The first 200 lines.
BARCELONA, AKHIR ABAD KE-14
Mereka ditemukan.
Antonina.
Mereka menemukannya.
Hugo.
Laut itu indah, Hugo.
Tapi dia juga bisa kejam.
Ayahmu direnggutnya hari ini,
tapi yakinlah bahwa jiwanya, dari kedalaman laut,
akan menjaga semua pelaut kita.
Kau lihat dia tersenyum, Nak?
Saat kau merasa kesepian, Bernat,
bicaralah pada Bunda Maria.
Dia akan menjagamu
dan takkan meninggalkanmu.
Apa perjalanan ini sungguh diperlukan?
Bernat harus belajar seni berdagang dan navigasi.
- Dia harus menggantikanku. - Dia bisa belajar di sini, di sisimu.
Guru apa yang lebih baik dari ayahnya, Arnau Estanyol?
Anak muda perlu bereksperimen dan belajar sendiri.
Tapi dia terlalu muda.
Dan Alexandria sangat jauh.
Aku tak percaya kau tak mengenalnya.
Dia keras kepala seperti…
Sepertimu.
Jangan cemas, Ibu. Aku bisa menjaga diri.
Tapi laut sangat berbahaya.
Kau lihat yang menimpa ayah Hugo dan para pelaut malang itu.
Ya,
aku yakin Tuhan dan Bunda Maria akan melindunginya.
Arnau!
Pengangkut barang belum lupa ayahmu pernah jadi bagian dari mereka.
Selama bertahun-tahun, mereka membawa batu yang membangun Katedral Laut.
Ibu sudah bercerita berkali-kali.
Kapal siap berlayar.
- Ibu akan merindukanmu. - Aku juga, Ibu.
Ayah sangat bangga padamu, Nak.
- Apa yang mereka lakukan? - Membawamu ke kapal.
Aku bukan barang.
Aku bisa naik sendiri.
Ayo.
Putra kita itu… Dia akan merusak semua pakaiannya.
Kau lupa?
Kaki pengangkut barang selalu basah.
Hugo, mau kau apakan kayu apung itu?
Tidak ada, mau kujual.
Jadi, Bernat akan pergi?
Ya.
Sudah waktunya.
TAKDIR
Arsenda!
Ibu.
Aku membawakan bawang.
Kau tak mencurinya, 'kan?
Tidak. Kutukar dengan barang bekas.
Ibu sedang apa?
Kita harus pergi.
Pergi? Kenapa?
Sejak ayahmu tiada, tak ada pemasukan.
- Kita tak mampu bayar rumah ini. - Kita mau ke mana?
Tn. Arnau mencarikanku pekerjaan dan tempat tidur di pembuat sarung tangan.
Kakakmu direkomendasikan untuk jadi pelayan di Biara Jonqueres.
Dengan para biarawati?
Itu tempat bagus untuknya.
Lalu aku?
Bagaimana denganku?
Tn. Arnau akan bicara dengan mandor di galangan kapal.
- Bekerja dan tidurlah di sana. - Di galangan kapal?
Kau selalu bermimpi membuat kapal, bukan?
Kau bisa datang ke biara.
Bersiul, seperti biasa. Aku akan menemuimu.
Aku yakin para biarawati akan mengajariku lagu baru.
Aku suka lagu sekarang.
Yang Ayah nyanyikan untuk kita.
Ini.
Ini akan melindungimu.
Dia tumbuh cepat hingga separuh bajunya tak muat lagi.
Mau kau apakan bajunya?
Berikan pada anak itu.
Dia selalu berpakaian compang-camping. Dan bertelanjang kaki.
Apa yang kau pikirkan?
Entah apa tindakanku benar membantunya.
Aku memisahkannya dari kakak dan ibunya.
Kau pasti akan temukan cara untuk menebusnya.
Apa maksudmu?
Kecuali aku salah besar,
kau telah memutuskan untuk melindunginya.
Bangun.
Kau senang dengan anak itu?
Dia baik-baik saja, Tn. Arnau.
Kutempatkan bersama Domenico, tahanan Genoa.
Mereka pembuat kapal andal dan mengajarkannya pada anak muda.
- Menurutmu Hugo bisa? - Dia cerdas.
Tapi dia perlu belajar bahwa semua butuh waktu.
Hugo!
Hugo!
Kemarilah.
Tn. Arnau datang untuk memeriksa keadaanmu.
Aku sehat.
Tapi ingin belajar membuat kapal. Tak bisa kulakukan dengan bola itu.
Tugas yang diberikan padamu penting, Hugo.
Kau menjaga tahanan. Dan dia akan mengajarimu keahliannya.
