The first 200 lines.
Hari ini, kau membuatku menyesal kembali padamu.
Bahkan saat aku tahu kau mencintai Kan,
aku tak merasa seperti ini.
Ikuti kata hatimu.
Kejarlah.
Aku bisa mengatakan itu karena percaya cinta adalah hal yang indah.
Cinta adalah
senyum, kebahagiaan, ketulusan.
Bersama orang yang kau cintai saja bisa membuatmu tersenyum.
Tapi kau…
Kiss akan terluka.
Kau lupa apa yang kau ajarkan padaku saat usiamu 13 tahun.
Jangan membuatku menyesal kembali padamu.
Tak ada yang bisa kukatakan.
Kau tak akan mengerti.
Apa…
aku melakukan kesalahan besar?
Jika kau tidak tahu,
mungkin tak akan pernah tahu.
Apa?
Kenapa kau bilang begitu?
Kau sungguh membuatku merasa bersalah.
Kau selalu bilang aku tidak hidup dengan baik.
Inilah aku.
Apa boleh buat jika kau kecewa.
Aku baru tahu hari ini
bahwa kau licik dan kejam.
Jika kau mencintai seseorang, ingin dia mencintaimu saja sudah cukup.
Jangan memikirkan cara untuk menyakiti orang lain.
Kenapa kau kasar sekali padaku?
Jika tak begitu, kau tak akan mengerti.
Kau yang kejam.
Jika dia merasa bersalah tentang ini,
aku merasa lebih bersalah.
Hei.
Apa yang kau lakukan?
Kau harus tidur.
Kau mau pergi?
Itu bukan urusanmu.
Tidur saja.
Aku bertanya kau akan ke mana.
Tahu!
Dia bahkan membanting pintu.
Habiskan hari Minggu ini bersamaku.
Mari makan, pergi ke bioskop,
minum kopi,
pergi berkendara.
Kau mengajakku berkencan?
Ya.
Berkencanlah denganku.
Gagang antikarat dan tutup kaca, kesukaan banyak orang…
Pulanglah sekarang.
Aku akan ganti kodenya.
Aku akan panggil jasa pindahan untuk mengeluarkan barang-barangmu.
Kapan kau pulang?
Kenapa kau tidak menjawabku?
Bagaimana aku bisa jawab secepat itu?
Kau tidak sabar dan egois.
Aku tak akan tidur. Aku akan menunggumu pulang.
Hanya satu kalimat.
Aku tidak marah lagi padanya.
Kenapa lama sekali? Dari mana kau?
Aku sudah pulang. Kau tak akan tidur?
Aku akan menonton TV sebentar.
Apa yang akan kau tonton?
Aku belum tahu.
Acara ini seharusnya menyenangkan.
Kau tak akan tidur?
Acara ini baru saja tayang.
Mari kita tonton bersama.
Saat dia melakukan hal seperti ini, aku menyerah.
Apa pun perbuatan jahat wanita ini, pada akhirnya,
aku tetap menyukainya.
Jika kau akan menontonnya, duduk dengan benar.
Ayo. Duduklah di sana.
- Minggir. - Apa?
Aku tak akan menonton lagi.
Kemarilah.
Maaf soal tadi.
Itu kasar.
Ya.
Tak apa-apa.
Menurutku,
semua orang berpikir berbeda.
Kita harus menjalani hidup kita seperti yang kita pikirkan.
Maple, kau datang lebih cepat.
Dan kau pulang larut. Apa pacarmu tidak keberatan?
Kami sudah putus.
- Halo, Semuanya. - Halo, Semuanya.
Halo.
Maple, bisa siapkan dokumen untuk proyek Celeb Shop?
Ini bagus.
Kapan kau melakukan semua ini?
Dia putus dengan pacarnya.
Kenapa putus?
Apa dia tahu tentang ciumanmu dengan pria misterius itu?
Tidak.
Dia tak bilang lulus ujian pengacara dan putus denganku.
