The first 200 lines.
Kisah ini fiksi. Adanya kesamaan tokoh dengan kehidupan nyata adalah suatu kebetulan.
Khususnya bagimu Jenny Beckman.
Jalang.
Ini kisah pemuda bertemu seorang gadis.
Pemuda itu bernama Tom Hansen dari Margate, New Jersey.
Tumbuh dewasa dengan meyakini kalau dia tak pernah merasa bahagia...
sampai dia menemukan "yang tepat."
Keyakinan itu terbentuk karena mendengarkan lagu pop sedih Inggris...
dan salah persepsi terhadap film The Graduate.
Si gadis, Summer Finn dari Shinnecock, Michigan...
tak percaya akan hal semacam itu.
Sejak kehancuran pernikahan orangtuanya...
dia hanya mencintai dua hal.
Pertama, rambut panjangnya yang hitam.
Kedua, betapa mudah baginya memotong rambutnya itu...
tanpa merasakan apapun.
Tom bertemu Summer tanggal 8 Januari.
Tom yakin sekali telah menemukan orang yang dicarinya.
Ini kisah pemuda bertemu seorang gadis.
Tapi kau harus tahu sebelumnya,
ini bukanlah kisah cinta.
Kami tak tahu siapa lagi yang harus dihubungi.
Ini Amanda Heller lagi.
Kalian melakukan hal yang benar.
Sekarang dimana dia?
Thomas.
Rachel, apa yang kau lakukan di sini?
Aku di sini untuk membantumu./ Membantuku bagaimana?
Pertama, taruh dulu piring itu.
Minum ini.
Apa itu?/ Vodka.
Apa Ibu tahu kalau kau di sini?
Karena ini sudah lewat jam 10 malam./ Jangan cemaskan itu.
Ceritakan dari awal dan katakan apa yang terjadi.
Semuanya berjalan baik.
Lalu apa?
Kurasa kita tak perlu bertemu lagi.
Dia mengatakannya begitu saja?/ Begitu saja.
Apa dia mengatakan alasannya?/ Maksudku, hubungan ini... Apa yang kita lakukan?
Apa ini normal?
Aku tak tahu. Aku tak peduli. Aku bahagia. Tidakkah kau bahagia?
Kau bahagia?/ Kau tidak?
Kita selalu bertengkar./ Omong kosong.
Mungkin suasana hatinya tak enak.
Ya, mungkin karena masalah hormonal.
P.M.S?/ Apa yang kau tahu tentang P.M.S?
Lebih darimu, Tom./ Lalu apa yang terjadi?
Ini tak akan mengejutkanmu.
Maksudku, kita sudah seperti Sid dan Nancy beberapa bulan ini.
Summer, Sid menikam Nancy tujuh kali dengan pisau dapur.
Kita memang bertengkar beberapa kali, tapi aku tak berpikir kalau aku Sid Vicious.
Tidak. Aku Sid.
Oh, jadi aku Nancy?
Ayo kita makan saja, dan kita bicarakan itu lagi nanti.
Ini enak.
Aku senang kita memesan ini.
Aku suka kue dadar ini.
Apa?
Tom, jangan pergi. Kau masih teman baikku!
Astaga./ Kau pernah putus dengan pacarmu sebelumnya.
Ya.
Dan pacarmu yang memutuskanmu sebelumnya.
Ini berbeda./ Kenapa?
Karena ini Summer.
Kau akan bertemu dengan gadis lain.
Intinya, kau pria terbaik yang kukenal. Kau akan melupakannya.
Kurasa ini seperti yang mereka sering bilang,
"Ada banyak ikan di lautan."
Tidak./ Mereka bilang begitu.
Mereka bohong.
Aku tak ingin melupakannya.
Aku ingin dia kembali.
Mungkin bermain aman adalah pendekatan salah.
Keluarga nuklir sudah tiada...
dan kita butuh liburan baru yang bisa diakui.
21 Mei.
Hari Ibu lain.
Terima kasih.
Kurasa hal ini cukup berpotensi. Bagaimana menurutmu, Hansen?
Bisa kau tuliskan bentuk dasar untuk ini?
Tn. Vance, ada telepon untuk anda di jalur tiga.
Terima kasih. Semuanya, kenalkan ini Summer, asisten baruku.
Summer baru pindah kemari dari...
Michigan./ Benar. Michigan.
Summer, semuanya.
Semuanya, Summer. Permisi, aku harus terima telepon.
Senang bertemu kalian semua.
Ada dua jenis manusia di dunia.
Wanita dan pria.
Summer Finn seorang wanita.
Tinggi, rata-rata. Berat, rata-rata.
Ukuran sepatu, sedikit diatas rata-rata.
Untuk semua maksud dan tujuan,
Summer Finn, hanyalah gadis biasa.
Tapi dia bukan.
Sebagai moto, di tahun 1998...
Summer mengutip lagu dari band Skotlandia, Belle and Sebastian...
untuk buku tahunan SMA.
"Warnai hidupku dengan kekacauan dari masalah."
