahwa kau orangnya
membuatku kewalahan.
Terima kasih sudah berada di sisiku.
Kak Woo-hyeol!
- Kak Woo-hyeol! - Astaga!
- Kak Woo-hyeol. - Kau baik-baik saja?
Teman-Teman.
Lepaskan aku, Berengsek!
Tolong tenanglah.
Kenapa kalian datang pagi-pagi sekali?
Apa maksudmu? Kami datang karena mencemaskanmu.
- Dia tampak baik-baik saja. - Benar.
Aku harus memastikan dengan melihatmu dengan mataku sendiri.
Aku sangat terkejut kemarin hingga tidak bisa tidur.
Benar. Maaf soal itu. Sekarang pergilah.
- Dengan begitu... - Ya?
Duduklah.
- Haruskah aku mengatakannya? - Silakan.
Ada yang ingin kami katakan.
Kalian ingin tinggal dan bekerja di sini?
Ya.
Itu tiba-tiba sekali.
Siapa yang tahu
kapan Kakak akan pingsan lagi?
Sebaiknya kami tetap dekat.
Bukankah begitu?
- Kami akan lebih tenang. - Benar.
Apa yang akan kau lakukan jika bukan karena kami kemarin?
Kalian ada benarnya.
Namun, wisma tamu
dengan lebih banyak vampir daripada manusia?
Kita kekurangan tamu, jadi, aku tidak bisa menggaji sekarang.
Apa sungguh tidak ada cara agar kami tinggal di sini?
Baiklah.
Woo-hyeol sedang dalam kondisi kurang prima,
dan rubanah adalah tempatnya,
jadi, kalian boleh pindah kemari.
Baiklah.
Namun, biaya sewanya dipotong dari gaji kalian.
- Tentu saja. Silakan. - Tentu.
- Kami punya hati nurani. - Tentu saja.
Terima kasih, Kepala Pelayan Joo.
- Dia tidak mudah dipengaruhi, ya? - Ya, dia masih muda, tapi menakutkan.
Memotong biaya sewa dari gaji kita?
- Aku hampir menunjukkan taringku. - Aku bangga kau menahan diri.
Aku hampir tidak bisa.
Kalian berdua.
Kita harus bicara.
Ikuti aku.
Kenapa kalian melakukan ini tanpa memberi tahu...
Maafkan kami, Kak Woo-hyeol.
Namun, meski kau tak setuju,
kami akan tetap bersikeras.
Vampir yang kehilangan kesadaran
bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.
Namun, Kak Woo-hyeol,
bisakah darahmu diisi dengan cinta dalam waktu dekat?
Ada sesuatu
yang harus kukatakan kepada kalian.
Ada apa?
Kurasa
Kepala Pelayan Joo jatuh cinta.
Benarkah?
Artinya kau akan menjadi manusia?
Benar.
Selamat, Kak Woo-hyeol!
Akhirnya kau mewujudkannya! Kerja bagus!
- Teman-Teman, tunggu. - Tunggu.
Bukankah kita harus mengadakan pesta kecil sebelum hari besar tiba?
Sejak kapan kita sangat menyukai pesta?
Aku mulai bosan dengan pesta.
Dia akhirnya menjadi manusia!
Kita harus merayakannya dengan benar!
Masalahnya, aku orangnya.
- Ya! - Kak Woo-hyeol!
Apa?
Orang yang dicintai Kepala Pelayan Joo.
Aku orangnya.
Apa?
Dia menyukaiku.
Astaga.
Astaga.
Kau baik-baik saja?
Sial.
No comments yet. Be the first to leave one.