Astaga, itu mengerikan.
Maple, ambil barang-barang dari gudang.
Kenapa kau tidak menunggu?
Kau tak penasaran soal Maple dan pacarnya?
Mengetahui kehidupan pribadi salah satu anggota timku membuatku cukup pusing.
- Hai, Pearl. - Halo.
- Silakan lewat sini. - Silakan.
Halo.
Halo.
Aku Tacha. Aku kemari untuk menemui Mesa.
Mesa dari Tim Merek Baru?
Benar.
- Tunggu. - Terima kasih.
Halo?
Mesa, ada tamu.
Kau bisa minta mereka menunggu di kafe.
Aku akan segera turun.
Jika ada tambahan lain.
Kami ingin itu tampak sempurna.
- Halo. - Ya?
Aku Mesa dari Tim Merek Baru.
Kau dari perusahaan mana?
Begini…
Kau Mesa?
Ya, aku Mesa.
MESA SIRIROJPRASERT
- Priew. - Boleh aku bertanya,
apa ada Mesa lain di departemenmu?
Tidak ada.
- Aku sungguh minta maaf. Aku… - Priew.
Pearl, maafkan aku.
- Priew. - Kau baik-baik saja?
- Sungguh minta maaf. - Priew.
Aku tak bermaksud… Apa panas? Kuambilkan tisu.
Hei.
Hei, kau.
Mesa, kau mau ke mana?
Mesa.
Hei.
Ada apa denganmu?
Kau tiba-tiba menghilang.
Kau tidak menjawab teleponku,
mengganti nomormu, dan memblokirku.
Jadi, siapa namamu?
"Rachanu."
Rachanu, dari unit 610?
Kau serius?
Ya, aku Rachanu dari unit 610.
Kenapa? Ada masalah?
Bukan apa-apa. Sulit kupercaya.
Selama ini kita bertetangga?
Ini takdir.
Jangan konyol.
Dia mengikutinya sampai ke sini?
Benar, Priew memakai namaku.
Dia seharusnya memberitahuku mereka putus.
Aku lengah.
Jadi, kenapa mereka putus?
Priew tampak sangat bahagia sebelumnya. Mereka biasa bertemu setiap Jumat.
Tanya saja sendiri.
Tanyakan padanya.
KISS
Halo, Kiss?
Hei, nyalakan 77 Shopping sekarang.
Baik.
Aku akan menemuimu sekarang.
Baik.
Usiamu 36 tahun.
Kau tiga tahun lebih tua dariku.
Kenapa kau serius sekali?
Kita hanya bertemu setiap Jumat.
Siapa namaku, berapa usiaku…
Apa bedanya?
Kau tidak membaca pesanku?
Itu yang ingin kukatakan padamu.
Hari itu aku menunggumu,
- aku membeli bunga dan gelang. - Kenapa kau memberitahuku?
Apa? Begini…
Kenapa kau tiba-tiba menghilang?
Apa ada masalah?
Aku hamil.
Tidak ada.
Aku sudah cukup bersenang-senang.
Sebenarnya, aku bahkan punya kenangan indah denganmu,
tapi sekarang kau lakukan ini. Entah harus bilang apa lagi.
Bisa kita akhiri sekarang?
Hei, tunggu.
Aku tidak ingin berakhir seperti ini.
Kau tidak tahu bagaimana perasaanku padamu?
Kupikir kita sepemikiran.
Setiap kali kau memintaku datang, aku datang.
Kau pikir aku melakukan itu hanya karena tergila-gila wanita?
Aku harus bekerja.
Dan jangan datang ke tempat kerjaku lagi.
Aku tak ingin orang-orang bergosip.
Aku akan ke unitmu.
Tidak boleh.
Jika kau membunyikan bel pintuku,
aku akan segera pindah.
Mesa, bukan…
Rachanu.
Jadi…
No comments yet. Be the first to leave one.