Band ini laris di Michigan menjual album mereka...
The Boy with the Arab Strap...
yang kemudian membingungkan analisis industri musik.
Summer bekerja di Daily Freeze selama menjadi mahasiswi tingkat dua...
meningkatkan penghasilan perusahaan 212% secara tak diduga.
Setiap apartemen yang disewa Summer...
ditawarkan rata-rata dengan tarif 9.2% dibawah harga pasar.
Dan keberangkatan pulang pergi dari tempat kerja...
menghasilkan rata-rata 18.4 per hari bagi bus.
Inilah kualitas aneh dari "Efek Summer."
Aneh, tapi sangat menarik bagi para pria yang bertemu...
paling tidak sekali dalam hidup mereka.
Bagi Tom Hansen, bertemu dengannya di kota dengan 400.000 kantor...
91.000 gedung perniagaan dan 3,8 juta orang.
Itu hanya bisa dijelaskan oleh satu hal:
Takdir.
Kudengar dia wanita yang sombong.
Benarkah?
Ya. Patel mengajaknya bicara di ruang fotokopi dan tidak digubris.
Mungkin dia buru-buru.
Dan mungkin dia angkuh, "merasa lebih baik dari orang lain."
Sial./ Aku tahu. Dia sangat seksi.
Menyebalkan. Kenapa gadis cantik...
selalu berpikir kalau mereka bisa memperlakukan orang lain seenaknya?
Sudah berabad-abad lalu begitu.
Kau tahu? Persetan dengannya. Aku tak peduli.
Jika dia ingin begitu, tak masalah.
The Smiths?
Hai.
Aku suka The Smiths./ Maaf?
Aku bilang aku suka The Smiths.
Kau punya selera musik yang bagus.
Kau suka The Smiths?/ Ya.
Aku suka mereka.
Astaga.
Ini kuenya. Sepotong lagi.
Minum?
Arthur, sudah kau dapatkan?/ Terima kasih.
Mau? Ya.
Mau minum?
Summer, kan?/ Oh. Ya.
Penggemar The Smiths./ Ya. Tom.
Mau ini...
Bukan sampanye. Aku tak tahu apa ini./ Tentu.
Jadi, bagaimana?
Bagus./ Kau baru pindah kemari, kan?
Kapan?
Sabtu.
Dan apa yang membawamu kemari?
Rasa bosan mungkin.
Mau mencoba sesuatu yang baru dan menarik.
Jelas sekali kau datang ke tempat yang tepat.
Sudah berapa lama kerja di sini?/ Sekitar 3-4 tahun.
Wow. Kau...
selalu ingin menulis kartu ucapan?
Tidak, bahkan sekarang tak ingin melakukannya.
Kau harus lakukan hal lain kalau begitu.
Ya. Sebenarnya aku dulu kuliah arsitek.
Benarkah? Itu bagus. Lalu bagaimana?
Ternyata tak berhasil.
Aku butuh pekerjaan, dan di sinilah aku.
Kau hebat dalam hal itu?
Aku menuliskan ini.
"Hari ini kau seorang pria."
"Mazel tov di bar mitzvah."
Ini yang paling laris./ Maksudku sebagai arsitek.
Ya.
Aku meragukannya.
Kau penulis kartu ucapan yang handal.
Terima kasih. Sebenarnya itu panggilanku saat kuliah.
Mereka memanggilku "Si Handal" Hansen.
Aku dulu sering dipanggil "Gadis Anal."
Aku sangat rapi dan teratur.
Aku harus kembali, jadi...
Baiklah. Sampai nanti.
Entahlah. Kurasa resmi sudah.
Aku jatuh cinta pada Summer. Aku suka senyumnya.
Aku suka rambutnya. Aku suka lututnya.
Aku suka bercak tanda lahir bergambar hati di lehernya.
Aku suka saat dia menjilat bibirnya sebelum bicara.
Aku suka mendengar tawanya.
Aku suka caranya menghadap saat dia tidur.
Aku suka mendengarkan lagu ini setiap kali aku memikirkannya.
Aku suka bagaimana dia membuatku merasa...
Seperti...
Seperti segalanya mungkin atau... Entahlah. Seperti...
Seperti hidup ini sangat berharga.
Ini buruk.
Dia suka Magritte dan Hopper.
Dan kami bicara tentang pisang dan ikan sekitar 20 menit.
Kami sangat cocok, ini gila.
Dia tak seperti yang kubayangkan. Dia mengagumkan.
Oh, astaga./ Apa?
Hanya karena dia menyukai hal yang sama denganmu...
bukan berarti dia belahan jiwamu, Tom.
Apa maksudmu?
Berakhir sudah./ Apa?
Aku dan Summer./ Apa kalian pernah dekat?
Tidak, tapi bisa dibilang begitu di dunia di mana hal baik terjadi padaku.
Ya, itu tak terjadi di dunia tempat kita tinggal./ Tidak.
Beruntung.
No comments yet. Be the first to leave one.