Benarkah?
Tentu saja.
Istriku memberikan ini untukmu.
Aku tak pernah punya sepatu.
Bersyukurlah karena orang sepenting Arnau Estanyol telah melindungimu.
Arnau!
Ada surat dari Bernat.
Kapten kapal yang berlayar dari Messina membawanya.
- Kau sudah baca? - Aku menunggu untuk membacanya bersama.
Bacalah.
"Orang tuaku yang terhormat,
Karena tahu kalian pasti mencemaskanku,
aku meminta kapten kapal Catalan yang kembali ke Barcelona
untuk mengirimkan surat ini."
Kugunakan waktuku dalam perjalanan panjang ini
untuk menambah pengetahuanku tentang seni berdagang,
seperti yang Ayah inginkan.
Jangan khawatir, Ibu. Aku makan dengan baik.
Dan selepas belajar, aku menjalani hidup teratur.
Aku mulai belajar rahasia navigasi.
Kapten bilang aku membuat kemajuan besar.
Hari ini, kami ke Alexandria
untuk akhirnya menuju Konstantinopel. Dengan cinta…
"Dengan cinta, putramu Bernat."
Kesehatan Raja memburuk.
Kini Rogation diadakan di semua gereja.
Bagaimana dengan para pangeran? Apa mereka ke istana?
- Pangeran John adalah penerusnya. - Para pangeran takkan datang.
Mereka berselisih dengan ayah dan ibu tiri mereka, Ratu Sibila.
Katanya Ratu akan segera meninggalkan Raja.
Aku kasihan pada Baginda.
Kabar tentang kondisi Raja tersebar di seluruh kota.
Ada bentrokan antara pendukung Ratu dan Pangeran John.
Sebagai warga Barcelona,
kita harus tunjukkan kesetiaan kepada Raja di masa sulit ini.
Kita harus bijak.
Menunjukkan kesetiaan pada raja sekarat
bisa dianggap kritik terhadap penerusnya, Pangeran John.
Pasukan dikumpulkan,
seandainya pendukung Ratu mencoba menghentikannya naik takhta.
Dan lihat betapa sedikit anggota dewan yang memenuhi panggilanmu.
Kebetulan, banyak dari mereka punya urusan yang tak bisa dihindari.
Kau bisa bilang sesukamu, tapi Raja belum mati.
Sudah tugas kita memperhatikan kesehatannya.
Bahkan, akan kulakukan sekarang.
Kau keras kepala, Arnau. Tapi tak akan kubiarkan kau pergi sendiri.
Hidup Pangeran John!
Untuk Ratu Sibila!
Hidup Ratu!
Ratu kabur!
Pengecut!
Pengkhianat!
Hidup Ratu!
Ratu Sibila meninggalkan istana.
Dia tinggalkan Raja, suaminya, yang tengah sekarat.
Dia pasti bertemu pendukungnya.
Saat Raja meninggal,
para pangeran akan berusaha membunuhnya.
Apa yang kau pikirkan?
Pasti menyedihkan mati sendirian.
Apa Raja meninggal?
Harap tenang.
Diam!
Raja Peter telah meninggal.
Ada bentrokan di jalanan, dan kota ditutup.
Terjadi perang?
Belum.
Tapi segera.
Ibu.
Hugo, kau mau ke mana? Di luar berbahaya!
Dasar manusia rendah!
Ibu!
- Siapa yang mengizinkanmu kemari? - Aku mau bertemu ibuku.
- Kenapa? Siapa ini? - Anak Antonina.
Ibumu boleh tidur di sini, tapi aku tak mau bertemu keluarganya.
Pastikan dia tak ambil apa pun. Mereka sekelompok pencuri.
Hugo, Nak.
- Ibu. - Kenapa kau kemari?
Kau tak boleh ada di sini, 'kan?
Aku mencemaskan Ibu. Ibu tak apa-apa?
Kau, lihat yang kau lakukan!
Semua kayu bakar berserakan. Wanita bodoh!
Jangan menghina ibuku.
Jangan sakiti dia.
Ambil itu dan masuklah. Kau, pergilah!
Jangan kembali. Pergi!
- Tapi, Ibu… - Pergilah, Nak. Cepat.
Pencuri! Kalian sekelompok pencuri.
Setelah aku dewasa,
Raja Peter satu-satunya raja.
Sudah berapa tahun?
Lima puluh?
Kami sudah terbiasa dengannya.
Bahkan pada ketidakadilannya.
Kami tahu cara mengatasinya.
Apa yang akan terjadi sekarang?
Entahlah.
Dan ketidakpastian membuatku takut.
No comments yet. Be the first to leave one.